Pages

Sunday, May 8, 2011

50 Tanda-tanda Orang MunafiQ Menurut Al-Quran Dan Sunnah



http://peribadirasulullah.files.wordpress.com/2011/05/istighfar1.jpg?w=327&h=559
1.Malas Beribadah Kepada Allah s.w.t
2.Lupa Kepada  Allah s.w.t
3.Melalaikan Solat Fardhu
4.Mempercepatkan Mengerjakan Solat
5.Gemar Meninggalkan Solat Berjemaah
6.Meninggalkan Solat Jumaat
7.Melakukan Dosa Dan Kemungkaran Secara Sembunyi
8.Menyuruh Yang Mungkar Dan Melarang Yang Makruf
9.Menyembunyikan Ilmu Pengetahuan
10.Mengamalkan Riak
11.Hasad Dengki
12.Dusta
13.Mungkir Janji
14.Bakhil
15.Fitnah
16.Mencaci Maki
17.Mengumpat
18.Mengungkit Kembali Pemberian Kepada Seseorang dan Menyakiti Hatinya
19.Mengingkari Takdir Allah s.w.t
20.Mempersenda Kesucian Agama
21.Enggan Berjihad Di Jalan Allah s.w.t
22.Menghina Sahabat Rasulullah s.a.w
23.Menyembunyikan Persaksian Pada Jalan Yang Benar
24.Menangguh Pembayaran Hutang
25.Menipu Dalam JualBeli
26.Ghasab(Mengambil Tanah Orang Lain Tanpa Hak)
27.Bergaul Dengan Orang Yang Memperolok Al-Qur’an
28.Memakan Harta Anak Yatim
29.Membuka Rahsia Orang Lain
30.Berasa Aman Daripada Murka Allah s.w.t  Apabila Melakukan Dosa
31Memanggil Orang Dengan Gelaran Buruk Yang Tidak Disukai
32.Menghalang Orang Daripada Mengamalkan Ajaran Islam
33.Suka Kepada Kesesatan Dan Menyesatkan Orang
34.Bermuka Dua
35.Menyanjung Dan Memuji Orang Tanpa Diketahui Keadaan Sebenarnya
36.Sombong Di Antara Sesama Manusia
37.Suka Membantah Dan Bertengkar Sesama Muslim
38.Melampaui Batas Yang Digariskan Oleh Allah s.w.t
39.Berputus Asa Dalam Menghadapi Cabaran Hidup
40.Membazir Dalam Memanfaatkan Nikmat Allah s.w.t
41.Keluh Kesah Apabila Ditimpa Musibah
42.Mengkhianati Sesuatu Amanah
43.Memutuskan Silaturrahim
44.Memecahbelahkan Perpaduan Kaum Muslimin
45.Menghalalkan Perkara Yang Haram
46.Membuat Kerosakan DiMuka Bumi
47.Menuduh Orang Beriman Bodoh
48.Mengubah Dan Menyalahgunakan Ayat-ayat Allah s.w.t
49.Bersumpah Dengan Selain Nama Allah s.w.t
50.berasa Gembira Apabila Musibah Menimpa Orang Beriman.
Rujukan :
http://halaqah.net/v10/index.php?topic=13930.msg191538#msg191538
sumber: peribadirasulullah

