Pages

Wednesday, July 21, 2010

Sejarah Singkat Imam Muslim


Imam Muslim dilahirkan di Naisabur pada tahun 202 H atau 817 M. Imam Muslim bernama lengkap Imam Abul Husain Muslim bin al-Hajjaj bin Muslim bin Kausyaz al Qusyairi an Naisaburi. Naisabur, yang sekarang ini termasuk wilayah Rusia, dalam sejarah Islam kala itu termasuk dalam sebutan Maa Wara’a an Nahr, artinya daerah-daerah yang terletak di sekitar Sungai Jihun di Uzbekistan, Asia Tengah. Pada masa Dinasti Samanid, Naisabur menjadi pusat pemerintahan dan perdagangan selama lebih kurang 150 tahun. Seperti halnya Baghdad di abad pertengahan, Naisabur, juga Bukhara (kota kelahiran Imam Bukhari) sebagai salah satu kota ilmu dan pusat peradaban di kawasan Asia Tengah. Di sini pula bermukim banyak ulama besar.
Perhatian dan minat Imam Muslim terhadap ilmu hadits memang luar biasa. Sejak usia dini, beliau telah berkonsentrasi mempelajari hadits. Pada tahun 218 H, beliau mulai belajar hadits, ketika usianya kurang dari lima belas tahun. Beruntung, beliau dianugerahi kelebihan berupa ketajaman berfikir dan ingatan hafalan. Ketika berusia sepuluh tahun, Imam Muslim sering datang dan berguru pada seorang ahli hadits, yaitu Imam Ad Dakhili. Setahun kemudian, beliau mulai menghafal hadits Nabi SAW, dan mulai berani mengoreksi kesalahan dari gurunya yang salah menyebutkan periwayatan hadits.
Selain kepada Ad Dakhili, Imam Muslim pun tak segan-segan bertanya kepada banyak ulama di berbagai tempat dan negara. Berpetualang menjadi aktivitas rutin bagi dirinya untuk mencari silsilah dan urutan yang benar sebuah hadits. Beliau, misalnya pergi ke Hijaz, Irak, Syam, Mesir dan negara-negara lainnya. Dalam lawatannya itu, Imam Muslim banyak bertemu dan mengunjungi ulama-ulama kenamaan untuk berguru hadits kepada mereka. Di Khurasan, beliau berguru kepada Yahya bin Yahya dan Ishak bin Rahawaih; di Ray beliau berguru kepada Muhammad bin Mahran dan Abu ‘Ansan. Di Irak beliau belajar hadits kepada Ahmad bin Hanbal dan Abdullah bin Maslamah; di Hijaz beliau belajar kepada Sa’id bin Mansur dan Abu Mas ‘Abuzar; di Mesir beliau berguru kepada ‘Amr bin Sawad dan Harmalah bin Yahya, dan ulama ahli hadits lainnya.
Bagi Imam Muslim, Baghdad memiliki arti tersendiri. Di kota inilah beliau berkali-kali berkunjung untuk belajar kepada ulama-ulama ahli hadits. Kunjungannya yang terakhir beliau lakukan pada tahun 259 H. Ketika Imam Bukhari datang ke Naisabur, Imam Muslim sering mendatanginya untuk bertukar pikiran sekaligus berguru padanya. Saat itu, Imam Bukhari yang memang lebih senior, lebih menguasai ilmu hadits ketimbang dirinya.
Ketika terjadi fitnah atau kesenjangan antara Bukhari dan Az Zihli, beliau bergabung kepada Bukhari. Sayang, hal ini kemudian menjadi sebab terputusnya hubungan dirinya dengan Imam Az Zihli. Yang lebih menyedihkan, hubungan tak baik itu merembet ke masalah ilmu, yakni dalam hal penghimpunan dan periwayatan hadits-hadits Nabi SAW.
Imam Muslim dalam kitab shahihnya maupun kitab-kitab lainnya tidak memasukkan hadits-hadits yang diterima dari Az Zihli, padahal beliau adalah gurunya. Hal serupa juga beliau lakukan terhadap Bukhari. Tampaknya bagi Imam Muslim tak ada pilihan lain kecuali tidak memasukkan ke dalam Kitab Shahihnya hadits-hadits yang diterima dari kedua gurunya itu. Kendatipun demikian, dirinya tetap mengakui mereka sebagai gurunya.
Imam Muslim yang dikenal sangat tawadhu’ dan wara’ dalam ilmu itu telah meriwayatkan puluhan ribu hadits. Menurut Muhammad Ajaj Al Khatib, guru besar hadits pada Universiti Damaskus, Syria, hadits yang tercantum dalam karya besar Imam Muslim, Shahih Muslim, berjumlah 3.030 hadits tanpa pengulangan. Bila dihitung dengan pengulangan, katanya, berjumlah sekitar 10.000 hadits. Sementara menurut Imam Al Khuli, ulama besar asal Mesir, hadits yang terdapat dalam karya Muslim tersebut berjumlah 4.000 hadits tanpa pengulangan, dan 7.275 dengan pengulangan. Jumlah hadits yang beliau tulis dalam Shahih Muslim itu diambil dan disaring dari sekitar 300.000 hadits yang beliau ketahui. Untuk menyaring hadits-hadits tersebut, Imam Muslim membutuhkan waktu 15 tahun.
