Pertama, akan mendapatkan ampunan dosa yang telah lalu.Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ“Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 37 dan Muslim no. 759). Yang dimaksud qiyam Ramadhan adalah shalat tarawih sebagaimana yang dituturkan oleh An Nawawi. (Syarh Muslim, 3/101)Hadits ini memberitahukan bahwa shalat tarawih bisa menggugurkan dosa dengan syarat karena iman yaitu membenarkan pahala yang dijanjikan oleh Allah dan mencari pahala dari Allah, bukan karena riya’ atau alasan lainnya. (Fathul Bari, 6/290)Yang dimaksud “pengampunan dosa” dalam hadits ini adalah bisa mencakup dosa besar dan dosa kecil berdasarkan tekstual hadits, sebagaimana ditegaskan oleh Ibnul Mundzir. Namun An Nawawi mengatakan bahwa yang dimaksudkan pengampunan dosa di sini adalah khusus untuk dosa kecil. (Lihat Fathul Bari, 6/290)Kedua, shalat tarawih bersama imam seperti shalat semalam penuh.Dari Abu Dzar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengumpulkan keluarga dan para sahabatnya. Lalu beliau bersabda,إِنَّهُ مَنْ قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةً“Siapa yang shalat bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya pahala qiyam satu malam penuh.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi. Syaikh Al Albani dalam Al Irwa’ 447 mengatakan bahwa hadits ini shahih). Hal ini sekaligus merupakan anjuran agar kaum muslimin mengerjakan shalat tarawih secara berjama’ah dan mengikuti imam hingga selesai.Ketiga, shalat tarawih adalah seutama-utamanya shalat.Ulama-ulama Hanabilah (madzhab Hambali) mengatakan bahwa seutama-utamanya shalat sunnah adalah shalat yang dianjurkan dilakukan secara berjama’ah. Karena shalat seperti ini hampir serupa dengan shalat fardhu. Kemudian shalat yang lebih utama lagi adalah shalat rawatib (shalat yang mengiringi shalat fardhu, sebelum atau sesudahnya). Shalat yang paling ditekankan dilakukan secara berjama’ah adalah shalat kusuf (shalat gerhana) kemudian shalat tarawih. (Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah Al Quwaitiyyah, 2/9633)Dari artikel Menghidupkan Malam Ramadhan Dengan Shalat Tarawih — Muslim.Or.Id by null
Sayyidina Ali bin Abi Talib r.a. meriwayatkan sebuah hadis Rasulullah saw sebagai jawapan dari pertanyaan sahabat-sahabat Nabi saw tentang kelebihan sembahyang sunat tarawikh pada bulan Ramadhan.
Malam ke-1:
Diampuni dosa-dosa orang yang beriman sebagaimana baru dilahirkan.
Malam ke-2:
Diampunkan dosa orang-orang yang beriman yang mengerjakan solat Tarawikh, serta dosa-dosa kedua orang tuanya.
Malam ke-3:
Para malaikat di bawah 'Arasy menyeru kepada manusia yang mengerjakan solat tarawikh itu agar meneruskan solatnya pada malam-malam yang lain, semoga Allah mengampunkan dosa-dosa mereka.
Malam ke-4:
Memperoleh pahala sebagaimana pahala orang-orang yang membaca kitab-kitab Taurat, Zabur, Injil dan Al-Qur'an.
Malam ke-5:
Allah SWT akan mengurniakan pahala seumpama pahala orang-orang yang mengerjakan sembahyang di Masjidil Haram, Masjidil Madinah dan Masjidil Aqsa.
Malam ke-6:
Allah SWT akan mengurniakan kepadanya pahala seumpama pahala para malaikat yang bertawaf di Baitul Makmur serta setiap batu dan tanah berdoa untuk keampunan orang yang mengerjakan solat tarawikh pada malam ini.
Malam ke-7:
Seolah-olah ia dapat bertemu dengan Nabi Musa a.s. serta menolong Nabi itu untuk menentang musuhnya Fir'aun dan Hamman.
Malam ke-8:
Allah SWT mengurniakan pahala sebagaimana pahala yang dikurniakan kepada Nabi Ibrahim a.s.
Malam ke-9:
Allah SWT akan mengurniakan pahala dan dinaikkan mutu ibadah hamba-Nya seperti Nabi Muhammad saw.
Malam ke-10:
Allah SWT mengurniakan kebaikan di dunia dan di akhirat.
Malam ke-11:
Ia meninggal dunia dalam keadaan bersih dari dosa seperti baru dilahirkan.
Malam ke-12:
Ia akan dibangkitkan pada hari kiamat dengan muka yang bercahaya.
Malam ke-13:
Ia akan datang pada hari kiamat dalam keadaan aman sentosa dari tiap-tiap kejahatan dan keburukan.
Malam ke-14:
Para malaikat akan datang menyaksikan mereka bersolat Tarawikh serta Allah SWT tidak akan menyesatkan mereka.
Malam ke-15:
Semua malaikat yang memikul 'Arasy, Kursi akan bershalawat dan mendoakan supaya Allah SWT mengampuni kita.
Malam ke-16:
Allah SWT menuliskan baginya terlepas dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga.
Malam ke-17:
Allah SWT menuliskan baginya pahala pada malam ini sebanyak pahala Nabi-Nabi.
Malam ke-18:
Malaikat akan menyeru "Wahai hamba Allah sesungguhnya Allah telah redha kepada engkau dan ibu bapa engkau (baik yang masih hidup atau yang sudah wafat)".
Malam ke-19:
Allah akan meninggikan derajatnya di dalam syurga Firdaus.
Malam ke-20:
Allah SWT mengurniakan kepadanya pahala semua orang yang mati syahid dan orang-orang soleh.
Malam ke-21:
Allah SWT akan membina untuknya sebuah mahligai di dalam syurga yang dibuat dari Nur.
Malam ke-22:
Ia akan datang pada hari kiamat di dalam keadaan aman daripada duka cita dan kerisauan (di Padang Mahsyar).
Malam ke-23:
Allah SWT akan membina untuknya sebuah bandar di dalam syurga yang terbuat dari Nur.
Malam ke-24:
Allah bukakan peluang 24 doa yang mustajab bagi orang yang bertarawikh pada walam ini (lebih elok dikerjakan ketika sujud).
Malam ke-25:
Allah akan mengangkat siksa kubur darinya.
Malam ke-26:
Allah akan mengurniakan pahala 40 tahun ibadah.
Malam ke-27:
Allah akan mengurniakan kepadanya kemudahan untuk melintasi titian Shiratalmustaqim seperti kilat yang menyambar.
Malam ke-28:
Allah akan menaikkan kedudukannya 1000 derajat di akhirat.
Malam ke-29:
Allah akan mengurniakan pahala 1000 kali haji yang mabrur.
Malam ke-30:
Allah akan memberi penghormatan kepada orang yang bertarawikh pada malam terakhir dengan firman-Nya: "Wahai hamba-Ku, makanlah segala jenis buah-buahan yang engkau ingini untuk dimakan di dalam syurga dan mandilah kamu di dalam sungai yang bernama Salsabila, serta minumlah air dari telaga yang mengurniakan kepada Nabi Muhammad saw yang bernama Al-Kautsar."