7 Kali tunai haji tanpa melihat Kaabah


http://peribadirasulullah.files.wordpress.com/2011/05/pusaran_energi_kaabah-320x480.jpg?w=200
Gambar hanya hiasan sahaja.
Tujuh kali naik Haji tidak bisa melihat Ka’bah “Kubur adalah rumah akhirat pertama, Bila selamat dikubur, maka yang setelahnya menjadi lebih mudah, bila tidak selamat di kubur, maka yang setelahnya lebih sulit.” (HR. Tirmidzi dan Ibn Majah).
Sebagai seorang anak yang berbakti kepada orang tuanya, Hasan bukan nama sebenarnya), mengajak ibunya untuk menunaikan rukun Islam yang kelima. Sarah (juga bukan nama sebenarnya), sang Ibu,tentu senang dengan ajakan anaknya itu. Sebagai muslim yang mampu mereka memang berkewajiban menunaikan ibadah Haji.
Segala perlengkapan sudah disiapkan. Singkatnya ibu anak-anak ini akhirnya berangkat ke tanah suci. Kondisi keduanya sehat wal afiat, tak kurang satu apapun. Tiba harinya mereka melakukan thawaf dengan hati dan niat ikhlas menyeru panggilan Allah, Tuhan Semesta Alam.
“Labaik allahuma labaik,aku datang memenuhi seruanMu ya Allah”.
Hasan menggandeng ibunya dan erbisik, “Ummi undzur ila Ka’bah(Bu,lihatl! ah Ka’bah).” Hasan menunjuk kepada bangunan empat persegi berwarna hitam itu. Ibunya yang berjalan di sisi anaknya tak beraksi,ia terdiam. Perempuan itu sama sekali tidak melihat apa  yang ditunjukkan oleh anaknya. Hasan kembali membisiki ibunya. Ia tampak bingung melihat raut wajah ibunya. Di wajah ibunya tampak kebingungan.
Ibunya sendiri tak mengerti mengapa ia tak bisa melihat apapun selain kegelapan. beberapakali ia mengusap-usap matanya, tetapi kembali yang tampak hanyalah kegelapan. Padahal, tak ada masalah dengan kesehatan matanya.
Beberapa menit yang lalu ia masih melihat segalanya dengan jelas,tapi mengapa memasuki Masjidil Haram segalanya menjadi gelap gulita.
Tujuh kali Haji Anak yang sholeh itu bersimpuh di hadapan Allah. Ia shalat memohon ampunan-Nya. Hati Hasan begitu sedih. Siapapun yang datang ke Baitulah, mengharap rahmatNYA. Terasa hampa menjadi tamu Allah, tanpa menyaksikan segala kebesaran-Nya, tanpa merasakan kuasa-Nya dan juga rahmat-Nya.
Hasan tidak berkecil hati, mungkin dengan ibadah dan taubatnya yang sungguh-sungguh, Ibundanya akan dapat merasakan anugrah-Nya, dengan menatap Ka’bah, kelak. Anak yang saleh itu berniat akan kembali membawa ibunya
berhaji tahun depan. Ternyata nasib baik belum berpihak kepadanya. Tahun berikutnya kejadian serupa terulang lagi. Ibunya kembali dibutakan di dekat Ka’bah, sehingga tak dapat menyaksikan bangunan yang merupakan symbol persatuan umat Islam itu. Wanita itu tidak bisa  melihat Ka’bah.
Hasan tidak patah arang. Ia kembali membawa ibunya ke tanah suci tahun berikutnya. Anehnya, ibunya tetap saja tak dapat melihat Ka’bah.
Setiap berada di Masjidil Haram, yang tampak di matanya hanyalah gelap dan gelap. Begitulah keganjilan yang terjadi pada diri Sarah. hingga kejadian itu berulang sampai tujuh kali menunaikan ibadah haji.
Hasan tak habis pikir, ia tak mengerti, apa yang menyebabkan ibunya menjadi buta di depan Ka’bah. Padahal, setiap berada jauh dari Ka’bah, penglihatannya selalu normal. Ia bertanya-tanya, apakah ibunya punya kesalahan sehingga mendapat azab dari Allah SWT ? Apa  yang telah diperbuat ibunya, sehingga mendapat musibah seperti itu ? Segala pertanya! an berkecamuk dalam dirinya. Akhirnya  diputuskannya untuk mencari seorang alim ulama, yang dapat membantu permasalahannya.
Beberapa saat kemudian ia mendengar ada seorang ulama yang terkenal karena kesholehannya dan kebaikannya di Abu Dhabi (Uni Emirat). Tanpa kesulitan berarti, Hasan dapat bertemu dengan ulama yang dimaksud. Ia pun mengutarakan masalah kepada ulama yang saleh ini. Ulama itu mendengarkan dengan seksama, kemudian meminta agar Ibu dari  hasan mau menelponnya. anak yang berbakti ini pun pulang. Setibanya di tanah kelahirannya, ia meminta ibunya untuk menghubungi  ulama di Abu Dhabi tersebut. Beruntung, sang Ibu mau memenuhi permintaan anaknya. Ia pun mau menelpon ulama itu, dan  menceritakan kembali peristiwa yang dialaminya di tanah suci. Ulama itu kemudian meminta Sarah introspeksi, mengingat kembali, mungkin ada perbuatan atau peristiwa yang terjadi padanya dimasa lalu, sehingga ia tidak mendapat rahmat Allah.