Mengenai metode penyusunan hadits, Imam Muslim menerapkan prinsip-prinsip ilmu jarh, dan ta’dil, yakni suatu ilmu yang digunakan untuk menilai cacat tidaknya suatu hadits. Beliau juga menggunakan sighat at tahammul (metode-metode penerimaan riwayat), seperti haddasani (menyampaikan kepada saya), haddasana (menyampaikan kepada kami), akhbarana (mengabarkan kepada saya), akhabarana (mengabarkan kepada kami), dan qaalaa (ia berkata).
Imam Muslim menjadi orang kedua terbaik dalam masalah ilmu hadits (sanad, matan, kritik, dan seleksinya) setelah Imam Bukhari. “Di dunia ini orang yang benar-benar ahli di bidang hadits hanya empat orang; salah satu di antaranya adalah Imam Muslim,” komentar ulama besar Abu Quraisy Al Hafizh. Maksud ungkapan itu tak lain adalah ahli-ahli hadits terkemuka yang hidup di masa Abu Quraisy.
Reputasinya mengikuti gurunya Imam Bukhari
Dalam khazanah ilmu-ilmu Islam, khususnya dalam bidang ilmu hadits, nama Imam Muslim begitu monumental, setara dengan gurunya, Abu Abdillah Muhammad bin Ismail al-Bukhary al-Ju’fy atau lebih dikenal dengan nama Imam Bukhari. Sejarah Islam sangat berhutang jasa kepadanya, karena prestasinya di bidang ilmu hadits, serta karya ilmiahnya yang luar biasa sebagai rujukan ajaran Islam, setelah al-Qur’an. Dua kitab hadits shahih karya Bukhari dan Muslim sangat berperan dalam standarisasi bagi akurasi akidah, syariah dan tasawwuf dalam dunia Islam.
Melalui karyanya yang sangat berharga, al-Musnad ash-Shahih, atau al-Jami’ ash-Shahih, selain menempati urutan kedua setelah Shahih Bukhari, kitab tersebut memenuhi khazanah pustaka dunia Islam, dan di Indonesia, khususnya di pesantren-pesantren menjadi kurikulum wajib bagi para santri dan mahasiswa.
Pengembaraan (rihlah) dalam pencarian hadits merupakan kekuatan tersendiri, dan amat penting bagi perkembangan intelektualnya. Dalam pengembaraan ini (tahun 220 H), Imam Muslim bertemu dengan guru-gurunya, dimana pertama kali bertemu dengan Qa’nabi dan yang lainnya, ketika menuju kota Makkah dalam rangka perjalanan haji. Perjalanan intelektual lebih serius, barangkali dilakukan tahun 230 H. Dari satu wilayah ke wilayah lainnya, misalnya menuju ke Irak, Syria, Hijaz dan Mesir.
Waktu yang cukup lama dihabiskan bersama gurunya al-Bukhari. Kepada guru besarnya ini, Imam Muslim menaruh hormat yang luar biasa. “Biarkan aku mencium kakimu, hai Imam Muhadditsin dan dokter hadits,” pintanya, ketika di sebuah pertemuan antara Bukhari dan Muslim.
Disamping itu, Imam Muslim memang dikenal sebagai tokoh yang sangat ramah, sebagaimana al-Bukhari yang memiliki kehalusan budi bahasa, Imam Muslim juga memiliki reputasi, yang kemudian populer namanya — sebagaimana disebut oleh Adz-Dzahabi — dengan sebutan muhsin dari Naisabur.
Maslamah bin Qasim menegaskan, “Muslim adalah tsaqqat, agung derajatnya dan merupakan salah seorang pemuka (Imam).” Senada pula, ungkapan ahli hadits dan fuqaha’ besar, Imam An-Nawawi, “Para ulama sepakat atas kebesarannya, keimanan, ketinggian martabat, kecerdasan dan kepeloporannya dalam dunia hadits.”
Kitab Shahih Muslim
Imam Muslim memiliki jumlah karya yang cukup penting dan banyak. Namun yang paling utama adalah karyanya, Shahih Muslim. Dibanding kitab-kitab hadits shahih lainnya, kitab Shahih Muslim memiliki karakteristik tersendiri, dimana Imam Muslim banyak memberikan perhatian pada ekstraksi yang resmi. Beliau bahkan tidak mencantumkan judul-judul setiap akhir dari satu pokok bahasan. Disamping itu, perhatiannya lebih diarahkan pada mutaba’at dan syawahid.
Walaupun dia memiliki nilai beda dalam metode penyusunan kitab hadits, Imam Muslim sekali-kali tidak bermaksud mengungkap fiqih hadits, namun mengemukakan ilmu-ilmu yang bersanad. Karena beliau meriwayatkan setiap hadits di tempat yang paling layak dengan menghimpun jalur-jalur sanadnya di tempat tersebut. Sementara al-Bukhari memotong-motong suatu hadits di beberapa tempat dan pada setiap tempat beliau sebutkan lagi sanadnya. Sebagai murid yang shalih, beliau sangat menghormati gurunya itu, sehingga beliau menghindari orang-orang yang berselisih pendapat dengan al-Bukhari.
Kitab Shahih Muslim memang dinilai kalangan muhaditsun berada setingkat di bawah al-Bukhari. Namun ada sejumlah ulama yang menilai bahwa kitab Imam Muslim lebih unggul ketimbang kitabnya al-Bukhari.
