Pages

Showing posts with label sedekah. Show all posts
Showing posts with label sedekah. Show all posts

Wednesday, November 21, 2012

= Kisah Sedekah kepada Kucing =



Oleh: Sudah Tahukah Anda ?

AIkisah, sepasang suami-istri dikaruniai seorang anak pada tahun pertama masa pernikahannya. Tentu saja, mereka sangat gembira dengan anugerah Allah tersebut karena memiliki anak termasuk salah satu harapan besarnya. Akan tetapi, kebahagiaan mereka tidak ber
tahan lama. Allah Swt. berkehendak menimpakan penyakit aneh kepada sang anak yang masih bayi itu. Berbagai ikhtiar pengobatan telah dilakukan kedua orang tuanya. Namun, pengobatan seakan takberdaya untuk menyembuhkannya, keadaan sang anak se-makin memburuk.

Tidak hanya keadaan anaknya yang semakin memburuk, keadaan ibu-bapaknya pun menjadi buruk akibat kesedihan dan besarnya energi yang dikeluarkan untuk mengobati anak semata wayangnya itu. "Perasaan buruk itu menyeruak di dalam hati karena kami merasa takberdaya memberikan pengobatan bagi penderitaan anak kami," ujarnya.

Ketika kondisi sang Anak sudah sangat mengkhawatirkan, ada seseorang yang menunjukkan kepada pasangan muda ini seorang dokter yang berpengalaman dan terkenal. Mereka pun segera mendatangi dokter tersebut. Saat tiba di tempat praktik dokter itu, demam anaknya semakin tinggi.

Dokter itu pun berkata, "Apabila panas anak Anda tidak turun malam ini, kemungkinan besar dia akan meninggal esok hari."

Keduanya kembali bersama sang Anak dengan kegelisahan yang memuncak. Sakit menyerang tubuh sang Ayah memikirkan anaknya hingga kelopak matanya takmampu terpejam tidur malam hari.

Untuk menenangkan diri, dia pun segera shalat dan memohon jalan terbaik kepada Allah. Setelah selesai shalat, dia langsung pergi dengan wajah bermuram durja meninggalkan istrinya yang menangis sedih di dekat kepala anaknya.

Ayah muda ini terus berjalan di jalanan dan tidak tahu apa yang harus diperbuat untuk anaknya. Tiba-tiba, dia teringat pada sebuah hadits Rasulullah saw. tentang sedekah yang berbunyi, "Obatilah orang yang sakit di antara kalian dengan sedekah."

Namun, dia bingung, siapa yang harus dia temui pada waktu malam seperti ini. Dia bisa saja mengetuk pintu seseorang dan bersedekah kepadanya, tapi apa yang akan dikatakan oleh tuan rumah kepada dia jika dia melakukan itu?

Dalam kondisi bimbang seperti itu, tiba-tiba, ada seekor kucing kelaparan yang mengeong di kegelapan malam. Dia pun segera teringat pada pertanyaan seorang sahabat kepada Rasulullah saw, "Apakah berbuat baik pada binatang kami ada pahalanya?"

Rasulullah menjawab, "Di dalam setiap apa yang bernyawa ada pahalanya." (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Tanpa pikir panjang, dia pun segera kembali ke rumah, mengambil sepotong daging, dan memberi makan kucing itu.

Dia menutup pintu belakang rumahnya. Suara pintu itu bercampur dengan suara istrinya yang bertanya, "Mengapa kamu telah kembali dengan cepat?" dia pun bergegas menuju ke arah istrinya dan mendapati wajah sang Istri telah berubah. Dari permukaan wajahnya, terlihat raut kegembiraan.

Wanita muda itu berkata, "Sesudah engkau pergi, aku tertidur sebentar masih dalam keadaan duduk. Maka, aku melihat sebuah pemandangan yang menakjubkan. Dalam tidurku, aku melihat diriku mendekap anakku. Tiba-tiba, ada seekor burung hitam yang sangat besar dari langit yang terang hendak menyambar anak kita untuk mengambilnya dariku. Aku menjadi sangat ketakutan, dan tidak tahu apa yang harus aku perbuat? Tiba-tiba, muncul seekor kucing yang menyerang secara dahsyat burung itu, dan keduanya terlibat perkelahian sengit. Aku tidak melihat kucing itu lebih kuat daripada burung itu karena si burung badannya gemuk. Namun, akhirnya burung elang itu pun pergi menjauh. Aku terbangun mendengar suaramu ketika datang tadi."

Mendengar cerita istrinya, dia hanya tersenyum. Melihat suaminya, sang Istri menatap ke arahnya dengan terheran-heran.

Keduanya lalu bergegas mendekati anaknya. Dilihatnya demam sang Anak sudah mereda dan matanya sudah mulai terbuka. Esok harinya, sang Anak sudah mau makan dan sehat seperti sedia kala.

--------

"Janganlah membuatmu putus asa dalam mengulang-ulang doa ketikaAllah menunda ijabah doa itu. Dialah yang menjamin ijabah doa itu menurut pilihan-Nya kepadamu, bukan menurutpilihan seleramu. Kelak, pada waktu yang dikehendaki-Nya, bukan menurut waktu yang engkau kehendaki." (Ibnu Atha'ilah)

Yuk tambah ilmu di grup ini: Sudah Tahukah Anda ?

Monday, July 30, 2012

SEDEKAH YANG DIBERKATI...


Pada suatu masa ketika Abdullah bin Mubarak beribadah haji, beliau tertidur di Masjidil Haram. Dalam tidurnya, dia telah bermimpi melihat dua malaikat turun dari langit lalu yang satu berkata kepada yang lain, "Berapa banyak orang-orang yang berhaji pada tahun ini?" Jawab yang lain, "Enam ratus ribu." Lalu ia bertanya lagi, "Berapa banyak yang diterima?" Jawabnya, "Tidak seorang pun yang diterima, hanya ada seorang tukang sepatu dari Damsyik bernama Muwaffaq, dia tidak dapat berhaji, tetapi diterima hajinya sehingga semua yang haji pada tahun itu diterima dengan berkat hajinya Muwaffaq."
.
Ketika Abdullah bin Mubarak mendengar percakapannya itu, maka terbangunlah ia dari tidurnya, dan langsung berangkat ke Damsyik mencari orang yang bernama Muwaffaq itu sehingga ia sampailah ke rumahnya. Dan ketika diketuknya pintunya, keluarlah seorang lelaki dan segera ia bertanya namanya. Jawab orang itu, "Muwaffaq." Lalu Abdullah bin Mubarak bertanya padanya, "Kebaikan apakah yang telah engkau lakukan sehingga mencapai darjat yang sedemikian itu?"
.
Jawab Muwaffaq, "Tadinya aku ingin berhaji tetapi tidak dapat kerana keadaanku, tetapi mendadak aku mendapat wang tiga ratus dirham dari pekerjaanku membuat dan menampal sepatu, lalu aku berniat haji pada tahun ini sedang isteriku pula hamil, maka suatu hari dia tercium bau makanan dari rumah jiranku dan ingin makanan itu, maka aku pergi ke rumah jiranku dan menyampaikan tujuan sebenarku kepada wanita jiranku itu. Jawab jiranku, "Aku terpaksa membuka rahsiaku, sebenarnya anak-anak yatimku sudah tiga hari tanpa makanan, kerana itu aku keluar mencari makanan untuk mereka. Tiba-tiba bertemulah aku dengan bangkai himar di suatu tempat, lalu aku potong sebahagiannya dan bawa pulang untuk masak, maka makanan ini halal bagi kami dan haram untuk makanan kamu." Ketika aku mendengar jawapan itu, aku segera kembali ke rumah dan mengambil wang tiga ratus dirham dan kuserahkan kepada jiranku tadi seraya menyuruhnya membelanjakan wang itu untuk keperluan anak-anak yatim yang ada dalam jagaannya itu. "Sebenarnya hajiku adalah di depan pintu rumahku." Kata Muwaffaq lagi.
.
Demikianlah cerita yang sangat berkesan bahawa membantu jiran tetangga yang dalam kelaparan amat besar pahalanya apalagi di dalamnya terdapat anak-anak yatim. Rasulullah SAW ada ditanya, "Ya Rasulullah, tunjukkan padaku amal perbuatan yang bila kuamalkan akan masuk syurga." Jawab Rasulullah SAW, "Jadilah kamu orang yang baik." Orang itu bertanya lagi, "Ya Rasulullah, bagaimanakah akan aku ketahui bahawa aku telah berbuat baik?" Jawab Rasulullah SAW, "Tanyakan pada tetanggamu, maka bila mereka berkata engkau baik maka engkau benar-benar baik dan bila mereka berkata engkau jahat, maka engkau sebenarnya jahat."
.
KIRIMAN TIGOSOTIGO

Sunday, January 23, 2011

Rahsia Infak dan Sedekah dalam As-Sunnah



DAMPAK SEDEKAH

Rasulullah Saw bersabda:
“Sedekah dapat menolak kematian yang buruk.” (Al-Wasail 6: 255, hadis ke 2)
Beliau juga bersabda:
“Bersedekahlah kalian, karena sesungguhnya sedekah dapat menambah harta yang banyak. Maka bersedekahlah kalian, niscaya Allah menyayangi kalian.” (Al-Wasail 6: 255, hadis ke 11)
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:
“Mohon datangkan rizki dengan sedekah, barangsiapa yang meyakini hari esok ia akan bersikap dermawan dengan pemberian, sesungguhnya Allah menurunkan pertolongan sesuai dengan kadar hari ini.” (Al-Wasail 6: 255)
Imam Ja’far sh-Shadiq (sa) berkata:
“Obati penyakitmu dengan sedekah, tolaklah bala’ dengan doa, dan mohon datangkan rizkimu dengan sedekah, karena sesungguhnya sedekah dapat mengusir tujuh ratus setan dari depan dagu…” (Al-Wasail 6: 260, hadis ke 1)
Nabi saw bersabda:
“Sebaik-baik harta seseorang dan simpanannya adalah sedekah.” (Al-Wasail 6: 257, hadis ke 14)
Rasulullah saw bersabda:
“Mulai pagi harimu dengan sedekah, barangsiapa yang memulai pagi harinya dengan sedekah ia tidak akan terkena sasaran bala’.” (Al-Wasail 6: 257, hadis ke 15)
SEDEKAH DAN KESEMPURNAAN IMAN
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:
“Tidaklah sempurna keimanan seorang hamba sehingga ia melakukan empat hal: Berakhlak baik, bersikap dermawan, menahan karunia dari ucapan, dan mengeluarkan karunia dari hartanya.” (Al-Wasail 6: 259, hadis ke 21)
TANGAN ALLAH DAN TANGAN PEMBERI
Rasulullah saw bersabda:
“Tangan itu ada tiga: tangan Allah paling atas, berikutnya tangan pemberi, dan tangan peminta paling bawah. Maka berikan karuniamu dan jangan lemahkan dirimu.” (Al-Wasail 6: 263, hadis ke 4)
BERSEDEKAH WALAUPUN SEDIKIT
Rasulullah saw bersabda:
“Berdekahlah walaupun segantang korma, walaupun sebagian dari segantang, walaupun segenggam korma, walaupun sebiji korma, walaupun separoh korma. Barangsiapa yang belum mendapatkannya maka bersedakahlah dengan ucapan yang baik. Karena sesungguhnya kamu akan menjumpai Allah dan Dia akan bertanya kepadamu: ‘Apakah Aku belum berbuat sesuatu untukmu? Apakah Aku belum menciptakan pendengaran dan penglihatan untukmu? Apakah Aku belum mengkaruniakan padamu harta dan anak? Kamu tentu akan menjawab: Tidak (semuanya sudah). Kemudian Allah swt berfirman: ‘Lihatlah apa yang telah kamu lakukan pada dirimu. Kemudian ia akan melihat apa yang telah ia lakukan, ia melihat ke depan dan ke belakang, ke kanan dan ke kiri. Maka saat itulah ia tidak akan mendapatkan sesuatu pun yang dapat menjaga wajahnya dari api neraka.” (Al-Wasail 6: 264, hadis ke 1)
SEPOTONG ROTI DAN SEPOTONG DAGING ANAK
Imam Ali Ar-Ridha (sa) berkata:
Pernah terjadi musim kemarau panjang menimpa Bani Israil selama beberapa tahun berturut-turut. Saat itu ada seorang ibu memiliki sepotong roti, saat ia akan memakan roti itu datanglah seorang pengemis dan berkata: wahai hamba Allah, aku lapar. Ibu itu berkata: Apakah saatnya zaman seperti ini bersedekah? Kemudian ia mengeluarkan sepotong roti itu dari mulutnya, lalu memberikan pada pengemis itu. Saat itu anaknya sedang mencari kayu bakar di padang pasir, lalu datanglah srigala dan membawa anak itu. Kemudian terdengarlah teriakan, sang ibu terkejut lari ketakutan akan bahaya srigala itu. Saat itulah Allah mengutus malaikat Jibril, lalu ia mengeluarkan anak itu dari mulut srigala dan memberikan pada ibunya. Jibril berkata pada sang ibu: wahai hamba Allah, bukankah kamu sangat ridha? sepotong roti digantikan dengan sepotong daging (keselamatan anakmu).” (Al-Wasail 6: 264, hadis ke 4)
ALLAH YANG MENGAMBIL SEDEKAH
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata bahwa Allah berfirman:
“Untuk menggenggam segala sesuatu Aku mewakilkan kepada selain-Ku kecuali sedekah, Aku sendiri dengan tangan-Ku yang mengambilnya, sekalipun seseorang bersedekah dengan satu biji korma atau sebelah biji korma. Lalu Aku menambahkan baginya sebagaimana ia menambahkan sebelum meninggalkannya. Sehingga kelak pada hari kiamat ia akan mendapat pahala seperti pahala perang Uhud bahkan lebih besar dari pahala perang Uhud.” (Al-Wasail 6: 265, hadis ke 7)
AWALI PAGI HARI DENGAN SEDEKAH
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:
“Awali pagi harimu dengan bersedekah, gemarlah bersedekah. Tidak ada seorangpun mukmin yang bersedekah karena mengharapkan apa yang ada di sisi Allah untuk menolak keburukan yang akan turun dari langi ke bumi pada hari itu, kecuali Allah menjaganya dari keburukan itu.” (Al-Wasail 6: 267, hadis ke 3)
SEDEKAH PENOLAK BALA’
Rasulullah saw berwasiat kepada Ali bin Abi Thalib (sa):
Wahai Ali, sedekah itu dapat menolak takdir mubram (yang telah ditetapkan). Wahai Ali, silaturahim dapat menambah umur. Wahai Ali, tidak ada sedekah ketika keluarga dekatnya membutuhkan. Wahai Ali, tidak ada kebaikan dalam ucapan kecuali disertai perbuatan, dan tidak ada sedekah kecuali dengan niat (karena Allah).” (Al-Wasail 6: 267, hadis ke 4)
SEDEKAH PENYELAMAT DARI KEMATIAN YANG BURUK
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:
Pada suatu hari orang yahudi lewat dekat Rasulullah saw, lalu ia mengucapkan: Assam ‘alayka (kematian atasmu). Rasulullah saw menjawab: ‘Alayka (atasmu). Lalu para sahabatnya berkata: Ia mengucapkan telah salam atasmu dengan ucapan kematian, ia berkata: kematian atasmu. Lalu Nabi saw bersabda: “Demikian juga jawabanku.” Kemudian Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya orang yahudi ini tengkuknya akan digigit oleh binatang yang hitam (ular dan kalajengking) dan mematikannya. Kemudian orang yahudi itu pergi mencari kayu bakar lalu ia membawa kayu bakar yang banyak. Sebelum Rasulullah saw meninggalkan tempat itu yahudi tersebut lewat lagi (belum mati). Maka Rasulullah saw bersabda kepadanya: “Letakkan kayu bakarmu.” Ternyata di dalam kayu bakar itu ada binatang hitam seperti yang dinyatakan oleh beliau sebelumnya. Kemudian Rasulullah saw bersabda: “Wahai yahudi, amal apa yang kamu lakukan? Ia menjawab: Aku tidak punya kerjaan kecuali mencari kayu bakar seperti yang aku bawa ini, dan aku membawa dua potong roti, lalu aku makan yang satu potong dan satu potong lagi aku sedekahkan kepada orang miskin. Maka Rasulullah saw bersabda: “Karena sedekah itu Allah menyelamatkan dia.” Selanjutnya beliau bersabda: “Sedekah dapat menyelamatkan manusia dari kematian yang buruk.” (Al-Wasail 6: 267, hadis ke 4)
Muhammad bin Muslim berkata: Pada suatu hari aku pernah bersama Imam Muhammad Al-Baqir (sa) berada di dalam masjid Nabawi, kemudian jatuhlah potongan kayu masjid dan mengenai seseorang tapi tidak membayakannya padahal mengenai kakinya. Kemudian Imam Muhammad Al-Baqir (sa) berkata: “Tanyakan padanya apa yang dia amalkan.” Kemudian ia bertanya kepadanya. Ia menjawab: tadi aku keluar rumah dan membawa beberapa buah korma di sakuku, saat aku berjumpa dengan seorang pengemis aku sedekahkan padanya sebuah korma. Imam Muhammad Al-Baqir (sa) berkata: “Karena sedekah itu Allah menyelamatkanmu.” (Al-Wasail 6: 269, hadis ke 6)
SEDEKAH PENYELAMAT DARI HARI NAHAS
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:
“Antara aku dan seseorang punya perhitungan tentang bumi. Orang itu ahli nujum, ia sengaja keluar rumah untuk suatu urusan pada saat “Al-Su’ud” (bulan berada di manazil Al-Su’ud), dan aku juga keluar rumah pada hari nahas. Lalu kami menghitungnya, lalu keluarlah untukku dua perhitungan yang baik. Kemudian orang itu memukulkan tangan kanannya pada tangan kirinya, kemudian berkata: Aku belum pernah melihat hari seperti hari ini. Aku berkata: Celaka hari yang lain dan hari apa itu? Ia berkata: Aku ahli nujum, aku datang padamu pada hari nahas, aku keluar rumah pada saat Al-Su’ud, kemudian kami menghitung, lalu keluarlah untuk Anda dua perhitungan yang baik. Ketika itulah aku berkata kepadanya: “Tidakkah aku pernah menyampaikan suatu hadis yang disampaikan padaku oleh ayahku? Yaitu Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang ingin diselamatkan oleh Allah dari hari nahas, maka hendak mengawali harinya dengan sedekah, niscaya Allah menyelamatkannya dari hari nahas itu. Barangsiapa yang ingin diselamatkan oleh Allah dari malam nahas, maka hendaknya mengawali malamnya dengan sedekah niscaya ia diselamatkan dari malam nahas itu. Kemudian aku berkata: “Sesungguhnya aku mengawali keluar rumah dengan sedekah; ini lebih baik bagimu daripada ilmu nujum.” (Al-Wasail 6: 273, hadis ke 1)
SEDEKAH DI MALAM DAN SIANG HARI
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:
“Sesungguhnya sedekah di malam hari dapat memadamkan murka Allah, menghapus dosa besar dan mempermudah perhitungan amal; sedekah di siang hari dapat menumbuhkan harta dan menambah umur.” (Al-Wasail 6: 273, hadis ke 2)
SEDEKAH YANG TERSEMBUNYI
Rasulullah saw bersabda:
“Sedekah yang tersembunyi dapat memadamkan murka Allah swt.” (Al-Wasail 6: 275, hadis ke 1)
Imam Ali bin Abi Thalib (sa):
“Sesungguhnya tawassul yang paling utama adalah bertawasul dengan keimanan kepada Allah …, dengan silaturrahim dapat menumbuhkan harta dan menambah umur; dengan sedekah yang tersembunyi dapat menghapuskan kesalahan dan memadamkan murkan Allah Azza wa Jalla; dengan amal-amal yang ma’ruf (kebajikan) dapat menolak kematian yang buruk dan menjaga dari pertarungan kehinaan…” (Al-Wasail 6: 275, hadis ke 4)
TANGAN PEMBERI BERSENTUHAN DENGAN TANGAN ALLAH SWT
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:
“Tidak ada sesuatu pun yang paling memberatkan setan daripada bersedekah kepada seorang mukmin. Karena tangannya bersentuhan dengan tangan Allah swt sebelum bersentuhan dengan tangan hamba-Nya.” (Al-Wasail 6: 283, hadis ke 1)
Dikisahkan bahwa Imam Ali Zainal Abidin (sa) mencium tangannya setelah memberikan sedekah. Lalu beliau ditanyai tentangnya. Beliau menjawab: “Karena tangan pemberi bersentuhan dengan tangan Allah sebelum bersentuhan dengan tangan penerimanya.” (Al-Wasail 6: 303, hadis ke 2)
Rasulullah saw bersabda:
“Tidaklah ada sedekah dari seorang mukmin kecuali tangannya bersentuhan dengan tangan Allah sebelum bersentuhan dengan tangan pemintanya. Kemudian beliau membacakan firman Allah swt: ‘Tidakkah mereka mengetahui sesungguhnya Allah menerima taubat hamba-hamba-Nya dan menerima sedekah.” (At-Taubah: 104). (Al-Wasail 6: 303, hadis ke 3)
Rasulullah saw bersabda:
“Bersedekah sepuluh, memberi pinjamanan modal delapan belas, bersilaturrahim pada ikhwan dua puluh, dan silaturahim pada kerabat dua puluh empat.” (Al-Wasail 6: 286, hadis ke 2)
PEMINTA TAK BOLEH DITOLAK
Imam Muhammad Al-Baqir (sa) berkata:
“Berilah peminta-minta walaupun hanya dinaikkan ke atas punggung kuda (numpang naik kendaraan)” (Al-Wasail 6: 290, hadis ke 1)
Beliau juga berkata:
“Sekiranya seorang pemberi mengetahui tentang sesuatu yang ada dalam pemberiannya, niscaya ia tidak akan menolak seorang pun peminta-minta.” (Al-Wasail 6: 290, hadis ke 2)
BERBAGI RASA PERSAUDARAAN
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:
“Sesungguhnya di antara yang sangat ditekankan oleh Allah terhadap hamba-Nya dalam kewajiban adalah tiga hal: Sikap adil seorang mukmin terhadap dirinya sehingga ia tidak meridhai saudaranya kecuali apa yang ia ridhai untuk dirinya, berbagi rasa persaudaraan dalam hartanya, mengingat Allah dalam segala keadaan, tidak hanya bertasbih dan bertahmid kepada Allah tetapi juga menjauhi segala yang diharamkan oleh Allah.” (Al-Wasail 6: 298, hadis ke 1)
JANGAN MENYEBUT-NYEBUT PEMBERIAN
Rasulullah saw bersabda:
“Sesungguhnya Allah tidak menyukai bagiku dan para washiku dari keturunanku juga bagi para pengikut mereka sesudahku: Bersikap sia-sia dalam shalat, berkata kotor dalam puasa, menyebut-nyebut pemberian sesudah bersedekah, mendatangi masjid dalam keadaan junub (hadas), memandang pintu kamar orang lain, dan tertawa di kuburan.” (Al-Wasail 6: 316, hadis ke 4)
Rasulullah saw bersabda:
“Barangsiapa yang bersedekah kepada saudaranya kemudian menyebut-nyebut pemberiannya, maka Allah membatalkan amalnya, dan menetapkan bebannya serta tidak berterima kasih atas usaha.” Kemudian beliau bersabda bahwa Allah Azza wa Jalla berfirman: “Aku mengharamkan surga atas orang yang menyebut-nyebut pemberiannya, orang yang bakhil, dan mengadu-domba (namimah). Ingatlah, barangsiapa yang bersedekah dengan suatu sedekah, maka baginya timbangan setiap dirham seperti gunung Uhud dalam hal kenikmatan surga. Barangsiapa yang berjalan untuk mengantarkan sedekah kepada orang yang membutuhkan, maka baginya juga pahala seperti pahala yang memberi tanpa sedikit pun mengurangi pahalanya.” (Al-Wasail 6: 316, hadis ke 5)
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:
“Barangsiapa yang berbuat kebajikan kepada seorang mukmin kemudian menyakiti dengan ucapan atau menyebut-nyebut pemberiannya, maka Allah membatalkan sedekahnya.” (Al-Wasail 6: 317, hadis ke 9)
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:
“Orang yang beriman memiliki empat tanda: wajahnya berseri-seri, lisannya lembut, hatinya penyayang, dan tangannya pemberi.” (Al-Wasail 6: 321, hadis ke 2)
BERBUATLAH KEBAJIKAN
Rasulullah saw bersabda:
“Setiap kebajikan itu sedekah.” (Al-Wasail 6: 321, hadis ke 1)
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) menjelaskan tentang firman Allah swt surat An-Nisa’ 114:
“Tidak ada kebaikan dalam bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat yang ma’ruf, atau mendamaikan di antara manusia.” Beliau berkata: yang dimaksud dengan berbuat yang ma’ruf adalah memberi qiradh (pinjaman modal dengan bagi hasil).” (Al-Wasail 6: 321, hadis ke 2)
MEMBERI MAKANAN
Imam Muhammad Al-Baqir (sa) berkata:
“Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla mencintai orang yang memberi makan … (Al-Wasail 6: 328, hadis ke 2)
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:
“Di antara amal yang paling dicintai oleh Allah Azza wa Jalla adalah mengenyangkan orang mukmin yang lapar, atau meringankan deritanya atau menunaikan hutangnya.” (Al-Wasail 6: 328, hadis ke 3)
SEDEKAH DAN KEJERNIHAN IMAN
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:
“Sebaik-baik kalian adalah kalian yang dermawan dan seburuk-buruk kalian adalah kalian yang bakhil. Barangsiapa yang ingin jernih imannya, maka bersedekalah pada saudaranya dan berusaha memenuhi kebutuhannya. Sesungguhnya orang yang bersedekah pada saudaranya ia dicintai oleh Yang Maha Pengasih, dan saat yang sama mengusir setan, selamat dari neraka dan masuk surga.” Kemudian beliau berkata kepada Jamil: Wahai Jamil, sampaikan hal ini kepada sahabat-sahabatmu yang mulia! Jamil bertanya: Siapakah sahabat-sahabatku yang mulia? Beliau menjawab: “Mereka yang berbuat kebajikan (bersedekah) kepada saudara-saudaranya dalam kesulitan dan kemudahan.” (Al-Wasail 6: 332, hadis ke 2)
Tulisan ini disarikan dari kitab Zakat Mal
Penulis: Allamah Muhammad Taqi Al-Mudarrisi