Sarah diminta untuk bersikap terbuka, mengatakan dengan jujur, apa yang telah dilakukannya.
“Anda harus berterus terang kepada saya, karena masalah Anda bukan masalah sepele,” kata ulama itu pada Sarah. Sarah ! terdiam sejenak.Kemudian ia meminta waktu untuk memikirkannya. Tujuh hari berlalu,  akan tetapi ulama itu tidak mendapat kabar dari Sarah. Pada minggu kedua setelah percakapan pertama mereka, akhirnya Sarah  menelpon.
“Ustad, waktu masih muda, saya bekerja sebaga! i perawat di rumah sakit,” cerita Sarah akhirnya. “Oh, bagus…..Pekerjaan perawat adalah pekerjaan mulia,” potong ulama itu.
“Tapi saya mencari uang sebanyak-banyaknya dengan berbagai cara,tidak peduli, apakah cara saya itu halal atau haram,” ungkapnya terus terang.
Ulama itu terperangah. Ia tidak menyangka wanita itu akan berkata demikian.
“Disana….” sambung Sarah, “Saya sering kali menukar bayi, karena tidak semua ibu senang dengan bayi yang telah dilahirkan. Kalau ada yang menginginkan anak laki-laki, padahal bayi yang dilahirkannya perempuan, dengan imbalan uang, saya tukar bayi-bayi itu  sesuai dengan keinginan mereka.”
Ulama tersebut amat terkejut mendengar penjelasan Sarah.”Astagfirullah……” betapa tega wanita itu menyakiti hati para ibu yang diberi amanah Allah untuk melahirkan anak.  bayangkan, betapa banyak keluarga yang telah dirusaknya, sehingga tidak jelas nasabnya. Apakah Sarah tidak tahu, bahwa dalam  Islam menjaga nasab atau keturunan sangat penting.
Jika seorang bayi ditukar, tentu nasabnya menjadi tidak jelas. Padahal, nasab ini sangat menentukan dalam perkawinan,terutama dalam masalah mahram atau muhrim, yaitu orang-orang yang tidak boleh dinikahi.
“Cuma itu yang saya lakukan,” ucap Sarah. “Cuma itu ?” tanya ulama terperangah. “Tahukah anda bahwa perbuatan Anda itu dosa yang luar biasa, betapa banyak keluarga yang sudah Anda hancurkan!”. ucap ulama dengan nada tinggi. “Lalu apa lagi yang Anda kerjakan ?” tanya  ulama itu lagi sedikit kesal. “Di rumah sakit, saya juga melakukan tugas memandikan orang mati.”
“Oh bagus, itu juga pekerjaan mulia,” kata ulama “Ya, tapi saya memandikan orang mati karena ada kerja sama dengan tukang sihir.”
“Maksudnya ?”. tanya ulama tidak engerti. “Setiap saya bermaksud menyengsarakan orang, baik membuatnya mati atau sakit, segala perkakas sihir itu sesuai dengan syaratnya, harus dipendam di dalam tanah. Akan tetapi saya tidak menguburnya didalam tanah, melainkan saya masukkan benda-benda itu ke dalam mulut orang yang mati .”
“Suatu kali, pernah seorang alim meninggal dunia. Seperti biasa,saya memasukkan berbagai barang-barang tenung seperti jarum, benang dan lain-lain ke dalam mulutnya. Entah mengapa benda-benda itu seperti terpental, tidak mau masuk, walaupun saya sudah menekannya dalam-dalam. Benda-benda itu selalu kembali keluar. Saya coba lagi begitu seterusnya
berulang-ulang. Akhirnya, emosi saya memuncak, saya masukkan benda itu dan saya jahit mulutnya. Cuma itu dosa yang saya lakukan.”
Mendengar penuturan Sarah yang datar dan tanpa rasa dosa, ulama itu berteriak marah. “Cuma itu yang kamu laku! kan ?”. “Masya Allah….!!!
Saya tidak bisa bantu anda.Saya angkat tangan”. Ulama itu amat sangat terkejutnya mengetahui perbuatan Sarah. Tidak pernah terbayang dalam hidupnya ada seorang manusia,apalagi ia adalah wanita, yang memiliki nurani begitu tega, begitu keji.Tidak pernah terjadi  dalam hidupnya, ada wanita yang melakukan perbuatan sekeji itu. Akhirnya ulama itu berkata, “Anda harus memohon ampun kepada Allah, karena hanya  Dialah yang bisa mengampuni dosa Anda.”
Setelah beberapa lama, sekitar tujuh hari kemudian ulama tidak mendengar kabar selanjutnya dari Sarah. Akhirnya ia mencari tahu dengan menghubunginya melalui telepon. Ia berharap Sarah telah bertobat atas segala yang telah diperbuatnya. Ia berharap Allah akan mengampuni dosa Sarah, sehingga Rahmat Allah datang kepadanya.Karena tak juga memperoleh
