Pages

Sunday, December 5, 2010

..Sakit Adalah Kafarah Dosa..


Dalam satu waktu, Rasulullah menjenguk Salman al-Fahrisi yang tengah berbaring sakit. Rasulullah bersabda.

“Sesungguhnya ada tiga pahala yang menjadi kepunyaanmu dikala sakit. Engkau sedang mendapat peringatan dari Allah SWT, doamu dikabulkan-Nya, dan penyakit yang menimpamu akan menghapuskan dosa-dosamu.”


Rasulullah pun melarang untuk mencela penyakit. Ketika Ummu Saib sakit demam dan mencela penyakit yang menimpanya, Nabi bersabda.

"Janganlah kamu mencela demam. Karena sesungguhnya demam itu menikis kesalahan anak cucu Adam sebagaimana bara api mengikis keburukan besi.” (HR. Muslim)

“Tidaklah orang Muslim ditimpa cobaan berupa penyakit atau lainnya, melainkan Allah menggugurkan keburukannya, sebagaimana pohon yang menggugurkan daunnya.”
(HR. Bukhari-Muslim)


Hikmah Ketika Sakit

Dalam sebuah buku yang berjudul Yasalunaka fi al-Dinwa al-Hayat dan dikutip dalam Tabloid Syiar, Dr. Ahmad al-Syurbasi menulis ada lima hikmah dari sakit yang dialami manusia.

Pertama, sakit merupakan kesempatan untuk beristirahat. Kecendrungan manusia saat sehat adalah memperlakukan tubuhnya laksana robot. Ia terus bekerja demi mengejar kenikmatan dan kesenangan material tanpa henti dan tanpa memperhatikan kesihatan diri sendiri. Ia tidak menyedari bahwa otot-otot yang ada dalam tubuhnya memiliki keterbatasan.

Maka ketika seseorang sakit, ia memperoleh kesempatan untuk beristirehat, sambil melakukan introspeksi dan berpikir untuk memperbaiki pola hidupnya setelah ia sembuh nanti.

Kedua, sakit merupakan pendidikan. Ketika seseorang sakit parah, ia akan memahami betapa mahalnya nilai kesihatan. Ia pun rela mengeluarkan segala yang ia miliki demi kesembuhan penyakitnya.

Ketika seseorang sakit, ia akan meresakan betapa nikmatnya selalu ditemani, dilayani, disediakan makanan, dan yang paling nikmat dihibur. Maka, setelah sembuh nanti, ia akan tahu apa yang harus ia lakukan ketika orang lain yang sakit.

Ketiga, sakit merupakan teguran atas kesombongan manusia. Ketika sihat, manusia terkadang bertingkah seolah-olah dialah yang paling gagah, paling berkuasa dan paling berpengaruh. Tapi ketika sakit menderanya, segagah apapun menusia, sebesar apapun manusia dan sebesar apapun pengaruhnya, ia tidak dapat beranjak dari tempat tidurnya. Ketika itu, ia tidak lebih dari tulang dan darah yang dibungkus kulit.

Keempat, sakit merupakan kesempatan untuk bertaubat dan menghapus dosa. Hal ini bukan hanya dilakukan oleh yang soleh, orang sejahat apapun ketika sakit parah tak bisa berbuat apa-apa. Tangannya tidak ringan lagi. Mulutnya tak mampu mencacimaki lagi. Yang ada hanyalah penyesalan dan penyesalan.

Di samping itu, sakit yang diderita manusia merupakan kesempatan untuk memohon ampun atas dosa-dosanya. Dalam hadits diterangkan. “Tidaklah seorang muslim tertimpa keletihan, sakit, kebingungan, kesedihan  hidup, atau bahkan tertusuk duri, kecuali Allah menghapus dosa-dosanya. (HR. Muttafaq Alaih).

Kelima, sakit merupakan kesempatan untuk memperbaiki hubungan keluarga dan sosial. Ketika seseorang sakit, kerabat dekat akan semakin dekat, kerabat jauh akan menjadi dekat dan yang kenal akan semakin akrab. Ketika seorang anak sakit, orang tua akan semakin sayang dan perhatian terhadap anaknya. Sebaliknya, ketika orang tua sakit, sang anak akan semakin sayang dan hormat kepada orang tuanya.

Alangkah mulianya Allah yang telah meciptakan segala-galanya tanpa sia-sia. Hanya satu sakit yang Dia timpakan kepada manusaia. Akan tetapi, begitu banyak kebaikan yang dikandungnya. Kebaikan bagi si sakit yang sabar, kebaikan bagi orang tua dan keluarga yang melayani, kebaikan bagi masyarakat yang berbondong-bondong menjenguk, kebaikan bagi semua doa yang terucap.

Nota: Penulis pun baru sembuh dari demam batuk dan selsema..tinggal batuk, sakit tekak dan selsema saja belum pulih sepenuhnya..Alhamdulillah sudah semakin sembuh..

Dalam keadaan situasi semasa yang begitu membimbangkan ini ikutlah langkah-langkah pencegahan yang diwar-warkan (berada ditempat sesak,melancong ke luar negara etc)..Kalau ada tanda-tanda sakit segeralah dapatkan rawatan…

..Berbaik sangka dalam berukhwah... jom hayati apa itu Husnu Dzon dan Su'u Dzon..


“Dari Abu Hurairah berkata: Bersabda Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa-sallam: Aku peringatkan kamu dari prasangka sesungguhnya prasangka itu adalah bisikan yang paling bohong.  Dan janganlah kamu mencari-cari rahsia (kelemahan, ke’aiban dan keburukan saudaranya), janganlah merasa-rasakan (yang bukan-bukan), janganlah kamu melakukan pertengkaran, jangan berhasad (dengki), jangan berbenci-bencian, janganlah membelakangkan (saudaramu seagama).  Dan jadilah kamu hamba Allah yang bersaudara”. [HR Bukhari]

Sesungguhnya bersangka baik dan berlapang dada itu adalah selemah-lemah ukhuwah. Tahap ukhuwah paling tinggi adalah itsar, iaitu mendahulukan dan mengutamakan kepentingan dan keperluan orang lain dari diri sendiri, sedang diri sendiri juga dalam keadaan yang sangat memerlukan.