Friday, January 21, 2011

Manfaat Sedekah di Dunia dan Akhirat


Sedekah yang dikeluarkan, baik banyak maupun sedikit akan mendapatkan ganjaran mulia baik ketika di dunia lebih-lebih di akhirat. Diantara manfaatnya di dunia.

Pertama, Membersihkan harta. Rasul bersabda, “Lindungi harta kamu dengan zakat, ubati sakitmu dengan sedekah, dan hadapi gelombang hidup dengan tawadhu kepada Allah dan doa.“ (Al Baihaqi).
Kedua, Membersihkan-badan.“Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan mensucikan mereka“ (Taubah 103). 
Ketiga, Menolak bencana dan penyakit. Rasul bersabda “Obatilah orang sakit di antara kalian dengan bersedekah.“ (HR.Baihaqi).


Hadist lain, Rasul menegaskan “Sedekah akan menutup tujuh puluh pintu keburukan“ (HR.Thabrani ). Tutur Ibnul Qayyim, “Sedekah mempunyai pengaruh yang luar biasa dalam menolak bencana, meskipun berasal dari orang yang suka berbuat maksiat atau kezaliman, bahkan dari seorang kafir sekalipun. Hal ini diketahui oleh semua orang. Mereka semua mengakuinya karena telah mencobanya.“
Keempat, Memberikan kegembiraan kepada orang-orang miskin dan meringankan kesusahan mereka. Rasul bersabda “Amal yang paling disukai Allah ialah kegembiraan yang engkau masukkan dalam hati seorang Muslim, menghilangkan kesusahannya, melunasi utangnya, atau menghilangkan rasa laparnya. Sungguh aku berjalan bersama saudaraku untuk suatu hajat lebih aku sukai daripada beriktikaf di masjid ini selama sebulan.“ Sebagian ulama menyatakan, “Sedekah merupakan sarana pendekatan diri kepada Allah Ta’ala yang paling utama. Sedekah lebih utama daripada jihad, terlebih bersedekah di saat paceklik melanda,apalagi bersedekah kepada keluarga dan kerabat. Sedekah juga lebih utama daripada haji, karena haji bersifat individual, sedangkaan sedekah bersifat sosial.”