kabar, ulama itu menghubungi keluarga Hasan di mesir. Kebetulan yang menerima telepon adalah Hasan sendiri. Ulama menanyakan kabar
Sarah, ternyata kabar duka yang diterima ulama itu. “Ummi sudah meninggal dua hari setelah menelpon ustad,” ujar Hasan Ulama itu terkejut mendengar kabar tersebut.”Bagaimana ibumu meninggal, Hasan ?”. tanya ulama itu. Hasanpun akhirnya bercerita : Setelah menelpon sang ulama, dua hari kemudian ibunya  jatuh sakit dan meninggal dunia. Yang mengejutkan adalah peristiwa penguburan Sarah. Ketika tanah sudah digali, untuk kemudian dimasukkan jenazah atas ijin Alla! h, tanah itu rapat kembali, tertutup dan mengeras. Para penggali  mencari lokasi lain untuk digali. Peristiwa itu terulang kembali. Tanah yang sudah digali kembali menyempit dan tertutup  rapat.
Peristiwa itu berlangsung begitu cepat,sehingga tidak seorangpun pengantar jenazah yang menyadari bahwa tanah itu kembali rapat. Peristiwa itu terjadi berulang-ulang. Para pengantar yang menyaksikan peristiwa itu
merasa ngeri dan merasakan sesuatu yang aneh terjadi. Mereka yakin, kejadian tersebut pastilah berkaitan dengan perbuatan si mayat.
Waktu terus berlalu, para penggali kubur putus asa dan kecapaian karena pekerjaan mereka tak juga usai. Siangpun berlalu,petang menjelang,bahkan sampai hampir maghrib, tidak ada satupun lubang yang berhasil digali.
Mereka akhirnya pasrah, dan beranjak pulang.Jenazah itu dibiarkan saja
tergeletak di hamparan tanah kering kerontang. Sebagai anak yang begitu sayang dan hormat kepada ibunya, Hasan tidak tega meninggalkan jenazah orang tuanya ditempat itu tanpa dikubur. Kalaupun dibawa pulang, rasanya tidak mungkin.Hasan termenung di tanah perkuburan seorang diri.
Dengan izin Allah,tiba-tiba berdiri seorang laki-laki yang berpakaian hitam panjang, seperti pakaian khusus orang Mesir. Lelaki itu tidak tampak wajahnya, karena terhalang tutup ! kepalanya yang menjorok ke depan.
Laki-laki itu mendekati Hasan kemudian berkata padanya,” Biar aku tangani jenazah ibumu, pulanglah !”. kata orang itu.
Hasan lega mendengar bantuan orang tersebut, Ia berharap laki-laki itu akan menunggu jenazah ibunya. Syukur-syukur mau menggali lubang untuk kemudian mengebumikan ibunya. “Aku minta supaya kau jangan menengok ke belekang, sampai tiba di rumahmu, “pesan lelaki itu.
Hasan mengangguk, kemudian ia meninggalkan pemakaman. Belum sempat ia di luar lokasi pemakaman,terbersit keinginannya untuk mengetahui apa yang terjadi dengan kenazah ibunya.
Sedetik kemudian ia menengok ke belakang. Betapa pucat wajah Hasan,melihat jenazah ibunya sudah dililit api, kemudian api itu menyelimuti seluruh tubuh ibunya. Belum habis rasa herannya, sedetik kemudian dari arah yang berlawanan, api menerpa wajah Hasan. Hasan  ketakutan.Dengan langkah seribu, ia pun bergegas meninggalkan tempat itu.
Demikian yang diceritakan Hasan kepada ulama itu. Hasan juga mengaku,bahwa separuh wajahnya yang tertampar api itu kini berbekas kehitaman karena terbakar. Ulama itu mendengarkan dengan seksama semua cerita yang diungkapkan Hasan. Ia menyarankan, agar Hasan sege! ra beribadah dengan khusyuk dan meminta ampun atas segala perbuatan atau dosa-dosa yang pernah dilakukan oleh ibunya. Akan tetapi, ulama itu tidak menceritakan kepada Hasan, apa yang telah diceritakan oleh ibunya kepada ulama itu.
Ulama itu meyakinkan Hasan, bahwa apabila anak yang soleh itu memohon ampun dengan sungguh-sungguh, maka bekas luka di pipinya dengan ijin Allah akan hilang. Benar saja, tak berapa lama kemudian Hasan kembali mengabari ulama itu, bahwa lukanya yang dulu amat terasa sakit dan panas luar biasa, semakin hari bekas kehitaman hilang. Tanpa tahu apa yang telah dilakukan ibunya selama hidup, Hasan tetap mendoakan ibunya. Ia berharap,apapun perbuatan dosa yg telah dilakukan oleh ibunya, akan diampuni oleh Allah SWT.
Semoga kisah nyata ini boleh menjadi pelajaran bagi kita semua…
Amien
Sumber: Emel fwd.
sumber:peribadirasulullah

