Pages

Showing posts with label mati. Show all posts
Showing posts with label mati. Show all posts

Thursday, March 14, 2013

Bersiaplah Menghadapi Kematian


Sudah berapa lama kita hidup?

Dan pasti selama itu pula kita berusaha untuk mencari nafkah/bekal dunia untuk menghidupi diri kita dan keluarga kita, namun akan ada waktunya nanti ketika kita tidak lagi diberi kesempatan untuk mencari bekal dan hanya menikmati jerih payah kita, semua itu akan terjadi ketika maut bertamu kepada kita.

Kematian bisa saja datang kapan saja, boleh jadi hari ini, besok, lusa, bulan depan, tahun depan. Bayangkan jika kelak malaikat maut sudah bertamu kehadapan anda, bagaimana ekspresi keluarga, anak, istri, sanak kerabat dan handai taulanmu. Betapa kesedihan melanda mereka, istrimu menjadi janda, anak-anakmu menjadi yatim, sanak kerabat kehilangan dirimu. Ketika kita dihantarkan ramai-ramai ke suatu tempat yang sangat sempit, hanya 2×1 M.

Jasadmu terbujur kaku , tubuhmu menjadi dingin, kain kafan menghiasi sekujur tubuhmu, kapas putih menutup hidungmu dan orang-orang silih berganti datang melayatmu dengan berbagai komentarnya “tidak disangka ya mas begitu cepat dia meninggal padahal…” ataupun komentar komentar lainnya, tidak hanya itu, lama kita menempati tempat tersebut pun lebih lama dari hidup kita di dunia yang sebenarnya diberikan oleh Allah subhanahu wata’ala sebagai kesempatan kita mencari bekal menghadapi hal tersebut.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, senantiasa mengingatkan kita ummatnya untuk selalu mengingat kematian, beliau bersabda:

أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ يَعْنِي الْمَوْت

“Perbanyaklah mengingat pemutus segala kenikmatan yaitu kematian”. [HR.Tirmizi ]

Mengingat kematian akan membuat seseorang akan lebih banyak menangis dan senantiasa khawatir dengan nasibnya setelah mati. Bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

لو تعلمون ما أعلم لضحكتم قليلا ولبكيتم كثيرا

“Seandainnya kalian mengetahui apa yang ku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan lebih banyak menangis.” [HR. Muttafaq ‘alaihi.]

Seseorang berkata kepada Alhasan: “wahai Abu Said, apa yang harus kami lakukan?? tatkala kami bermajlis dengan suatu kaum yang senantiasa menakuti kami dengan kematian yang membuat hati kami hampir-hampir terbang,” maka Alhasan menjawab: “demi Allah jikalah engkau dapat bermajlis dengan suatu kaum yang senantiasa menakuti-nakuti dengan kematian sehingga engkau beramal) itu lebih baik bagimu agar kelak engkau mati dalam keadaan aman(selamat), daripada duduk bermajlis dengan suatu kaum yang membuatmu merasa aman(dengan perkara dunia) namun kelak engkau benar-benar akan ketakutan (ketika matimu karena lalai beramal”).

Berkata AlHakim bin Nuh kepada sahabat-sahabatnya: “Suatu ketika Malik Bin Dinar tidur sepanjang malam tanpa mengerjakan sholat walaupun satu raka’at, ketika itu kami bersamanya di atas perahu di tengah lautan. Pagi hari aku berkata padanya: Wahai Malik, alangkah panjangnya tidurmu malam ini sehingga engaku tidak sempat sholat malam ataupun berdoa. Maka seketika itu dia menangis dan berkata: seandainya manusia mengetahui apa yang akan mereka hadapi kelak (ketika kematian) pasti mereka tidak akan pernah merasakan nikmatnya hidup ini, sebab aku-demi Allah- tatkala melihat gelap dan seramnya keadaan tadi malam, aku teringat dahsyatnya keadaan di padang mahsyar, setiap orang sibuk dengan dirinya masing-masing, tiada berguna waktu itu bapak bagi anaknya dan sebaliknya, setelah itu dia menangis tersedu-sedu sejadi-jadinya, setelah sekian lama barulah tangisannya reda, maka teman-teman yang bersamaku diperahu berdatangan memarahiku dan berkata: tidak kah kau paham bahwa dia tidak dapat menahan diri jika diinggatkan tentang (kematian dan akhirat) kenapa kau mengingatkannya? Berkata Alhakim: sejak itu aku tidak lagi berani mengingatkannya tentang perkara itu.”

Ketika kita mengingat akan hal itu tentu kita sebagai orang yang mengaku beriman setidaknya ada rasa takut dan berusaha mempersiapkan diri, dikarenakan lamanya dan susahnya menjalani perjalanan setelah kita hidup di dunia ini. Sebagai bukti bahwa kita mengimani hal tersebut.

Berkata Ad-Daqqaq: “Barang siapa yang senantiasa mengingat kematian maka dia akan akan mudah untuk mengerjakan tiga hal: dia akan segera bertaubat, akan merasa qana’ah(rela dengan apa yang Allah berikan dalam hal dunia), dan akan semangat dalam beribadah. Sebaliknya barang siapa yang lalai untuk mengingat kematian, dia akan merugi dalam tiga hal: menunda-nunda bertaubat, tidak pernah merasa cukup dan puas (dengan dunia yang dimilikinya) dan akan membuatnya malas untuk beribadah”

Ketahuilah saudaraku, bahwa tauhid yang bersih merupakan kunci untuk meraih ampunan. Namun, hal ini tidaklah sesederhana dan semudah yang dibayangkan oleh kebanyakan orang.

Meninggal di atas tauhid yang bersih merupakan syarat mendapatkan ampunan dosa. Dalam hal ini terdapat perincian sebagai berikut:

[1] Orang yang meninggal dalam keadaan melakukan syirik besar atau tidak bertaubat darinya maka dia pasti masuk neraka.

[2] Orang yang meninggal dalam keadaan bersih dari syirik besar namun masih terkotori dengan syirik kecil sementara kebaikan-kebaikannya ternyata lebih berat daripada timbangan keburukannya maka dia pasti masuk surga.

[3] Orang yang meninggal dalam keadaan bersih dari syirik besar namun masih memiliki syirik kecil sedangkan keburukan/dosanya justru lebih berat dalam timbangan maka orang itu berhak masuk neraka namun tidak kekal di sana (lihat al-Jadid fi Syarh Kitab at-Tauhid, hal. 44)

Dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Allah ta’ala berfirman, “Wahai anak Adam! Seandainya kamu datang kepada-Ku dengan membawa dosa hampir sepenuh isi bumi lalu kamu menemui-Ku dalam keadaan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu apapun, niscaya Aku pun akan mendatangimu dengan ampunan sebesar itu pula.” (HR. Tirmidzi, dan dia menghasankannya)

Hadits yang agung ini menunjukkan bahwa tauhid merupakan syarat untuk bisa meraih ampunan Allah ta’ala. Syaikh Abdurrahman bin Hasan rahimahullah berkata mengomentari hal ini, “Ini adalah syarat yang berat untuk bisa mendapatkan janji itu yaitu curahan ampunan. Syaratnya adalah harus bersih dari kesyirikan, banyak maupun sedikit. Sementara tidak ada yang bisa selamat/bersih darinya kecuali orang yang diselamatkan oleh Allah ta’ala. Itulah hati yang selamat sebagaimana yang difirmankan oleh Allah ta’ala (yang artinya), “Pada hari ketika tidak lagi bermanfaat harta dan keturunan kecuali bagi orang yang menghadap Allah dengan hati yang selamat.” (QS. asy-Syu’ara: 88-89).” (Fath al-Majid bi Syarh Kitab at-Tauhid, hal. 53-54)