  • Su'u Dzon vs Waspada
Namun tidak dinafikan, ada situasi di mana kita perlu untuk bersangka buruk demi keselamatan diri. Ia juga dinamakan sebagai hati-hati, waspada, atau ‘hazar’. Sebagai contoh, apabila seseorang itu terdengar benda yang pelik di rumahnya ketika waktu malam, adalah perlu baginya untuk bersangka yang kemungkinan rumahnya dimasuki pencuri. Dari perasaan waspada inilah, langkah seterusnya dapat diambil bagi mengelakkan perkara yang tidak diingini dari berlaku. Jika tidak timbul lansung perasaan untuk berwaspada, kesannya bukan sahaja boleh membawa padah kepada individu itu sendiri, malah kepada orang yang berada di sekitarnya.

Buruk sangka (Su’u Dzon) bererti berprasangka buruk kepada saudara kita tanpa adanya bukti yang jelas dan masuk akal. Buruk sangka merupakan salah satu pintu syaitan yang harus kita jauhi. Allah SWT berfirman,
“Dan jauhilah kebanyakan dari prasangka kerana sebagian prasangka itu adalah dosa” [Al-Hujurat : 12].
Adapun waspada tidak bersifat definitif (tidak cenderung mengatributkan sesuatu yang buruk kepada seseorang tertentu) serta disertai dengan bukti-bukti dan indikasi-indikasi yang mendukung.

  • Husnu Dzon
Hidup kita tidak lekang dari disangka buruk dan menyangka buruk. Jika diri terlibat, kunci menanganinya adalah beristighfar dan taubat. Nabi s.a.w bersabda:
“Setiap anak Adam itu ada kesilapan ( dosa) dan orang berdosa yang terbaik adalah mereka yang bertaubat” [HR At-Tirmidzi]

Berikut dikongsikan bersama tips dari Syeikh Abdul Qadir Al-Jilani untuk sentiasabersangka baik sesama insan:

Jika engkau bertemu dengan seseorang, maka yakinilah bahawa dia lebih baik darimu.
Ucapkan dalam hatimu : “Mungkin kedudukannya di sisi Allah jauh lebih baik dan lebih tinggi dariku”.

Jika bertemu anak kecil, maka ucapkanlah (dalam hatimu) : “Anak ini belum bermaksiat kepada Allah, sedangkan diriku telah banyak bermaksiat kepadaNya. Tentu anak ini jauh lebih baik dariku”..

Jika bertemu orang tua, maka ucapkanlah (dalam hatimu): “Dia telah beribadah kepada Allah jauh lebih lama dariku, tentu dia lebih baik dariku.”

Jika bertemu dengan seorang yang berilmu, maka ucapkanlah (dalam hatimu): “Orang ini memperoleh kurnia yang tidak akan kuperolehi, mencapai kedudukan yang tidak akan pernah kucapai, mengetahui apa yang tidak kuketahui dan dia mengamalkan ilmunya, tentu dia lebih baik dariku.”

Jika bertemu dengan seorang yang bodoh, maka katakanlah (dalam hatimu) : “Orang ini bermaksiat kepada Allah kerana dia bodoh (tidak tahu), sedangkan aku bermaksiat kepadaNya padahal aku mengetahui akibatnya. Dan aku tidak tahu bagaimana akhir umurku dan umurnya kelak. Dia tentu lebih baik dariku.”

Jika bertemu dengan orang kafir, maka katakanlah (dalam hatimu) : “Aku tidak tahu bagaimana keadaannya kelak, mungkin di akhir usianya dia memeluk Islam dan beramal soleh. Dan mungkin boleh jadi di akhir usia diriku kufur dan berbuat buruk.


Bersangka baik terhadap Allah

Dalam hidup ini Allah sentiasa menguji kita. Ujian Allah pelbagai dan orang yang diuji Allah juga pelbagai. Ada yang diuji Allah dengan musibah seperti kematian orang disayangi, kebakaran, kemalangan, kehilangan, bencana alam dan yang selalu diuji Allah kepada kita ialah dengan mendatangkan sakit. Tidak seorang pun daripada kita yang hidup di dunia ini terlepas daripada menerima ujian Allah. Yang membezakannya hanya bentuk ujian itu. Ada yang ringan dan ada yang berat ujiannya.
Harus kita ingat bahawa Allah memberikan hidayah dan taufik kepada setiap hamba-Nya dengan jalan yang berbeza-beza. Salah satunya dengan mendatangkan musibah sakit kepada hamba-Nya.
Kita hendaklah sentiasa bersangka baik dengan Allah terutama ketika kita ditimpa musibah sakit atau musibah lain. Ujian sakit yang diberikan-Nya itu tanda kasih sayang-Nya dari Khalik kepada makhluk-Nya. Allah selalu mencintai hamba-Nya yang sabar, ikhlas dan reda. Dan sebagai hamba-Nya yang beriman, kita hendaklah selalu memuji Allah yang tak pernah putus-putus memberi rahmat kepada kita hatta ketika kita sakit.
Sehubungan itu, Rasulullah SAW bersabda yang maksudnya: “Sesungguhnya, besarnya pahala sesuai dengan besarnya cubaan. Sesungguhnya, jika Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan menguji mereka. Barang siapa yang reda dengan musibah itu maka baginya keredaan Allah. Dan barang siapa yang marah (tidak reda) dengan musibah berkenaan, maka baginya kemurkaan Allah.” [HR Tirmidzi]

Sabda Rasulullah lagi yang maksudnya: “Setiap sesuatu itu mempunyai hakikat dan tidaklah seorang hamba mencapai hakikat iman sehingga dia menyedari musibah yang menimpanya bukan untuk menyalahkannya dan kesalahan yang dilakukannya bukan sebab untuk ditimpakan musibah kepadanya.”


Kesimpulan

Jauhilah sangka buruk yang sebahagiannya membawa dosa. Mulakan dengan sangka baik di kalangan umat Islam selaras dengan arahan Allah.
Mengapa di waktu kamu mendengar berita bohong itu orang-orang mukminin dan mukminat tidak bersangka baik terhadap diri mereka sendiri, dan (mengapa tidak) berkata: “Ini adalah suatu berita bohong yang nyata.” [ An-Nur : 12 ]
Banyakkanlah bersangka baik. Sebenarnya masih ada ramai orang baik yang berbuat baik hanya kerana agenda akhirat semata-mata. Janganlah dirasakan dunia ini sudah tiada yang ikhlas kerana Allah. Mulakan dengan diri sendiri lalu anda akan mampu mencari orang sepertinya.

Wallahu'alam...

Biarlah Kesudahan Kita Dan Dia Di Syurga


Ramai manusia diserang masalah berkaitan hati, cinta yang diraih seringkali gagal. Kadang-kadang kita juga sering salahkan takdir, sedangkan kita sebenarnya gagal menempatkan hati pada langkah pertama lagi. Mengalami masalah hati dan jiwa setiap hari, tapi tidak jumpa solusi yang pasti, selalu membuat kesimpulan gunakan hati (nafsu), bukan berdasarkan al-Quran dan al-Hadith.

Semua insan di dunia inginkan kesenangan dan kebahagiaan. Justeru, kekadang bila kita melalui hari dengan mudah pada satu-satu hari, rasa bersyukur teramat sangat. Manakan tidak, setiap hari sebelum memulakan hari baru, kita (niat) sentiasa berdoa demi kebaikan sepanjang hari pada hari tersebut, bermula pada langkah pertama.

Kekadang kita terlalu takut jika Allah Taala tidak menyayangi kita, bila mana kita tidak ditimpakan ujian walau sebutir zarah pada hari-hari yang kita hadapi. Ujian ini, bukan untuk menakutkan diri, tapi mencari hikmah yang tersembunyi.
Berterima kasihlah kepada Allah Taala kerana masih ditarbiah hati ini.

Cinta melulu hanyalah cinta buat orang yang lemah imannya. Itulah yang berlaku dalam kehidupan kita selama ini. Terlalu sayang, sayang hingga bisu untuk menegur kesalahan. Sudah ketara, tapi buat-buat lupa, sudah tahu dan nyata, tetapi pura-pura buat buta. Hinggakan diri sendiri pun terikut-ikut dan sama-sama jadi buta, gelap gelita.

Ya, bila ujian Allah Taala datang mendidik diri, baru sedar, baru terngadah. Tapi syukur Allah Taala datangkan jua rasa redha di hati ini. Mujurlah jua Allah Taala tunjukkan jalan mengajar hati redha, terima hakikat.

Allah Taala berfirman;
Bermaksud: "Sesungguhnya berjayalah orang yang menjadikan dirinya yang sedia bersih bertambah-tambah bersih (dengan iman dan amal kebajikan). Dan sesungguhnya hampalah orang yang menjadikan dirinya yang sedia bersih itu susut dan terbenam kebersihannya (dengan sebab kekotoran maksiat)" asy-Syam (91:9-10)

Pasti kalian pernah merasai saat genting ini. Ada yang selepas berumahtangga, pengamalan agama dianggap enteng. Jika dahulu impian ingin membina bait-muslim itu cukup tinggi tetapi apabila ada kelemahan, kekurangan dan kesilapan yang dilakukan, pasangan hanya mengambil langkah berdiam diri hanya kerana cinta, inilah cinta buta tidak nampak akan kesalahan, matlamat pula menghalalkan cara.

Bila cinta Tuhan diketepikan dan kasih sayang makhluk mendasari hati, nafsu menjadi raja dalam diri, kalam Tuhan tidak lagi diikuti. Sesungguhnya manusia apabila mencintai makhlukNya dan mendahului mereka dari Allah, maka tunggulah janjiNya.

Kadang-kadang untuk menyeru kepada kebaikan agak sukar kerana sesetengah orang akan lebih nampak kepada keburukan. Namun begitu, kita boleh terus berusaha dan istiqamah dalam membuat kebaikan. Kebaikan tidak semestinya melalui lisan, tetapi boleh juga melalui perbuatan. Kadang-kadang apa yang kita buat lebih memberi kesan berbanding dengan apa yang kita cakapkan. Dunia ini adalah madrasah cinta kita cari.


Allah Taala sedang mengajar dan mendidik kita. Suatu ketika dulu saya juga pernah mengalami perkara yang sama. Namun diteruskan juga menadah, meminta pertolongan Allah. Allah Taala akan terus mengajar dan mendidik kita dengan syarat kita mahu belajar sama ada dari pengalaman yang kita lalui, muhasabah diri seterusnya belajar ilmu-ilmu Islami.
Manusia bijak akan menjadi orang lain bergantung kepadanya, bukan sebaliknya. Dia tidak pernah bersikap dan mengambil keputusan dengan mengharapkan orang lain turut sama berendam dalam masalah peribadinya. Bahawasanya seorang muslim itu mempunyai falsafah hidup, prinsip, risalah, dan ketentuan yang lebih agung daripada hanya sekadar mengharap, balas dendam, dan benci.

Perjalanan hidup berumahtangga sebahagian surat cinta Ilahi. Bahawa dugaan, kepahitan, perpisahan adalah antara isi kandungan surat cinta ini. Ada yang tersirat di sebalik yang tersurat.

Mendepani surat cinta ini, inshaAllah akan menyuburkan cinta, sekiranya kita menerimanya sebagai satu tarbiah daripada Allah. Percayalah, kita pasti akan bertemu dalam suasana yang lebih indah dan manis selepas kebahagian. Kesulitan ini adalah mahar buat saat yang indah itu.

Berbahagialah isteri-isteri yang menjadi solehah hasil bimbingan dan pimpinan para suami soleh. Beruntunglah isteri-isteri meredhai kehidupan rumahtangga yang dibina. Kesusahan dan kesulitan sudah menjadi pakaian harian, nilai kasih sayang antara penghuni rumahtangga didahulukan.

Mempunyai peranan.

Peranan takwa dan iman itulah, yang menjadi pasak melahirkan serta mengekalkan konsisten keharmonian cinta yang dirasai dengan cara dan sudut yang pelbagai nantinya. Banyak versi dan variasi. Kursus perkahwinan pastinya belum memadai membenihkan nilai-nilai yang perlu kepada bakal pasangan, jika sahaja kayu ukur sebaik para pejuang agama sebahagiannya juga ditakdirkan untuk kecundang. Ingatlah, ramai pasangan berpisah kerana putus cinta.

Cinta yang matang itu, tidak buta dengan kesalahan dan kekurangan orang lain. Celik, tetapi hati yang cinta akan berdoa dan berusaha untuk memperbaikinya. Kita terima seadanya. Dia hamba, kita juga hamba. Hamba itu lemah dan sentiasa bersalah. Pohonlah kemaafan dan bersedia memaafkan.

Rezza Khanafiah

..Allah Taala Bukan Keperluan Bermusim..


Allah Taala adalah segala-galanya. Kalau bukan kerana Allah Taala, segala-galanya tidak akan ada. Segala-galanya ada kerana Allah Taala mengadakan. Kalau Dia tidak mengadakan, segala-galanya termasuk kita pasti tiada. Allah Taala mengadakan sesuatu sama ada di dunia mahupun di Akhirat, nikmat dunia mahupun nikmat Akhirat, menjadikan alam ghaib mahupun alam nyata, menjadikan manusia, malaikat, jin, haiwan, tumbuh-tumbuhan dan lain-lain semuanya ada maksud, ada hikmah, bukan suka-suka lebih-lebih lagi bukan sia-sia. Setiap makhluk yang dicipta-Nya ada peraturannya, ada cara kehidupannya yang tersendiri, mempunyai sistem yang tersendiri. Malaikat ada sistem yang tersendiri, jin ada sistemnya yang tersendiri, haiwan ada sistemnya yang tersendiri, manusia ada sistemnya yang tersendiri, tumbuh-tumbuhan ada sistem yang tersendiri. Begitulah setiap makhluk sama ada sebesar-besar makhluk hinggalah sekecil-kecil makhluk, yang bernyawa mahupun yang tidak bernyawa, semuanya ada peraturan dan sistemnya yang tersendiri. Setiap makhluk itu adalah berjalan mengikut peraturan atau sistemnya masing-masing. Siapa sahaja yang tidak mengikut peraturan yang Allah Taala sediakan, dia pasti binasa. Sama ada jangka pendek mahupun jangka panjang.


Bahkan dunia nanti binasa (Qiamat) setelah setiap planet-planetnya tidak mengikut peraturan dan sistemnya lagi. Seterusnya, setiap makhluk ciptaan Tuhan itu dengan peraturan serta sistemnya, setiap gerak-geri dan gerak-lakunya tidak terlepas daripada ilmu-Nya, penglihatan-Nya, kuasa-Nya, kehendak-Nya, pendengaran-Nya, walaupun sebesar habuk tidak terlepas daripada Tuhan hinggakan manusia walaupun dia sudah berusaha, usaha manusia itu pun tidak terlepas daripada kuasa dan kehendak Allah Taala. Kemudian ke mana makhluk ini akan pergi, ke mana kesudahannya, ke mana destinasi akhirnya, apa nasibnya, semuanya tidak terlepas daripada ketentuan Tuhan yang telah disebut sifat-sifat-Nya di atas. Kalau begitu, siapa Tuhan? Tentu Tuhan Maha Agung, Maha Hebat, Maha Gagah, Maha Kuasa, Maha Berilmu, Maha Berkehendak, Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Sempurna, entahkan Maha, Maha apa lagi yang tidak dapat dicapai oleh akal untuk mengetahui dan memikirkannya, yang tidak ada makhluk dapat menyukat maha-maha-Nya Tuhan itu.

Sifat Maha Kuasa Allah Taala sahaja sudah cukup menggerunkan kita. Kerana jika Allah berkata: Jadilah, terus terjadi. Jika Allah Taala berkata: Binasalah, maka binasalah benda atau makhluk itu. Kehendak dan kuasa-Nya tiada makhluk yang dapat menolaknya. Kalau Allah Taala berkata senang, pasti senang. Kalau Allah Taala berkata susah, pasti susah. Kalau Allah Taala berkata hidup, pasti hidup. Kalau Allah Taala berkata mati, pasti mati. Kalau Allah Taala berkata pandailah, pasti pandai. Kalau Allah Taala berkata bodohlah, pasti bodoh. Kalau Allah Taala mengatakan sakitlah, pasti sakit. Kalau Allah Taala berkata sembuhlah, pasti sembuh. Begitulah seterusnya apa sahaja Allah Taala katakan pasti terjadi. Begitulah agungnya Tuhan yang mempunyai sifat-sifat yang Maha Sempurna.

Apakah Tuhan itu kita tidak perlu kepada-Nya? Tidak mahu meminta kepada-Nya? Tidak mahu ingatkan-Nya? Tidak mahu mengagungkan-Nya? Tidak cinta kepadaNya? Tidak takut? Tidak mengharap? Tidak memerlukan? Tidak mematuhi-Nya. Tidak mensyukuri-Nya?Apakah kita boleh terlepas dari-Nya? Boleh lari dari-Nya? Boleh hidup tanpa-Nya? Boleh selamat tanpa-Nya? Tuhan sehebat itukah yang kita hendak lawan? Hendak tidak ambil tahu? Hendak tidak peduli? Hendak sombong dengan-Nya? Kita perlu kepada Tuhan di waktu senang, di waktu susah, di waktu miskin, di waktu kaya, di waktu aman, di waktu darurat, di waktu sakit, di waktu sihat, di waktu sempit, di waktu lapang, di waktu bodoh, di waktu pandai, di waktu di rumah, di waktu di luar rumah, di waktu takut, di waktu tenang, di waktu seorang, di waktu ramai, di waktu aman, di waktu huruhara.

Sepatutnya kita perlu kepada Tuhan di dalam sebarang waktu dan situasi, di setiap tempat dan keadaan. Jangan anggap kita boleh bersendiri. Tapi malangnya kebanyakan umat Islam kerana sombongnya, perlukan Tuhan di waktu-waktu tertentu sahaja. Tidak setiap waktu dan situasi. Yakni di waktu kemarau, waktu sakit, waktu miskin, waktu bala menimpa, waktu musuh menyerang. Itu pun tidak semua orang berbuat sedemikian.

Ada yang lebih sombong dan angkuh lagi, di waktu kemarau, di waktu sakit, di waktu bala menimpa pun tidak juga memerlukan Tuhan. Seolah-olah memerlukan Tuhan itu rasa terhina, rasa jatuh martabat, rasa malu, rasa jatuh wibawa. Sepatutnya Tuhan itu adalah segala-galanya, dapat Tuhan dapatlah segala-galanya. Kehilangan Tuhan, kehilangan segalagalanya. Tuhan adalah hidup mati kita. Tuhan adalah dunia Akhirat kita. Dia adalah tempat rujuk, tempat mengadu, tempat bermanja-manja, tempat berhibur, tempat lari, tempat menyerah diri. Dialah harapan kita, Dialah kebahagiaan kita yang sejati.


Setiap Detik Engkau Perlukan Tuhan

Engkau tidak mempedulikan Tuhan
Seolah-olah engkau tidak perlu lagi kepada-Nya
Engkau rasa, engkau boleh hidup tanpa Tuhan
Padahal setiap detik engkau tidak terlepas dari Tuhan
Setiap detik engkau perlukan kepada Tuhan
Cuma engkau sahaja buat-buat tidak tahu kepada-Nya
Kalau benarlah engkau ada kuasa dan boleh hidup tanpa bantuan Tuhan
Aku buat satu contoh sahaja
Cuba engkau tidak terima oksigen dari Tuhan
Engkau tutup hidung engkau
Engkau tutup mulut engkau rapat-rapat
Selepas tiga minit engkau akan rasa
Apakah engkau perlu kepada Tuhan atau tidak
Engkau boleh cuba
Supaya engkau sedar siapa engkau dan siapa sebenarnya Tuhan itu
Itu baru satu contoh sahaja
Engkau tidak boleh lari dari Tuhan
Bumi yang engkau pijak, langit tempat berteduh
Akal yang engkau gunakan untuk berfikir
Makan minum engkau, pakaiandan tempat tinggal engkau
Apakah itu semuanya tidak kena-mengena dengan Tuhan?
Mengapa engkau sampai tidak boleh berfikir?
Mengapa engkau tidak rasa lagi bertuhan?
Apa yang telah merosakkan engkau?
Hingga engkau tidak mempedulikan lagi Tuhan?
Jawablah sendiri..
Gunakanlah akal Tuhan itu yang ada pada diri engkau untuk menjawabnya
Agar engkau boleh merubah sikap engkau


Marilah Bersama-sama Mencari Cinta Tuhan

Marilah kita bersama-sama mencari cinta Tuhan
Carilah cinta Tuhan hingga dapat
Kita jadikan Tuhan kawan setia
Bersama-sama mencari cinta Tuhan tidak akan timbul pergaduhan
Bahkan akan terjadi satu haluan sesama insan
Akhirnya setelah bersama mendapat cinta Tuhan
Akan terjadi berkasih sayang sesama manusia
Bersama mencari cinta  Tuhan tidak ada pertarungan
Tidak seperti manusia memburu dunia dan nikmatnya
Sentiasa sahaja bertarung, bersaing dan bermusuhan
Hasad dengki, tekan-menekan, jatuh-menjatuhkan
Ia tidak akan terjadi pada manusia yang bersama-sama memburu cinta Tuhan
Memburu dunia tidak semua dapat
Ada yang dapat ada yang tidak
Memburu cinta Tuhan sama-sama dapat,tidak ada yang kecewa
Memburu dunia banyak yang kecewa
Hatta yang dapat duniadan nikmatnya juga kecewa
Mendapat dunia menjemukan
Mendapat cinta Tuhan tidak menjemukan
Dapat dunia tidak membahagiakan
Dapat cinta  Tuhan dapat segala-galanya
Dapat dunia hanya sebahagian
Mendapat cinta Tuhan mendapat Zat yang kekal abadi
Mendapat dunia mendapat sesuatu yang binasa
Sama ada kita meninggalkan dia
Atau dia meninggalkan kita
Mendapat dunia ia sentiasa menipu kita
Mendapat cinta Tuhan ertinya kita mendapat kawan setia

-AQIL MUBASHSHIR NURUDDIN B BAHARUDIN-

Dialog iblis dengan Rasulullah s.a.w.


==============Dialog iblis dengan rasulullah s.a.w.=============


Iblis merupakan satu bangsa Jin yang sangat alim, warak, ahli ibadah, menjadi ketua kepada Malaikat dan Jin. Apabila Allah s.w.t menjadikan Nabi Adam a.s dan memerintahkan semua makhluk untuk sujud kepada Nabi Adam a.s., Iblis engkar dan tak nak sujud. Iblis telah di murkai dan di laknati oleh Allah s.w.t.

Atas kejadian tersebut Iblis telah minta tangguh umurnya sehingga hari Qiamat dan berjanji untuk menyesatkan seluruh anak cucu Nabi Adam a.s. dengan segala cara dan tipu dayanya. Iblis berjanji di depan Allah s.w.t untuk menyesatkan keseluruhan umat manusia kecuali mereka2 yang IKHLAS kerana Allah s.w.t.

Untuk itu kita perlu waspada mengenai hasutan, pelan tindakkan, strategi penyesatan, dan permainan Iblis dan rakan-rakannya. Kita tahu kita tidak boleh nampak Iblis dan Iblis boleh nampak kita dan boleh mengalir di salur darah kita. Kita tahu Iblis ini memang pandai dalam bab Ilmu Agama dan juga Ilmu2 yang lain. Ia lebih mahir dan lebih tahu perihal manusia itu. Setiap manusia yang lahir akan ada bersamanya “Iblis” yang memerhati setiap gerak geri dari kecil sehingga mati. Iblis ini mencari masa yang sesuai untuk menyesatkan manusia.

Jika orang itu warak dan alim maka akan di sesatkan dengan kewarakan dan kealimannya. Jika orang itu berilmu maka dia akan memaniskan ilmunya untuk lebih berilmu dan mula lupakan tuhan. Jika orang itu meminati perkara yang samar maka ia akan menjelaskan dan mengatakan yang samar itulah yang benar.

TUJUAN IBLIS : Ialah untuk MENYESATKAN umat manusia dan MEMBELAKANGKAN ALLAH s.w.t di dalam kehidupan supaya sama-sama menyertai Iblis.

Untuk itu marilah kita kenali Iblis melalui Dialog antara Rasulullah s.a.w dengan Iblis untuk kita semua lebih peka akan tindak-tanduk Iblis dalam kehidupan kita. Semoga kita semua di beri Rahmat dan Pentujuk untuk menjadi hamba yang benar-benar Ikhlas kepada Allah s.w.t.

Dialog Iblis Dan Rasulullah s.a.w – Iblis Musuh Yang Nyata

Dari Muadz bin Jabal, dari Ibu Abbas:

Ketika kami sedang bersama Rasulullah saw di kediaman seorang sahabat Anshar, terdengar panggilan seseorang dari luar rumah, “Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan membutuhkanku.” Rasulullah saw bersabda: “Tahukah kalian siapa yang memanggil?” Kami menjawab: “Allah dan rasul-Nya yang lebih tahu.” Rasulullah melanjutkan, “Itu Iblis, laknat Allah bersamanya.”

Lalu Saidina Umar bin Khattab berkata:“Izinkan aku membunuhnya wahai Rasullulah.” Rasulullah menahannya: “Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan untuk ini, pahamilah apa hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik.”

Ibnu Abbas ra berkata: pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. Di janggutnya terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi.Iblis berkata: “Salam untukmu Muhammad. Salam untukmu para hadirin”

Rasulullah saw lalu menjawab: “Salam hanya milik Allah swt, sebagai makhluk terlaknat, apa keperluanmu?”Iblis menjawab: “ Wahai Muhammad, aku datang kesini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa”.

“Siapa yang memaksamu?”

“Seorang malaikat utusan Allah mendatanganiku dan berkata: Allah SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukan diri. Beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia. Jawablah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin.”

“Oleh karena itu aku sekarang mendatanganimu. Tanyalah apa yang hendak Kau tanyakan. Jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. Tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh.”


================= 
Orang yang dibenci Iblis
=================


Rasulullah saw lalu bertannya kepada iblis: “Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau benci?”

Iblis segera menjawab: “Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah makhluk Allah yang paling aku benci.”

“Siapa selanjutnya?” tanya Rasulullah saw.

“Pemuda yang bertaqwa memberikan dirinya mengabdi kepada Allah swt.”

“Lalu Siapa lagi?”
“Orang alim dan wara’ (loyal)”

“Lalu siapa lagi?”
“Orang yang selalu bersuci (juga merujuk kepada orang yang tetap wudu’nya).”

“Siapa lagi?”
“Seorang yang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain?”

“Apa tanda kesabarannya?”
“Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang – orang yang sabar.”

“Selanjutnya apa?”
“Orang yang bersyukur”

“Apa tanda kesukurannya ?”
“Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan mengeluarkannya juga dari tempatnya”.

“Pandanganmu mengenai orang seperti Abu Bakar?”
“Ia tidak menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam Islam.”

“Umar Bin Khattab ?”
“Demi Allah, setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur (ketakutan).”

“Usman Bin Affan?”
“Aku Malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya.”

“Ali Bin Abi Thalib?”
“Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan aku melepaskannya. Tetapi ia tak akan mau melakukan itu.” (Ali Bin Abi Thalib selalu berdzikir terhadap Allah swt)


========================= 
Amalan yang Dapat Menyakiti Iblis
=========================


“Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak shalat?”
“Aku merasa panas dingin dan gemetar.”

“Kenapa?”
“Sebab, setiap seorang hamba yang bersujud 1 kali kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 derajat hamba terebut.”

“Jika seorang umatku berpuasa ?”
“Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka.”

“Jika ia berhaji?”
“Aku seperti orang gila.”

“Jika ia membaca Al-Qur’an?”
“Aku merasakan diriku meleleh laksana timah di atas api”

“Jika ia bersedekah?”
“ Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji.”

“Mengapa bisa begitu ?”
“ Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya. Yaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka dan segala macam musibah akan terhalau dari dirinya.”

“Apa yang dapat mematahkan pinggangmu?”
“Suara kuda perang dijalan Allah.”

“Apa yang dapat melelehkan tubuhmu?”
“Taubat orang bertaubat (orang yang benar-benar taubatnya).”