8 Panduan Hidup Yang Amat Berguna Untuk Orang Mukmin


http://peribadirasulullah.files.wordpress.com/2011/05/phoca_thumb_l_islamicfoto12.jpg?w=300

الأولى
أني نظرت إلى الخلق فرأيت كل واحد يحب محبوبا فإذا ذهب إلى القبر
1- Aku melihat semua makhluk menyayangi apa yang dimiliki tetapi apabila tiba dikubur
فارقه محبوبه فجعلت الحسنات محبوبي فإذا دخلت القبر دخلت معي .
semua benda yang disayangi akan berpisah dengannya kecuali amalan kebaikan sahaja yang sanggup bersamanya didalam kubur.
الثانية
أني نظرت إلى قول الله تعالى
2- Aku merenung firman Allah SWT
” وأما من خاف مقام ربه ونهى النفس عن الهوى فإن الجنة هي المأوى”
Sesiapa yang takut kepada Allah SWT dan dapat menahan dirinya daripada kemungkaran pasti tempat tinggalnya di dalam Syurga.
فأجهدت نفسي في دفع الهوى حتى استقرت علي طاعة الله .
Maka aku telah berusha menahan diriku daripada melakukan maksiat sehingga aku yakin berada dalam ketaatan kepada Allah SWT
الثالثة
أني نظرت إلى هذا الخلق فرايت أن كل من معه شيء له قيمة حفظه حتى لا يضيع فنظرت إلى قول الله تعالى
3-Aku melihat semua perkara mempunyai nilai dan dijaga sehingga tidak hilang, maka renung firman Allah SWT
” ما عندكم ينفذ وما عند الله باق “
” Apa di sisi kamu akan binasa dan apa yang ada disisi Allah SWT akan kekal abadi
فكلما وقع في يدي شيء ذو قيمة وجهته لله ليحفظه عنده .
Maka apabila aku memiliki sesuatu perkara yang bernilai di sisiku, aku akan serahkan kepada Allah SWT untuk menjaganya.
الرابعة
أني نظرت إلى الخلق فرأيت كل يتباهى بماله أو حسبه أو نسبه ثم نظرت إلى قول الله تعالى
4-Aku melihat kepada kejadian Allah SWT, maka aku dapati semuanya bermegah-megah dengan hartanya, pangkatnya  dan keturunannya. lalu aku pandang pada kata-kata Allah SWT
” إن أكرمكم عند الله أتقاكم “
Perkara yang paling mulia di sisi Allah SWT adalah Taqwa kamu
فعملت في التقوى حتى أكون عند الله كريما .
Maka aku beramal dengan Taqwa agar aku menjadi orang yang mulia di sisi Allah SWT
الخامسة
أني نظرت في الخلق وهم يطعن بعضهم في بعض ويلعن بعضهم بعضا
5-Aku melihat manusia menuduh diantara satu sama lain
وأصل هذا كله الحسد ثم نظرت إلى قول الله عز وجل
semuanya ini berpunca daripada perasaan hasad dengki, maka aku renung pada firman Alllah SWT
” نحن قسمنا بينهم معيشتهم في الحياة الدنيا “
Sesungguhnya Kami telah tetapkan bahagian rezeki masing-masing dalam kehidupan di dunia
فتركت الحسد واجتنبت الناس وعلمت أن القسمة من عند الله فتركت الحسد عني .
Maka aku lenyapkan perasaan hasad dengki, aku jauhi manusia, aku telah ketahui bahagian-bahagian yang telah Allah SWT tetapkan untuk diriku. Aku jauhkan perasaan hasad dengki daripada diriku
السادسة
أني نظرت إلى الخلق يعادي بعضهم بعضا ويبغي بعضهم على بعض ويقاتل
6- Aku melihat manusia bermusuhan diantara satu sama lain dan berbunuhan sesama mereka
بعضهم بعضا ونظرت إلى قول الله عز وجل
Maka aku renung firman Allah SWT
” إن الشيطان لكم عدو فاتخذوه عدوا “
Sesungguhnya syaitan itu musuh kamu, maka jadikanlah syaitan itu sebagai musuhmu
فتركت عداوة الخلق وتفرغت لعداوة الشيطان وحده .
Maka aku hapuskan perasaan permusuhan dan aku jadikan syaitan sebagai musuhku yang paling utama
السابعه
أني نظرت إلى الخلق فرأيت كل واحد منهم يكابد نفسه ويذلها في طلب الرزق
7-Aku melihat manusia bermatia-matian dan sehingga menyeksakan diri dalam mencari rezeki
حتى أنه قد يدخل فيما لا يحل له ونظرت إلى قول الله عز وجل
sehingga mereka sanggup melangkaui batasan-batasan yang telah Allah SWT tetapkan, maka aku merenung firman Allah SWT
” وما من دابة في الأرض إلا على الله رزقها “
Setiap binatang yang hidup melata di atas muka bumi ini telah ditentukan rezekinya oleh Allah SWT
فعلمت أني واحد من هذه الدواب فاشتغلت بما لله علي وتركت ما لي عنده .
Maka aku adalah termasuk makhluk yang Allah SWT telah tetapkan rezekinya oleh Allah SWT, maka aku tidak ambil sesuatu yang bukan Allah SWT tentukan untuk diriku
الثامنة
أني نظرت إلى الخلق فرأيت كل مخلوق منهم متوكل على مخلوق مثله ،
8-Aku melihat manusia berharap sesama manusia yang sama kedudukan sesama mereka
هذا على ماله وهذا على ضيعته وهذا على صحته وهذا على مركزه. ونظرت إلى قول الله تعالى
Mereka bergantung kepada harta dan kesihatan yang akan binasa, maka aku renung firman Allah SWT
” ومن يتوكل على الله فهو حسبه “
Dan sesiapa bertawakkal kepada Allah SWT maka segala-gala yang diperlukan dalam kehidupannya di dunia dan Akhirat telah mencukupi untuk dirinya.
فتركت التوكل على الخلق واجتهدت في التوكل على الله .
Maka aku telah meninggalkan pergantunganku sesama manusia dan aku berusaha bersunguh-sungguh untuk bertawakkal kepada Allah SWT.
Rujukan :
http://www.bentvip.com/vip11.html
sumber:peribadirasulullah