Sebenarnya kitab Shahih Muslim dipublikasikan untuk Abu Zur’ah, salah seorang kritikus hadits terbesar, yang biasanya memberikan sejumlah catatan mengenai cacatnya hadits. Lantas, Imam Muslim kemudian mengoreksi cacat tersebut dengan membuangnya tanpa argumentasi. Karena Imam Muslim tidak pernah mau membukukan hadits-hadits yang hanya berdasarkan kriteria pribadi semata, dan hanya meriwayatkan hadits yang diterima oleh kalangan ulama. Sehingga hadits-hadits Muslim terasa sangat populis.
Berdasarkan hitungan Muhammad Fuad Abdul Baqi, kitab Shahih Muslim memuat 3.033 hadits. Metode penghitungan ini tidak didasarkan pada sistem isnad sebagaimana dilakukan ahli hadits, namun beliau mendasarkannya pada subyek-subyek. Artinya jika didasarkan isnad, jumlahnya bisa berlipat ganda.
Antara al-Bukhari dan Muslim
Imam Muslim, sebagaimana dikatakan oleh Prof. Mustafa ‘Adzami dalam bukunya Studies in Hadith Methodology and Literature, mengambil keuntungan dari Shahih Bukhari, kemudian menyusun karyanya sendiri, yang tentu saja secara metodologis dipengaruhi karya al-Bukhari.
Antara al-Bukhari dan Muslim, dalam dunia hadits memiliki kesetaraan dalam keshahihan hadits, walaupun hadits al-Bukhari dinilai memiliki keunggulan setingkat. Namun, kedua kitab hadits tersebut mendapatkan gelar sebagai as-Shahihain.
Sebenarnya para ulama berbeda pendapat mana yang lebih unggul antara Shahih Muslim dengan Shahih Bukhari. Jumhur Muhadditsun berpendapat, Shahihul Bukhari lebih unggul, sedangkan sejumlah ulama Marokko dan yang lain lebih mengunggulkan Shahih Muslim. Hal ini menunjukkan, sebenarnya perbedaannya sangatlah sedikit, dan walaupun itu terjadi, hanyalah pada sistematika penulisannya saja, serta perbandingan antara tema dan isinya.
Al-Hafizh Ibnu Hajar mengulas kelebihan Shahih Bukhari atas Shahih Muslim, antara lain, karena Al-Bukhari mensyaratkan kepastian bertemunya dua perawi yang secara struktural sebagai guru dan murid dalam hadits Mu’an’an; agar dapat dihukumi bahwa sanadnya bersambung. Sementara Muslim menganggap cukup dengan “kemungkinan” bertemunya kedua rawi tersebut dengan tidak adanya tadlis.
Al-Bukhari mentakhrij hadits yang diterima para perawi tsaqqat derajat utama dari segi hafalan dan keteguhannya. Walaupun juga mengeluarkan hadits dari rawi derajat berikutnya dengan sangat selektif. Sementara Muslim, lebih banyak pada rawi derajat kedua dibanding Bukhari. Disamping itu kritik yang ditujukan kepada perawi jalur Muslim lebih banyak dibanding kepada al-Bukhari.
Sementara pendapat yang berpihak pada keunggulan Shahih Muslim beralasan — sebagaimana dijelaskan Ibnu Hajar —, bahwa Muslim lebih berhati-hati dalam menyusun kata-kata dan redaksinya, karena menyusunnya di negeri sendiri dengan berbagai sumber di masa kehidupan guru-gurunya. Beliau juga tidak membuat kesimpulan dengan memberi judul bab sebagaimana Bukhari lakukan. Dan sejumlah alasan lainnya.
Namun prinsipnya, tidak semua hadits Bukhari lebih shahih ketimbang hadits Muslim dan sebaliknya. Hanya pada umumnya keshahihan hadits riwayat Bukhari itu lebih tinggi derajatnya daripada keshahihan hadits dalam Shahih Muslim.
Karya-karya Imam Muslim
Imam Muslim berhasil menghimpun karya-karyanya, antara lain seperti: 1) Al-Asma’ wal-Kuna, 2) Irfadus Syamiyyin, 3) Al-Arqaam, 4) Al-Intifa bi Juludis Siba’, 5) Auhamul Muhadditsin, 7)At-Tarikh, 8.) At-Tamyiz, 9) Al-Jami’, 10) Hadits Amr bin Syu’aib, 11) Rijalul ‘Urwah, 12)Sawalatuh Ahmad bin Hanbal, 13) Thabaqat, 14) Al-I’lal, 15) Al-Mukhadhramin, 16) Al-Musnad al-Kabir, 17) Masyayikh ats-Tsawri, 18) Masyayikh Syu’bah, 19) Masyayikh Malik, 20) Al-Wuhdan, 21) As-Shahih al-Masnad.
Kitab-kitab nomor 6, 20, dan 21 telah dicetak, sementara nomor 1, 11, dan 13 masih dalam bentuk manuskrip. Sedangkan karyanya yang monumental adalah Shahih dari judul singkatnya, yang sebenarnya berjudul, Al-Musnad as-Shahih, al-Mukhtashar minas Sunan, bin-Naqli al-’Adl ‘anil ‘Adl ‘an Rasulillah.
Wafatnya Imam Muslim
Imam Muslim wafat pada Ahad sore, pada tanggal 24 Rajab 261 H. Semoga Allah SWT merahmatinya, mengampuni segala kesalahannya, serta menggolongkannya ke dalam golongan orang-orang yang sholeh. Amiin.
diambil dari : http://opi.110mb.com/haditsweb/sejarah/sejarah_singkat_imam_muslim.htm