Kelima, Mendatangkan keberkahan harta dan kelapangan rezeki. “Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya.“ (Saba 39). 
Keenam, Mengundang rezeki. Setiap pagi malaikat berdoa, “Ya Allah berikan ganti kepada orang yang berinfak.“ Rasul bersabda “Undanglah rezeki kalian dengan bersedekah.“ Nabi memberi nasehat kepada Bilal, salah seorang sahabat yang tergolong miskin. “Nafkahkanlah, wahai Bilal, dan jangan takut dikurangi oleh Penguasa Arsy“ (HR.Al Bazzar). “Nafkahkanlah, maka Allah memberi nafkah kepadamu“ (HR.Thabrani). Juga dalam hadis lain Rasul menerangkan, “Sedekah tidak mengurangi harta. Tidaklah Allah menambah kepada seorang hamba dengan ampunan, melainkan kemuliaan. Dan tidaklah seseorang bertawadhu karena Allah, melainkan Dia meninggikan derajatnya“ (HR.Muslim).


Ketujuh, Menjadi orang yang beruntung. Allah berfirman “Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya,mereka itulah orang-orang yang beruntung“ (Al Hasyr 9). Rassul SAW bersabda “Memberi sedekah, menganjurkan kebaikan, berbaktti kepada orang tua, dan silaturrahmi dapat mengubah penderitaan menjadi kebahagiaan,menambah berkah umur, dan menolak kejahatan“ (HR.Abu Na’im). edelapan, Menolak kematian yang buruk. asul bersabda “ Sedekah itu dapat meredam murka Rabb dan menolak kematian yang buruk(HR.Tirmizi).


Manfaatnya di akhirat,antara lain. Pertama, Meringankan hisab. Kedua, Memberatkan timbangan kebaikan (Simak Al Hadid 18 dan al Baqarah 261). Ketiga, Menjadi naungan bagi orang yang melakukannya dari dahsyatnya panas hari kiamat. Rasul bersabda “Setiap orang berada dalam naungan sedekahnya hingga diputuskan perkara diantara manusia.” “Naungan Mukmin pada hari Kiamat adalah sedekahnya,“ kilah Putra Luqman al Hakim. “Keempat, Dimudahkaan melewati ash-shirath. Kelima, Menaikkan derajat di surga. Keenam, Menghapuskan dosa dan kesalahan. Rasul SAW bersabda, “Puasa adalah perisai, dan sedekah itu memadamkan kesalahan seperti air memadamkan api.” Nasehat Luqman al Hakim kepada anaknya, ”Jika engkau melakukan suatu kesalahan, maka bersedekahlah“


Ketujuh, Memadamkan murka Rabb. Rasul bersabda, “Sedekah secara diam-diam dapat meredam murka Rabb.“ Imam Zainal Abidin RA berkata, “Sedekah di malam hari akan memadamkan murka Rabb.“ Adi bin Hatim RA, ia berkata, ‘Aku mendengar Nabi SAW bersabda “Barang siapa diantara kalian mampu berlindung dari neraka walau hanya dengan separoh kurma, maka hendaklah ia melakukannya (bersedekah)“ (HR. Muslim). Rasul SAW berpesan pada kaum wanita, “Wahai kaum wanita, bersedekahlah dan perbanyaklah beristighfar karena aku melihat kalian adalah yang paling banyak menghuni neraka“ (HR.Bukhari dan Muslim).


Kedelapan, Salah satu amal yang bisa mendatangkan manfaat setelah seseorang meninggal. Rasul SAW bersabda, “Jika anak Adam mati, maka terputuslah amalnya kecuali dari tiga perkara; sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak shaleh yang senantiasa mendoakannya.“ (HR.Muslim, Ahmad, Abu Daud dan Tirmizi). Kesembilan, Mendapat pujian dari Allah. Kesepuluh, Mendapat rahmat Allah. Allah berfirman “Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat dengan orang-orang yang berbuat kebaikan.“ Wallahualam. **

Sumber: Pontianakpost.comManfaat Sedekah di Dunia dan Akhirat | Kumpulan Hadits dan Artikel Islam

Wednesday, January 5, 2011

Keutamaan Sedekah

"Anak Soleh"


Hadith Nabi Saw: "Tidak berkurang harta kerana sedekah, dan tiada seorang yang memaafkan suatu kezaliman melainkan Allah swt menambah kemuliaan, dan tiada seorang yang tawadhuk (merendah) kerana Allah swt, melainkan Allah swt menaikkan darjatnya." (Abu Hurairah r.anhu)

Hadith Nabi Saw: "Dermawan itu merupakan suatu pohon yang akarnya di syurga dan dahan-dahannya menurun ke dunia. Maka barangsiapa yang berpegang kepadanya akan ditarik ke syurga. Kedekut (kikir) itu pohon yang asalnya di dalam neraka sedang dahan-dahannya menurun ke dunia. Maka barangsiapa yang berpegang kepadanya akan ditarik ke neraka."
(Aishah r.anha)

Sedekah mengandungi 10 kebaikan:

Kebaikan di dunia

1) Membersihkan harta kekayaan
2) Membersihkan badan daripada dosa-dosa
3) Menolak bala dan penyakit
4) Menyenangkan hati orang miskin
5) Menjadikan berkat dalam harta dan meluaskan rezeki

Kebaikan di Akhirat

1) Sedekah itu menjadi naungan baginya
2) Sedekah meringankan hisab amalnya
3) Memberatkan timbangan amal kebaikannya
4) Memudahkan melintasi sirat
5) Bertambah darjat di syurga

Barangsiapa yang menolak lima pekara, maka Allah akan menolak lima pekara daripadanya iaitu:

1) Barangsiapa menolak zakat, Allah swt akan menolak keselamatan hartanya
2) Barangsiapa tolak sedekah, Allah swt akan mengurangi kesihatannya
3) Barangsiapa menolak zakat tanamannya, Allah swt akan menolak berkat tanahnya
4) Barangsiapa tidak suka berdoa, Allah tidak suka untuk menerimanya
5) Barangsiapa yang meringan-ringankan solatnya, Allah swt akan menolakdari kalimah syahadah ketika matinya

