Pages

Showing posts with label iman. Show all posts
Showing posts with label iman. Show all posts

Sunday, April 15, 2012

Jangan main2 dengan 20 sen...

Tersebut kisah ada seorang Imam yang telah dipanggil ke suatu tepat untuk menjadi Imam tetap di sebuah masjid. Telah menjadi kebiasaan Imam tersebut selalu menaiki bas untuk pergi ke masjid.

Pada suatu hari, selepas Imam tersebut membayar tambang dan duduk di dalam bas, dia tersedar yang pemandu bas tersebut telah memulangkan wang... baki yang lebih daripada yang sepatutnya sebanyak 20 sen.

Sepanjang perjalanan Imam tersebut memikirkan tentang wang 20 sen tersebut.

"Perlukah aku memulangkan 20 sen ni?" Imam tersebut bertanya kepada dirinya.

"Ah... syarikat bas ni dah kaya... setakat 20 sen ni.. nak beli tosei pun tak cukup," hati kecilnya berkata-kata.

Apabila tiba di hadapan masjid, Imam tersebut menekan loceng dan bas tersebut pun berhenti.

Ketika Imam tersebut ingin turun sahaja daripada bas, tiba-tiba seakan-akan dirinya secara automatik berhenti dan berpaling ke arah pemandu bas tersebut sambil memulangkan wang 20 sen tersebut.

"Tadi kamu beri saya wang baki terlebih 20 sen", kata Imam tersebut kepada pemandu bas tersebut.

"Owh... terima kasih! Kenapa awak pulangkan 20 sen ni.. kan sedikit je nilainya," pemandu bas tersebut berkata.

Imam tersebut menjawab, "Wang tersebut bukan milik saya, sebagai seorang muslim saya perlu berlaku jujur."

Pemandu bas tersebut tersenyum, dan berkata, "Sebenarnya saya sengaja memberi wang baki yang lebih sebanyak 20 sen ni, saya nak uji kejujuran kamu wahai Imam. Saya sudah berkali-kali berfikir untuk memeluk Islam."

Imam tersebut turun dari bas dan seluruh jasadnya menggigil dan kesejukan. Imam tersebut berdoa sambil menadah tangan, "Astaghfirullah!!! Ampunkan daku Ya Allah... Aku hampir-hampir menjual harga sebuah Iman dengan 20 sen!!!"

Ps/jgn la gadai iman kita dgn seberapa besar pun nilai wang.. kerna iman tak boleh di jual beli...