Tuesday, July 20, 2010

Yahudi mempelawa kedutaan amerika dari Tel Aviv dipindahkan ke Baitul Muqaddis


http://www.hespress.com/_img/obamaisrael.JPG
Semenjak tahun 1995 yahudi telah mempelawa kedutaan amerika berpindah dari Tel Aviv ke Al-Quds, dengan alasan bahawa sudah tiba yahudi dan amerika membuat perubahan. Obama juga telah bersetuju untuk menjadikan Baitul Muqaddis sebagai Ibu negara israeil.
دعت مجموعة من اليهود الأميركيين أمس الخميس الرئيس المنتخب باراك أوباما إلى نقل سفارة الولايات المتحدة من تل أبيب إلى القدس.
وقد نظم “التجمع الأميركي من أجل نقل السفارة الأميركية إلى القدس” اعتصاما في موقع اختاره الكونغرس الأميركي عام 1995 في القدس الغربية لإقامة السفارة الأميركية في المستقبل.
وأنشد المشاركون النشيد الوطني الأميركي ورفعوا يافطات كتب عليها “الرئيس أوباما: عاصمة إسرائيل يجب أن تكون مقر السفارة الأميركية“.
وصرح ستيفن سافتسكي مسؤول المجموعة لوكالة الصحافة الفرنسية أن الرئيس أوباما يحبذ عبارة التغيير. قد حان وقت التغيير. حان وقت دعم إسرائيل بنقل السفارة إلى هنا“.
وينص قرار صادق عليه الكونغرس عام 1995 على نقل السفارة الأميركية إلى القدس اعتبارا من 1999 لكن الإدارات الأميركية المتتالية أرجئت تنفيذه.
إلا أن الرؤساء الأميركيين امتنعوا حتى الآن من اتخاذ هذا القرار نظرا للجدل القائم حول وضع المدينة. يشار إلى أن البعثات الدبلوماسية الأجنبية في إسرائيل تتخذ من تل أبيب مقرا لها

Rombongan Umrah Terulung dari Palestin melalui Pusat Pemeriksaan Rafah


فوج المعتمرين الأول يغادر القطاع عبر معبر رفح

Rombongan Umrah pertama rakyat Palestin yang dibenarkan melalui Pusat Pemeriksaan Rafah

Gambar Nasib Al-Aqsa akan datang….


http://filaty.com/i/1003/34021/24960_1353393027647_1016042369_1046963_7436428_n.jpg
أعوذُ باللهِ من الشيطانِ الرَّجيم
بسم الله الرَّحمن الرَّحيم
﴿ فِي بُيُوتٍ أَذِنَ اللَّهُ أَن تُرْفَعَ وَيُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ يُسَبِّحُ لَهُ فِيهَا بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ (36)
رِجَالٌ لَّا تُلْهِيهِمْ تِجَارَةٌ وَلَا بَيْعٌ عَن ذِكْرِ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاء الزَّكَاةِ يَخَافُونَ يَوْماً تَتَقَلَّبُ فِيهِ الْقُلُوبُ وَالْأَبْصَارُ (37)
لِيَجْزِيَهُمُ اللَّهُ أَحْسَنَ مَا عَمِلُوا وَيَزِيدَهُم مِّن فَضْلِهِ وَاللَّهُ يَرْزُقُ مَن يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ 

سورةُ النّور:36-38
Surah An-Nur .Ayat : 36.
Bertasbih[1041] kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang,
[1041]. Yang bertasbih ialah laki-laki yang tersebut pada ayat 37 berikut.
Surah An-Nur .Ayat : 37.
laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang.
Surah An-Nur .Ayat : 38.
(Meraka mengerjakan yang demikian itu) supaya Allah memberikan balasan kepada mereka (dengan balasan) yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan, dan supaya ALlah menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa batas.

Tempat ketinggian 604 meter di Norway destinasi pelancungan terkenal



http://www.alarab.net/data/news/2010/05/19/1(5).jpg
تقع هذه الصخرة في مدينة فورساند، ويبلغ ارتفاعها حوالي 604 متر، وهي من الأماكن المفضلة للسياح في النرويج. اذا كنت تخشى المرتفعات، فليس لك مكان عليها.
Lihatlah betapa tingginya tempat tersebut
.

Ayat Pengubat Stres


http://www.kaheel7.com/userimages/stressresponse.jpg
آيات كثيرة تحض على الهدوء النفسي
إن الذي يتأمل القرآن يلاحظ أن كثيراً من الآيات تأمرنا بالصبر وعدم الغضب والتسامح والعفو، ومن هذه الآيات قوله تعالى: (فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ) [الشورى: 40].
40. Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik[1345] maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim.
[1345]. Yang dimaksud berbuat baik di sini ialah berbuat baik kepada orang yang berbuat jahat kepadanya.
ويقول أيضاً: (وَإِنْ عَاقَبْتُمْ فَعَاقِبُوا بِمِثْلِ مَا عُوقِبْتُمْ بِهِ وَلَئِنْ صَبَرْتُمْ لَهُوَ خَيْرٌ لِلصَّابِرِينَ * وَاصْبِرْ وَمَا صَبْرُكَ إِلَّا بِاللَّهِ وَلَا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَلَا تَكُ فِي ضَيْقٍ مِمَّا يَمْكُرُونَ * إِنَّ اللَّهَ مَعَ الَّذِينَ اتَّقَوْا وَالَّذِينَ هُمْ مُحْسِنُونَ) [النحل: 126-128].
126. Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu[846]. Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar.
[846]. Maksudnya pembalasan yang dijatuhkan atas mereka janganlah melebihi dari siksaan yang ditimpakan atas kita.
Surah An-Nahli: 127
. 127 Bersabarlah (Wahai Muhammad) dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan.
128. Surah An-Nahli, ayat 128
Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.
.
ويقول في حق المتقين الذين وعدهم جنات عرضها السموات والأرض:
(وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ) [آل عمران: 134].
134. (Iaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.
وأفضل طريقة لعلاج الضغوط النفسية هي العفو، لأن الله تعالى يقول:
(وَأَنْ تَعْفُوا أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَلَا تَنْسَوُا الْفَضْلَ بَيْنَكُمْ إِنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ) [البقرة: 237].
237. Jika kamu menceraikan isteri-isterimu sebelum kamu bercampur dengan mereka, padahal sesungguhnya kamu sudah menentukan maharnya, maka bayarlah seperdua dari mahar yang telah kamu tentukan itu, kecuali jika isteri-isterimu itu mema’afkan atau dima’afkan oleh orang yang memegang ikatan nikah[151], dan pema’afan kamu itu lebih dekat kepada takwa. Dan janganlah kamu melupakan keutamaan di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Melihat segala apa yang kamu kerjakan.
[151]. Ialah suami atau wali. Kalau wali mema’afkan, maka suami dibebaskan dari membayar mahar yang seperdua, sedang kalau suami yang mema’afkan, maka dia membayar seluruh mahar.
فجزء كبير من الضغوط اليومية التي يتعرض لها الإنسان سببها الإحساس بالظلم وعدم القدرة على النيل من الآخرين، ولكن بمجرد أن يمارس الإنسان “العفو” فإن المشكلة تتبخر مثل الحرارة عندما تبخر الماء! ولذلك كان النبي الكريم أكثر الناس عفواً، ويكفي أن نتذكر يوم فتح مكة عندما نصره الله على أعدائه الذين استهزؤوا به وآذوه وأخرجوه وشتموه، ولكنه عفا عنهم وقال: اذهبوا فأنتم الطلقاء!
إن هذا الموقف هو درس لكل مؤمن أحب رسول الله صلى الله عليه وسلم، ومن رحمة الله تعالى بعباده أنه جعل ثواب التسامح والعفو كبيراً جداً في الآخرة، وجعل ثوابه عظيماً في الدنيا وهو التمتع بصحة أفضل واستقرار نفسي أكبر!
وتأملوا معي هذا النص القرآني الرائع:
(وَلَا تَسْتَوِي الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ * وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الَّذِينَ صَبَرُوا وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا ذُو حَظٍّ عَظِيمٍ) [فصلت: 34-35]،
34. Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.
35. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar.
فمهما كانت مشكلتك مع الآخرين يمكن حلّها بمجرد المعاملة بالتي هي أحسن وبقليل من الصبر وبكلمة طيبة كما قال الله تعالى: (أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ * تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ) [إبراهيم: 24-25].
24. Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik[786] seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit,
[786]. Termasuk dalam kalimat yang baik ialah kalimat tauhid, segala ucapan yang menyeru kepada kebajikan dan mencegah dari kemungkaran serta perbuatan yang baik. Kalimat tauhid seperti laa ilaa ha illallaah.
25. pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.
http://kenanaonline.com/users/alwa7a/posts/117746

Hukuman Rejam di Somalia


http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:GPUgnoWGb2DTjM::&t=1&usg=__uZF7-UNmXBmKNv1gYDxKPLiocGw=
http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2009/12/14/article-1235763-0798A090000005DC-574_634x667.jpg
http://up4.m5zn.com/9bjndthcm6y53q1w0kvpz47xgs82rf/2009/12/26/12/cxuhbqkqv.jpg
صور الزاني الصومالي الذي تم رجمه. محتوى مخفي
www.wll7.com/vb/t16442.html

Kaca terbenam dalam kepala

15/7
Serpihan tertinggal ketika dibedah
KUANTAN: Seorang lelaki tidak menyangka sakit kepala dialaminya hampir setiap bulan sejak tiga tahun lalu, berpunca daripada serpihan kaca yang terbenam dalam kulit kepalanya akibat kemalangan pada 2007.
Abdul Samad Shafie, 35, dari Kampung Luit, Maran hanya menyedari terdapat beberapa serpihan kaca di kepalanya selepas terhantuk ketika hendak masuk ke dalam kereta, kira-kira dua minggu lalu.
Selepas kepala saya terhantuk, saya berasa sakit dan mendapati ada kesan darah.
Bagaimanapun, saya tidak begitu mempedulikannya kerana menyangka ia perkara biasa, tetapi sejak empat hari lalu, bahagian yang terhantuk itu membengkak dan apabila diteliti didapati ada seperti benda tajam tertusuk keluar, katanya ditemui di sini, semalam.
Katanya, selepas diamati dengan teliti barulah beliau dapati ada beberapa serpihan kaca tertanam di kepalanya.
Abdul Samad yang bekerja sebagai pemandu jentera pengangkut balak di Jalan Gambang berkata, beliau mengesyaki serpihan kaca itu tertinggal di dalam kulit kepalanya selepas menjalani pembedahan, selepas terbabit dalam kemalangan kira-kira tiga tahun lalu.
Saya terbabit dalam kemalangan ketika memandu di Jalan Teluk Sisek, Kuantan menyebabkan cermin hadapan kereta pecah dan serpihannya terkena muka saya, katanya.
Selepas kejadian itu, saya dikejarkan ke Hospital Tengku Ampuan Afzan (HTAA) dan diberi rawatan kecemasan serta menjalani pembedahan kecil pada bahagian muka manakala kulit kepala saya yang terkoyak menerima kira-kira 60 jahitan, katanya.
Beliau berkata selepas pembedahan itu, bahagian kepalanya yang cedera mengalami bengkak tetapi doktor yang merawatnya mengatakan lama-kelamaan ia akan surut.
Abdul Samad berkata, beliau sama sekali tidak menyangka serpihan kaca berada di dalam kulit kepalanya sehingga kejadian dua minggu lalu.
Katanya, beliau pergi ke HTAA pada Jumaat lalu untuk mendapatkan pengesahan mengenai serpihan kaca di kepalanya tetapi diminta datang semula bagi pemeriksaan doktor yang pernah merawatnya hari ini.
Sehubungan itu, mereka meminta saya pergi semula ke HTAA hari ini untuk dilakukan pemeriksaan sekali lagi, katanya yang kesal kerana pihak hospital seolah-olah melengahkan tindakan untuk merawatnya sedangkan ia berlaku akibat kecuaian doktor.
Sumber : Bharian.com.my

Anak saksi bapa ditembak Israel



15/7
KANAK-KANAK memegang poster yang menunjukkan ahli  keluarga  yang dibunuh    askar Zionis  selepas dikurung  dalam sebuah rumah  18 bulan lalu, di Gaza, semalam.
KANAK-KANAK memegang poster yang menunjukkan ahli keluarga yang dibunuh askar Zionis selepas dikurung dalam sebuah rumah 18 bulan lalu, di Gaza, semalam.
Penduduk tidak lupa tragedi kekejaman tentera Zionis bunuh 21 penduduk
GAZA: Penduduk sebuah perkampungan di Zaitun, masih bersedih dan sepanjang hayat tidak akan dapat melupakan tragedi menyayat hati yang berlaku 18 bulan lalu apabila 21 daripada penduduknya, termasuk 10 kanak-kanak mati ditembak beramai-ramai dalam sebuah rumah oleh rejim Zionis.
Abdullah Atiyah Samouni, 10, mungkin belum mengerti erti kehidupan, tetapi kanak-kanak itu masih mengingati kejadian di mana bapanya, Atiyah Samouni, 26, mati di depan matanya ditembak oleh tentera Israel.
Adiknya pula yang berusia empat tahun, Ahmad Samouni, maut dengan empat das tembakan di kepala dan dada dalam rumah penuh sesak itu.
Dalam kejadian pada malam 5 Januari tahun lalu itu, gerombolan tentera Israel yang memasuki kawasan kampung berkenaan dengan puluhan kereta kebal, menceroboh kediaman penduduk, termasuk rumah Abdullah sebelum memanggil bapanya keluar.
Abdullah yang masih mengingati kejadian itu berkata, sebaik bapanya keluar dan mengangkat tangan tanda menyerah, dia ditembak bertalu-talu dan meninggal dunia, manakala dia dan adik-beradik lain diseret ke sebuah rumah dan dikumpul bersama berpuluh-puluh lagi penduduk.
Sebelum kejadian itu, saya bermain di luar rumah bersama adik dan sepupu, tiba-tiba terdengar tembakan dan kami lari masuk rumah. Tidak lama kemudian, tentera Israel datang dan mahu berjumpa tuan rumah.
Apabila bapa saya keluar, mereka melepaskan berdas-das tembakan hingga bapa saya mati. Kami pula dibawa dan dikumpulkan dalam sebuah rumah sebelum mereka melepaskan tembakan bertalu-talu dan meletupkan rumah itu, katanya yang cedera di kaki dalam kejadian itu ketika ditemui di kampung berkenaan, semalam.
Dalam kejadian itu, 89 penduduk dikumpulkan dalam sebuah rumah sebelum dibedil tentera Israel menyebabkan 21 terbunuh dan 68 lagi cedera parah.
Mereka yang parah, termasuk seorang kanak-kanak berusia tujuh tahun, Mohamed Wael, yang ditemui di celah-celah mayat anggota keluarganya, diselamatkan anggota Persatuan Bulan Sabit Merah Palestin (PRCS) yang tiba di situ tidak lama kemudian.
Penyelia kampung itu, Alhaj Subhi Mohamad Samouni, 55, berkata ketika kejadian itu, beliau merayu kepada tentera Israel supaya melepaskan kanak-kanak yang tidak berdosa tetapi tidak diendahkan.
Selepas semua mangsa dalam rumah berkenaan ditembak dan tentera Israel beredar, beliau segera menghubungi PRCS untuk mendapatkan bantuan kecemasan.
Sumber : Bharian.com.my

Wanita cantik sempurna pada usia 31 tahun

LONDON: Pakar penyelidik kecantikan berpendapat wanita berusia akhir 20-an dan awal 30-an berada di garis puncak kesempurnaan dan lebih menawan berbanding gadis berusia 18 atau 19 tahun.
Hasil tinjauan pendapat 2,000 lelaki dan wanita, baru-baru ini mendapati kecantikan seseorang itu ditafsir berdasarkan kepada personaliti dan penampilannya. Saintis juga pernah berkata kecantikan itu sebenarnya bergantung kepada mata yang melihat.
Antara selebriti yang berusia 31 tahun dan dianggap berada di garis puncak kesempurnaan termasuklah pengacara TV, Christine Bleakley dan pengadil program Strictly Come Dancing iaitu Alesha Dixon serta Danielle Lineker.

Kebanyakan wanita British yang mencecah usia 30 tahun sudah berkahwin dan mempunyai anak.

Lebih ramai berpendapat wanita mencapai kecantikan sempurna pada usia 31 tahun.

70 peratus responden mentafsirkan seseorang itu cantik apabila dia berkeyakinan, 67 peratus pula mengatakan kecantikan itu mempunyai wajah yang menawan sementara 47 peratus mentafsir kecantikan dengan tampil bergaya. - Agensi

Tempat wanita lepaskan kemarahan




SEORANG wanita memecahkan sebuah televisyen di sebuah pusat beli-belah di Shenyang baru-baru ini.

SHENYANG – Sebuah pusat beli-belah China di sini menyediakan tempat khas kepada pelanggan wanita untuk memukul pelbagai jenis barang sebagai cara melepaskan kemarahan, lapor sebuah akhbar semalam.
Pusat itu itu yang dibuka baru-baru ini menyasarkan golongan suri rumah.
Pelanggan-pelanggan wanita itu boleh memilih beberapa zon seperti ruang rehat dan bilik tidur untuk memukul barang bagi melepaskan kemarahan dengan kayu besbol.
Ramai pelanggan terdiri daripada pelajar kolej dan pekerja kolar biru.
Sebagai langkah keselamatan, pihak pengurusan menyediakan sarung tangan dan topi keledar bagi memastikan pelanggan tidak mengalami kecederaan.
Antara benda yang dipukul oleh wanita itu ialah televisyen terpakai. – Agensi
kredit : kosmo.com.my

Pengemis seksi jadi kaya kerana Internet



PAKAIAN Cheng Guorong semasa berkeliaran di jalan-jalan Ningbo, China kini menjadi fesyen selepas gambarnya disiarkan di Internet pada Januari lalu.


NINGBO - Seorang pengemis di China, Cheng Guorong menjadi kaya dan terkenal selepas gambarnya tersiar di Internet, lapor sebuah akhbar semalam.
Walaupun selekeh, berambut panjang dan berjanggut, lelaki tersebut memiliki wajah kacak yang menarik perhatian ramai peminat sejak gambarnya tersiar pada Januari lalu.
Guorong, 34, digelar pengemis paling seksi di China dan dia turut mengecapi status simbol seks di kalangan pengguna Internet.
Nasibnya berubah selepas gambarnya dirakamkan oleh seorang jurugambar amatur ketika dia berkeliaran di jalan raya di bandar ini untuk meminta makanan pada tahun lalu.
Tidak lagi menyelongkar tong sampah, Guorong kini menerima banyak tawaran iklan dan dia turut bekerja sebagai model peragaan.
Pakaiannya semasa dia menjadi pengemis turut menjadi ikon fesyen.
Para peminat lelaki tersebut turut menderma sebanyak 100,000 yuan (RM49,138) bagi membantunya memulakan hidup baru.
Dia juga ditawarkan berlakon dalam sebuah filem mengenai kisah hidupnya yang diterbitkan oleh penerbit filem tempatan, Deng Jiangguo dan menelan kos sekitar 72 juta yuan (RM34.3 juta).
Filem tersebut akan menjalani penggambaran pada September depan dan ia dijadualkan ditayangkan pada Februari 2011.
Guorong berpindah ke bandar di timur China ini pada 1996 untuk mencari kerja bagi menyara isteri dan dua anaknya tetapi malu untuk menghubungi mereka setelah dia hilang pekerjaan dan wang simpanannya habis.
Saudara-maranya menyangka dia mati sehingga mereka melihat imej-imejnya di Internet.
Guorong tidak dapat menahan kesedihan apabila mendapati bapa dan isterinya terbunuh dalam satu kemalangan kereta setelah dia kembali ke kampung halamannya untuk kali pertama dalam tempoh 14 tahun baru-baru ini. - Agensi

Kisah Duyung lelaki kacak


ZACHERY sebagai seorang putera duyung yang menjadi rebutan.


MITOS tentang duyung, iaitu kisah cinta tragisnya dengan manusia digemari oleh masyarakat di serata dunia. Pelbagai versi kisah duyung telah dibuat dan lazimnya pembikin sesebuah drama atau filem di seluruh pelosok dunia akan mengangkat karakter ikan duyung perempuan yang jelita sebagai watak utama.
Tetapi, lain pula dengan drama bersiri Slot Lagenda di TV3 yang terbaru ini, drama Duyong Aridinata produksi Zeel Productions dengan menjadikan duyung lelaki yang kacak sebagai watak utama.
Drama yang bersiaran setiap Isnin hingga Khamis itu mengisahkan kehidupan putera duyung yang mencari cinta di kalangan manusia.
Drama Duyong Aridinata yang ingin mengajak para penonton menyelami kisah cinta romantis antara duyung dan manusia.
Drama 20 episod itu membariskan pelakon-pelakon popular seperti Zachery Francis, Fasha Sandha, Natasha Hudson, Rozie Rashid, Tony Eusoff, Maria Farida, Zain Saidin, Jasmin Hamid, Hirzi, Syakilla dan ramai lagi.
Diarahkan oleh Adam Hamid, ia mengisahkan putera duyung, Aridinata yang dilakonkan oleh Zachery Francis, mahu memahami dunia manusia dan mengenali erti cinta sejati.
Melalui bantuan Mek Melusa (Maria Farida), Aridinata dan rakannya Bumatra (Hirzi) berjaya menjadi manusia normal dan hidup di bumi seperti yang mereka inginkan.
Namun, Aridinata akan disumpah menjadi duyung yang hina jika dia tiada wanita yang melafazkan kata cinta kepadanya dalam tempoh tujuh bulan.
Ketika berada di darat, mereka berdua bekerja sebagai juru pandu selam dan berkenalan dengan Cleo (Fasha Sandha) dan Tom Diana (Syakilla).
Aridinata jatuh cinta kepada Cleo namun keadaan menjadi rumit apabila Puteri Antartika (Natasha Hudson) campur tangan kerana dia mahu membalas dendam terhadap Aridinata yang menolak cintanya.
Menurut Adam, dia mengakui Duyong Aridinata mirip drama bersiri Dyesebel dari Filipina yang diminati ramai baru-baru ini dari segi mengetengahkan kisah percintaan duyung.
Bagaimanapun, karya Duyong Aridinata kata Adam, memilih duyung lelaki sebagai watak utama.
Selain itu, perbezaan paling ketara drama tempatan ini ialah pengambaran diadakan di dalam laut.
“Pengambaran di dalam laut diadakan di Pulau Lang, Terengganu dan pemandangannya sungguh indah.
“Kami menyelam sedalam tujuh meter dan pelakon-pelakon saya sungguh hebat kerana tidak menggunakan bantuan oksigen ketika pengambaran dan mereka kelihatan sungguh natural di dalam air.
“Ini adalah arahan saya yang paling mencabar kerana perlu menyelam ke dalam laut untuk memberi arahan namun saya amat berpuas hati dengan hasilnya,” ujar Adam mengenai naskhah yang kini semakin popular di kalangan penggemar drama Melayu.
Tambahnya, drama yang mengambil masa 50 hari pengambaran ini turut menggunakan teknik CGI dan diadakan di studio untuk beberapa babak selain pengambaran biasa di pulau itu sendiri serta sekitar Kuala Lumpur.
Watak-watak duyung dalam drama itu seperti Zachery Francis, Natasha Hudson, Rozie Rashid dan Tony Eusoff beranang ke dalam laut menggunakan kostum ekor ikan duyung yang ditempah khas dari Amerika Syarikat.