Sunday, November 7, 2010

Potong Tangan Kerana Bersedekah

Friday, September 10, 2010

Kisah tentang sedekah



Sebaik pulang dari rumah Nabi, Ali bin Abu Talib menemui isteri tercintanya, Fatimah az-Zahra dan bertanya: "Wahai wanita mulia, adakah kamu mempunyai manakan untuk suamimu?"
Fatimah menjawab: "Demi Allah, saya tidak mempunyai makana sedikit pun. Tetapi ini ada enam dirham yang saya terima daripada Salman sebagai upah memintal. Saya mahu belikan makanan untuk Hassan dan Husain." Ali berkata: "Biar saya sahaja yang pergi membeli makanan."
Fatimah segera menyerahkan enam dirham itu kepada suaminya. Ali keluar lagi bagi membeli makanan. Di tengah jalan, Ali bertemu seorang lelaki yang berkata: "Siapa yang mahu memberikan pinjaman kepada Tuhan yang maha pengasih dan selalu menepati janji?"
Tanpa berfikir panjang, Ali menyerahkan semua wangnya sebanyak enam dirham. Lalu dia pulang dengan tangan kosong. Fatimah, yang melihat suaminya pulang tanpa membawa makanan, menangis. Ali pun bertanya: "Wahai Fatimah mengapa kamu menangis?"
"Wahai suamiku, kamu pulang tanpa membawa apa-apa," kata Fatimah. Ali menjawab: "Aku meminjamkan wang itu kepada Allah."
Fatimah berkata: "Sekiranya begitu, saya menyokong tindakanmu." Ali kemudian keluar rumah lagi dan berniat hendak menemui Nabi s.a.w. Di tengah jalan seorang Arab Badwi yang sedang menuntun seekor unta menghampirinya, dan berkata: "Wahai Aba-al Hassan, belilah unta ini."
Ali berkata: "Saya tidak mempunyai wang." "Kamu boleh membayarnya pada bila-bila masa," kata Badwi itu. "Berapa harganya?" tanya Ali. "Tidak mahal, 100 dirham sahaja."
"Baiklah, saya beli," kata Ali yang kemudian meneruskan perjalanannya menuntun unta. Baru beberapa langkah Ali berjalan, seorang Badwi lain menghampirinya dan bertanya: "Hai Abu Hassan, adakah kamu hendak menjual unta ini?" "Ya," jawab Ali.
"Berapa?" Tanya Badwi itu. "300 dirham," jawab Ali.
"Baiklah saya beli," kata Badwi itu dan terus memberikan wang RM300 dirham kepada Ali.
Ali segera pulang ke rumah kerana hendak menceritakan peristiwa itu kepada Fatimah. Setibanya di rumah, Fatimah bertanya: "Apa yang kamu bawa itu wahai Abu Hassan?" "Wahai Fatimah, saya membeli seekor unta dengan harga 10 dirham, kemudian saya menjualnya dengan harga RM300 dirham," jawab Ali.
Seterusnya Ali pergi menemui Nabi s.a.w. di masjid. Melihat Ali sampai di masjid, Nabi tersenyum dan berkata: "Wahai Abu Hassan, adakah kamu mahu bercerita ataupun biarkan saya sahaja yang bercerita?"
"Kamu sahaja yang bercerita, wahai Rasulullah," kata Ali. "Hai Abu Hassan, tahukah kamu siapa orang Badwi yang menjual unta dan Badwi yang membeli unta daripada kamu tadi?" Ali menggeleng: "Tidak, Allah dan rasul-Nya yang lebih tahu."
Nabi menjelaskan: "Berbahagialah kamu. Kamu meminjamkan enam dirham kepada Allah. Allah memberikan kembali kepadamu 300 dirham. Setiap satu dirham mendapat ganti 50 dirham. Orang Badwi yang pertama menemuimu itu adalah malaikat Jibrail dan yang kedua adalah malaikat Mikail."

Wednesday, May 5, 2010

FW: ' Ibubapa bukan liabiliti '




 
PETIKAN : 'Nota Hati Seorang Lelaki' 
 

Inilah cerita benar. Cerita benar seorang penulis yang Berjaya. Beginilah
kisahnya...
Entahlah apa yang selalu bermain pada fikiran ayah. Apabila saya ingin
pulang kembali ke kota , dia kerap minta duit. Seakan-akan mendesak....
" Ada duit? Minta ayah sedikit.."

Saya masih ingat waktu itu kehidupan saya terlalu sukar. Untuk mendapat
seratus ringgit di dalam poket pada satu-satu masa pun payah. Kalau balik
kampung selalunya duit yang ada hanya cukup-cukup tambang. Mujurlah, isteri
dan ana k- ana k saya sudah faham. Alhamdulilah mereka 'sporting' dan tidak
banyak meragam.


"Emak, ayah asyik minta duit. Bukan tak mahu bagi, tapi saya memang tak ada
duit," Bisik saya kepada emak. Emak seperti biasa, berwajah selamba, sukar
ditembak reaksinya.

" Bagilah beberapa yang ada," cadang emak pendek.
"Takkan 5 ringgit?"

Emak mengganguk.
Saya rasa bersalah untuk memberi ayah wang sebanyak itu. Apalah yang boleh
dibeli dengan wang 5 ringgit....Tapi ker ana tidak mahu menghampakan harapa
ayah dan ikutkan cadangan emak, saya gagahi juga memberinya.

Ayah selalunya tersenyum menerima pemberian saya. Tetapi yang mengejutkan
ialah apabila kami sekeluarga berada dalam perut bas dalam perjal ana n pulang
ke kota . Di kocek ana k saya sudah terselit wang sepuluh ringgit. Siapa yang
bagi kalau bukan ayah? 10 tolak 5, saya masih 'untung' 5 ringgit. Geli hati
mengenangkannya.

Begitulah selalunya tahun demi tahun. Apabila kami pulang ziarah ke kampung,
saya akan memberi pemintaan ayah. Kengkadang terlupa, tetapi ayah akan
selalu mengigatkan. Akhirnya, saya memang sediakan peruntukan khas untuk
diberikan kepada ayah setiap kali pulang kampung. Kedudukan ekonomi saya
yang masih goyah kekadang hanya mengizinkan wang dua ringgit untuk diberikan
kepada ayah. Ironinya, ayah tetap dengan pemintaannya dan tetap tersenyum
apabila menerima. Tidak kira berapa jumlahnya. Emak terus-terusan selamba.
Saya masih sukar menandingi ketajaman rasa seorang isteri (emak) dalam
memahami hati suaminya (ayah).

Begitupun setiap kali dalam perjal ana n pulang, kocek ana k saya akan jadi
sasaran. Kekadang itulah duit pelengkap membeli tiket pulang. Ayah akan
setiap memasukkan duit yang melebihi jumlah saya berikan kepadanya. Saya
tidak mengambil masa lama untuk memahami apa maksud tersirat disebalik
perlakuan ayah itu. Dia meminta wang pada saya bukan ker ana 'tidak ada',
tetapi dia ada sesuatu yang lebih besar ingin dicapainya atau
di sam paikannya.


Namun, secara bertahap-tahap buku tulisan saya semakin mendapat sam butan.
Bukan itu sahaja, perniagaan yang saya mulakan secara kecil-kecilan semakin
membesar. Kalau dulu kami pulang ke kampung dengan bas, tetapi selepas
beberapa tahun saya pulang dengan kereta milik sendiri. Saya masih ingat
komen ayah ketika saya pulang dengan kereta kecil Kancil milik kami sendiri.

