Pages

Showing posts with label bencana. Show all posts
Showing posts with label bencana. Show all posts

Saturday, February 11, 2012

321 kawasan berisiko tinggi terkena bencana

321 kawasan berisiko tinggi terkena bencana
JAKARTA - Sejumlah 321 daerah atau bandar di Indonesia mempunyai risiko tinggi terkena bencana sama ada bencana alam, wabak penyakit dan konflik sosial.

Manakala 173 daerah atau bandar mempunyai risiko yang sederhana.

Fakta ini terkandung dalam peta risiko nasional yang disiapkan Badan Nasional Pengurusan Bencana (BNPB) Indonesia, yang menyenaraikan 13 jenis bencana yang berlaku di republik itu.

Jenis-jenis bencana itu ialah gempa bumi, tsunami, letusan gunung berapi, puting beliung, kemarau, banjir, tanah runtuh, gelombang ombak besar, kebakaran tanah dan hutan, wabak penyakit, kegagalan teknologi, kebakaran bangunan dan kawasan penempatan serta konflik sosial.

BNPB dalam paparan di laman webnya hari ini menyebut bahawa peta risiko nasional itu meliputi kesemua 33 negeri (provinsi) di Indonesia, untuk 13 jenis bencana itu.

Ia bagaimanapun tidak menyebut nama-nama daerah dan bandar yang dinyatakan berisiko tinggi terkena bencana itu.

Badan itu telah meminta kerajaan negeri dan pihak berkuasa tempatan terus memberi perhatian kepada soal pengurusan bencana bagi mengelakkan kesan-kesan buruk yang boleh menimbulkan kerosakan dan kerugian besar.

321 kawasan berisiko tinggi terkena bencana - Global - Sinar Harian:

'via Blog this'

Friday, December 23, 2011

PBB rayu bantuan dana bencana untuk Filipina


Mangsa-mangsa Taufan Washi beratur untuk mengambil agihan bantuan makanan di pusat pemindahan sementara di Cagayan de Oro, Mindanao di Filipina, semalam. - REUTERS


MANILA 22 Dis. - Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu (PBB) hari ini merayu sumbangan dana sebanyak AS$28.6 juta (RM91 juta) untuk membantu lebih setengah juta mangsa taufan di Filipina.
Koordinator Kemanusiaan PBB di Filipina yang juga pengarah Pertubuhan Kesihatan Dunia di negara ini, Soe Nyunt-U berkata, dana itu akan menyediakan 'bantuan menyelamatkan nyawa' kepada mangsa-mangsa banjir.
"PBB dan rakan kumpulan kemanusiaan lain bekerja keras untuk membantu usaha kerajaan Filipina.
"Namun negara ini kini memerlukan bantuan yang sangar besar," kata Nyunt-U.
Lebih 640,000 orang dipindahkan akibat Taufan Washi yang memusnahkan seluruh perkampungan di selatan negara ini lewat minggu lalu, menurut Pejabat Pertahanan Awam (OCD).
Kebanyakan mangsa berkhemah di jalan-jalan raya dan di sekitar perkampungan mereka yang musnah, manakala 43,000 lagi menetap di pusat pemindahan yang sesak.
Nyunt-U turut menyifatkan bandar Cagayan de Oro and Iligan yang terjejas teruk akibat taufan itu sebagai dilanda tsunami darat dengan hampir semua kawasan musnah dan hanya tinggal beberapa bangunan yang masih berdiri.
Menurut laporan, beratus-ratus orang lagi masih hilang dan lebih ramai pasukan penyelamat menyertai operasi mencari hari ini.
Pengerusi Pihak Berkuasa Pembangunan Metro Manila, Francis Tolentinoturut tiba di Cagayan de Oro bersama 19 anggota pasukannya untuk membantu operasi mencari mangsa.
Angka korban hari ini meningkap kepada 1010 orang dan kebanyakan mayat ditemui terapung di laut, tetapi penduk percaya ramai yang hilang tertimbus di bawah runtuhan pokok dan lumpur. - DPA
Utusan Malaysia Online - Luar Negara:

'via Blog this'

Friday, November 12, 2010

Menyikapi BENCANA ALAM

Tanah Longsor Wasior

Merapi Meletus
Tsunami Mentawai

Sahabat Hikmah

Setelah berbagai MUSIBAH menimpa negeri kita,
Marilah kita menengok bait syair Ebiet G. Ade, semoga mendapat Hikmah :

Kita mesti telanjang dan benar-benar bersih
Suci lahir dan di dalam batin
Tengoklah ke dalam sebelum bicara
Singkirkan debu yang masih melekat..

