Pages

Monday, June 7, 2010

SALIB AKAN DIMUSNAHKAN OLEH NABI ISA A.S.

Assalamualaikum kepada saudara sekalian, tajuk besar kali ni sekali baca rasanya sensitif tetapi beginilah kita dalam mencapai kebenaran dan kejayaan dalam beriman kepada Allah swt iaitu Tuhan Semesta Alam dan tiada sekutu bagi-Nya.  Umat Kristian meyakini dan mengimani bahawa Jesus (a.s) akan datang menjadi Hakim Di Dunia pada kedatangan kali kedua.  sebagai muslim kita memang mempercayai dan mengimani berkenaan kedatangan Jesus iaitu Nabi Isa a.s.
Namun perkara terpenting yang ingin saya kongsikan pada kali ini adalah sebuah penekanan iaitu Jesus (Nabi Isa a.s) TIDAK MATI dan TIDAK PULA DISALIB tetapiDIANGKAT Allah swt dalam keadaan HIDUP-HIDUP ke LANGIT. Jesus (a.s) sejak lahirnya adalah di antara Rasul Allah swt yang penuh dengan keajaiban, lahirnya secara ajaib dan akhir harinya di muka bumi juga adalah ajaib di mata manusia.
Sangat menghairankan Umat Kristian yang mengimani Jesus (a.s) sebagai Tuhan tidak dapat menerima bahwa Allah swt telah menyelamatkan beliau dari kematian! Inilah yang dikatakan mukjizat di antara mukjizat pada diri Jesus (a.s). Umat Kristian lebih mengimani Jesus (a.s) MATI 3 Hari 3 Malam merujuk pada pemenuhan ramalan Kitab Bible pada Matius 12:38-40.
(Surah An-Nisaa’ 4: 157-158)                                                                                                                                                                                      Dan karena ucapan mereka, “Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.
Kematian Jesus (a.s) menurut bible BUKANLAH MUKJIZAT yang besar jika dibandingkan dengan pernyataan Allah swt yang menyelamatkannya dalam keadaan hidup di angkat ke langit.  Kita biarkan hal ini seketika, kerana kita perlu membicarakan Salib Pasti Musnah Di Tangan Jesus (a.s). Mengapa saya berkata demikian! ini bukanlah kisah dongeng atau kisah di layar perak atau persembahan penyampai cerita paling kreatif TETAPI ini adalah berita ataupun khabar dari Allah swt kepada seluruh umat manusia.
Jesus a.s pasti kembali merujuk kepada firman Allah swt di dalam Al-Quran:
(Surat Ali Imran: 55)                                                                                                                                                                                           (Ingatlah) ketika Allah berfirman, “Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Aku-lah kembalimu, lalu Aku memutuskan di antaramu tentang hal-hal yang kamu selalu berselisih padanya.
Ini merujuk kepada sekelompok orang yang secara teguh mengikuti Yesus (as) dan yang akan berada di atas orang-orang kafir sampai hari kiamat. Sekarang, siapakah orang-orang yang taat ini? Apakah mereka para murid (pengikut) Yesus (as) ataukah mereka adalah umat Nasrani yang ada pada saat ini?
Selama hidupnya, jumlah para pengikut Jesus (a.s) sangatlah sedikit. Setelah beliau tiada, kekuatan ajaran agamanya merosot secara drastik. Selain itu, orang-orang yang dikenal sebagai para murid Jesus (a.s) menghadapi tekanan yang sangat serius selama hidup. Selama dua abad berlalu, tanpa memiliki kekuatan politik, umat Nasrani yang masih mempunyai keimanan kepada Jesus (a.s) juga tertindas. Dalam hal ini, tidaklah mungkin bila dikatakan bahwa umat Nasrani terdahulu atau para pengikutnya selama periode tersebut secara fisik merupakan penguasa bagi orang-orang kafir di dunia. Kita secara logis mungkin berpikir bahwa ayat ini tidak dimaksudkan kepada mereka.
Sebaliknya, kita memperhatikan umat Nasrani kini, kita melihat bahwa esensi ajaran Nasrani telah mengalami banyak perubahan dan berbeda dengan ajaran Jesus (a.s) yang disampaikan kepada umat manusia pada saat itu. Umat Nasrani mengalami keyakinan yang menyimpang, yaitu bahwa Jesus (a.s) adalah anak Tuhan dan sama dengan diyakininya doktrin trinitas (Bapak, Anak, dan Roh Kudus). Dalam hal ini, tidaklah benar untuk menerima umat Nasrani kini sebagai para pengikut Jesus (a.s) yang taat. Dalam berbagai ayat dalam Al-Qur’an, Allah menyatakan bahwa mereka yang memiliki keyakinan kepada triniti adalah termasuk orang-orang kafir:
(Surat al-Maa’idah: 73)                                                                                                                                                                        Sesungguhnya, kafirlah orang-orang yang mengatakan, “Bahwasannya Allah salah satu dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa….
Dalam hal ini, komentar terhadap ayat, “…dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat” adalah sebagai berikut:
(1) Disebutkan bahwa mereka ini adalah umat Islam yang benar-benar para pengikut sejati ajaran Yesus (Isa) (as) yang otentik;