"Nanti, besarlah kereta kamu ini...." ujur ayah senyum.

Apapun saya tetap memenuhi permintaan ayah setiap kali pulang ke kampung.
Wang saya dahulukan kepadanya. Dan ayah juga konsisten dengan sikapnya, ada
sahaja wang yang diselitkan dalam kocek ana k saya.

" Eh tak payahlah ayah..." sekarang saya mula berani bersuara. Ekonomi
keluarga sudah agak stabil. Malu rasanya mengambil duit ayah walaupun
perantaraan pemberian datuk kepada cucunya. Saya tahu dan sedar, hakikatnya
ayah hendak memberi kepada saya sejak dulu, tetapi sengaja atau tidak ingin
saya merasa segan, duit diberi melalui ana k.

"Kenapa, dah kaya?" usik ayah. Hendak tak hendak, duit dikocek ana k tetap
diselitkannya. Cuma sekarang bezanya, duit  itu tidak lagi 'dikebas' oleh
saya. Dan dalam hati, saya mula berasa senang ker ana jumlah yang saya
berikan kepada ayah, kini sudah melebihi apa yang mampu diselitkan ke kocek
ana k saya. Tidak semacam dulu lagi, duit pemberian ayah kepada ana k saya
sentiasa melebihi duit pemberian saya kepadanya.

Masin sungguh mulut ayah. Tidak sam pai tiga tahun, kami bertukar kereta!. Di
sam ping menulis, saya menjadi penerbit. Perniagaan semakin rancak. Oleh
sebab bilangan ana k bertambah dan keperluan kerja yang meningkat saya sudah
membeli MPV utuk kegunaan harian. Anak- ana k mula menjejak menara gading.
Kehidupan semakin laju dan aktiviti semakin rancak. Namun sibuk sekalipun
saya tetap pulang menziarahi ayah dan ibu. Anehnya ayah tetap memberi kepada
ana k saya walaupun kini saya telah dikenali sebagai korporat yang berjaya.
Rupa-rupanya, ayah memberi bukan ker ana kekurangan atau kelebihan kami,
tetapi dia MEMBERI KERANA ALLAH. Mencontohi Allah al-Wahhab itu!

Anda ingin tah apa pesan penulis itu kepada saya? Ya, mari kongsi ber sam a :


Kini aku benar-benar faham baha wa ibu ayah yang tua bukan beban dalam
kehidupan di dunia, lebih-lebih lagi dalam kehidupan di akhirat. Mereka
bukan 'liabiliti' tetapi sebenarnya aset untuk kita (walaupun istilah itu
sebenarnya kurang atau tidak tepat ker ana ibubapa bukan benda). Rugi betul
siapa yang mempunyai ibu bapa yang telah tua tetapi mengabaikannya.

"memberi kepada ibu bapa hakikatnya memberi kepada diri sendiri. Walaupun
itu bukan niat kita ketika memberi, tetapi percayalah rezeki berganda akan
pulang kepada kita semula. DOA MEREKA MUSTAJAB. Harapan mereka kenyataan.  Kasih mereka bekalan. Benarlah sepertim ana sabda Rasulullah s.a.w, keredhaan Allah terletak kepada keredhaan ibu bapa."



Baiklah, inilah sebenarnya rahsia 'perniagaan' yang jarang-jarang
diperkatakan oleh tokoh korporat. Juga tidak pernah ditulis dalam m ana -m ana
buku perniagaan. Masih punya ibubapa? MEMBERILAH KEPADA MEREKA. Tidak ada?
Tidak mengapa, memberilah kepada ana k- ana k anda. Tidak ada juga?  Memberilah kepada sesiapa sahaja. Kita sentiasa berfikir untuk memberi. Memberi kepada orang lain bererti memberi kepada diri kita sendiri walaupun itu bukan maksud kita ketika mula memberi
!

Saturday, April 10, 2010

SEDEKAH JARIAH - KEBAJIKAN YANG TAK BERAKHIR!


1.     Berikan al-Quran pada seseorang, dan setiap dibaca, Anda mendapatkan hasanah.

2.     Berikan kerusi roda ke hospital dan setiap orang sakit menggunakannya, Anda dapat
        hasanah.

3.     Berkongsi bahan bacaan yang membangun dengan seseorang.

4.     Bantu mendidik seorang anak.

5.     Ajarkan seseorang sebuah do'a. Pada setiap bacaan do'a itu, anda dapat hasanah.

6.     Berkongsi CD Quran atau Do'a.

7.    Terlibat dalam pembangunan sebuah masjid.

8.    Tempatkan pendingin air di tempat umum.

9.    Tanam sebuah pohon. Setiap seseorang atau binatang berlindung dibawahnya, Anda dapat
       hasanah.

10.   Hantarkan email ini dengan orang lain. Jika seseorang menjalankan salah satu dari hal     
        diatas, Anda dapat hasanah sampai hari Qiamat


KELEBIHAN AYAT-AYAT ALQURAN

1.     Surah Al Baqarah – Ayat 285 – 286 :-
        Baca sebelum tidur, terselamat dari segala bala bencana dan mara bahaya.

2.     Surah Ali ‘Imran – Ayat 1 – 3 :-
        Baca, akan tercapai kesihatan dari segala penyakit dan terselamat dari gangguan jin

3.     Surah Ali ‘Imran – Ayat 16 :-
       
Baca untuk memohon keampunan dari Allah swt.

4.     Surah Annisaa’ – Ayat 75 :-
        Nescaya ia akan terselamat dari kejahatan para penjahat.

5.     Surah Al Maidah – Ayat 7 :-
        Baca 3 hari berturut-turut selamat dari was-was masa wudhu dan solat.

6.     Surah Al Maidah – Ayat 89 – 101 :-
        Baca dalam air dan beri minum pada orang yang berdusta, nescaya tidak akan bercakap  
        dusta lagi.

7.      Surah Al An’aam :-
         Baca 7 kali akan terhindar dari segala bala bencana.


8.      Surah Al An’aam – Ayat 63 – 64 :-
         Dibaca oleh penumpang kapal akan terselamat dari karam dan tenggelam

9.      Surah Al A’Raaf – Ayat 23 :-
         Baca tiap-tiap solat fardhu lalu istighfar akan terampun dosa.

10.    Surah Al A’Raaf – Ayat 47 :-
         Baca akan terpelihara dari kekacauan para penzalim dan mendapat rahmat Allah.

11.    Surah Al Anfal – Ayat 62 – 63 :-
         Nescaya akan dicintai dan dihormati oleh sekalian manusia.

 12.    Surah Al Baraah :-
          Terselamat dari kemunafikan dan tercapai hakikat iman.

 13.     Surah Al Baraah – Ayat 111 :-
           Baca di kedai atau tempat berniaga, nescaya akan maju.

14.      Surah Al Baraah – Ayat 128 – 129 :-
           Baca untuk orang sukakan kita. Selalulah menghafal bacaan ini dan sekiranya pada
           seketika waktu kita terlupa membaca walaupun berulang-ulang kali masih tidak
           mengingatinya, itu menandakan ajal kita semakin hampir.

15.      Surah Yunus – Ayat 31 :-
           Baca pada wanita hamil, lahir anak dengan selamat.

16.      Surah Yunus – Ayat 64 :-
           Nescaya terhindar dari mimpi-mimpi buruk dan mengigau.

 17.     Surah Al Hud :-
            Mendapat kekuatan dan kehebatan serta ketenangan dan tenteram jiwa.

 18.      Surah Al Hud – Ayat 56 :-
            Baca setiap masa akan terselamat dari gangguan manusia jahat dan binatang liar

 19.      Surah Al Hud – Ayat 112 :-
            Baca 11 sekali selepas solat 5 waktu akan mencapai ketetapan hati.

  20.     Surah Yusuf :-
            Baca dimurahkan rezeki dan diberi kemuliaan disisi Allah.

21.       Surah Yusuf – Ayat 64 :-
            Baca akan terhindar dari kepahitan dan kesukaran hidup.

22.       Surah Yusuf – Ayat 68 :-
           Baca nescaya Allah akan kurniakan kesolehan pada anak-anak.

23.       Surah Ar Ra’d – Ayat 13 :-
           Baca akan selamat dari petir.

24.       Surah Ar Ra’d – Ayat 28 :-
            Baca nescaya sakit jantung akan sembuh.

25.       Surah Ibrahim – Ayat 32 - 34 :-
            Baca nescaya anak-anak akan terhindar dari syirik dan bidaah.

26.       Surah Al Hijr – Ayat 97 – 99 :-
            Baca pada wanita yang selalu keguguran, nescaya kandungan akan selamat.

27.       Surah Al Isra – Ayat 45 - 46 :-
             Baca untuk pendinding diri dari kejahatan manusia.

28.       Surah Al Kahf :-
             Baca surah ini setiap malam Jumaat, dimurahkan rezeki.

29.       Surah Maryam :-
             Nescaya mendapat kejayaan di dunia dan akhirat.

30.       Surah Thaha :-
             Allah akan kurniakan ilmu pengetahuan dan tercapai segala maksud.

31.       Surah Thaha – Ayat 25 - 28 :-
            Baca 21 kali setiap solat Subuh, nescaya otak akan cerdas dan akal sempurna.

32.      Surah Al Anbia – Ayat 83 :-
           Baca nescaya mendapat sebesar-besar pangkat disisi Allah.

33.      Surah Al Hajj :-
           Allah akan binasakan musuh-musuhnya.

34       Surah Al Mu’Minun :-
           Baca dalam air beri minum pada orang yang minum minuman keras, nescaya           
           berhenti minum.

35.     Surah Al Mu’Minun – Ayat 28 :-
          Perahu selamat dari karam dan rumahnya akan selamat dari kecurian dan dari serangan  
          musuh

36.     Surah An Nur :-
          Baca nescaya terhindar dari mimpi-mimpi buruk.

37.     Surah An Nur – Ayat 35 :-
          Baca setiap hari Jumaat sebelum solat Asar, nescaya disegani oleh orang ramai.

38.      Surah Al Furqan :
          Baca 3 kali dalam air dan percikkan dalam rumah, nescaya selamat dari gangguan        
          binatang liar dan ular.



39.      Surah Asy Syu’ara’ – Ayat 130 :-
           Baca 7 kali dengan senafas pada orang-orang yang digigit binatang bisa, nescaya akan
           hilang bisanya.

40.       Surah An Naml :-
            Baca nescaya nikmat-nikmat Allah akan kekal kepadanya.

41.       Surah Al Ankabut :-
           
Nescaya demam sembuh dan juga terhindar dari gelisah.

42.       Surah Ar Rum :-
            Baca nescaya Allah akan binasakan orang-orang yang hendak menzaliminya.

43.       Surah Luqman :-
           
Baca nescaya terhindar dari segala penyakit-penyakit perut.

44.       Surah Luqman – Ayat 31 :-
Baca nescaya terselamat dari bencana banjir.

45.       Surah As Sajadah :-
Baca setiap malam Jumaat.

46.       Surah As Sajadah – Ayat 7 – 9 :-

Baca ke atas kanak-kanak baru lahir, nescaya terhindar dari segala penyakit rohani dan
jasmani.

47.       Surah Al Ahzab – Ayat 45 - 48 :-
Baca nescaya mendapat kemuliaan dan kehormatan sejati.

48.       Surah Al Ahzab – Ayat 60 - 66 :-
Baca nescaya Allah akan membinasakan musuh-musuhnya.

49.       Surah Saba :-
Baca nescaya terselamat dari segala bala bencana.

50.       Surah Fathir – Ayat 29 - 30 :-
Baca nescaya Allah akan memberkati perniagaannya.

51.       Surah Yasin :-
Baca setiap malam Jumaat, baca 41 kali nescaya tercapai segala hajat. 21 kali, doa
istighfar untuk ibubapa akan diampunkan oleh Allah.

52.       Surah As Saffat :-
            Insyaallah akan memelihara daripada gangguan jin.

53.       Surah Shad – Ayat 42 :-
           
Nescaya mendapat kebahagiaan sejati.

54.       Surah Al Furqan :-
           
Baca 3 kali dalam air dan percikkan dalam rumah, nescaya selamat dari gangguan
            binatang liar dan ular.

55.       Surah Asy Syura – Ayat 15 :-
Memohon perlindungan dan untuk menegakkan keadilan.

56.       Surah Ad Dukhan :-
             Baca.

57.       Surah Al Waqiah :-
            
Baca setiap malam jauh dari papa. Baca 40 kali setiap hari akan dipermudahkan rezeki

58.       Surah Al Mulk :-
           
Baca setiap hari solat Isyak akan mendapat keampunan. Terlepas siksa kubur dan     
            terkeluar dari neraka masuk ke syurga.


Barangsiapa yang membaca surah YASSIN sepenuhnya dan pada ayat ke 58 surah tersebut
" SALAMUUN QAULAN MIN RABBIN RAHIM " diulang sebanyak 7 kali untuk 7 niat baik mu, Insyallah dengan izin yang maha esa dan maha kuasa, semua hajatmu akan dikabulkan.


Jika boleh niatkan sebegini:


1) YA-ALLAH YA-RAHIM                               - 
Ampunkan dosa-dosaku dan saudara-maraku

2) YA-ALLAH YA-RAHMAN                                      -  Kurniakan aku isteri,suami,anak-anak yang
                                                                            soleh dan mencintai islam

3) YA-ALLAH YA-RAZZAK                             -  Kurniakan aku rezeki yang berkat,kerja yang
                                                                            baik berjaya didunia dan akhirat.

4) YA-ALLAH YA-JABBAR                            -  Makbulkan hajat penghantar maklumat yang
                                                                            aku dapat ini

5) YA-ALLAH YA-MUTAQABBIR                -  Jauhkan aku dari sifat khianat dan munafiq dan
                                                                            miskin

6) YA-ALLAH YA-WADUUD                          -   Kurniakan aku dan seluruh umat muhammad
                                                                            yang beriman kesihatan zahir batin

7) YA-ALLAH YA-ZALJALA LIWAL IKRAM -  Makbulkanlah semua hajatku, dan
                                                                           redhaikanlah aku