Singkirkan debu yang masih melekat..

Anugerah dan bencana adalah kehendak-Nya
Kita mesti tabah menjalani
Hanya cambuk kecil agar kita sadar
Adalah Dia di atas segalanya..

Adalah Dia di atas segalanya..

Anak menjerit-jerit, asap panas membakar
Lahar dan badai menyapu bersih
Ini bukan hukuman, hanya satu isyarat
Bahwa kita mesti banyak berbenah
Memang, bila kita kaji lebih jauh
Dalam kekalutan, masih banyak tangan
Yang tega berbuat nista… oh

Tuhan pasti telah memperhitungkan
Amal dan dosa yang kita perbuat
Kemanakah lagi kita kan sembunyi
Hanya kepada-Nya kita kembali
Tak ada yang bakal bisa menjawab
Mari, hanya tunduk sujud padaNya
hooo…hooo....hooo

Kita mesti berjuang memerangi diri
Bercermin dan banyaklah bercermin
Tuhan ada di sini di dalam jiwa ini
Berusahalah agar Dia tersenyum…ho..
du..du…du..du..du..
du..du..du..du..
oh… ho…ho…ho…
du..du..du..du..
Berubahlah agar Dia tersenyum

Semoga saudara-saudara kita yang terkena musibah diberi ketabahan,
yang meninggal diampuni oleh Allah subhanahu wa ta’ala,
dan kita yang tidak terkena musibah mendapat HIKMAH buat kehidupan kita agar:

Berjuang memerangi diri
Bercermin dan banyaklah bercermin
Dan berusaha agar Dia tersenyum...
Wassalam

OFA

Menyikapi Bencana Alam
Baru baru ini, saudara-saudara kita di jawa tegah dan DIY  dilanda musibah bencana alam yang maha dasyat menyusul rentetan musibah besar yang dialami bangsa Indonesia setelah tsunami di Aceh, gempa di Nias dan mereka pun kini masih harus bersiap-siap menghindari lava panas gunung Merapi.

Manusia di muka bumi ini adalah khalififah, yang diberi kemampuan oleh Allah untuk mengelola, merawat dan mendaya gunakan dengan sebaik-baiknya, apabila manusia sebagai khalifah tak mumpu mengelolanya dengan baik maka akan munculah musibah-musibah dari hukum alam ini yang susah sekali untuk mengelakkannya. , sekedar contoh apabila manusia membabat habis hutan maka yang terjadi adalah banjir besar yang bisa meluluh lantakan orang yang tak bersalah sekalipun.

Namun disana terdapat juga musibah yang tidak disebabkan oleh ulah manusia dalam mengelola bumi, Angin yang tadinya mendistribusi awan (QS al-Baqarah/2:164) dan menyebabkan penyerbukan dalam dunia tumbuh-tumbuhan (Q.S. al-Kahfi/18:45), tiba-tiba tampil begitu ganas memorak-porandakan segala sesuatu yang dilalewatinya (QSFushshilat/41:16).

Gunung-gunung yang tadinya sebagai pasak bumi (QS al-Naba'/78:7), tiba-tiba memuntahkan debu, lahar panas, dan gas beracun (QS al-Mursalat/77:10 atau yang baru saja menimpa saudara-saudara kita di jawa tengah ketika lempengan-lempengan bumi bergeser maka terjadilah gempa yang tidak terduga.

Bencana seperti ini adalah merupakan ujian bagi kita semua, karena musibah ini telah menimpa tidak saja bagi orang yang berdosa tapi juga bagi orang yang beriman. Mereka menanggung penderitaan yang sama, marilah kita menghindarkan anggapan bahwa ini merupakan azab atas dosa-dosa yang diperbuat oleh para korban sendiri., disaat kita menganggap ini azab, maka bagi korban yang menderita  akan mendapatkan kesusahan dua kali, pertama musibah itu sediri dan yang kedua adalah suudlon kita, tentunya ungkapan-ungkapan itu akan menyudutkan bagi yang terkena musibah. Cara kerja azab Tuhan di dalam Alquran hanya menimpa kaum yang durhaka dan tidak menimpa atau mencederai orang-orang yang shaleh dan taat pada Tuhan. Sedangkan cara kerja mushibah dan bala tidak membedakan satu sama lainnya.

Memang telah terdapat ayat-ayat yang menerangkan tentang azab umat—umat terdahulu Bentuk azab itu antara lain:
1) banjir besar (mungkin ini gelombang tsunami pertama) seperti yang ditimpakan pada umat Nabi Nuh;
 2) bencana alam dahsyat berupa suara yang menggemuruh seperti yang ditimpakan kepada umat Nabi Syu'aib;
3) tanah longsor dahsyat seperti yang ditimpakan kepada umat Nabi Luth;

Meski demikian Secara historis, Nabi Muhammad adalah seorang nabi yang tidak pernah sekalipun mendoakan ummatnya agar celaka. Dia tidak pernah menghadapi kondisi psikologis yang sangat mengecewakan dan menyerah dalam berda’wah pada umatnya, Maka, dia tidak pernah berdoa minta azab kepada Allah bagi kaum-kaumnya yang tidak taat.

Musibah adalah suatu keniscayaan yang melanda semua manusia, baik secara perorangan maupun kelompok. Perasaan takut, lapar, kekurangan harta, jiwa, sampai kekurangan buah-buahan yang dibutuhkan, selalu menyertai mereka yang terkena musibah.
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنْ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنْ الْأَمْوَالِ وَالْأَنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرْ الصَّابِرِينَ (البقرة155) الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ (البقرة156) أُوْلَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُوْلَئِكَ هُمْ الْمُهْتَدُونَ (البقرة157)
''Dan sesungguhnya akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan, dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Mereka itulah yang mendapat keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.'' (QS Al-Baqarah (2): 155-157).

Maka, bagaimana kita harus menyikapi musibah yang memang diluar kemampuan manusia untuk mengelolanya?

Pertama  : kita maknai bahwa peristiwa ini semua adalah semata-mata ujian dari sang maha kuasa atas seluruh alam semesta ini, dan ketika kita bisa melaluinya maka Allah akan menaikkan derajat keimanan kita.
Seperti sabda Rasulullah SAW, ''Siapa yang akan diberi limpahan kebaikan dari Allah, maka diberi ujian terlebih dahulu.'' (HR Bukhari Muslim).

Kedua : Semua ujian haruslah kita hadapi dengan kesabaran,karena kesabaran adalah sebuah tanda lulusnya sebuah ujian, seperti pada sebuah hadis : ''Sungguh menakjubkan perkara orang yang beriman seluruh perkaranya menjadi baik. Ketika ditimpa musibah dia bersabar, itu membawa kebaikan baginya. Dan ketika mendapatkan nikmat dia bersyukur dan itu membawa kebaikan baginya.'' (Al-Hadis).

Ketiga : Bahwa seberat apapun ujian yang berupa musibah alam raya ini, kita yakin Allah pasti sudah proprosional dalam mengujinya dan tidak akan melebihi dari kesanggupan dalam menjalaninya bagi  orang yang tertimpa.
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ (البقرة286)
''Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.'' (QS Al-Baqarah (2): 286.

Keempat   : Apapun bentuk musibah yang di derita oleh seorang muslim,baik itu berupa kesususahan, penderitaan maupun penyakit, Allah akan menghapus sebagian kesalahan dan dosa, dengan demikian derajat para korban bencana akan mulia, bagi yang meninggal dunia dia akan mati syahid dan bagi yang masih hidup tentunya dengan kesabaran atas penderitaan itu Allah akan hapus sebagian kesalahan dan dosa dosanya.

Kelima : bagi kita yang tidak secara langsung mengalami musibah itu, hendaknya kita jadi peristiwa itu sebagai momentum untuk menyaksikan kebesaran dan keagungan Allah, sehingga akan menguatkan iman kita pada sang pencipta alam semesta.

Marilah kita bayangkan apabila musibah itu menimpa diri kita sendiri, keluarga kita, atau temen-teman kita, tentunya kita akan menderita dan susah menjalani cobaan besar ini. Maka marilah kita bantu para korban bencana semaksimal mungkin karena sekecil apapun bantuan itu akan sangat berharga sekali bagi kehidupan para korban yang masih hidup. Kita berharap musibah ini akan membawa kebaikan-kebaikan dalam ridlo Allah.

