Pages

Showing posts with label masuk islam. Show all posts
Showing posts with label masuk islam. Show all posts

Sunday, May 16, 2010

Kisah Jesus Memberi Kekuatan Iman Kepada Vicente Mota Alfaro

http://www.arrahmah.com/images/stories/09/mans.gif
Kisah Yesus Tingkatkan Muallaf  Spanyol
Tiga belas tahun yang lalu Vicente Mota Alfaro adalah salah seorang pemeluk Kristen yang taat yang secara rutin mendatangi kelas Minggu dan membaca Injil setiap harinya.
Namun hari ini, dia tidak hanya seorang Muallaf, namun dia adalah Imam Masjid dari Pusat Kebudayaan Islam Valensia (CCIV).
Selain merupakan Muallaf pertama yang dipersilakan mengimami setiap kali sholat berjamaah, dia juga merupakan anggota Dewan Kepengurusan CCIV sejak 2005.
Pemimpin kelompok Muslim Valensia menetapkan Alfaro sebagai Imam besar, dan berterima kasih atas kerja kerasnya.
“Dia pantas kami pilih karena kehebatan pengetahuan agamanya”, kata El-Taher Edda Sekretaris Umum Liga Islam bagian Dialog dan Perdamaian.
Dia meyakini Alfaro telah menyebarkan pesan yang nyata mengenai Muallaf yang bergabung dalam kekuatan Islam.
Beberapa media setempat tidak lama lalu melaporkan adanya peningkatan jumlah Muallaf di Spanyol, tanpa adanya pertentangan dari pihak manapun.
Diperkirakan Muslim Spanyol berjumlah 1.5 juta dari 40 juta penduduk keseluruhan. Islam merupakan agama terbesar kedua setelah Kristen.
Ketika masyarakat bertanya kepada Alfaro bagaimana dia dapat menjadi seorang Muallaf, dia akan memberikan jawaban yang sederhana.
“Allah telah menjadikan Islam sebagai agama dan hidupku”, katanya mantap.
Saat itu Alfaro berusia 20 tahun dan masih berkuliah ketika dia memutuskan untuk menjadi Muallaf.
“Saya membaca Al-Quran, saya menemukan kebenaran tentang Nabi Isa dan saya putuskan menjadi Muallaf”.
Pada awalnya dia adalah seorang pemeluk Kristen yang taat.
“Dulunya saya rutin pergi ke Gereja tiap Minggu dan membaca Injil setiap harinya”.
“Pada saat itu saya tidak tahu sama sekali mengenai Islam”.
Dia mempunyai seorang tetangga Muslim Algeria yang memperkenalkannya pada Islam.
“Ketika berbincang-bincang dia mengatakan bahwa seluruh umat manusia adalah keturunan Adam dan Hawa, dan semuanya merupakan anak dari Nabi Ibrahim”, kenangnya.
“Saya terkejut mengetahui bahwa dalam Islam juga mengenal Adam, Hawa, dan Ibrahim”.
Perbincangan tersebut rupanya membuat Alfaro muda semakin ingin mengetahui tentang Islam.
“Selanjutnya, saya meminjam salinan Al-Quran dari perpustakaan”.
Dia membawanya pulang dan membaca salinan Al-Quran tersebut dengan teliti.
Namun titik balik bagi Alfaro datang ketika dia membaca kisah tentang Yesus (Nabi Isa) dan kejadian penyaliban.
“Sebelumnya yang saya ketahui adalah Yesus merupakan anak Tuhan yang diutus ke dunia untuk menebus dosa umat manusia, dan sebetulnya hal tersebut cukup mengganggu saya”.
“Dan saya temukan jawabannya dalam Al-Quran. Yesus tidak pernah disiksa ataupun disalib”.
Muslim meyakini Nabi Isa sebagai salah satu Rasul yang diberi penghormatan lebih.
Dalam Islam, Nabi Isa tidak mengalami penyaliban, namun diangkat ke surga dan akan diturunkan kembali pada akhir zaman untuk memerangi Dajjal Al-Masih dan akan membawa kemenangan dan kejayaan bagi Islam.
Dan kisah tersebut merubah keyakinan Alfaro untuk menjadi seorang Muallaf bernama Mansour.
“Dengan cepat saya menyadari bahwa Al-Quran adalah Kitab Tuhan yang sesungguhnya, dan saya tidak pernah menyesal menjadi seorang Muallaf”. (Hanin Mazaya/SM)

Thursday, March 25, 2010

Masuk Islam Kerana Ingin Tahu Islam Teroris -Daniel Streich.



DANIEL Streich, seorang ahli politik Swiss. Beliau terkenal kerana kempen menentang pembinaan masjid di negaranya, tetapi tanpa disangka-sangka telah memeluk agama Islam. Streich merupakan seorang politikus terkenal, dan dia adalah orang pertama yang mencetuskan larangan terhadap kubah masjid, bahkan mempunyai idea untuk menutup masjid-masjid di Swiss.
Beliau berasal dari Parti Rakyat Swiss (SVP). Pengumuman kesaksian Streich ke agama Islam membuat heboh seluruh Switzerland. Streich mempropagandakan anti-gerakan Islam begitu meluas ke seluruh negara. Dia menaburkan benih-benih kemarahan dan cemuhan bagi umat Islam di negara itu, dan membuka jalan pemikiran orang ramai terhadap mimbar, kubah dan masjid.
Tetapi sekarang Streich telah menjadi seorang pemeluk Islam. Pemikiran anti-Islam akhirnya membawanya begitu dekat dengan agama ini. Streich sekarang mempunyai keinginan untuk membangun masjid paling indah di Eropah, iaitu di Switzerland. Kini ada 4 masjid di Swiss dan Streich ingin membuat masjid yang kelima. Beliau mengakui ingin mencari 'pengampunan dosa' setelah cuba meracuni Islam.
Sehingga kini larangan kubah masjid telah memperoleh status undang-undang. Abdul Majid Aldai, presiden OPI, sebuah LSM, bekerja untuk kesejahteraan Muslim, mengatakan bahawa orang Eropah sebenarnya memiliki keinginan yang besar untuk mengetahui tentang Islam. Beberapa dari mereka ingin tahu tentang hubungan antara Islam dan terorisme; sama halnya dengan Streich. Ceritanya, ternyata selama konfrontasi, Streich mempelajari Alquran dan mulai memahami Islam.
Streich adalah seorang anggota penting Partai Rakyat Swiss (SVP). Beliau mempunyai posisi penting dan pengaruhnya menentukan tindakan parti. Selain petisyennya tentang kubah masjid itu, dia juga pernah memberi kemenangan tentera di Swiss Army dengan popularitinya.
Beliau lahir di sebuah keluarga Kristian. Streich melakukan studi komprehensif Islam semata-mata untuk memfitnah Islam. Tetapi ajaran Islam memberi kesan mendalam pada dirinya. Akhirnya beliau berlawan dengan pemikirannya sendiri. Dari kegiatan politiknya, beliau memeluk Islam. Sehingga beliau dendiri sendiri disebut oleh SVO sebagai 'syaitan'.
Dulu, beliau mengatakan sering meluangkan waktu membaca Alkitab (kitab Kristian) dan sering pergi ke gereja. Tapi kini beliau membaca Alquran dan melakukan solat lima waktu setiap hari. Beliau membatalkan keanggotaannya di parti dan membuat pernyataan publik tentang keIslamannya. Streich mengatakan beliau telah menemui kebenaran hidup dalam Islam, yang tidak dapat ditemukan dalam agama sebelumnya. (AK)