Namun sebagaimana sudah disinggung di atas keutamaan ini hanya akan bisa diperoleh bagi orang yang bersih tauhidnya. Imam Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan,

“…Seandainya ada seorang yang bertauhid dan sama sekali tidak mempersekutukan Allah dengan sesuatupun berjumpa dengan Allah dengan membawa dosa hampir seisi bumi, maka Allah pun akan menemuinya dengan ampunan sepenuh itu pula. Namun hal itu tidak akan bisa diperoleh bagi orang yang cacat tauhidnya. Karena sesungguhnya tauhid yang murni yaitu yang tidak tercemari oleh kesyirikan apapun maka ia tidak akan menyisakan lagi dosa. Karena ketauhidan semacam itu telah memadukan antara kecintaan kepada Allah, pemuliaan dan pengagungan kepada-Nya serta rasa takut dan harap kepada-Nya semata, yang hal itu menyebabkan tercucinya dosa-dosa, meskipun dosanya hampir memenuhi isi bumi. Najis yang datang sekedar menodai, sedangkan faktor yang menolaknya sangat kuat.” (Dinukil dari Fath al-Majid bi Syarh Kitab at-Tauhid, hal. 54-55)

Wallahu'alam bissawab


(KabarDuniaIslam) 

Keadaan Ruh Setelah Terpisah dari Badan


Al-Barra bin Azib radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan,

“Kami keluar bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk mengurusi jenazah seorang laki-laki dari kalangan sahabat Anshar. Lantas kami sampai di kuburan yang belum digali. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam duduk dan kami pun duduk di sekeliling beliau seakan-akan kepala kami dihinggapi burung.

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Mohonlah kalian perlindungan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dari siksa kubur.’ (sebanyak dua kali atau tiga kali).

Kemudian beliau bersabda lagi, ‘Sesungguhnya seorang hamba yang beriman jika terpisah dari dunia dan menuju ke akhirat, niscaya dia didatangi malaikat dari langit yang wajahnya putih bagaikan mentari. Mereka membawa kain kafan dan wewangian dari surga, lalu duduk di dekatnya. Selanjutnya datanglah malaikat maut dan duduk di samping kepalanya. Malaikat maut itu berkata, ‘Wahai jiwa yang baik! Keluarlah menuju ampunan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan ridha-Nya.’ Lantas nyawanya pun keluar dan mengalir sebagaimana mengalirnya tetesan air dari wadahnya. Ketika malaikat mengambil nyawanya, maka dia tidak membiarkan nyawa tersebut berada di tangannya sekejap mata pun, melainkan mereka meletakkannya di dalam kafan dan wewangian tersebut. Dan dari nyawanya tersebut muncul keharuman bagaikan misk (kasturi) terharum yang ada di muka bumi.’

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melanjutkan kisahnya, ‘Kemudian mereka membawa nyawa tersebut naik. Mereka tidak melewati sekelompok malaikat melainkan mereka berkata, ‘Ruh siapakah yang wangi ini?’ Mereka menjawab, ‘Ruh fulan bin fulan,’ dengan menyebut nama terbaik sebagaimana dia bisa dipanggil di dunia. Sehingga para malaikat yang membawa nyawa tersebut sampai di langit dunia, lalu mereka meminta agar dibukakan pintu nyawa tersebut. Kemudian dibukakan pintu untuknya. Selanjutnya malaikat muqarrabun dari masing-masing langit mengantarkannya sampai ke langit berikutnya sehingga sampai ke langit ketujuh. Lantas Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, ‘Tulislah buku catatan amal hambaku ini di Illiyyin dan kembalikan dia ke bumi, ke tanah sebagaimana dahulu Aku menciptakan mereka dari tanah, dan dari sanalah Aku akan mengeluarkan mereka pada waktu yang lain’.’

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam masih melanjutkan kisahnya,

‘Selanjutnya ruhnya dikembalikan pada jasadnya, lalu dia didatangi dua malaikat, lalu keduanya mendudukkannya dan bertanya kepadanya, ‘Siapa Rabbmu?’ Dia menjawab, ‘Rabbku adalah Allah Subhanahu wa Ta’ala.’ Keduanya bertanya lagi, ‘Apa agamamu?’ Dia menjawab, “Agamaku Islam.’ Keduanya melanjutkan, ‘Siapakah lelaki yang diutus untuk kalian ini?’ Dia menjawab, ‘Dia adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.’ Keduanya bertanya lagi, ‘Apa yang menyebabkanmu mengetahuinya?’ Dia menjawab, ‘Saya membaca kitab Allah, lalu saya beriman kepadanya dan membenarkannya.’ Lantas di langit ada yang mengumandangkan, ‘Hambaku benar. Hamparkanlah untuknya permadani dari surga, berilah dia pakaian dari surga dan bukakan untuknya pintu ke arah surga, lalu didatangkan padanya angin dan semerbak keharuman surga. Kemudian kuburnya dilapangkan sebatas mata memandang. Selanjutnya dia didatangi sesosok yang tampan wajahnya, bagus pakaiannya, dan harum baunya. Ia berkata, ‘Bergembiralah engkau dengan sesuatu yang membuatmu gembira. Ini adalah harimu yang telah dijanjikan untukmu.’ Lantas dia bertanya kepadanya, ‘Kamu ini siapa?’ Wajahmu adalah wajah yang datang dengan kebaikan.’ Dia menjawab, ‘Saya adalah amal kebajikanmu.’ Lalu dia berkata, ‘Ya Rabbi! Datangkanlah hari kiamat sehingga saya dapat kembali pada keluargaku dan hartaku’.’

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melanjutkan kisahnya,

‘Sesungguhnya hamba yang kafir apabila terpisah dari dunia dan menuju akhirat, maka turun kepadanya malaikat dari langit yang wajahnya hitam. Mereka membawa pakaian yang kasar, lalu mereka duduk di dekatnya. Selanjutnya malaikat maut datang hingga duduk di samping kepalanya, lalu dia berkata, ‘Wahai jiwa yang buruk! Keluarlah menuju murka dan kemarahan Allah Subhanahu wa Ta’ala.’ Lalu jiwanya terpisah-pisah di dalam jasadnya. Selanjutnya malaikat mencabutnya sebagaimana mencabut besi yang digunakan membakar daging dari bulu domba yang basah. Lalu malaikat mengambil nyawanya. Ketika dia telah mengambilnya, maka dia tidak membiarkan nyawa itu berada di tangannya meskipun sekejap mata melainkan mereka menaruhnya pada pakaian yang kasar itu. Dan dari nyawa tersebut keluar bau bagaikan bau bangkai paling busuk yang ada di muka bumi. Lalu mereka membawa nyawa tersebut naik. Mereka tidak melewati sekelompok malaikat melainkan mereka berkata, ‘Ruh siapakah yang busuk ini?’ Mereka menjawab, ‘Ruh fulan bin fulan,’ dengan menyebut nama terjelek sebagaimana dia biasa disebut di dunia, sehingga dia sampai ke langit dunia. Lalu dimintakan agar dibukakan pintu untuk nyawa tersebut, tetapi tidak dibukakan pintu untuknya.

Selanjutnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca ayat berikut:

“Tidak akan dibukakan pintu-pintu langit bagi mereka, dan mereka tidak akan masuk surga, sebelum onta masuk ke dalam lubang jarum.” (QS. Al-A’raf: 40)

Kemudian Allah berfirman, “Tulislah buku catatan amalnya di dalam Sijjin di bumi yang paling rendah. Maka, ruhnya dilemparkan begitu saja, kemudian Allah berfirman,

“Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka seakan-akan dia jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.” (QS. Al-Hajja: 31)

Selanjutnya, ruhnya dikembalikan pada jasadnya, lalu dia didatangi dua malaikat, lalu keduanya bertanya kepadanya, ‘Siapa Rabbmu?’ Dia menjawab, ‘Aduh, aduh! Saya tidak tahu.’ Lantas keduanya bertanya lagi, ‘Apa agamamu?’ Dia menjawab, ‘Aduh, aduh! Saya tidak tahu.’ Keduanya melanjutkan, ‘Siapakah lelaki yang diutus untuk kalian ini?’ Dia menjawab, ‘Aduh, aduh! Saya tidak tahu.’ Lantas di langit ada yang mengumandangkan, ‘Dia dusta. Hamparkanlah untuknya tempat tidur dari neraka dan bukakan untuknya pintu ke arah neraka, lalu didatangkan padanya panas neraka dan angin panas neraka. Kemudian kuburnya disempitkan sehingga tulang rusuknya menjadi bersilangan. Selanjutnya dia didatangi sesosok yang buruk wajahnya, jelek pakaiannya, dan berbau busuk. Dia berkata, ‘Bergembiralah engkau dengan sesuatu yang menyusahkanmu. Ini adalah harimu yang telah diancamkan untukmu.’ Lantas dia bertanya kepadanya, ‘Kamu ini siapa? Wajahmu adalah wajah yang datang dengan buruk.’ Dia menjawab, ‘Saya adalah amal burukmu.’ Lalu dia berkata, ‘Ya Rabbi! Jangan datangkan hari kiamat!’.”

(HR. Al-Baihaqi dengan sanad shahih).

Sumber: Hiburan Orang-orang Shalih, 101 Kisah Segar, Nyata dan Penuh Hikmah, Pustaka Arafah Cetakan 1


(KabarDuniaIslam/kisahmuslim)

Monday, July 30, 2012

Apakah dengan kematian, terputus segala amalan?


Prof Madya Dr Musa Fathullah Harun

Imam Muslim, Tirmizi, Nasai, Abu Dawud, Ahmad dan Al-Darimi telah meriwayatkan daripada Abi Hurairah r.a. bahawa Nabi s.a.w. bersabda:
“Apabila manusia mati, terputuslah daripadanya segala amalannya, kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau anak yang soleh yang berdo’a untuknya”.
\
Imam Ahmad, Muslim, Tirmizi, Nasai, Abu Daud dan Ibnu Majah meriwayatkan daripada Jarir r.a. bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda:
“Barangsiapa memulakan jalan yang baik dalam Islam, maka baginya pahalanya dan juga pahala orang yang beramal dengannya selepasnya tanpa dikurangi daripada pahala mereka sedikitpun juga, dan barangsiapa memulakan jalan yang buruk dalam Islam, maka atasnya dosanya dan juga dosa orang yang beramal dengannya tanpa dikurangi daripada dosa mereka sedikitpun juga”.

Daripada kedua hadis tersebut kita mengambil kesimpulan bahawa meskipun, dengan datangnya kematian kepada kita, kesempatan untuk beramal telah terputus atau terhenti, tetapi peluang untuk memperoleh pahala amalan tertentu tetap terbuka bagi kita.
Di dalam kedua hadis tersebut, Rasulullah s.a.w. telah menjelaskan kepada kita bidang-bidang pelaburan yang pasti akan menguntungkan kerana pahalanya akan berterusan mengalir selepas kematian kita, iaitu:

Pertama: sadaqh jariyah, iaitu sedekah yang pahalanya terus mengalir selama faedah atau manfaat yang disedekahkan itu terus berjalan, seperti menderma atau mewakafkan tanah untuk masjid, surau, madrasah atau lain-lain yang berguna bagi agama dan umat Islam.

Kedua: menuntut dan mengembangkan ilmu-ilmu yang bermanfaat bagi agama dan umat, menghidupkan majlis-majlis ilmu atau pengajian-pengajian, dan lain-lain usaha yang membantu ke arah perkembangan ilmu pengetahuan yang dituntut oleh agama.

Ketiga: memperhatikan pendidikan anak-anak agar mereka menjadi anak yang soleh, yang sentiasa berdo’a untuk kedua ibu-bapanya.

Keempat: setiap amalan yang mendatangkan kebaikan, yang selari atau tidak bercanggah dengan syariat, yang kita mulakan melakukannya semasa hidup kita, kemudian diikuti oleh orang ramai sehingga menjadi adat kebiasaan bagi mereka, maka kita akan mendapat pahala melakukannya dan juga sebanyak pahala orang yang mengikutinya.

Amalan yang hidup untuk yang mati
Mengenai amalan orang yang hidup, seperti bacaan Al-Qur’an, do’a, sedekah dan lain-lain, untuk orang yang sudah mati, terdapat perbezaan pandangan: Imam Nawawi, di dalam kitabnya Al-Adzkaar, menyatakan bahawa para ulama telah bersepakat bahawa do’a untuk orang-orang yang sudah mati bermanfaat bagi mereka, dan pahalanya sampai kepada mereka bersandarkan kepada firman Allah SWT di dalam surah Al-Hasyr:
“Dan orang-orang (Islam) yang datang kemudian daripada mereka (berdo’a dengan) berkata: Wahai Tuhan kami, ampunilah dosa kami, dan dosa saudara-saudara kami yang mendahulu kami dalam iman,…”.
Dan juga bersandar kepada hadis-hadis yang masyhur, seperti: do’a Rasulullah s.a.w.:
“Ya Allah, ampunilah bagi ahli yang hidup dan juga yang mati daripada kami”, dan lain-lain.

Mengenai bacaan Al-Qur’an, terdapat perbezaan pandangan:
Yang masyhur daripada mazhab Syafi’ie bahawa pahala bacaan tersebut tidak sampai kepada si mati. Tetapi, sekumpulan sahabat Imam Syafi’e sendiri sependapat dengan Imam Ahmad dan sekumpulan ulama lainnya, yang mengatakan bahawa bacaan tersebut bermanfaat dan sampai pahalanya kepada si mati.

Imam Nawawi r.a. telah menukil riwayat Abi Dawud dan Baihaqi daripada Uthman Bin Affan r.a. bahawa beliau berkata:
“Nabi s.a.w., apabila selesai daripada mengebumikan mayat, berdiri di atasnya, kemudian bersabda: Mohonlah keampunan bagi saudaramu, dan mintakan baginya ketabahan, kerana sesungguhnya ia sekarang sedang disoal”.

Imam Syafi’ie r.a. dan sahabat-sahabatnya menyatakan bahawa disunatkan membaca sebahagian daripada Al-Qur’an, dan jika mereka mengkhatamkan seluruhnya adalah lebih baik lagi.
Imam Nawawi juga telah menukil riwayat Baihaqi bahawa menurut Ibnu Umar r.a. disunatkan membaca awal dan penghabisan daripada surah Al-Baqarah, selepas pengembumian di atas kubur.
Segolongan kaum muslimin berpendapat bahawa orang mati tidak akan mendapat sebarang faedah daripada amalan orang yang hidup.

Mereka berhujjah dengan firman Allah SWT di dalam surah Al-Najm: 39:
“Dan bahawa sesungguhnya tidak ada (balasan) bagi seseorang melainkan (balasan) apa yang diusahakannya”.
Dan mereka juga berhujah dengan sabda Nabi s.a.w.:
“Apabila manusia mati, terputuslah segala amalannya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah(untuk masjid, surau, madrasah dan lain-lain keperluan kaum muslimin), ilmu yang dimanfaatkan, atau anak yang soleh yang berdo’a untuknya”.
Hasan Al-Saqqaf telah menukil jawaban Imam Abdullah Ibnu al-Siddiq al-Ghamawi di dalam risalahnya, Tawdih al-Bayan Li Wusul Thawab al-Qur’an, yang di antara kandungannya:
“Ayat tersebut (Al-Najm:39)tidak menafikan bolehnya seseorang mengambil manfaat daripada usaha orang lain. Yang dinafikan olehnya adalah pemilikan manfaat tersebut bagi selain yang mengusahakannya. Di antara kedua perkara tersebut terdapat perbezaan yang nyata.

Allah SWT mengkhabarkan bahawa manusia tidak memiliki selain yang diusahakannya. Adapun yang diusahakan oleh orang lain, maka ia adalah milik yang mengusahakannya: jika ia ingin ia boleh memberikannya kepada orang lain, dan jika ia ingin ia boleh mengekalkannya bagi dirinya sendiri. Allah SWT tidak memfirmankan bahawa ia tidak akan mengambil manfaat melainkan dengan apa yang ia usahakan.

Imam Qurtubi berkata: Dikatakan sesungguhnya Allah berfirman; laam al-khafd dalam bahasa Arab bererti memiliki dan mewajibkan, maka makna ayat: Tidak wajib bagi manusia selain yang ia usahakan. Jika orang lain bersedekah kepadanya, maka tidak wajib baginya sesuatu, tetapi Allah Azza Wa Jalla bermurah hati ke atasnya dengan memberikan apa yang tidak wajib baginya, sebagaimana Allah bermurah hati dengan memasukkan kanak-kanak ke dalam Syurga tanpa amal.

Syaikh Abul Abbas, Ahmad Bin Taimiyah berkata: Barangsiapa yang mengiktiqadkan bahawa manusia tidak akan mengambil faedah selain daripada apa yang ia lakukan, maka ia telah menyalahi ijma’.

Yang demikian adalah batil dari beberapa segi:

Pertama: Manusia mengambil faedah daripada do’a orang lain, yang bererti mengambil manfaat daripada amalan orang lain.

Kedua: Nabi s.a.w. memberi syafaat kepada ahl al-mawqif (semua manusia yang menunggu penghisaban di Mahsyar) untuk menyegerakan penghisaban, kemudian kepada ahli Syurga untuk memasukkan mereka ke dalam Syurga, kemudian bagi ahl al-kabair (orang-orang yang melakukan dosa besar) untuk mengeluarkan mereka dari neraka.

Ketiga: Para malaikat berdo’a dan memintakan ampunan bagi penduduk bumi.

Keempat: Allah SWT mengeluarkan orang yang belum pernah melakukan sebarang kebaikan dari neraka kerana semata kemurahan dan rahmatNya. Ini bermakna mereka mengambil manfaat daripada selain amalan mereka.

Kelima: Kanak-kanak orang mukmin memasuki Syurga dengan amalan bapa mereka.

Keenam: Dalam surah al-Kahfi, dua anak yatim mengambil manfaat daripada amalan bapa mereka yang soleh.

Ketujuh: Mayat mengambil manfaat dengan sedekah yang dibuat untuknya, dengan nas Al-Sunnah dan ijma’.

Kelapan: Haji wajib gugur tuntutan ke atas mayat dengan haji yang dilakukan oleh Walinya untuknya, dengan nas Al-Sunnah.

Kesembilan: Haji nazar atau puasa nazar gugur tuntutan ke atas mayat dengan dilakukan oleh orang lain.

Kesepuluh: Orang yang berhutang, yang Nabi s.a.w. menolak untuk solat ke atas jenazahnya sehingga dibayarkan hutangnya oleh Abu Qotadah r.a., dan dibayarkan hutang lainnya oleh Ali Bin Abi Talib r.a., mengambil manfaat daripada amalan mereka dan daripada solat Nabi s.a.w., yang juga merupakan amalan orang lain.

Dengan huraian ini jelaslah bahawa berhujah dengan ayat tersebut atas tidak sampainya pahala do’a atau bacaan kepada mayat adalah tidak benar, kerana ayat tersebut tidak menunjukkan yang demikian.

Imam Nawawi berkata:
“Sebaiknya, orang yang membaca (Al-Qur’an), selepas selesai membacanya, hendaklah berdo’a: Ya Allah sampaikanlah pahala bacaanku ini kepada si Fulan, dan juga disunatkan supaya memuji si mati dan menyebut kebaikan-kebaikannya”.
 —

Thursday, May 17, 2012

Rangka manusia ditemui dipercayai milik bekas ustazah



BACHOK 16 Mei - Misteri kehilangan seorang bekas ustazah yang menghidap penyakit skizofrenia, Norhayati Mat Ripin, sejak 18 April lalu terjawab dengan penemuan rangka dan tulang manusia yang dipercayai miliknya di kawasan sawah padi di Kampung Cherang Hangus, dekat sini tengah hari ini.
Rangka dan tulang manusia itu ditemui seorang pemandu jentera tuai padi yang baru hendak memulakan kerja kira-kira pukul 12 tengah hari.
Ibu mangsa, Ramlah Mohd. Nor, 61, berkata, pemandu jentera itu kemudian memaklumkan penemuan tersebut sebelum dia bergegas ke lokasi.
Ramlah berkata, dia yakin rangka itu milik Norhayati, 39, berdasarkan pakaian yang ditemui di sisinya.
Beliau berkata, kehilangan Norhayati sudah genap sebulan dan anggota keluarga sudah melakukan pelbagai ikhtiar untuk mengesannya tetapi gagal.
"Kami hampir putus harap kerana telah mencarinya di merata tempat termasuk menggunakan khidmat bomoh. Rupa-rupanya arwah hanya beberapa meter dari rumah," katanya dengan linangan air mata ketika ditemui di rumahnya di sini.
Ramlah berkata, mereka reda dengan takdir bahawa Norhayati akan 'pergi' sedemikian rupa.
"Makcik reda dengan kejadian yang menimpanya dan tidak tahu kenapa Allahyarham boleh meninggal dunia dalam keadaan sedemikian kerana setahu makcik, dia tidak pernah ke sawah berkenaan sebelum ini," katanya.
Menurut Ramlah, anak lelakinya, Mohd. Ridhuan, 39, turut yakin setelah melihat pakaian serta selipar yang ditemui di sisi rangka itu.
"Makcik tidak mengesyaki apa-apa perbuatan khianat kerana tidak nampak apa yang berlaku. Kita tidak boleh menuduh sebarangan tanpa bukti.
"Sudah takdir. Bagaimanapun, arwah sebenarnya tidak pernah menghidap penyakit yang membolehkan dia pengsan sendirian dan sebagainya," katanya.
Sementara itu, Ketua Polis Daerah Bachok, Deputi Supritendan Ab. Rahim Che Ghani mengesahkan pihaknya menerima laporan mengenai kes tersebut.

Monday, May 14, 2012

Seorang mati, 2 koma selepas langgan pelacur




       
BANGKOK: Seorang lelaki warga Bangladesh ditemui mati dan dua lagi tidak sedarkan diri, di sebuah bilik hotel di Pattaya, semalam.

Mangsa yang mati dikenali sebagai Business Chan, 57 manakala dua lagi Sanjib Saha, 54 dan Rashid Harunur, 58 yang koma, dibawa ke Hospital Memorial Pattaya.
Saksi berkata, mereka nampak ketiga-tiga lelaki itu membawa pelacur ke bilik mereka di Hotel Bella Express.

Polis percaya, pelacur itu memberi dadah kepada lelaki terbabit dan kemudian mencuri barang milik mereka memandangkan tiada tanda pergelutan.



Dadah dijumpai dan kesan barang kepunyaan tiga warga Bangladesh itu didapati diselongkar dan beberapa barang berharga hilang. - Bangkok Post

Sunday, April 8, 2012

25 warga Indonesia dihukum mati di Arab Saudi



WARTAWAN SINAR HARIAN
8 April 2012
RIYADH - Seramai 25 pembantu rumah warga Indonesia akan dijatuhi hukuman mati di Arab Saudi manakala 22 lagi diberi pengampunan dan dihantar pulang, menurut media tempatan, kelmarin.

Dalam satu kenyataan, jurucakap Kedutaan Indonesia, Hendrar Pramutyo berkata, Jakarta menghantar 14 anggota tugas khas mewakili Presiden untuk mengadakan rundingan bersama Arab Saudi.

“Kami juga akan meminta kebenaran untuk melawat penjara yang menempatkan 1,700 warga Indonesia,” katanya.

Kumpulan hak asasi melaporkan kebanyakan pekerja asing Asia sering menjadi mangsa penderaan fizikal di negara Timur Tengah gara-gara tiada pelaksanaan undang-undang buruh.

Saturday, January 21, 2012

Tubuh pasukan pakar kaji punca kematian dua bayi

HULU SELANGOR 20 Jan. - Kementerian Kesihatan telah menubuhkan pasukan pakar bagi mengkaji punca kematian dua bayi lelaki yang ditinggalkan di sebuah pusat asuhan di Taman Permata, Ampang semalam.
Menterinya, Datuk Seri Liow Tiong Lai berkata, siasatan dibuat bagi mengetahui punca sebenar kematian dan memastikan ia tidak berlaku disebabkan wabak.
"Kita akan lihat sama ada terdapat jangkitan bakteria atau disebabkan punca lain. Buat masa ini bedah siasat dan kajian sedang dijalankan yang mana akan didedahkan segera selepas mendapat laporannya.
"Saya minta orang ramai tidak panik dan membuat spekulasi mengenai kematian dua bayi dari tempat asuhan yang sama. Ibu bapa juga diminta membawa anak-anak berjumpa doktor sekiranya sakit," katanya ketika mengulas mengenai kejadian tersebut.
Beliau berkata demikian selepas merasmikan Loji Pendobian Bukit Beruntung oleh Faber Medi-Serve Sdn. Bhd. (FMS) yang merupakan syarikat subsidiari Faber Group Berhad di sini hari ini.
Turut hadir Pengerusi FMS, Datuk Zainal Abidin Alias dan Pengarah Urusan Faber Group Berhad, Adnan Mohammad.
Dalam perkembangan lain, Tiong Lai menyeru orang ramai supaya bersama-sama membasmi nyamuk Aedes bagi mengelakkan demam denggi yang dilihat semakin meningkat dari segi jumlah kes.
"Kes demam denggi telah meningkat dengan ketara iaitu minggu lalu sahaja sebanyak 481 kes demam denggi berlaku berbanding hanya lebih kurang 200 hingga 300 kes seminggu pada 2010.
"Orang ramai juga diminta berhati-hati dan memastikan tiada air bertakung di kawasan rumah untuk mengelakkan pembiakan nyamuk Aedes apabila pulang ke kampung sempena musim perayaan nanti," katanya.

Thursday, January 19, 2012

Mayat hampir reput ditemui



WARTAWAN SINAR HARIAN
January 19, 2012
jenazah-reput
KULIM - Bau busuk yang mengganggu penduduk sebuah rumah pangsa di Taman Jati Blok C, di sini terjawab apabila pihak polis menemui mayat seorang lelaki hampir reput, di tingkat tiga kediaman berkenaan.

Anggota Unit MPV Balai Polis Kulim yang menerima panggilan daripada penduduk bagaimanapun terpaksa memecah pintu sebelum memasuki rumah berkenaan.

Dari siasatan yang dijalankan, mayat lelaki yang ditemui dalam keadaan terduduk di atas kerusi ruang tamu dikenali sebagai Manivannam Ganiasamy, 33.

Mangsa sudah berumah tangga dan mempunyai empat anak. Dia tinggal bersendirian kerana isterinya T Murugammah, 29, mengambil keputusan untuk tinggal bersama ibunya di Block F di kawasan sama.

Ketua Balai Polis Kulim, Cif Inspektor Mohd Azlan Abdul Kadir berkata, isteri mangsa kecewa dengan sikap mangsa yang sering mabuk dan tidak mahu bekerja.

Menurutnya, rumah yang didiami mangsa sekarang ini milik isterinya tetapi dilelong bank kerana kegagalan mangsa membayar wang ansuran bulanan.

“Kali terakhir isteri mangsa menghantar makanan kepada mangsa pada empat hari lalu. Namun berlaku perselisihan faham.

“Bagaimanapun isteri mangsa hanya mengetahui mengenai kejadian menimpa suaminya setelah dimaklumkan oleh jiran yang tinggal berdekatan dengan rumah mangsa, “ katanya.

Menurutnya, mayat mangsa dihantar ke Hospital Kulim bedah siasat semalam dan punca kematian masih dalam siasatan.

Tuesday, October 11, 2011

Ramalan tarikh kematian sendiri tepat



LAMAN Twitter Mikey Welsh yangmeramalkan kematiannya.


CHICAGO, Amerika Syarikat (AS) - Ramalan bekas pemain gitar bes kumpulan rock Weezer, Mikey Welsh bahawa dia bakal menemui ajal pada 9 Oktober lalu menjadi kenyataan apabila dia itu ditemui mati di bilik hotel penginapannya kelmarin, lapor beberapa buah akhbar semalam.
Welsh meninggal dunia dipercayai kerana mengambil dadah secara berlebihan pada usia 40 tahun. Dia menginap di hotel berkenaan di sini kerana mahu menonton persembahan Weezer.
Selebriti itu meramalkan dengan tepat lokasi dan masa kematiannya di laman perkongsian sosial, Twitter pada 26 September lalu.
"Saya bermimpi saya mati di Chicago pada hujung minggu depan kerana diserang sakit jantung semasa tidur. Saya perlu menulis wasiat saya sekarang," kata Welsh dalam akaun Twitter miliknya.
Kemudian dia berkata: "Pembetulan, saya akan mati pada hujung minggu satu lagi."
Selain ramalan tepat itu, pemuzik berkenaan turut membuat beberapa ramalan berhubung peristiwa yang akan berlaku dalam akaun Facebooknya. - Agensi

Sunday, September 25, 2011

Warga emas mati kerana terlebih makan

KIEV: Ungkapan “makan sampai mati” mendapat takrif baru dalam pertandingan makan ladu di Ukraine, awal minggu ini.
Media tempatan melaporkan, Ivan Mendel, 77, diumum juara selepas berjaya menghabiskan 10 ladu- dikenali sebagai vareniki di Ukraine - dalam tempoh 30 saat.

Bagaimanapun, beberapa jam selepas diisytihar sebagai juara, Mendel dilaporkan sakit sebelum dikejarkan ke hospital.

Dia disahkan mati tidak lama kemudian.

Vareniki dihasilkan dengan tepung dengan intinya boleh diperbuat daripada pelbagai bahan, termasuk ceri, cendawan, kentang dan daging.

Pada 2008, seorang penuntut kolej berusia 23 tahun mati ketika menyertai pertandingan memakan pau di Taiwan.


Pertandingan itu adalah acara tahunan dan 60 pelajar dibahagikan kepada dua kumpulan untuk menghabiskan sebanyak mungkin pau.

Mangsa kemudian dilaporkan muntah tidak berhenti-henti sebelum tidak sedarkan diri.

Seorang lelaki Wales juga menemui ajal selepas menyertai pertandingan memakan kek pada 2008. - AP

Monday, August 8, 2011

Mati bakar sampah

SEDIH...Radiah reda kematian suami. Gambar kecil, Mat Yaakob.
SEDIH...Radiah reda kematian suami. Gambar kecil, Mat Yaakob.
JITRA: Seorang warga emas rentung separuh badan selepas terbakar sebaik tiba-tiba rebah dipercayai terhidu asap tebal ketika membakar sampah di rumahnya di Kampung Batas, Napoh, di sini tengah hari kelmarin.
Ketika kejadian kira-kira jam 1.30 tengah hari itu, mangsa, Mat Yaakob, 64, sedang membakar sampah seorang diri walaupun ditegah isterinya, Radiah Abdul Hamid, 55, kerana ketika itu cuaca panas.

Difahamkan, api sampah yang dibakar itu marak dengan tinggi menyebabkan mangsa yang tidak sedarkan diri rentung dari bahagian pinggang hingga ke kaki ketika ditemui adik iparnya.

Radiah yang menghidap penyakit angin ahmar berkata, sebelum kejadian dia sudah melarang arwah membakar sampah kerana waktu itu cuaca panas terik, tetapi dia degil dan terus membakar sampah sebelum api merebak membakar rumput kering di kawasan sekitar.

Mangsa dipercayai meninggal dunia di tempat kejadian berkemungkinan akibat terhidu asap tebal sebelum rebah dan dibakar api yang sedang marak sebelum ditemui adik iparnya (Kalsom, 50) yang mencari abang iparnya itu, jam 2 petang.

Menurut Radiah, dia berasa tidak sedap hati apabila suaminya tidak kelihatan selepas api sampah itu menjulang tinggi dan menghubungi adiknya yang berjiran supaya mencari arwah.


Beliau berkata, dia yang tidak sihat hanya mampu menghubungi Kalsom meminta bantuan mencari suaminya dan mungkin mampu menyelamatkan arwah jika mampu bergerak.

“Kalsom dan suaminya, Khamis Mat Taib, 59, kemudian berlari dan memberitahu mak cik bahawa suami sudah meninggal dunia dalam keadaan tangannya mengerekot serta badannya sudah tidak bergerak.
“Mak cik tak tahu nak cakap apa ketika itu dan cuma mampu menangis serta meraung sekuat hati kerana kejadian berlaku terlalu pantas, namun reda dengan apa yang berlaku,” katanya ketika ditemui di rumahnya, di sini.

Radiah berkata, arwah suaminya menunjukkan perubahan sikap malam kelmarin apabila makan terlalu banyak ketika berbuka seolah-olah buat kali terakhir.

Katanya, dia turut menegur suaminya supaya makan dengan perlahan dan jangan banyak makan kuih manis kerana dia menghidap penyakit kencing manis, darah tinggi dan asma.

“Mak cik terkilan hasrat arwah berbuka puasa dengan keluarga anak sulung, Mahathir Mat di rumah mereka di Kuala Muda, Sungai Petani tidak tercapai,” katanya.

Pasangan itu yang memiliki tujuh anak berusia antara 13 dan 40-an tinggal bersama dengan anak bongsu mereka.

Jenazah mangsa dibawa ke Bilik Mayat Hospital Jitra untuk pemeriksaan sebelum dituntut keluarganya untuk dikebumikan di tanah perkuburan Islam Kampung Bendang Perang selepas solat Tarawih.hmetro

Friday, August 5, 2011

Mayat lelaki, wanita ditemui dalam kereta


QATIF: Polis melancarkan siasatan berhubung penemuan dua mayat dalam sebuah kereta di sebuah garaj, semalam.
Kedua-duanya, seorang lelaki dan seorang wanita, didakwa mempunyai hubungan dan dikatakan bertemu secara sulit di garaj berkenaan.

Enjin kereta itu dibiar hidup ketika pasangan itu bertemu.

Polis berkata, asap karbon monoksida dari kereta berkenaan mungkin menyebabkan mereka mati.

Adik kepada lelaki yang mati itu menemui mayat pasangan terbabit selepas membuka garaj berkenaan.

Di Riyadh, seorang lelaki gagal mengawal keretanya apabila sistem kawalan panduan terkunci pada kelajuan 180 kilometer sejam di Lebuh raya Qassim, semalam.
Lelaki itu yang memandu pikap, dalam perjalanan dari Riyadh ke Qassim pada tengah malam apabila sistem kawalan kenderaannya rosak. Peronda lebuh raya mengiringi kereta itu sepanjang perjalanan, termasuk memastikan tiada halangan di lebuh raya itu.

Kenderaan itu akhirnya berhenti sendiri apabila kehabisan minyak. - ANhmetro

Tuesday, August 2, 2011

Kutuk di Facebook undang padah

Lelaki maut dibelasah abang kenalan wanita 

KULIM: Akibat mengutuk hal peribadi keluarga kenalan wanitanya melalui laman sosial Facebook, seorang lelaki dibelasah hingga mati menggunakan topi keledar oleh dua lelaki yang dipercayai abang wanita itu.

Mangsa, Mohd Amran Romli, 20, dimasukkan ke Hospital Kulim selepas kejadian jam 8 malam, Jumaat lalu, di Taman Tiram, Lunas dekat sini, dan disahkan mati akibat pendarahan dalaman kepala, kelmarin.
Mohd Amran dikatakan diserang dua lelaki iaitu abang kepada kenalan wanitanya, masing-masing berusia 25 dan 26 tahun di belakang sebuah pasar raya di taman itu.

Ketua Polis Daerah Kulim, Superintendan Ghuzlan Saleh, berkata dalam pergaduhan itu kepala mangsa dihentak dengan kuat menggunakan topi keledar oleh suspek, menyebabkannya pengsan dan dikejarkan ke Hospital Kulim.

“Mangsa mengenali wanita itu melalui Facebook, tetapi selepas berhubung melalui laman berkenaan beberapa lama, hubungan mereka mula menghadapi masalah.

“Sejak itu mangsa dikatakan sering mengganggu kenalan wanitanya melalui Facebook, selain turut mengutuk hal peribadi keluarganya. Wanita itu kemudian mengadu perbuatan mangsa kepada dua abangnya.
“Sebaik mengetahui hal itu, abang wanita terbabit merancang satu perjumpaan dengan mangsa di belakang sebuah pasar raya untuk menyelesaikan masalah itu.
Bagaimanapun, berlaku pertengkaran dan mangsa dihentak dengan topi keledar sebelum pengsan,” katanya ketika di hubungi di sini, semalam.

Beliau berkata, mangsa tidak sedarkan diri sejak dimasukkan ke hospital dan meninggal dunia petang kelmarin akibat perdarahan di kepala.

Kedua-dua suspek ditahan untuk membantu siasatan mengikut Seksyen 302 Kanun Keseksaan iaitu membunuh.
http://www.bharian.com.my

Misteri bau busuk terungkai




ANGGOTA polis mengusung mayat Mamadou Aliou yang ditemui mati di biliknya (dalam bulatan) di UIAM, Gombak semalam.


GOMBAK - Misteri bau busuk di sebuah bilik asrama Kolej Bilal di Universiti Islam Antarabangsa Malaysia (UIAM) di sini terbongkar apabila mayat seorang pelajar warga Afrika ditemui dalam keadaan berulat semalam.
Mayat tersebut ditemui pada pukul 11 pagi oleh seorang wanita yang bekerja sebagai tukang cuci ketika dia sedang melakukan kerja-kerja pembersihan di sekitar asrama terbabit.
Wanita tersebut yang curiga dengan bau itu kemudian membuat pemeriksaan dari bilik ke bilik di asrama berkenaan sebelum menemui mayat mangsa di atas lantai di biliknya.
Difahamkan, mangsa yang dikenali sebagai Mamadou Aliou Tela Dialo, 25, dari Guinea di Afrika barat itu merupakan penuntut tahun tiga jurusan ekonomi.
Ketua Polis Daerah Gombak, Asisten Komisioner Abdul Rahim Abdullah berkata, pemeriksaan mendapati mayat tersebut telah berulat dan dipercayai mati sejak lima hari lalu.
"Ketika kejadian, tiada penghuni lain di dalam bilik mangsa dan blok asrama yang menempatkan warga asing itu juga kosong kerana semua pelajar sedang cuti semester.
"Siasatan awal mendapati tiada sebarang unsur jenayah yang boleh menjadi punca kematian lelaki warga asing itu," katanya ketika dihubungi Kosmo! semalam.
Menurut Abdul Rahim, pihaknya tidak menolak kemungkinan mangsa mati akibat masalah kesihatan kerana mengikut rekod, mangsa mempunyai penyakit sawan.
Mayat mangsa dihantar ke Hospital Selayang untuk bedah siasat dan kes diklasifikasi sebagai mati mengejut.

Sunday, July 31, 2011

Maut kerana permainan video



CHRIS STANIFORTH


SHEFFIELD, Britain - Kegilaan seorang pemuda, Chris Staniforth bermain permainan video Xbox hingga 12 jam sehari menyebabkan nyawanya melayang apabila saluran darahnya tersumbat, lapor sebuah akhbar semalam.
Bedah siasat mendapati, Staniforth, 20, mengalami trombosis pembuluh darah (DVT). Penyakit tersebut menyebabkan pembentukan darah beku dalam salur darah manusia akibat duduk terlalu lama.
Darah beku itu yang terbentuk pada kaki, boleh membawa maut apabila ia bergerak bersama aliran darah dan menyumbat paru-paru manusia.
"Saya tidak pernah menjangka perkara seperti ini berlaku. Anak saya tidak dapat dipisahkan dengan Xbox. Saya tidak pernah membayangkan dia berada dalam bahaya kerana hobinya itu," kata bapa pemuda berkenaan, David Staniforth.
Menurut David, anak lelakinya itu mengadu sakit dada dan sesak nafas sebelum rebah baru-baru ini.
Lelaki berkenaan memberitahu, anaknya tidak menghidap sebarang penyakit berbahaya atau komplikasi kesihatan sebelum ini.

Wednesday, June 22, 2011

Bapa serah polis siasat punca kematian bayi


AZRI mendukung jenazah anaknya selepas selesai proses bedah siasat di PPUKM, semalam.
AZRI mendukung jenazah anaknya selepas selesai proses bedah siasat di PPUKM, semalam.


KUALA LUMPUR: “Saya reda dan menyerahkan kepercayaan sepenuhnya pada pihak polis untuk menjalankan siasatan sama ada anak saya didera atau sebaliknya,” kata bapa bayi berusia 20 bulan, Nor Danish Haikal yang disahkan meninggal kelmarin akibat pendarahan usus selepas dua hari dimasukkan ke Pusat Perubatan Universiti Kebangsaan Malaysia (PPUKM).

Difahamkan, ini kejadian kedua menimpa keluarga bayi terbabit kerana pada 2004, anak lelaki sulung mereka yang berusia dua tahun juga meninggal dunia ketika dalam jagaan pengasuh namun pihak hospital mengesahkan ia akibat serangan sawan.
Bapa bayi terbabit yang hanya mahu dikenali sebagai Azri, 31, berkata ketika kejadian beliau bertugas di luar kawasan sejak beberapa bulan lalu dan hanya menerima berita itu kelmarin selepas dimaklumkan isterinya.
Ketika ditemui di PPUKM semalam, beliau yang bekerja di sebuah syarikat pembekal alat memadam kebakaran menyatakan perasan terkilan kerana tidak sempat bertemu anak bongsunya itu dan menganggap ia sebagai takdir dan tidak menyalahkan mana-mana pihak atas kejadian terbabit.

“Saya tidak menyangka anak saya akan meninggal dengan cara itu kerana selama ini dia seorang kanak-kanak yang aktif, saya tidak percaya dia didera namun saya serahkan pada pihak polis untuk jalankan siasatan,” katanya.

Azri yang tinggal di tingkat tujuh Pangsapuri Sri Penara berkata, beliau dan isterinya yang bekerja di sebuah pusat beli-belah di sini menghantar mangsa serta seorang lagi abangnya untuk dijaga pengasuh yang tinggal pangsapuri sama sejak tiga bulan lalu sekiranya isterinya bekerja.

Sementara itu, Ketua Polis Daerah Cheras, Asisten Komisioner Mohan Singh Tara Singh, berkata pihaknya sudah menerima laporan bedah siasat dari pihak PPUKM yang mengesahkan punca kematian mangsa disebabkan kecederaan pada organ dalaman. Berita Harian Online | Bapa serah polis siasat punca kematian bayi

Wednesday, April 13, 2011

Bapa Francesca Peter ditemui mati di rumahnya

DUNGUN 12 April - Bapa kepada penyanyi popular era 90-an, Francesca Peter iaitu Lucian Gaberial Peter, 78, ditemui mati di rumahnya di Taman Seri Dungun, di sini, malam tadi.
Lucian atau nama Islamnya, Muhamad Gaberial Peter Abdullah (gambar) ditemui jirannya, Rajasegaran, 31, dalam keadaan tertiarap di dalam rumah pukul 10.30 malam sebelum membuat laporan di Ibu Pejabat Polis (IPD) Dungun.
Timbalan Ketua Polis Daerah, Deputi Supritendan Ismail Abdullah ketika dihubungi hari ini mengesahkan bahawa Muhamad Gaberial adalah bapa kepada penyanyi itu.
Tambahnya, hasil siasatan mendapati, kematian dipercayai berpunca daripada penyakit asma yang dihidapi Muhamad Gaberial.
Jenazah Muhamad Gaberial kemudian dihantar ke Hospital Dungun untuk dibedah siasat.
Dalam pada itu, Francesca ketika ditemui di pekarangan bilik mayat Hospital Dungun bersama dua lagi adiknya iaitu Bibyana Peter dan John Joseph Peter enggan mengulas lanjut mengenai kematian bapa mereka.
"Saya tak nak komen. Kalau boleh jangan ambil gambar, kerana saya sedang bersedih," katanya yang berada hampir sejam sebelum meninggalkan pekarangan bilik mayat itu bersama dua adiknya dengan sebuah kereta.
Difahamkan, Allahyarham pernah berkhidmat sebagai wartawan akhbar New Straits Times(NST) sekitar 70-an dan telah menetap di Dungun sejak 10 tahun lalu.
Turut difahamkan, Allahyarham pernah tinggal di Kota Bharu, Kelantan sebelum berpindah ke Terengganu dan menetap di Dungun sehingga akhir hayatnya.
Sementara itu, Pegawai Agama Daerah Dungun, Adnan Mohamad ketika dihubungi mengesahkan bahawa Allahyarham telah memeluk Islam pada 2007 di Kelantan.
Jenazah Allahyarham selamat dikebumikan di Tanah Perkuburan Islam Kampung Sura Tengah di sini kira-kira pukul 2.30 petang.

Saturday, November 27, 2010

600,000 mati akibat asap rokok



PARIS 26 Nov. - Hampir 600,000 orang yang tidak merokok, dengan satu pertiga daripada mereka kanak-kanak, meninggal dunia setiap tahun akibat menyedut asap rokok daripada mereka yang mengamalkan tabiat itu.
Angka itu diperolehi daripada kajian pertama yang diadakan di seluruh dunia mengenai kesan asap rokok ke atas golongan bukan perokok.
Berlainan dengan penyakit 'gaya hidup' yang banyak berpunca daripada pilihan individu, mangsa yang dikenali sebagai perokok pasif itu menanggung akibat daripada tabiat merosakkan kesihatan yang diamalkan oleh orang lain, terutamanya ahli keluarga.
Di kalangan bukan perokok di seluruh dunia, 40 peratus kanak-kanak, 35 peratus wanita dan 33 peratus lelaki terdedah kepada asap rokok pada 2004, tahun terakhir di mana data boleh didapati di kesemua 192 negara yang terlibat dalam kajian itu.
Apabila ditambah kepada 5.1 juta kematian melibatkan perokok aktif, jumlah kematian akibat amalan merokok bagi 2004 melebihi 5.7 juta orang di seluruh dunia, menurut kajian itu.
Hampir separuh daripada bilangan perokok pasif yang maut adalah wanita, manakala selebihnya terdiri daripada kanak-kanak dan lelaki dalam bilangan yang hampir sama, menurut kajian yang disiarkan hari ini dalam jurnal perubatan Britain, The Lancet.
Kira-kira 60 peratus kematian itu disebabkan penyakit jantung, manakala 30 peratus lagi akibat jangkitan paru-paru, dan bakinya disebabkan asma dan kanser paru-paru.
Keseluruhannya, kematian akibat menjadi perokok pasif menyamai satu peratus daripada kematian di seluruh dunia pada 2004.
Kematian orang dewasa akibat menyedut asap rokok orang lain adalah hampir sama di semua negara tidak kira negara miskin atau kaya.
Namun bagi kanak-kanak, kemiskinan menjadikan keadaan bertambah buruk, menurut kajian itu.
Misalnya di Eropah yang berpendapatan tinggi, nisbah kematian orang dewasa berbanding kanak-kanak adalah sebanyak 35,388 berbanding 71.
Nisbah di Afrika hampir terbalik iaitu 9,514 kematian orang dewasa berbanding 43,375 kematian kanak-kanak. - AFP

Wednesday, October 27, 2010

Tareq Aziz dijatuhi hukuman mati



BAGHDAD 26 Okt. – Mahkamah jenayah tertinggi Iraq hari ini menjatuhkan hukuman mati ke atas bekas Timbalan Perdana Menteri, Tareq Aziz kerana peranannya dalam menghapuskan parti-parti Syiah berhaluan agama semasa pemerintahan Saddam Hussein.
Mahkamah juga menjatuhkan hukuman mati ke atas dua lagi orang kanan Saddam iaitu bekas Menteri Dalam Negeri, Saadoun Shaker dan bekas setiausaha Saddam, Abid Hamoud.
Aziz merupakan jurucakap semasa rejim Saddam.
“Mahkamah jenayah tertinggi mengeluarkan perintah hukuman mati ke atas Tareq Aziz kerana peranannya dalam menghapuskan parti-parti Syiah berhaluan agama,” lapor televisyen kerajaan.
Mereka bertiga dijatuhi hukuman mati kerana peranan masing-masing dalam tindakan keras ke atas anggota masyarakat Syiah berikutan pemberontakan yang dilancarkan oleh komuniti itu terhadap Saddam pada 1991.
Pada 2009, Aziz dikenakan hukuman penjara 15 tahun kerana melaksanakan hukuman mati ke atas 42 pemborong di Baghdad dan dalam kes berasingan, hukuman penjara tujuh tahun kerana peranannya mengusir penduduk Kurdis dari utara Iraq. – AFP

Friday, October 22, 2010

Pelajar perubatan di Bandung ditemui mati




2010/10/22

INANI ZALIKHA (dalam bulatan) bersama keluarga sempena  Aidilfitri bulan lalu.
INANI ZALIKHA (dalam bulatan) bersama keluarga sempena Aidilfitri bulan lalu.
KUALA LUMPUR: Seorang pelajar Malaysia jurusan perubatan Universiti Padjadjaran Bandung, Indonesia ditemui mati rakan serumahnya dipercayai kerana mengalami sesak nafas, pagi semalam. 

Inani Zalikha Zainal Abidin, 23, pelajar tahun empat yang sedang menjalani latihan amali di Hospital Bandung ditemui di lantai rumah sewanya selepas selesai mengerjakan solat Subuh, kira-kira jam 5 pagi.Difahamkan, pelajar berperwatakan lembut itu mengadu mengalami kesakitan di perut dan belakang badan menerusi laman sosial, Facebook miliknya, pada sebelah malam sebelum dia ditemui terbaring, pagi semalam.Abang sulung Inani, Izzudin Zainal Abidin, 24, mendakwa beliau sempat bersembang dengan adik menerusi Facebook, pada jam 11 malam, kelmarin malah anak kedua daripada lima beradik itu tidak menunjukkan sebarang petanda akan meninggal. 

“Kami bertanya khabar mengenai kesihatan masing-masing dan dia memberitahu dalam keadaan baik cuma mengalami kesakitan belakang mungkin kerana penat menyiapkan laporan tugasan selain melahirkan rasa rindu kepada keluarga. 

“Saya dan ibu menerima berita kematiannya pada jam 7 pagi tadi (semalam) apabila dihubungi rakan serumahnya dan ia sememangnya mengejutkan kami berdua sebelum ibu bergegas ke Bandung bagi menguruskan urusan membawa pulang jenazah,” katanya ketika ditemui di kediamannya di Bukit Antarabangsa di sini, semalam. 

Izzudin berkata, bapanya bekerja di Papua New Guinea sejak dua tahun lalu sebagai Jurutera Telekomunikasi dalam perjalanan pulang ke tanah air sebaik dimaklumkan berhubung kematian anaknya itu. 
Jenazah dijangka tiba hari ini dan majlis pengebumiannya akan disempurnakan di Tanah Perkuburan Kampung Pasir, Ampang di sini. 

Sementara itu, Menteri Luar, Datuk Seri Anifah Aman, berkata Wisma Putra melalui kedutaannya di republik itu akan mengambil langkah sewajarnya selain meminta semua pihak tidak membuat spekulasi liar berhubung punca kematian pelajar itu.