KITA semua berduka atas musibah ini. Kita semua harus mohon ampun atas semua dosa. Namun, kita tidak boleh mengeluh dan bersedih berkepanjangan serta kehilangan harapan pada Tuhan  Sembari bertobat dan mohon petunjuk Tuhan, mari kita baca hikmah dan pembelajaran dari musibah ini.

Sumber: Pesantrenvirtual.com


Korban Merapi
Korban Mentawai

Friday, November 5, 2010

BENCANA BERGANDA





Indonesia was rocked by two separate disasters earlier this week - a 7.7-magnitude earthquake triggered a tsunami on Monday that swept onto the Mentawai Island chain in western Indonesia, and less than 24 hours later and a few hundred miles away, Mount Merapi erupted multiple times, unleashing searing pyroclastic flows that destroyed villages and blanketed the countryside in ash. Rescue personnel are only now reaching some of the more remote areas, but as of this writing, it is estimated that nearly 300 people were killed by the tsunami, and at least 30 died near Mount Merapi . Collected here are early photos from the dual disasters, and the rescue and recovery efforts just underway.


LET US ALL PRAY FOR THEM!!

Please wait while the images Loads
 i01_25652505.jpg
A man wears a face mask as ash from the erupting Mount Merapi volcano blankets a street, at Kaliurang village in Sleman, on October 26, 2010 near Yogyakarta , Indonesia . Thousands have been ordered to evacuate as Mount Merapi , which last erupted in 2006, began to emit plumes of smoke and clouds of ash.


i02_25661437.jpg
This aerial photo shows a damaged building in a village flattened by Monday's earthquake triggered tsunami on Pagai island, West Sumatra, Indonesia, Wednesday, Oct. 27, 2010.


i03_25662217.jpg
A structure off its foundation and other destruction is seen in this October 26, 2010 photo taken on North Pagai (Pagai Utara), one of the Mentawai islands off the west coast of Indonesia 's Sumatra island after an earthquake and following tsunami hit the area the night before.


i04_25663103.jpg
This aerial photograph taken from Vice President Boediono's helicopter shows the remains of a village area swept away by a tsunami in North Pagai island, one of the Mentawai islands, on October 27, 2010.


i05_25661889.jpg
An aerial photo shows trees uprooted by Monday's earthquake-triggered tsunami on Pagai island, West Sumatra, Indonesia, Wednesday, Oct. 27, 2010.


i06_25660683.jpg
Villagers wrap recovered bodies in plastic in the tsunami-hit Muntei Baru Baru village, where hundreds of homes once stood, in the Cikakap subdistrict of Indonesia 's Mentawai islands on October 26, 2010.


i07_25660751.jpg
Bodies of young children lie in the tsunami-hit Muntei Baru Baru village, in Indonesia 's Mentawai islands on October 26, 2010.


i08_25663093.jpg
An aerial photograph taken from Vice President Boediono's helicopter shows a house swept away by a tsunami, leaving only the concrete floor area behind, in North Pagai island on October 27, 2010.


i09_25661521.jpg
Uprooted trees and a battered structure on Pagai island, West Sumatra, Indonesia, damaged by Monday's earthquake-triggered tsunami. Photo taken on Wednesday, Oct. 27, 2010.


i10_25657557.jpg
Australian tsunami survivors Daniel Scanlan, left, and injured Robert Marino walk on the pier upon their arrival at a port in Padang , West Sumatra, Indonesia, Wednesday, Oct. 27, 2010. The group of Australians said they were on the back deck of their chartered boat, anchored in a bay, when Monday's quake and tsunami struck. The 10-foot tsunami swept away hundreds of homes, and killed scores of villagers.


i11_25662987.jpg
Indonesian Vice President Boediono (3rd from right in white shirt), accompanied by officials, prays over recovered bodies of tsunami victims in North Pagai island on October 27, 2010.


i12_88371362.jpg
The sun rises over a smoking Mount Merapi on August 8th of 2010.


i13_25637527.jpg
A government volcanologist monitors Mount Merapi activity from Volcano Monitoring Centre in Yogyakarta on October 25, 2010. Indonesia ordered thousands of people to evacuate from around Mount Merapi as it raised the alert for its most active volcano to red, warning of a possible imminent eruption. Mount Merapi , which lies around 25 kilometers north of the town of Yogyakarta in the center of Java, last erupted in June 2006.


i14_25635285.jpg
A view of the Mount Merapi volcano emitting smoke is seen from Cangkringan village in the district of Sleman, central Java October 25, 2010.


i15_25653821.jpg
Villagers travel in a truck after being evacuated from their village to Girikerto village in Sleman, on October 26, 2010 near Yogyakarta , Indonesia . Authorities evacuated more than 11,000 villagers living on the slopes of the Mount Merapi volcano near Yogyakarta on Java after the alert status for an eruption was raised to the highest level.


i16_25649665.jpg
A rescuer carries an elderly woman to a temporary shelter as she is evacuated from her home on the slope of Mount Merapi , in Pakem, Yogyakarta , Indonesia on Tuesday, Oct. 26, 2010.


i17_25655127.jpg
Indonesian rescuers evacuate victims of Merapi volcano at Kinahrejo village, Sleman, Yogyakarta on October 26, 2010, after the volcano erupted three times.


i18_25653665.jpg
A rescuer carries a young victim at Kinahrejo village, Sleman, Yogyakarta on October 26, 2010 after the eruption of Indonesia 's Mount Merapi volcano.


i19_25652875.jpg
Paramedics wheel a burned, ash-covered villager on a stretcher as Mount Merapi erupts, at Kaliurang village in Sleman, on October 26, 2010 near Yogyakarta , Indonesia .


i20_25653943.jpg
Paramedics carry an injured villager in Kaliurang village in Sleman, on October 26, 2010.


i21_25653101.jpg
A mother carries her son as she runs following the erupution of Mount Merapi , at Kaliurang village in Sleman, on October 26, 2010.


i22_25653515.jpg
A rescuer wheels a man, badly burned by an eruption of Mount Merapi , into a hospital in Pakem, Yogyakarta , Indonesia on Tuesday, Oct. 26, 2010.


i23_25657931.jpg
Burnt trees and ash cover the ground in the village of Kinarrejo in Sleman, near the ancient city of Yogyakarta , October 27, 2010.


i24_25662383.jpg
Volunteers search for victims of the Mount Merapi eruption at Kinahrejo village in Sleman , Indonesia on October 27, 2010.


i25_25659691.jpg
A bowl of noodles and a glass rest on a table, covered by ash at Mbah Marijan's house at Kinarrejo village in Sleman on October 27, 2010. Mbah Marijan, was considered to be the spiritual gatekeeper of Mount Merapi


i26_25658709.jpg
A buffalo lies dead and covered with volcanic ash at a village hit by pyroclastic flows from Tuesday's eruption of Mount Merapi in Kinahrejo, Yogyakarta , Indonesia on Wednesday, Oct. 27, 2010.


i27_25658521.jpg
ndonesian search and rescue teams explore the area after Mount Merapi volcano erupted the night before in the village of Pakem in Sleman, Yogyakarta province on October 27, 2010.


i28_25658649.jpg
A car covered in volcanic ash sits amongst surrounding damage after Mount Merapi volcano erupted the night before in the village of Pakem in Sleman on October 27, 2010.


i29_25658907.jpg
A motorist covers his face with his jacket as he rides on an ash-covered road in Klaten, Central Java October 27, 2010 after Mount Merapi erupted on Tuesday.


i30_25659723.jpg
This file photo taken on May 17, 2006 shows Mbah Marijan, the appointed guardian for Mount Merapi by Yogyakarta 's highly respected Sultan Hamengkubuwono X as he prays for the people's safety in Kinahrejo. Marijan was one of the victims of the eruption. Grandfather Marijan was found dead - reportedly discovered in a prayer position - inside his burnt house about four kilometers (2.5 miles) from the peak, local officials said.


i31_25660345.jpg
A medic takes a look at the coffin of Merapi volcano guardian Grandfather Marijan next to other dead bodies at the Sarjito hospital in Yogyakarta on October 27, 2010.


i32_25659933.jpg
A rescue worker searches for victims of Mount Merapi eruption in Kinahrejo, Yogyakarta , Indonesia , Wednesday, Oct. 27, 2010.


i33_25661565.jpg
Volcanic ash covers the interior of a house at a village badly hit by pyroclastic flows from Mount Merapi eruption in Kinahrejo, Yogyakarta , Indonesia on Wednesday, Oct. 27, 2010.


i34_25660121.jpg
Volunteers carry the body of a victim of the Mount Merapi eruption at Kinarrejo village in Sleman on October 27, 2010.


i35_25657837.jpg
Cows covered with terrible burns stand outside a destroyed barn the day after Mount Merapi volcano erupted in the village of Pakem in Sleman, Yogyakarta province on October 27, 2010.


i36_25660507.jpg
Sukadi (right) prays at the burial of his brother, a victim of the Mount Merapi eruption, at Umbulhardjo village in Sleman, near the ancient city of Yogyakarta, October 27, 2010.


i37_25660465.jpg
A man watches Mount Merapi as seen from Kaligendol, Yogyakarta , Indonesia , Wednesday, Oct. 27, 2010.

Monday, October 11, 2010

Sebab berlaku bencana kerana perbuatan buruk manusia

Telah timbul berbagai kerosakan dan bala bencana di darat dan di laut dengan sebab apa yang telah dilakukan oleh tangan manusia; (timbulnya yang demikian) kerana Allah hendak merasakan mereka sebahagian dari balasan perbuatan-perbuatan buruk yang mereka telah lakukan, supaya mereka kembali (insaf dan bertaubat).




Surah Ar-Ruum, Ayat 41

Dan demi sesungguhnya, Kami akan merasakan mereka sedikit dari azab dunia sebelum azab yang besar (di akhirat kelak), supaya mereka rujuk kembali bertaubat.
Surah As-Sajdah, Ayat 21


Friday, September 17, 2010

Dunia berdepan banyak bencana


NEW YORK 16 Sept. - Ketua baru misi kemanusiaan Pertubuhan Bangsa- bangsa Bersatu (PBB) memberi amaran bahawa selepas bencana tsunami Asia, gempa bumi besar di Haiti dan banjir teruk di Pakistan, dunia perlu bersedia untuk berhadapan dengan peningkatan bilangan bencana alam, yang memerlukan kempen baru untuk menanganinya.
Valerie Amos, Setiausaha Rendah Hal Ehwal Kemanusiaan dan Penyelaras Bantuan Kecemasan PBB, menyeru supaya dicari kaedah baru bagi mengendalikan bencana alam yang besar ketika merayu lebih banyak sumbangan dana untuk membantu mangsa banjir Pakistan, esok.
"Ini adalah krisis yang sangat besar dan masih belum diselesaikan. Ia semakin besar dan besar dan besar mengikut masa.
"Banjir ini adalah satu bencana terbesar yang pernah kita alami. Jadi pada masa depan kita perlu mencari jalan baru untuk bekerja, mengumpul dana dan memperluas rangkaian sumbangan," kata bekas menteri Britain itu pada sidang media di ibu pejabat PBB, di sini.
Amos menegaskan bahawa banyak yang perlu dipelajari daripada bencana dahsyat sejak beberapa tahun kebelakangan ini bermula daripada tsunami 2004 yang meragut lebih 220,000 nyawa di beberapa negara sekitar Lautan Hindi hingga kepada gempa bumi besar Haiti pada Januari lalu yang mengorbankan 250,000 orang.
Pegawai PBB berkata, skala bencana di Pakistan adalah lebih besar kerana 21 juta penduduk terjejas dengan kediaman musnah dan kerugian hasil pertanian serta haiwan ternakan akibat banjir.
Pakistan juga menghadapi masalah penempatan populasi pelarian terbesar dunia, kebanyakannya dari Afghanistan.
Tabung Kewangan Antarabangsa (IMF) semalam mengumumkan bantuan kecemasan bernilai AS$451 juta (RM1.4 bilion) untuk Pakistan. Kesatuan Eropah (EU) juga sedang mencari jalan untuk menghulurkan bantuan. - AFP

Tuesday, May 25, 2010

4 NIKMAT DISEBALIK BENCANA

UMAR BIN KHATTAB R.A. BERKATA:

” Demi Allah tidaklah aku ditimpa suatu bencana,melainkan Allah SWT memberi kepadaku empat nikmat :

1-Bencana tidak menimpa agamaku

2-Bencana tidak menimpa seberat agamaku dahulu.

3-Bencana itu tidak menghalang keredhaan  Allah SWT kepadaku.

4-Sesungguhnya aku mengharapkan pahala dari bencana tersebut.