Pages

Showing posts with label burung. Show all posts
Showing posts with label burung. Show all posts

Monday, March 12, 2012

Lelaki burung meluncur rentas Banjaran Alps

Kosmo! Online - Dunia:




REMO LAENG memakai sut sayapnya dan meluncur di ruang udara Studen, Switzerland pada Jumaat lalu.



ZURICH - Meluncur di udara selaju 500 kilometer sejam, seorang lelaki Switzerland merentasi Banjaran Alps di Eropah dengan menggunakan sut sayap kelmarin.
Penerjun udara, Remo Laeng terjun dari sebuah pesawat pada ketinggian 7,500 meter dekat resort ski Verbier dan merentasi banjaran berkenaan dari arah selatan.
Digelar 'lelaki burung' kerana keberaniannya meluncur di udara, Laeng, 36, terbang selama empat minit sebelum melintasi puncak Gunung Grand Combin setinggi 4,314 meter di barat daya Switzerland, sekali gus merentasi banjaran Alps.
Agensi berita Switzerland, SDA melaporkan, dia meluncur sejauh 26 kilometer di udara sebelum mendarat dengan selamat di Aosta, Itali.
"Saya tidak mengambil risiko sebenarnya. Saya akan mengaktifkan payung terjun jika sangsi percubaan ini akan berjaya," kata Laeng.
Sut sayap yang dihasilkan sekitar tahun 1990-an memiliki lapisan di sekeliling badan pemakainya bagi membolehkan dia meluncur lebih lama di udara sebelum payung terjun diaktifkan. - Reuters

'via Blog this'

Thursday, February 3, 2011

Lelaki cipta hotel untuk burung

Kosmo! Online - Dunia: "

SEORANG pembantu John Looser berdiri dekat sebuah hotel untuk burung di Toronto, Kanada baru-baru ini.

TORONTO, Kanada - Seorang lelaki, John Looser (gambar kecil) mencipta beberapa hotel kecil untuk pelbagai jenis burung seperti perling di sini, lapor sebuah akhbar semalam.

Salah satu hotel itu mengandungi 103 bilik dan sebuah kolam renang manakala sebuah lagi mempunyai terowong yang membolehkan haiwan tersebut terbang.

Harga hotel itu boleh mencecah sehingga AS$24,000 (RM73,008) dan dijual kepada peminat burung.

'Saya menyanyangi burung dan apabila saya bersara awal, saya merasakan saya perlu melakukan sesuatu.

'Justeru, saya mendapat idea untuk membina kediaman untuk burung,' kata Looser berusia 46 tahun.

Dia membuat kediaman burung itu supaya haiwan berkenaan hidup dengan selesa di bandar ini. - Agensi"

Friday, February 26, 2010

Burung Gajah yang sudah pupus



Aepyornis Maximus, adalah nama untuk species burung terbesar yang pernah hidup di muka Bumi ini. Aepyornis Maximus merupakan jenis burung yang tidak dapat terbang, dan merupakan jenis burung terberat yang pernah hidup di Bumi. Ukuran tubuhnya mencapai ketinggian lebih dari 3 meter, dan berat sampai 500 kg. Ukuran telur Aepyornis Maximus juga sangat besar, panjangnya 34 cm, dan volumenya adalah 160 kali lipat telur ayam. Aepyornis Maximus, dikenal juga dengan sebutan Elephant Bird alias Burung Gajah. Dan habitat mereka adalah di hutan-hutan atau padang rumput terbuka di Madagaskar. Mereka merupakan herbivora yang memakan buah-buahan dan umbi-umbian.

Aepyornis Maximus, memiliki Populasi yang tidak banyak. Hal ini karena mereka hampir tidak memiliki predator potensial yang dapat memangsa mereka. Oleh karena itu, Aepyornis Maximus hanya bertelur sedikit saja. Hal ini kemudian justru menjadi bencana, ketika para pelaut Eropa berlabuh di Madagascar, mereka memang tidak banyak membunuh Aepyornis Maximus dewasa, tetapi hewan-hewan bawaannya banyak yang merusak atau memakan telur-telur Aepyornis Maximus. Sehingga mengakibatkan kepunahan mereka pada abad ke-16.

Burung Moa yang sudah pupus



Moa, adalah nama dari satu species burung tidak bersayap, dan juga merupakan salah satu dari burung terbesar yang pernah hidup di Bumi. Moa terbesar adalah Moa Raksasa (Dinornis Robustus) yang ukuran tubuhnya mencapai ketinggian 3.6 meter, dan berat 300 kg. Seluruh tubuh Moa diselimuti dengan rambut berwarna coklat gelap, Moa juga memiliki kaki yang sangat kuat yang membantunya berlari kencang, dan juga merupakan senjatanya dalam menghadapi para predator. Moa adalah herbivora, mereka memakan dedaunan, ranting, dan buah-buahan.

Moa punah, sebelum kedatangan para pelaut Eropa, mereka punah dikarenakan perburuan yang dilakukan oleh suku Maori, suku asli Selandia Baru. Suku Maori memburu Moa dewasa, dan juga telur-telur Moa, sehingga mengakibatkan penurunan polulasi Moa secara perlahan-lahan, sebelum akhirnya benar-benar punah pada sekitar tahun 1500an.