8 Khazanah Pengampunan Allah SWT yang amat luas


http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTgxx0ck9a9DCnz64joEZ2birinw-Ard1A2tt1iZzuOdtEO9bM-
بـسـم الله الـرحـمـن الـرحـيـم
:-
1- آمين خلف الأمام :- عن أبي هريرة رضي الله عنه عن النبي صلي الله عليه وسلم قال :” إذا أمن الإمام فامنو فإنه من وافق تأمينه تأمين الملائكة : غفر له ما تقدم من ذنبه ” ..رواه البخاري ومسلم .
1- Sesiapa mengaminkan imam semasa solat berjamaah berserta pengaminan para Malaikat, Allah SWT akan mengampun segala dosa yang telah dilakukan.

2- قول اللهم لك الحمد بعد الرفع من الركوع :- عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلي الله عليه وسلم قال :” إذا قال الإمام سمع الله لمن حمده ، فقولوا : اللهم لك الحمد فإنه من وافق قوله قول الملائكة ، غفر له ماتقدم من
ذنبه ” رواه البخاري ومسلم
2- Sesipa membaca    اَللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ    semasa imam membaca  سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهْ  Allah SWT akan mengampunkan segala dosa yang terdahulu.

3- الدعاء الوارد بعد الفراغ من الطعام :- عن أنس قال : ” قال رسول الله صلي الله عليه وسلم :” من أكل طعاماً فقال
:
اَلْحَمْدُلِلهِ الَّذِي أَطْعَمَنِي هَذَا وَرَزَقَنِيْهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلَ مِنِي وَلَا قُوَّةَ
غفر له ما تقدم من ذنبه ” .. رواه الترمذي وابن ماجة ..
ٍ3-Sesiapa membaca doa selepas makan di atas Allah SWT akan mengampuni segala dosa yang telah dilakukan.