en sepi
sumber Admin amRF

Sunday, May 8, 2011

Sebab-sebab iman menjadi lemah


http://peribadirasulullah.files.wordpress.com/2011/04/bism013-h.jpg?w=300
Sebab-sebab dari dalam diri kita sendiri (Internal) :1. Kebodohan
Kebodohan merupakan pangkal dari berbagai perbuatan buruk. Seseorang berbuat jahat boleh jadi karena ia tak tahu bahwa perbuatan itu dilarang agama, atau ia tidak tahu ancaman dan bahaya yang akan dihadapinya kelak di akhirat, atau ia tidak tahu keperkasaan Sang Maha Kuasa yang mengatur denyut jantungnya, mengatur musibah dan rezekinya.
2. Ketidakpedulian, keengganan dan melupakan
Ketidakpedulian menyebabkan pikiran seseorang diisi dengan hal-hal duniawi yang hanya ia sukai (yang ia pedulikan), sedangkan yang bukan ia sukai tidak diberi tempat dipikirannya. Ini menyebabkan ia tidak ingat (dzikir) pada Allah
Kengganan seseorang untuk melakukan suatu kebaikan padahal ia tahu hal itu telah diperintahkan Allah, maka ia termasuk orang yang men-zhalimi (melalaikan) dirinya sendiri. Allah akan mengunci hatinya dari jalan yang lurus (al-Kahfi 18:5), dan ia akan menjadi teman syeitan (Thaaha 20:124).
Melupakan kewajiban dan kepatuhan seseorang dalam beribadah berawal dari sifat lalai atau lemah hatinya. Waktu dan energinya harus didorong agar diisi lebih banyak dengan perbuatan amal sholeh, kalau tidak maka kesenangan duniawi akan semakin menguasai dirinya hingga ia semakin jauh dari ingat (dzikir) kepada Allah.
3. Menyepelekan dan melakukan perbuatan dosa
Awal dari perbuatan dosa adalah sikap menyepelekan (tidak patuh terhadap) perintah dan larangan Allah. Perbuatan dosa umumnya dilakukan secara bertahap, misalnya dimulai yang dianggap dosa kecil. Dosa-dosa kecil yang disepelekan merupakan proses pendidikan jahat (pembiasaan) untuk menyepelekan dosa-dosa besar.
4. Jiwa yang selalu memerintahkan berbuat jahat
Ibnul Qayyim Al Jauziyyah mengatakan, Allah menggabungkan dua jiwa, yakni jiwa jahat dan jiwa yang tenang sekaligus dalam diri manusia, dan mereka saling bermusuhan dalam diri seorang manusia. Disaat salah satu melemah, maka yang lain menguat. sungguh merugi orang-orang yang jiwa jahatnya menguasai tubuhnya.
Seperti sabda Rasulullah, “.barang siapa yang diberi petunjuk Allah maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkannya maka tidak ada seorangpun yang dapat memberinya petunjuk”.
Sifat lalai, tidak mau belajar agama, sombong dan tidak peduli merupakan beberapa cara untuk membiarkan jiwa jahat dalam tubuh kita berkuasa. Sedangkan sifat rendah hati, mau belajar, mau melakukan instropeksi (muhasabah) merupakan cara untuk memperkuat jiwa kebaikan (jiwa tenang) yang ada dalam tubuh kita.
Sebab-sebab dari luar diri kita (External) :
1. Syaitan
Syaitan adalah musuh manusia. Tujuan syaitan adalah untuk merusak keimanan orang. Siapa saja yang tidak membentengi dirinya dengan selalu mengingat Allah maka ia menjadi sarang syaitan, menjerumuskannya dalam kesesatan, ketidak patuhan terhadap Allah, membujuknya melakukan dosa.
2. Bujukan dan rayuan dunia
Allah SWT berfirman : “Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu”. (QS, al-Hadiid 57:20).
Dalam situasi dimana tujuan dunia menguasai hati kita maka hanya tersisa sedikit porsi akhirat di hati kita, dan inilah awal dari menurunnya keimanan kita.
3. Pergaulan yang buruk
Rasulullah bersabda : “Seseorang itu terletak pada agama teman dekatnya, sehingga masing-masing kamu sebaiknya melihat kepada siapa dia mengambil teman dekatnya” (HR Tirmidzi, Abu Dawud, al-Hakim, al-Baghawi).
Seorang teman yang sholeh selalu memperhatikan perintah dan larangan Allah, karenanya ia selalu mengajak siapa saja orang disekitarnya untuk menuju kepada kebaikan dan mengingatkan mereka bila mendekati kemungkaran.
teman yang baik adalah teman yang bisa mendekatkan diri kita dengan Allah
Berada diantara teman-teman yang sholeh akan membuat seorang wanita tidak merasa asing bila mengenakan jilbab.Sebaliknya berada diantara orang-orang yang tidak sholeh atau berperilaku buruk menjadikan kita dipandang aneh bila berjilbab atau bahkan ketika hendak melakukan sholat.
CARA MENAIKKAN KADAR IMAN :
1. Pelajarilah berbagai ilmu agama Islam yang bersumber pada Al-Qur’an dan Hadits
a. Perbanyaklah membaca Al-Qur’an dan renungkan maknanya
Ayat-ayat Al-Qur’an memiliki target yang luas dan spesifik sesuai kebutuhan masing-masing orang yang sedang mencari atau memuliakan Tuhannya. Sebagian ayat Al-Qur’an mampu menggetarkan kulit seseorang yang sedang mencari kemuliaan Allah, dilain pihak Al-Qur’an mampu membuat menangis seorang pendosa, atau membuat tenang seorang pencari ketenangan.
“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran.” (QS, Shaad 38:29)
”Dan Kami turunkan dari Al Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang lalim selain kerugian.” (QS, al-Israa’ 17:82)
b. Pelajarilah ilmu mengenai Asma’ul Husna, Sifat-sifat Yang Maha Agung.
Bila seseorang memahami sifat Allah yang Maha Mendengar, Maha Melihat dan Maha Mengetahui, maka ia akan menahan lidahnya, anggota tubuhnya dan gerakan hatinya dari apapun yang tidak disukai Allah.
Bila seseorang memahami sifat Allah yang Maha Indah, Maha Agung dan Maha Perkasa, maka semakin besarlah keinginannya untuk bertemu Allah di hari akhirat sehingga iapun secara cermat memenuhi berbagai persyaratan yang diminta Allah untuk bisa bertemu dengan-Nya (yaitu dengan memperbanyak amal ibadah).
Bila seseorang memahami sifat Allah yang Maha Santun, Maha Halus dan Maha Penyabar, maka iapun merasa malu ketika ia marah, dan hidupnya merasa tenang karena tahu bahwa ia dijaga oleh Tuhannya secara lembut dan sabar.
c. Pelajari dengan cermat sejarah (Siroh) kehidupan Rasulullah SAW.
Dengan memahami perilaku, keagungan dan perjuangan Rasulullah, akan menumbuhkan rasa cinta kita terhadapnya, kemudian berkembang menjadi keinginan untuk mencontoh semua perilaku beliau dan mematuhi pesan-pesan beliau selaku utusan Allah.
Seorang sahabat r.a. mendatangi Rasulullah saw dan bertanya, “Wahai Rasul Allah, kapan tibanya hari akhirat?”. Rasulullah saw balik bertanya : “Apakah yang telah engkau persiapkan untuk menghadapi hari akhirat?”. Si sahabat menjawab , “Wahai Rasulullah, aku telah sholat, puasa dan bersedekah selama ini, tetap saja rasanya semua itu belum cukup. Namun didalam hati, aku sangat mencintai dirimu, ya Rasulullah”. Rasulullah saw menjawab, “Insya Allah, di akhirat kelak engkau akan bersama orang yang engkau cintai”. (HR Muslim) Inilah hadits yang sangat disukai para sahabat Rasulullah SAW. Jelaslah bahwa mencintai Rasulullah adalah salah satu jalan menuju surga, dan membaca riwayat hidupnya (siroh) adalah cara terpenting untuk lebih mudah memahami dan mencintai Rasulullah SAW.
d. Mempelajari Jasa-jasa dan Kualitas Agama Islam
Perenungan terhadap syariat Islam, hukum-hukumnya, akhlak yang diajarkannya, perintah dan larangannya, akan menimbulkan kekaguman terhadap kesempurnaan ajaran agama Islam ini. Tidak ada agama lain yang memiliki aturan dan etiket yang sedemikian rincinya seperti Islam, dimana untuk makan dan ke WC pun ada adabnya, untuk aspek hukum dan ekonomi ada aturannya, bahkan untuk berhubungan suami -istripun ada aturannya.
e. Mempelajari Kehidupan Orang-orang Sholeh (generasi Shalafus Sholihin, para sahabat Rasulullah SAW, murid-murid para sahabat, tabi’in dan tabi’it tabi’in)
Mereka adalah generasi-generasi terbaik dari Islam. Mereka adalah orang-orang yang kadar keimanannya diibaratkan sebesar gunung Uhud sementara manusia zaman kini diibaratkan kadar keimananya tak lebih dari sebutir debu dari gunung Uhud.
2. Renungkanlah tanda-tanda kebesaran Allah yang ada di alam (ma’rifatullah)
Singkirkan dulu kesombongan akal kita, renungkan secara tulus bagaimana alam ini diciptakan. Sungguh pasti ada kekuatan luar biasa yang mampu menciptakan alam yang sempurna ini, sebuah struktur dan sistem kehidupan yang rapi, mulai dari tata surya, galaksi hingga struktur pohon dan sel-sel atom.
Renungkan pula rahasia dan mukjizat Qur’an.
3. Berusaha keras melakukan amal perbuatan yang baik secara ikhlas
Amal perbuatan perlu digerakkan. Dimulai dari hati, kemudian terungkap melalui lidah kita dan kemudian anggota tubuh kita. Selain ikhlas, diperlukan usaha dan keseriusan untuk melakukan amalan-amalan ini.
a. Amalan Hati
Dilakukan melalui pembersihan hati kita dari sifat-sifat buruk, selalu menjaga kesucian hati. Ciptakan sifat-sifat sabar dan tawakal, penuh takut dan harap akan Allah. Jauhi sifat tamak, kikir, prasangka buruk dan sebagainya.
b. Amalan Lidah
Perbanyak membaca Al-Qur’an, zikir, bertasbih, tahlil, takbir, istighfar, mengirim salam dan sholawat kepada Rasulullah dan mengajak orang lain kepada kebaikan, melarang kemungkaran.
c. Amalan Anggota Tubuh
Dilakukan melalui kepatuhan dalam sholat, pengorbanan untuk bersedekah, perjuangan untuk berhaji hingga disiplin untuk sholat berjamaah di mesjid (khususnya bagi pria).
Menaikkan kadar iman bukanlah suatu pekerjaan mudah, karena begitu banyak usaha (menuntut ilmu, amalan-amalan) yang harus kita lakukan disamping godaan (syaitan, duniawi) yang akan kita hadapi.mari saling mengingatkan dan menyebarkan kebaikan serta berusaha sungguh2 mengamalkannya.Semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung disisi Allah.
Rujukan :
http://www.lailahaillallah.com/
sumber: peribadirasulullah

Monday, April 11, 2011

Menilai Keimanan Sejati Kepada Allah SWT


http://winterwing.files.wordpress.com/2010/10/alam-semesta.jpg?w=367&h=229
Al-Jarjani Berkata :
” Iman pada bahasa ialah mengakui dengan hati, Iman pada syara’ adalah Iktiqad dengan hati dan Ikrar dengan lidah.
Dikatakan sesiapa mengucap dan beramal tetapi tidak beriktiqad maka adalah Munafiq.
Sesiapa mengucap tanpa amal tetapi beriktiqad adalah Fasiq dan sesiapa tidak mengucap maka itu adalah Kafir “.
-Blog peribadirasulullah

Monday, November 29, 2010

Imannya yang paling berat.


Dia adalah yang pertama beriman dari kalangan masyarakat Makkah selepas ahlul bait Rasul SAW. Dia adalah teman rapat Rasulullah SAW. Semasa zaman jahiliyyah, dia pernah bersama Rasulullah SAW dalam ekspedisi berdagang ke Syam. Apabila Rasulullah SAW menerima wahyu pertamanya, dia adalah orang pertama, selain keluarga yang diceritakan berkenaan hal itu. Tanpa memperlekehkan, atau meragui, dia terus menerima. Walau hanya dengan lima ayat dari Surah Iqra’ baru sahaja turun ketika itu.Ya. Walau hanya dengan lima ayat dari Surah Iqra’, walau ketika itu Islam belum sempurna, walau ketika itu Al-Quran belum turun dengan lengkap, walau ketika itu Rasulullah tidak punya sesiapa. Dia terus beriman.

Dia adalah yang dijemput kebaikan kerna ketulusannya. Manusia yang dipilih Allah SWT untuk menjadi seorang yang hebat. Hasil ketelusannya, dia ditarbiyyah sehingga mempunyai iman yang paling berat dalam ummat Rasulullah SAW.
Siapakah dia?
Namanya adalah Abu Bakr RA.

Saya, sampai hari ini kagum dengan Abu Bakr RA.Saya kagum, bagaimana dia boleh terus beriman dengan Rasulullah SAW, hanya dengan lima ayat dari Surah Iqra’ yang turun ketika itu. Selepas itu, dia boleh terus mengajak lebih ramai orang untuk beriman kepada Allah SWT.
Antara manusia yang Islam di tangannya adalah: Uthman ibn Affan RA, Zubayr ibn Awwam RA, Sa’ad ibn Abi Waqqas, Abu Ubaidah ibn Al-Jarrah, Abdurrahman ibn Auf, Talhah, Bilal bin Rabah.
Ketika itu, dia menyebarkan Islam hanya dengan ayat-ayat Al-Quran yang baru turun. Yang ketika itu Al-Quran belum lengkap dan Islam masih belum sempurna. Tetapi dia menyebarkan. Dia menyebarkannya dengan penuh keyakinan. Tiada sedikit pun ragu.
Hari demi hari, bila melalui kehidupan sebagai muslim di sisi Rasulullah SAW, kualiti keimanan Abu Bakr RA semakin hari semakin meningkat. Dia belajar, dan dia menjalani didikan dari madrasah Rasul SAW. Dia adalah yang paling merasakan, dan dia adalah antara manusia yang paling hampir dengan Rasulullah SAW.
Pernah sekali, Rasulullah SAW dipukul oleh bangsa Quraisy kerna baginda melakukan ibadah di kawasan Masjidil Haram. Apabila Abu Bakr RA mendengar sahaja akan hal ini, dia terus bergegas mendapatkan Rasulullah SAW yang sedang dipukul. Dia terus menyelamatkan baginda, dengan menjerit kepada kaum Quraisy:
“Apakah kalian hendak membunuh seorang manusia, hanya kerana dia menyatakan bahawa Allah adalah tuhannya?”
Lantas, Abu Bakr pula dipukul sehingga pengsan.
Yang membuatkan saya terharu dan hampir menitiskan air mata, apabila Abu Bakr bangkit sahaja dari pengsannya, dia terus bertanya kepada ibunya yang menjaga di sisinya.
“Di manakah Rasulullah? Bagaimanakah Rasulullah?”
Dia tidak sedikit pun kisah dengan tubuhnya yang dipukul. Ibunya menyuruh dia bertenang. Tetapi Abu Bakr RA berkata: “Demi Allah, saya tidak akan bertenang selagi mana saya tidak bertemu dengan Rasulullah SAW”
Kalau kita, dipukul kerana seseorang, mungkin kita akan caci maki orang yang kita pertahankan. Tetapi cinta dan kasih Abu Bakr RA kepada Rasulullah SAW, amat tinggi, sehingga sakit ditubuhnya tidak terasa. Cinta dan kasih Abu Bakr RA ini, puncanya adalah keimanannya kepada Allah SWT. Kekuatan iman Abu Bakr RA kemudiannya ditambahkan lagi, apabila dia melalui beberapa siri tarbiyah daripada Allah SWT.
Ketika Rasulullah SAW menjalani Isra’ dan Mi’raj, kemudian menceritakan kepada kaumnya, dia dipermainkan oleh kaum Quraisy dan dipanggil gila kerana ceritanya itu di luar akal. Malah, ada beberapa orang terus tidak yakin kepada Islam. Maka, kaum Quraisy mengambil peluang ini untuk merapuhkan pegangan Abu Bakr.
“Wahai Abu Bakr, tidak kah kau mendengar sahabatmu itu berkata apa-apa?”
“Dia berkata apa?”
“Dia telah pergi ke masjidil aqsa, naik ke langit tertinggi, kemudian pulang semula ke mari. Semuanya dalam satu malam sahaja”
Abu Bakr ketika itu dengan tenang menjawab: “Andai kata Rasulullah berkata lebih dari itu pun, aku tetap akan percaya”
Ketika hijrah, apabila dia dan Rasulullah SAW bersembunyi di dalam gua Tsur, dia amat gelisah. Kerna orang quraisy sudah berada di hadapan pintu gua. Dia berkata kepada Rasulullah SAW dalam resah:
“Ya Rasulullah, andai kata mereka menundukkan kepala dan melihat ke dalam gua, nescaya mereka akan dapat melihat kita” Nampak... Ketika ini, dia juga ketakutan. Namun, ini adalah didikan kepadanya. Rasulullah SAW bersabda:
“Wahai Abu Bakr, apa pandangan kamu, jika kita berdua, dan yang ketiganya adalah Allah?”
Ini memberikan kesan dalam keimanan Abu Bakr RA. Daripada Rasulullah SAW, dia belajar untuk yakin sepenuhnya kepada Allah SWT. Sebab itu, kita perhatikan betapa kuatnya iman Abu Bakr RA, sehingga dia sanggup berikan segalanya untuk Allah dan Rasul.

Satu hari, Rasulullah SAW menyeru muslimin untuk memberikan derma bagi menyokong belanja perang.
Umar Al-Khattab RA berkata pada hari itu: “Hari ini, aku akan mendahului Abu Bakr dalam melakukan kebaikan”
Umar Al-Khattab terus pergi bertemu Rasulullah SAW dan menderma separuh dari keseluruhan hartanya.
Rasulullah SAW bersabda: “Wahai Umar, apakah yang kau tinggalkan untuk keluargamu?”
Umar menjawab: “Bilangannya sama seperti apa yang aku beri”
Umar berkata: “Abu Bakr pasti tidak mampu memberikan sebanyak aku”
Apabila Abu Bakr datang, dia memberikan hartanya.
Rasulullah SAW bertanya: “Wahai Abu Bakr, apakah yang kau tinggalkan untuk keluargamu?”
“Aku tinggalkan mereka Allah dann Rasul-Nya”
Ketika itu, Umar Al-Khattab berkata: “Hari ini baru aku tahu bahawa, aku memang tidak akan mampu menandingi Abu Bakr”

Ketika peperangan Uhud, semasa Rasulullah SAW terkepung oleh Kaum Musyrikin Makkah, Abu Bakr RA adalah orang yang pertama berlari ke arah baginda bagi melindunginya.Abu Bakr RA, amat bersungguh-sungguh dalam melakukan kebaikan. Kalau boleh, segala kebaikan ingin dia lakukan. Pernah satu hari, Rasulullah SAW bersabda:
“Sesiapa dari kalangan manusia yang mendirikan solat akan dipanggil ke syurga melalui pintu solat. Sesiapa dari kalangan manusia yang berjihad, akan dipanggil dari pintu jihad. Sesiapa yang bersedekah pula akan dipanggil dari pintu sedekah. Sesiapa yang berpuasa, maka dia akan dipanggil dari pintu bernama Ar-Rayyan.”
Ketika itu, Abu Bakr RA bertanya: “Ya Rasulullah, apakah ada orang yang dipanggil dari semua pintu?”
Rasulullah SAW menjawab: “Ada. Dan aku berharap, kamu adalah dari kalangan mereka wahai Abu Bakr”

Satu hari, Rasulullah SAW bertanya kepada sahabat-sahabatnya selepas Solat Subuh: “Siapakah yang memulakan hari ini dengan berpuasa?” Abu Bakr menjawab: “Saya”
Rasulullah SAW bertanya: Siapakah pada hari ini, dia menguruskan majlis pengkebumian?
Abu Bakr menjawab: Saya
Rasulullah SAW bertanya: Siapakah pada hari ini, dia memberikan makan kepada orang?
Abu Bakr menjawab: Saya
Rasulullah SAW bertanya lagi: Siapakah pada hari ini yang menziarahi orang sakit pada hari ini?
Sekali lagi Abu Bakr menjawab: Saya
Kemudian Rasulullah SAW bersabda: “Jadi, semua perkara ini tidak akan berkumpul pada seorang manusia, melainkan manusia itu masuk ke syurga”
Abu Bakr RA juga adalah yang paling memahami Rasulullah SAW. Ketika Islam telah sempurna, turun ayat dari Surah Al-Maidah. Ayat yang ke-3:

Pada hari ini, Aku telah sempurnakan bagi kamu agama kamu, dan Aku telah cukupkan nikmatKu kepada kamu, dan Aku telah redakan Islam itu menjadi agama untuk kamu. Maka sesiapa yang terpaksa kerana kelaparan (memakan benda-benda yang diharamkan) sedang ia tidak cenderung hendak melakukan dosa (maka bolehlah ia memakannya), kerana sesungguhnya Allah maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani. 

Turun sahaja ayat ini, Abu Bakr RA menangis.
Beberapa orang sahabat pelik. “Kenapa dengan dia ini? Agama kita telah sempurna, dia pula menangis kesedihan”
Abu Bakr RA berkata: “Tahukah kamu, selepas kesempurnaan, pasti akan ada kehilangan?”
Kerna Abu Bakr RA dapat merasakan bahawa, hari Rasulullah SAW hendak meninggalkan mereka sudah hampir dengan sempurnanya Islam.
Rasulullah SAW ada bersabda:
“Allah telah memberikan hamba-Nya, untuk menerima kemewahan dunia dan segala isinya, atau untuk menerima kebaikan di sisi Allah. Maka hamba itu telah memilih kebaikan di sisi Allah.”
Abu Bakr RA ketika itu terus berteriak sambil menangis hiba.
“Ya Rasulullah, ibu dann ayah kami menjadi korban untuk kamu. Pilihlah kedua-duanya sekali!”
Beberapa orang sahabat yang di tepinya terkejut lalu berkata: “Apakah orang tua ini? Rasulullah menyebut berkenaan hamba Allah yang Allah telah berikannya pilihan untuk memilih dunia atau untuk berada di sisi Allah. Sedangkan Abu Bakr ini sibuk berkata kami hendak korbankan ayah dan ibu kami”
Namun selepas Rasulullah SAW wafat, sahabat-sahabat yang mengata Abu Bakr tadi berkata:
“Baru kami faham kenapa Abu Bakr berteriak pada hari itu. Rupanya hamba Allah yang dimaksudkan oleh Rasulullah ketika itu, adalah Rasulullah SAW sendiri”

Rasulullah SAW bersabda mengenai Abu Bakr:

“Andai aku boleh memilih kekasih selain Allah SWT, maka aku akan memilih Abu Bakr RA sebagai kekasih aku”

Rasulullah SAW tidak pernah menyatakan secara rasmi siapakah pengganti baginda dalam memimpin manusia. Tetapi baginda ada meninggalkan beberapa tanda bahawa Abu Bakr lah penggantinya.
Seorang wanita tua bertemu dengan Rasulullah SAW dan bertanya: “Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku hendak mengadu, sekiranya kau telah tiada nanti?”

“Sekiranya kau mendapati aku telah tiada, maka carilah Abu Bakr”

Begitu tinggi sekali tingkatan darjat Abu Bakr di sisi Allah dan Rasul-Nya. Kenapa? Adakah kerna Abu Bakr ini orangnya banyak berqiamullail? Adakah kerana Abu Bakr ini orangnya amat zuhud? Adakah kerana Abu Bakr ini banyak bergadai nyawa?Semua sahabat pun begitu. Maka apa lebihnya Abu Bakr? Lebih Abu Bakr adalah pada keimanannya.
Ya. Orang akan kata pada saya, iman itu di dalam hati. Macam mana kita boleh tahu iman Abu Bakr itu macam mana.
Tapi saya ada buktinya.
Iman manusia hanya akan tertonjol ketika mereka diuji. Para sahabat menghadapi banyak dugaan yang berat. Namun dugaan terberat bagi para sahabat bukannya peperangan yang meragut nyawa. Tetapi dugaan terberat untuk mereka adalah ketika wafatnya manusia yang mereka paling cinta. Yakni Rasulullah SAW.
Umar RA ketika itu terus mengembarkan pedang di jalanan dan berteriak: “Siapa yang menyatakan Rasulullah telah wafat, maka pedang ini akan menjamah lehernya!”

Sahabat-sahabat ketika itu kucar kacir, tambahan apabila mereka melihat Umar bertindak sedemikian rupa. Ada sahabat yang pengsan. Ada sahabat yang tidak mampu menerima perkara ini. Hingga ada beberapa orang yang berkata:
“Wahai Rasulullah, tiadalah dugaan yang lebih berat dari dugaan ini”
Ada pula yang berkata: “Ketika hari Rasulullah SAW datang ke Madinah, dunia seakan terang benderang dengan cahaya. Tetapi hari ini adalah hari yang paling gelap sekali untuk kita”
Yang bertenang hanyalah Abu Bakr. Dia naik ke mimbar dan meminta Umar senyap. Namun Umar terus berdegil. Lantas Abu Bakr memulakan kata-katanya. Kata-katanya mudah. Tetapi mampu membuatkan Umar yang terbakar jatuh terjelapuk.

Abu Bakr membaca firman Allah SWT dari Surah Ali Imran ayat

Dan Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang Rasul yang sudahpun didahului oleh beberapa orang Rasul (yang telah mati atau terbunuh). Jika demikian, kalau ia pula mati atau terbunuh, (patutkah) kamu berbalik (berpaling tadah menjadi kafir)? Dan (ingatlah), sesiapa yang berbalik (menjadi kafir) maka ia tidak akan mendatangkan mudarat kepada Allah sedikitpun; dan (sebaliknya) Allah akan memberi balasan pahala kepada orang-orang yang bersyukur (akan nikmat Islam yang tidak ada bandingannya itu). Surah Ali-Imran 144.

Kemudian Abu Bakr berkata:
“Wahai manusia, sekiranya kamu menyembah Muhammad, maka Muhammad telah mati. Barangsiapa yang menyembah Allah, maka ketahuilah bahawa Allah itu hidup dan tidak akan mati”
Umar RA yang terjelapuk itu berkata: “Sungguh, kami seakan-akan tidak pernah mendengar ayat itu sebelum ini”
Itulah dia keimanan Abu Bakr RA. Amat kuat. Ampuh. Utuh.
Bermula hanya dengan lima ayat Surah Iqra’ sahaja.

Kita bagaimana?
Al-Quran di tangan kita sudah sempurna. Islam di dunia kita telah tersebar. Kenapa kita masih meragukan kehebatan Allah SWT? Kenapa kita masih tergerak untuk mencaci Rasulullah SAW dan meragui perjuangan baginda?

Saturday, November 27, 2010

99 Langkah Menuju Kesempurnaan Iman




http://qasweb.org/qasforum/uploads/monthly_12_2007/post-8535-1198840604.jpg
01. Bersyukur apabila mendapat nikmat;
02. Sabar apabila mendapat kesulitan;
03. Tawakal apabila mempunyai rencana/program;
04. Ikhlas dalam segala amal perbuatan;
05. Jangan membiarkan hati larut dalam kesedihan;
06. Jangan menyesal atas sesuatu kegagalan;
07. Jangan putus asa dalam menghadapi kesulitan;
08. Jangan usil dengan kekayaan orang;
09. Jangan hasad dan iri atas kesuksessan orang;
10. Jangan sombong kalau memperoleh kesuksessan;
11. Jangan tamak kepada harta;
12. Jangan terlalu ambitious akan sesuatu kedudukan;
13. Jangan hancur karena kezaliman;
14. Jangan goyah karena fitnah;
15. Jangan berkeinginan terlalu tinggi yang melebihi kemampuan diri.
16. Jangan campuri harta dengan harta yang haram;
17. Jangan sakiti ayah dan ibu;
18. Jangan usir orang yang meminta-minta;
19. Jangan sakiti anak yatim;
20. Jauhkan diri dari dosa-dosa yang besar;
21. Jangan membiasakan diri melakukan dosa-dosa kecil;
22. Banyak berkunjung ke rumah Allah (masjid);
23. Lakukan solat dengan ikhlas dan khusyu;
24. Lakukan solat fardhu di awal waktu, berjamaah di masjid;
25. Biasakan solat malam;
26. Perbanyak zikir dan doa kepada Allah;
27. Lakukan puasa wajib dan puasa sunat;
28. Sayangi dan santuni fakir miskin;
29. Jangan ada rasa takut kecuali hanya kepada Allah;
30. Jangan marah berlebih-lebihan;
31. Cintailah seseorang dengan tidak berlebih-lebihan;
32. Bersatulah karena Allah dan berpisahlah karena Allah;
33. Berlatihlah konsentrasi pikiran;
34. Penuhi janji apabila telah diikrarkan dan mintalah maaf apabila karena sesuatu sebab tidak dapat dipenuhi;
35. Jangan mempunyai musuh, kecuali dengan iblis/syaitan;
36. Jangan percaya ramalan manusia;
37. Jangan terlampau takut miskin;
38. Hormatilah setiap orang;
39. Jangan terlampau takut kepada manusia;
40. Jangan sombong, takabur dan besar kepala;
41. Berlakulah adil dalam segala urusan;
42. Biasakan istighfar dan taubat kepada Allah;
44. Hiasi rumah dengan bacaan Al-Quran;
45. Perbanyak silaturrahim;
46. Tutup aurat sesuai dengan petunjuk Islam;
47. Bicaralah secukupnya;
48. Beristeri/bersuami kalau sudah siap segala-galanya;
49. Hargai waktu, disiplin waktu dan manfaatkan waktu;
50. Biasakan hidup bersih, tertib dan teratur;
51. Jauhkan diri dari penyakit-penyakit batin;
52. Sediakan waktu untuk santai dengan keluarga;
53. Makanlah secukupnya tidak kekurangan dan tidak berlebihan;
54. Hormatilah kepada guru dan ulama;
55. Sering-sering bersalawat kepada nabi;
56. Cintai keluarga Nabi saw;
57. Jangan terlalu banyak hutang;
58. Jangan terlampau mudah berjanji;
59. Selalu ingat akan saat kematian dan sedar bahawa kehidupan dunia adalah kehidupan sementara;
60. Jauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat seperti mengobrol yang tidak berguna;
61. Bergaul lah dengan orang-orang soleh;
62. Sering bangun di penghujung malam, berdoa dan beristighfar;
63. Lakukan ibadah haji dan umrah apabila sudah mampu;
64. Maafkan orang lain yang berbuat salah kepada kita;
65. Jangan dendam dan jangan ada keinginan membalas kejahatan dengan kejahatan lagi;
66. Jangan membenci seseorang karena pahaman dan pendiriannya;
67. Jangan benci kepada orang yang membenci kita;
68. Berlatih untuk berterus terang dalam menentukan sesuatu pilihan
69. Ringankan beban orang lain dan tolonglah mereka yang mendapatkan kesulitan.
70. Jangan melukai hati orang lain;
71. Jangan membiasakan berkata dusta;
72. Berlakulah adil, walaupun kita sendiri akan mendapatkan kerugian;
73. Jagalah amanah dengan penuh tanggung jawab;
74. Laksanakan segala tugas dengan penuh keikhlasan d! an kesungguhan;
75. Hormati orang lain yang lebih tua dari kita
76. Jangan membuka aib orang lain;
77. Lihatlah orang yang lebih miskin daripada kita, lihat pula orang yang lebih berprestasi dari kita;
78. Ambillah pelajaran dari pengalaman orang-orang arif dan bijaksana;
79. Sediakan waktu untuk merenung apa-apa yang sudah dilakukan;
80. Jangan sedih karena miskin dan jangan sombong karena kaya;
81. Jadilah manusia yang selalu bermanfaat untuk agama,bangsa dan negara;
82. Kenali kekurangan diri dan kenali pula kelebihan orang lain;
83. Jangan membuat orang lain menderita dan sengsara;
84. Berkatalah yang baik-baik atau tidak berkata apa-apa;
85. Hargai prestasi dan pemberian orang;
86. Jangan habiskan waktu untuk sekedar hiburan dan kesenangan;
87. Akrablah dengan setiap orang, walaupun yang bersangkutan tidak menyenangkan.
88. Sediakan waktu untuk berolahraga yang sesuai dengan norma-norma agama dan kondisi diri kita;
89. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan fisikal atau mental kita menjadi terganggu;
90. Ikutilah nasihat orang-orang yang arif dan bijaksana;
91. Pandai-pandailah untuk melupakan kesalahan orang dan
pandai-pandailah untuk melupakan jasa kita;
92. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan orang lain terganggu dan jangan berkata sesuatu yang dapat menyebabkan orang lain terhina;
93. Jangan cepat percaya kepada berita jelek yang menyangkut teman kita sebelum dipastikan kebenarannya;
94. Jangan menunda-nunda pelaksanaan tugas dan kewajiban;
95. Sambutlah huluran tangan setiap orang dengan penuh keakraban dan keramahan dan tidak berlebihan;
96. Jangan memforsir diri untuk melakukan sesuatu yang diluar kemampuan diri;
97. Waspadalah akan setiap ujian, cobaan, godaan dan tentangan. Jangan lari dari kenyataan kehidupan;
98. Yak! inlah bahwa setiap kebajikan akan melahirkan kebaikan dan setiap kejahatan akan melahirkan merusakan;
99. Jangan sukses di atas penderitaan orang dan jangan kaya dengan memiskinkan orang
"Sebarkanlah walau satu ayat pun" (Sabda Rasulullah SAW) "Nescaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telahmendapat kemenangan yang besar." (Surah Al-Ahzab:71)

Wednesday, July 7, 2010

Definasi Iman Mengikut Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani


http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs131.snc3/17872_101217096574113_100000574692941_31386_7238750_n.jpg
Iman itu berkata dengan lidah.
Kenal dengan Hati.
Beramal dengan segala anggota.
Bertambah dengan Amalan Ketaatan.
Berkurang dengan Dosa.
Kuat dengan Ilmu.
Lemah dengan Jahil.

Friday, May 21, 2010

8 Perkara Menambahkan Iman

قال الإمام العلامة ابن القيم: (إذا غرست شجرة المحبة في القلب وسقيت بماء الإخلاص ومتابعة سيد الناس أثمرت كل أنواع الثمار وأتت أكلها كل حين بإذن ربها، فهي شجرة أصلها ثابت في قرار قلب المؤمن وفرعها متصل بسدرة المنتهى).http://da3yat.com/vb/image.php?u=14542&dateline=1259527970

فإذا نطق العبد بالشهادتين ووحد الله فإنه قد بذر بذرة الإيمان فإما أن يتعهدها لتصبح شجرة كبيرة، أو يهملها لتموت في الحال.
وكما ذكرنا من قبل أن من أهم أصول عقيدة أهل السنة والجماعة في معنى الإيمان أن (الإيمان تصديق بالجنان، وتلفظ باللسان، وعمل بالأركان، يزداد بالطاعات وينقص بالعصيان.

وهذه ثمان طرق لزيادة الإيمان:
أولا: معرفة الله عز وجل:
Mengenal Allah SWT dengan sebenar-benar kenal bukan sejadar lisan, tetapi kenal bersama cinta, takut kepada amaran Allah SWT, sebagaimana ulamak takut kepada Allah SWT.
معرفة الله عز وجل هي أول طرق زيادة الإيمان، وليست معرفته أنك وحدته بلسانك فقط، ولكن هل تعرفت على الله عز وجل بأسماء جلاله وصفات كماله، ليمتلئ قلبك بالحب والخشية معا، ثم تتعبد الله بمقتضى هذه الأسماء والصفات.
قال ابن القيم: (جميع ما يبدو للقلوب من صفات الرب سبحانه وتعالى يستغني العبد بها، بقدر حظه من معرفتها، وقيامه بعبوديتها).
إذا ما عرف الإنسان ربه وآمن به تفجرت ينابيع الخير في قلبه ثم فاضت على جوارحه بمقدار علمه وقوة إيمانه، فالعلم هو السبيل للمعرفة، فأعلم الناس بالله هو أخشاهم لله.
قال تعالى: {إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاء}.. (فاطر: 28).
فيجب على كل شخص يقوي أساس دينة، بدراسة العقيدة الصحيحة، والحذر من العقائد الفاسدة.
ثانيا: تدبر القرآن:
2-Bertadabbur kepada Al-Quran Al-Karim sehingga apabila mendengar kalimah-kalimah Al-Quran dia akan bertambah imannya.

Bibir membaca, telinga mendegar, hati memerhati setiap patah perkataan. hati memahami maksud dan kehebdak Al-Quran, segala anggota melaksanakan kandungan ayat-ayat Al-Quran.
كثير من المسلمين الآن يقرؤوا القرآن وكل همه أن يختمه، دون تدبر للمعاني و لا فهم للألفاظ.
فتدبر القرآن من أهم أسباب زيادة الإيمان، قال تعالى في صفات المؤمنين الصادقين: {وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَاناً}.
قد أمرنا الله عز وجل أن نتدبر القرآن فقال تعالى: {كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِّيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُوْلُوا الْأَلْبَابِ}، أما من يقرأ ولا يتدبر الآيات قال الله عنه: {أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَى قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا}.
قال ابن القيم: (إذا أردت الانتفاع بالقرآن فأحضر قلبك عند تلاوته وسماعه وألقي سمعك وأحضر حضور من يخاطبه به، فإنه خطاب الله لك على لسان نبيه المصطفى قال تعالى: {إِنَّ فِي ذَلِكَ لَذِكْرَى لِمَن كَانَ لَهُ قَلْبٌ أَوْ أَلْقَى السَّمْعَ وَهُوَ شَهِيدٌ}.

ثالثا: معرفة رسول الله صلى الله عليه وسلم:
3-Mengenal dan mencintai Rasulullah SAW serta mengikuti setiap pergerakkan Rasulullah SAW.
أخلاقه ومعجزاته وأن يتخذه قدوة وأسوة في كل أعماله.بمعرفة النبي صلى الله عليه وسلم وسيرته ومعجزاته يزيد إيمان المؤمن، ويؤمن الكافر.
ولا يكتمل إيمان المؤمن حتى يكون رسول الله أحب اليه من نفسه التي بين جنبيه، كما في الحديث الصحيح، وأول مقتضيات حب رسول الله (ص) هو الطاعة والوفاء قال تعالى: {قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللّهُ}.
فعلى كل مسلم قراءة ومعرفة سيرة الرسول.
رابعا: التفكر في خلق الله:
4-Berfikir kepada kejadian atau penciptaan Allah SWT yang amat unik, sehingga cara kita berfikir tersebut termasuk dalam kategori ibadat kepada Allah SWT.
لتفكر في خلق الله من أعظم العبادات، وهي عباده نسيها أكثر المسلمين الآن، وهي من أهم طرق تحصيل اليقين، وزيادة الإيمان.
لما نزل قول الله تعالى: {إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَاخْتِلاَفِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لآيَاتٍ لِّأُوْلِي الألْبَابِ} ، قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: (ويل لمن قرأها ولم يتفكر فيها).
فأنظر حولك في السماوات والأرض، والجبال والأشجار، وأنظر في كل ثمره تأكلها، بل وأنظر إلى نفسك، فنظرك فيك يكفيك قال تعالى: {وَفِي أَنفُسِكُمْ أَفَلَا تُبْصِرُونَ}.
خامسا: كثرة النوافل بعد الفرائض:
5-Memperbanyakkan solat-solat sunat setelah sempurna solat-solat Fardhu.
الإكثار من النوافل هي الطريق إلى محبة الله لك، فصلّ السنن بعد الفروض، وقيام الليل، وصم الأثنين والخميس، والصدقة، و كل أعمال البر تزيد الإيمان في القلب.
لأنها الوسيلة إلى محبة الله وفي الحديث القدسي (لا يزال عبدي يتقرب إلى بالنوافل حتى أحبه فإذا أحببته كنت سمعه الذي يسمع به وبصره الذي يبصر به ويده التي يبطش بها ولئن دعاني لأجيبنه ولئن سألني لأعطينه). صحيح البخاري
سادسا: القرب من بيئة الطاعة:
6-Mendekati Allah SWT melalui ketaan kepada Allah SWT.
القرب من أي بيئة طاعة يزيد الإيمان، والقرب من بيئة المعصية ينقص الإيمان، فيأبى الله الا أن يعز من أطاعه، ويأبى الله الا أن يزل من عصاه.
فابعد قلبك عن الأفلام والمسلسلات والأغاني والتحدث مع الفتيات وإطلاق النظر، وابعد عن أصدقاء السوء وفلا تصاحب الا مؤمنا.
قال صلى الله عليه وسلم: (مثل الجليس الصالح والسَّوء، كحامل المسك ونافخ الكير؛ فحامل المسك إما أن يُحديك وإما أن تبتاع منه، وإما أن تجد منه ريحا طيبة، والجليس السوء كنافخ الكير إما أن يحرق ثيابك، وإما أن لا تسلم من دخانه).. (متفق عليه)
قال صلى الله عليه وسلم: (المرء على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل) (رواه أبو داود).
سابعا: ذكر الله تعالى:
Sentiasa berzikir kepada Allah SWT agar hati sentiasa hidup, yakni setiap detik dan pergerakkan hati di arahkan kepada ketaatan kepada perintah Allah SWT.
قال صلى الله عليه وسلم: (مثل الذي يذكر ربه والذي لا يذكر مثل الحي والميت).. (البخاري).
وقال صلى الله عليه وسلم: (أفضل الكلام بعد القرآن أربع، وهن من القرآن: سبحان الله، والحمد لله، ولا إله إلا الله، والله أكبر)... (أخرجه مسلم).
ثامنا: الدعوة إلى الله عز وجل:

8-Menjadikan  Dakwah sebagai tugas rasmi dalam kehidupan walaupun pada zahir kita bertugas dengan  kerajaan atau majikan.
Tidak ada perkataan yang keluar daripada mulut seorang pendakwah yang Allah SWT tidak bayar dengan pahala dan Keredahaan Yang Maha Esa. Malah semuanya  lebih berharga dari permata dan berlian di Sisi Allah SWT.

قال تعالى: {ولْتَكُن منكم أمَّةٌ يدْعُون إلَى الخَيْرِ ويَأْمُرونَ بالمَعْروفِ ويَنْهَوْنَ عَنِ المُنْكَرِ}.
وقال عز وجل: {ومن أحسن قولاً ممن دعا إلى الله وعمل صالحاً وقال إنني من المسلمين}.
ودعى رسول الله صلى الله عليه وسلم لحامل الدعوة في الحديث الصحيح قال عليه الصلاة والسلام: (نضَّر الله امرأ سمع مقالتي فوعاها ثم أدَّاها كما سمعها فرب مبلِّغ أوعى من سامع ورب حامل فقه إلى من هو أفقه منه).
وقال صلى الله عليه وسلم: (الدين النصيحة قلنا لمن يا رسول الله، قال لله ولكتابه ولرسوله ولأئمة المسلمين وعامتهم)
كيف تعرف أنك مؤمن؟؟أعرض نفسك على صفات المؤمنين في القرآن، وأنظر هل أنت ممن تتوافر فيهم هذه الصفات.
قال تعالى: {قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ}.
فمن هم يا رب المؤمنون؟؟؟
{الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ} فهل أنت خاشع في صلاتك؟؟
{وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ} فهل أنت تعرض عن اللغو؟؟
{وَالَّذِينَ هُمْ لِلزَّكَاةِ فَاعِلُونَ} فهل أنت تؤدي الزكاة؟؟
{وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ * إِلَّا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ}
{وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ} فهل أنت ترعى الأمانة والعهد؟؟
{وَالَّذِينَ هُمْ عَلَى صَلَوَاتِهِمْ يُحَافِظُون} فهل أنت تحافظ على الصلوات في أوقاتها وفي المسجد؟؟
وقال تعالى في سورة الأنفال: {إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَاناً وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ * الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلاَةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ * أُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقّاً لَّهُمْ دَرَجَاتٌ عِندَ رَبِّهِمْ وَمَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ}
فهل إذا ذكر الله وجل قلبك، هل إذا تليت آياته زادتك إيمانا، هل تتوكل على ربك؟؟
فاعرض نفسك على آيات الله ستعرف هل أنت مؤمن أم لا؟ .


Monday, March 15, 2010

Enam Jenis Wanita Malang


 

“Jangan engkau kahwini wanita yang enam, jangan yang Ananah, yang Mananah, dan yang Hananah, dan jangan engkau kahwini yang Hadaqah, yang Baraqah dan yang Syadaqah.”
Wanita Ananah:banyak mengeluh dan mengadu dan tiap saat memperalatkan sakit atau buat-buat sakit.
Wanita Mananah:suka membangkit-bangkit terhadap suami. Wanita ini sering menyatakan, “Aku membuat itu keranamu”.
Wanita Hananah: menyatakan kasih sayangnya kepada suaminya yang lain, yang dikahwininya sebelum ini atau kepada anaknya dari suami yang lain.
Wanita Hadaqah: melemparkan pandangan dan matanya pada tiap sesuatu, lalu menyatakan keinginannya untuk memiliki barang itu dan memaksa suaminya untuk membelinya.
Wanita Baraqah: ada 2 makna, pertama yang sepanjang hari mengilatkan dan menghias mukanya, kedua dia marah ketika makan dan tidak mahu makan kecuali sendirian dan diasingkannya bahagianya.
Wanita Syadaqah: banyak cakap tidak menentu lagi bising.
Dicatat oleh Imam Al-Ghazalli