“Apa yang dapat membakar hatimu?”
“Istighfar diwaktu siang dan malam.”

“Apa yang dapat mencoreng (melukakan) wajahmu?”
“Sedekah yang diam-diam (contoh mudah ialah tangan kanan bersedekah walhal tangan kiri tidak mengetahui akan sedekah tangan kanan tersebut).”

“Apa yang dapat merusak wajahmu?”
“Shalat fajar.”

“Apa yang dapat memukul kepalamu?”
“Shalat berjamaah.”

“Apa yang paling mengganggumu?”
“Majlis para ulama.”

“Bagaimana cara makanmu?”
“Dengan tangan kiri dan jariku.”

“Dimanakah kau menaungi anak-anak mu dimusim panas?”
“Dibawah kuku manusia (perintah supaya memendekkan kuku).”


=========================
Manusia Yang Menjadi Teman Iblis
=========================

Lalu Baginda Rasulullah bertanya lagi: “Siapa temanmu wahai Iblis?”
“Pemakan riba”

“Siapa sahabatmu?”
“Penzina”

“Siapa teman tidurmu?”
“Pemabuk”

“Siapa utusanmu?”
“Tukang sihir (juga merujuk kepada orang yang menyesatkan)”

“Apa yang membuatmu gembira?”
“Bersumpah dengan cerai”

“Siapa kekasihmu?”
“Orang yang meninggalkan Solat Jumaat”

“Siapa manusia yang paling membahagiakanmu?”
“Orang yang meninggalkan solatnya dengan sengaja”


=================================== 
Iblis Tidak Berdaya Dihadapan Orang yang Ikhlas
===================================

Rasullullah SAW lalu bersabda lagi: “Segala puji bagi Allah yang telah membahagiakan ummatku dan menyengsarakanmu.”

“Iblis segera menjawab:
“Tidak. Tak akan ada kebahagiaan selama aku hidup hingga Hari Akhir. Bagaimana Kau bisa berbahagia dengan ummatmu, sementara aku bisa masuk ke dalam aliran darah mereka dan mereka tak bisa melihatku? Demi yang menciptakan diriku dan memberikanku kesempatan hingga hari akhir, aku akan menyesatkan mereka semua. Baik yang bodoh, atau yang pintar, yang bisa membaca dan tidak bisa membaca, yang durjana dan yang saleh, kecuali hamba Allah yang Ikhlas (Mukhlisin).”

“Siapa orang yang ikhlas menurutmu ?”

“Tidaklah Kau tahu wahai Muhammad, bahawa barang siapa yang menyukai emas dan perak, ia bukan orang yang ikhlas. Jika kau lihat orang yang tidak menyukai dinar dan dirham, tidak suka pujian dan sanjungan, aku bisa pastikan bahwa ia orang yang ikhlas, maka aku meninggalkannya. Selama seorang hamba masih menyukai harta dan sanjungan serta hatinya masih selalu terikat dengan kesenangan dunia, ia sangat patuh padaku.”


============================
Iblis dibantu oleh 70 000 anak-anaknya
============================


Iblis berkata lagi: “Tahukah kamu wahai Muhammad, bahwa aku mempunyai 70 000 anak dan setiap anak memilki 70 000 syaitan. Sebahagian ada yang aku tugaskan untuk mengganggu ulama’. Sebahagian untuk mengganggu anak-anak muda, sebahagian untuk mengganggu orang tua, sebahagian untuk menggunggu wanita tua, sebagian anakku juga aku tugaskan kepada para zahid.

Aku punya anak yang suka mengencingi telinga manusia sehingga ia tidur pada shalat berjamaah. Tanpanya manusia tidak akan mengantuk pada waktu shalat berjamaah.”

“Aku juga punya anak yang suka menaburkan sesuatu dimata orang yang sedang mendengarkan ceramah ulama hingga mereka tertidur hingga pahalanya terhapus.”

“Aku juga punya anak yang senang berada di lidah manusia. Jika seseorang melakukan kebajikan lalu ia ceritakan kepada manusia (membangga-bangga), maka 99% pahalanya akan terhapus.”

“Pada setiap seseorang wanita yang berjalan, anakku dan syaitan duduk dipinggul dan pahanya, lalu menghiasinya agar setiap orang memandanginya.”

Iblis berkata lagi: “Keluarkan tanganmu, lalu ia mengeluarkan tangannya lalu syaitan pun menghiasi kukunya. Mereka, anak-anak ku selalu menyusup dan berubah

ke satu kondisi ke kondisi lainnya, dari satu pintu ke pintu lainnya untuk menggoda manusia hingga mereka terhempas dari keikhlasan mereka.”

“Akhirnya mereka menyembah Allah tanpa ikhlas, namun mereka tidak merasa akannya.” Berkata lagi Iblis tersebut: “Tahukah kamu wahai Muhammad? Bahwa ada rahib yang telah beribadat kepada Allah selama 70 tahun. Setiap orang sakit yang didoakan olehnya sembuh seketika. Aku terus meggodanya hingga ia berzina, membunuh dan kufur.”


=============== 
Cara Iblis Menggoda
===============


Iblis menyambung ceritanya: “Tahukah kamu wahai Muhammad? Dusta berasal dari diriku. Akulah mahluk pertama yang berdusta. Pendusta adalah sahabatku.Barang siapa bersumpah dengan berdusta, ia kekasihku. Tahukah kau Muhammad? Aku bersumpah kepada Adam dan Hawa derngan nama Allah bahwa aku benar-benar menasihatinya.
Sumpah dusta adalah kegemaranku. Ghibah (gosip) dan Namimah (adu domba) kesenanganku. Kesaksian palsu kegembiraanku.

Orang yang bersumpah untuk menceraikan istrinya ia berada di pinggir dosa walau hanya sekali dan walaupun ia benar. Sebab barang siapa membiasakan dengan kata-kata cerai,isterinya menjadi haram baginya. Kemudian ia akan beranak cucu hingga hari kiamat. Jadi semua anak-anak zina dan ia masuk neraka hanya karena satu kalimat, iaitu Cerai.”

Iblis menyambung: “Wahai Muhammad, umatmu ada yang suka mengulur-ngulur (melambat-lambatkan) solat, Setiap ia hendak berdiri untuk solat, aku bisikkan padanya waktu masih lama, kamu masih sibuk, lalu ia menundanya hingga ia melaksanakan solat di luar waktu, maka solat itu dipukulkannya ke mukanya.”

“Jika ia berhasil mengalahkanku, aku biarkan ia shalat. Namun aku bisikkan ke telinganya lihat kiri dan kananmu, ia pun menoleh. Pada saat itu aku usap dengan tanganku dan kucium keningnya serta aku ucapkan ‘solatmu tidak sah’. Bukankah kamu tahu Muhammad, orang yang banyak menoleh dalam shalatnya akan dipukul?”

“Jika ia solat sendirian, aku suruh dia untuk bergegas. Iapun solat seperti ayam yang mematuk beras. Jika ia berhasil mengalahkanku dan ia shalat berjama’ah, aku ikat lehernya dengan tali, hingga ia mengangkat kepalanya sebelum imam, atau meletakkan sebelum iamam. Kamu tahu bahwa melakukan itu batal shalatnya dan wajahnya akan dirubah menjadi wajah keledai.”

Iblis menyambung lagi: “Jika ia berhasil mengalahkanku, aku tiup hidungnya hingga ia menguap dalam shalat. Jika ia tidak menutup mulutnya ketika menguap, syaitan akan masuk ke dalam dirinya, dan membuatnya menjadi bertambah serakah dan gila dunia. dan ia pun semakin taat padaku.”

Iblis berkata kepada Rasulullah: “Kebahagiaan apa untukmu, sedangkan aku memerintahkan orang miskin agar meninggalkan shalat. Aku katakan padanya, ‘Kamu tidak wajib shalat, shalat hanya wajib untuk orang yang berkecukupan dan sehat. Orang sakit dan miskin tidak. Jika kehidupanmu telah berubah baru kau shalat.’ Ia pun mati dalam kekafiran. Jika ia mati sambil meninggalkan shalat, maka Allah akan menemuinya dalam kemurkaan.”

“Wahai Muhammad, apakah engkau akan bergembira dengan umatmu padahal aku mengeluarkan seperenam mereka dari Islam?”


=========================== 
10 Permintaan Iblis Kepada Allah SWT
===========================

Rasulullah bertanya pula kepada Iblis: “Berapa yang kau pinta dari Tuhanmu?”

“10 macam”

“ Apa saja?”

“Aku minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan anak manusia, Allah mengizinkan. Allah berfirman, “Berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak.

Dan janjikanlah mereka, tidaklah janji setan kecuali tipuan”
(Al Isra : 64)

“Harta yang tidak dizakatkan, aku makan darinya. Aku juga makan dari makanan haram dan bercampur dengan riba. Aku juga makan dari makanan yang tidak dibacakan nama Allah.”

“Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan istrinya tanpa berlindung dengan Allah. Maka setan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada syaitan.”

“Aku minta kepada Allah agar aku bersama dengan orang yang menaiki kendaraan bukan untuk tujuan yang halal. Aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi sebagai rumahku. Aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai ‘masjid’ku. Aku minta agar Allah menjadikan syair sebagai ‘kitab’ku.

Aku minta agar Allah memberikan saudaraku, maka ia jadikan orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku.
Allah berfirman,

“Orang-orang boros (membazir) adalah saudara-saudara syaitan. “
(Al – Isra : 27)

“Wahai Muhammad, aku juga meminta agar Allah membuatku bisa melihat manusia sementara mereka tidak bisa melihatku. Dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia. Allah menjawab, “Silakan,” aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat. Sebahagian besar manusia bersamaku di hari kiamat.”

Iblis berkata lagi: “Wahai Muhammad, aku tak bisa meyesatkan orang sedikitpun, aku hanya bisa membisikkan dan menggoda,”

“Jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa seorang pun.

Sebagaimana dirimu, kamu tidak bisa memberi hidayah sedikitpun, engkau hanya Rasul yang menyampaikan amanah. Jika kau bisa memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir pun dimuka bumi ini. Kau hanya bisa menjadi penyebab untuk orang telah ditentukan sengsara. Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak diperut ibunya. Dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.” (nafi makhluk, Isbatkan Allah)

Rasulullah SAW lalu membaca ayat berikut:

“Mereka akan terus berselisih kecuali orang yang dirahmati oleh Allah SWT”
(Hud : 118 – 119)

Juga membaca,

“Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku”
(Al-Ahzab :38)

Iblis lalu berkata: “Wahai Rasul Allah, takdir telah ditentukan dan pena takdir telah kering.

Maha Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para Nabi dan Rasul, pemimpin penduduk syurga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin makhluk-makhluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. Aku si celaka yang terusir. Ini akhir yang ingin aku sampaikan kepadamu. Dan aku tidak sesekali berbohong.”

Begitulah kisah mengenai Iblis, yang telah dipersaksikan kehadapan Baginda Rasulullah saw tanpa ada sedikit pun penipuan dalam percakapannya. Maha Suci Allah yang menciptakan berbagai-bagai ragam Makhluk-Nya. Hanya tinggal untuk membuat pilihan antara kita, sama ada jalan ‘benar’ atau jalan sebaliknya yang hendak kita pilih dalam mendapatkan Redha Allah swt.



Sumber :
1.Kitab Sajaratul Kaun oleh Muhyidin Ibnu Arabi/Darul ‘Ilmi al – Munawar asy-Syamsiyah, Madinah.
2.Iblis Dan Alamnya (Musuh Kamu Yang Paling Nyata) oleh Atok Zamany.