4- التسبيح دبر الصلاة “33″ والتحميد “33″ ، والتكبير ” 33 ” وتمام المائة : لا إله إلا الله وحده لا شريك له له الملك وله الحمد وهو علي كل شئ قدير
..

4-Sesiapa bertasbih 33 kali, bertahmid 33kali dan bertakbir 33 kali dan membaca

لاَ إِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهْ ، لَهُ الْمُلْكُ ، لَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَي كُلِّ شَـْئٍ قَدِيرْ

akan diampunkan dosa walau sebanyak biuh di lautan.

:- عن أبي هريرة رضي الله عنه قال رسول الله صلي الله عليه وسلم :” من سبح الله دبر كل صلاة ثلاثاً و ثلاثين فتلك تسع وتسعون وقال تمام المائة : لا إله إلا الله وحده لا شريك له ، له الملك ، له الحمد وهو علي كل شئ قدير : غفرت خطاياه وإن كانت مثل زبد البحر ” .. رواه مسلم ..
5
- سبحان الله وبحمده فى يوم مائة مرة :- عن أبي هريرة رضي الله عنه:- أن النبي صلي الله عليه وسلم قال :” من قال سبحان الله وبحمده مائة مرة حطت خطياه وإن كانت مثل زبد البحر “..رواه البخاري ومسلم ..

سُبْحَانَ اللهُ  وَبِحَـمْـدِهِ

5-Sesiapa membaca doa di atas sebanyak 100 kali sehari akan diampunkan dosanya walau sebanyak buih dilautan.

6- الوضوء :- عن أبي هريرة أن رسول الله صلي الله عليه وسلم قال :” إذا توضأ العبد المسلم أو المؤمن فغسل وجهه خرج من وجهه كل خطيئة نظر إليها بعينه مع الماء أو مع آخر قطر الماء فإذا غسل يديه خرجت كل خطيئة كان بطشتها يداه مع الماء أو مع آخر قطر الماء ، فإذا غسل رجليه خرجت كل خطيئة كان مشتها رجلاه مع الماء أو مع آخر قطر الماء حتي يخرج نقيا من
الذنوب ” … رواه مسلم
..

6- Sesiapa membasuh mukanya semasa berwuduk nescaya gugurlah segala dosa yang dipandang semasa titisan air terakhir, sesiapa membasuh tangannya maka gugurlah segala dosa bersama titisan terkahir air yang jatuh dari sikunya, sesiapa membasuh kedua kaki, nescaya gugurlah segala dosa dari setiap langkah perjalannya bersama titisan air terakhir.
- وفى حديث عمرو بن عبسه :” ….فإن هو قام فصلي فحمد الله وأثني عليه ومجده بالذي هو له أهل وفرغ قلبه لله إلا إنصرف من خطيئته كهيئة يوم ولدته أمه ” … رواه مسلم ..
7- الذكر الوارد عند سماع المؤذن :- عن سعد بن أبي وقاس رضي الله عنه عن رسول الله صلي الله عليه وسلم أنه قال :” من قال حين يسمع المؤذن : أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأن محمداً عبده ورسوله ، رضيت بالله رباً وبمحمداً رسولاً وبالإسلام ديناً غفر له ذنبه “..رواه مسلم ..

7- Sesiapa membaca doa dibawah semasa mendengar azan, nescaya diampunkan segala dosa yang telah dilakukannya.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ ، رَضِيْتُ بِاللهِ رَباًّ وَبِمُحَمَّداً رَسُولاً وبالْإِسْلاَمِ دِيْناً

8- مجالس الذكر :- عن أنس بن مالك رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلي الله عليه وسلم :” ما من قوم إجتمعوا يذكرون الله لا يريدون بذلك إلا وجهه إلا وناداهم منادٍ من السماء أن قوموا مغفوراً لكم قد بدلت سيئاتكم حسنات ” … رواه أحمد
8- Sesiapa menghadiri majlis yang dianjurkan demi mengharap keredhaan wajah Allah SWT, nescaya para Malaikat dilangit akan memohon keampunan daripada Allah SWT kepada mereka dan segala kejahatan akan ditukar menjadi pahala.
sumber: peribadirasulullah