(2) ikatakan bahwa mereka ini adalah umat Nasrani, baik yang menyembah berhala maupun tidak, dan yang diketahui mempunyai posisi dominan secara jumlah di dunia dewasa ini.
Meskipun demikian, kelompok yang pertama dan kedua akan disatukan pada saat kedatangan Yesus (as) karena dia akan menghapuskan “Jizyah”. Artinya, dia tidak akan menerima umat Nasrani dan Yahudi yang memeluk agama selain agama Islam, dan kemudian dia akan mempersatukan seluruh umat yang beriman sebagai umat Islam. Nabi dan Rasul Allah terakhir, Muhammad (saw) juga telah memberikan kabar gembira akan kembalinya Yesus (as). Para ahli hadist (yang meriwayatkan sabda dan hadist Rasulullah (saw)) mengatakan bahwa ada satu hadist yang membahas masalah ini, di mana Rasulullah (saw) mengatakan bahwa Nabi Isa (as) akan turun sebagai pemimpin di antara umat manusia sebelum hari kiamat. Hadist ini sampai pada derajat mutawatir. Hal itu berarti hadist tersebut diriwayatkan oleh banyak orang dari setiap generasi para sahabat yang tidak mungkin diragukan lagi otentisitasnya. Seperti:
Abu Hurairah (ra) meriwayatkan bahwa Rasulullah (saw) bersabda, “Demi Zat Yang jiwaku berada di tangan-Nya, putra Maryam benar-benar akan segera turun ke tengah-ketengah kamu sebagai hakim yang adil. Dia akan menghancurkan salib, akan membunuh babi, dan akan menghapuskan jizyah. Harta saat itu akan melimpah sehingga tidak ada seorang pun yang akan menerimanya. Sehingga sujud satu kali saja kala itu jauh lebih baik dari dunia dan isinya”. (HR Bukhari)
Jabir bin Abdullah berkata, “Saya mendengarkan Rasulullah bersabda, ‘Umatku tidak akan berhenti berperang untuk membela yang benar hingga datang hari kiamat’. Rasulullah lalu bersabda, ‘Kemudian, turunlah Isa bin Maryam dan pemimpin mereka berkata, ‘Ke sinilah dan pimpinlah kami dalam sembahyang’, namun dia akan berkata, ‘Tidak! Sebab sebagian kalian adalah pemimpin untuk sebagian yang lain, sebagai penghormatan Allah terhadap umat ini’” (HR Muslim)
Abu Hurairah (ra) meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda, “Tidak ada seorang nabi pun antara saya dan Isa. Sesungguhnya, dia akan turun ke bumi. Maka jika kalian melihatnya, kenalilah dia. Dia adalah seorang laki-laki dengan ukuran sedang, berkulit putih kemerah-merahan. Dia memakai dua baju kuning terang. Kepalanya seakan-akan ada air yang mengalir walaupun sebenarnya ia tidak basah. Dia akan berperang melawan manusia untuk membela Islam. Dia akan menghancurkan salib, membunuh babi, menghapuskan jizyah. Allah akan menghapuskan semua agama di zamannya kecuali Islam. Isa akan menghancurkan Dajjal dan dia akan hidup di bumi selama empat puluh tahun dan kemudian dia meninggal. Kaum muslimin akan menyembahyangkan jenazahnya”. (Abu Dawud)
Salib Pasti Musnah Di Tangan Jesus (a.s)
(Surah An-Nisaa’ 4:159)                                                                                                                                                                                            Tidak ada seorang pun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya sebelum kematiannya. Dan di hari kiamat nanti, Isa itu akan menjadi saksi atas diri mereka.
Kesimpulannya, ketika kita membuat suatu evaluasi mendalam tentang ayat tadi, kita akan sampai pada kesimpulan; sebelum kematian Jesus (a.s), semua Ahli Kitab akan beriman kepadanya.
Dalam makna sebenarnya, ayat tersebut mengungkapkan fakta yang jelas, iaitu sebagai berikut:
(1) Terbukti bahwa ayat tersebut merujuk kepada masa yang akan datang karena ada penyebutan kematian Jesus (a.s). Ayat tersebut menjelaskan bahawa  Jesus (a.s) sebenarnya belum wafat, tetapi dia diangkat ke hadrat Allah. Jesus (a.s) akan datang kembali ke bumi, dia akan hidup selama waktu yang telah ditentukan dan kemudian wafat. Ini adalah peristiwa yang belum terjadi, tetapi pasti akan terjadi di masa yang akan datang.
(2) Sebagai konsekuensi dari ungkapan “sebelum dia wafat” adalah suatu rujukan kepada Yesus (as). Para Ahli Kitab akan melihatnya, mengenalinya dan mentaatinya selama dia hidup. Sementara itu, Yesus (as) akan memberikan kesaksian atas mereka pada hari kiamat. Wallahu ‘alam.
Rujukan :                                                                                                                                                                                                                              (1)HarunYahya                                                                                                                                                                                                           (2)  Syeikh Mutawally Sya’rawi
Petikan Dari Blog-blog Agama

No comments: