Pages

Sunday, June 6, 2010

SEJARAH KEJAHATAN YAHUDI




“Orang-orang yang tidak mengimani ajaran-ajaran agama Yahudi dan syariat Yahudi, harus kita persembahkan sebagai korban untuk Tuhan kita yang agung.” 

“Ketika kamu mendekati suatu kota untuk kau perangi maka ajaklah untuk damai. Kalau (warga) kota menjawab ajakan damai dan kota dibuka untukmu, maka semua bangsa yang ada di dalamnya menjadi milikmu untuk kau tundukan dan kau perbudak untukmu. Kalau (kota itu) tidak menyerahkan diri kepadamu, bahkan melakukan perang denganmu maka kepunglah. Apabila Tuhanmu mendorongnya ke tanganmu maka bunuhlah semua laki-laki dengan mata pedang. Sedangkan kaum wanita, anak-anak, binatang ternak dan semua yang ada di dalam kota, semua rampasannya jadikanlah rampasan untuk dirimu. Makanlah rampasan musuh-musuhmu yang diberikan Tuhan-mu untukmu.” 

(Talmud)

1.pada KAUM NASRANI

pada awal-awal tahun Masehi, Kaum Yahudi menghasut orang-orang Romawi untuk menangkap dan membunuh Yesus. mereka (yahudi) beralasan bhw Yesus melakukan pemberontakan pada kaisar Romawi.Dan, setelah itu pengikut Kristus diburu kaum ulama Yahudi.
Suetonius Transquilis (70-130), ahli sejarah Romawi yang kemudian diangkat menjadi seorang pejabat tinggi admistratif dalam pemerintahan Trajanus dan Hadrianus, memandang Yesus sebagai penghasut yang menimbulkan keresahan dan kerusuhan...


Di Inggris, ditemukan mayat seorang bocah berusia 12 tahun terbunuh dan berlumuran darah akibat banyak luka ditubuhnya. Saat itu bertepatan dengan hari raya (jamuan) Pesakh Yahudi. Hal itu tidak membuat ragu lagi bagi warga Inggris bahwa pembunuh bocah tersebut orang-orang Yahudi. Akhirnya berhasil dibekuk para pelaku kejahatan ini yang kesemuanya ternyata adalah orang Yahudi! Ini merupakan persoalan yang pertama kali terungkap dan catatannya masih tersimpan di keuskupan Inggris!!
Kejahatan orang Yahudi di Inggris terus berlanjut hingga tahun 1290 ketika orang-orang Yahudi menyembelih Oxford, seorang bocah Kristen, dan diambil darahnya. Kejahatan ini membuat raja Edward I mengeluarkan perintahnya yang sangat bersejarah tentang pengusiran orang-orang Yahudi dari Inggris!!

Di ibukota London telah ditemukan jasad seorang bocah di sebuah pemakaman suci. Pada tubuh korban tidak ditemukan setetes darahpun yang telah dikuras dengan luka khusus.
Orang Yahudi menculik bocah lain dari Lincoln. Dan itu terjadi pada hari raya jamuan suci Pesakh. Mereka menyiksa korban, menyalib dan menguras darahnya. Ayah korban menemukan jasad anaknya di sumur dekat rumah orang Yahudi. Saat dilakukan penyidikan, sang Yahudi mengakui terlibat dalam kejahatan ini. Sebanyak 91 orang Yahudi diajukan ke pengadilan dan 18 di antaranya dijatuhi hukuman mati!! 

Di Spanyol, salah seorang Yahudi memberikan pengakuan atas teman-temannya dan orang-orang yang ikut dengannya dalam menyembelih salah seorang bocah dan mengambil darahnya. Dalam kasus ini, sebanyak 8 orang Yahudi dijatuhi hukuman mati. Kasus inilah yang menjadi penyebab dikeluarkannya keputusan pengusiran orang-orang Yahudi dari Spanyol pada tahun 1490 !!

Di Swiss tahun 1287, tepatnya di Berne, orang-orang Yahudi menyembelih seorang bocah bernama Rudolf di rumah orang Yahudi kaya raya di kota Berne. Orang-orang Yahudi mengakui kejahatan mereka dan banyak dari mereka yang dihukum mati. Kota Berne membuat patung yang menggambarkan orang Yahudi tengah makan seorang bocah kecil, patung ini dipasang di kampung Yahudi guna mengingatkan mereka atas kejahatan buas yang mereka lakukan!!

Di Italia tahun 1475, seorang bocah berusia 3 tahun bernama Simon dinyatakan hilang. Ketika semua mata (kecurigaan) diarahkan ke orang-orang Yahudi, mereka menghadirkan mayat bocah dari selokan guna menjauhkan tuduhan. Setelah dilakukan penyelidikan terbukti bahwa korban tidak mati karena tenggelam, namun karena kehabisan darah yang dikeluarkan melalui luka di bagian leher, pergelangan tangan dan kaki. Orang-orang Yahudi mengakui atas kejahatan tersebut. Mereka berdalih sangat membutuhkan darah untuk menyempurnakan ritual agama mereka serta untuk membuat adonan roti hari raya mereka dengan darah manusia dan anggur. Sebanyak 7 orang Yahudi dijatuhi hukuman mati dalam kasus ini !!

Di Hongaria, orang-orang Yahudi menculik seorang gadis remaja Kristen berusia 14 tahun. Seorang bocah perempuan Yahudi mengakui dirinya menyaksikan ibunya mengundang anak perempuan Kristen ke rumahnya. Selanjutnya korban digiring sejumlah orang Yahudi ke Sinagog. Seorang anak laki-laki Yahudi mengakui, dia menyaksikan aksi penyembelihan korban dan pengumpulan darah dalam wadah besar. Sejumlah orang Yahudi mengakui ikut terlibat dalam aksi pembunuhan ini guna merayakan hari raya Yahudi Pesakh. Sebanyak 15 orang Yahudi diajukan ke pengadilan, dan ini menjadi pengadilan bersejarah di Hongaria. Namun kekuatan dana (sogok) Yahudi telah menghancurkan kebenaran dalam kejahatan ini dan pengadilan membebaskan orang-orang Yahudi dari tuduhan pembunuhan. Meskipun semua bukti tuduhan menunjuk kepada keikutsertaan mereka dalam aksi kejahatan ini. Kejahatan ini menimbulkan situasi anti Yahudi yang menyebar di seluruh Eropa!! 

Di Rusia, bertepatan dengan hari raya jamuan suci Yahudi, hilang seorang anak laki-laki berusia delapan setengah tahun. Seminggu kemudian, jasad korban ditemukan di sebuah rawa dekat kota. Saat dilakukan otopsi terhadap korban ditemukan banyak luka dari jarum tajam di seluruh tubuhnya, namun tidak ditemukan bekas darah setetespun di tubuhnya. Karena korban telah dimandikan sebelum dikenakan bajunya kembali. 3 orang wanita Yahudi mengakui sebagai pelaku kejahatan tersebut!! 

Di Jerman, orang Yahudi menculik seorang bocah berusia 3 tahun kemudian membunuh korban setelah diambil darahnya. Pelaku kejahatan ini dijatuhi hukuman mati dengan dibakar!! 

Di Perancis, seorang remaja Kristen dijual kepada Yahudi pada tahun 1192. Orang-orang Yahudi kemudian menyembelih dan menampung darahnya. Saat pengadilan di gelar, raja Philip Agustus menghadiri langsung pesidangan dan memerintahkan orang-orang Yahudi yang melakukan kejahatan ini agar dibakar mati!!

Di Suriah, ditemukan mayat seorang wanita kristen, disembelih, tubuhnya kehabisan darah. Pelaku kejahatan ini adalah seorang Yahudi “Revol Ankuta” yang dituduh melakukan penyembelihan. Dia mengambil darah korban untuk digunakan dalam hari raya Pesakh (Paskah). 

Di negeri Syam, seorang wanita Yahudi “Banud” murtad dari agamanya setelah melihat dengan mata kepalanya sendiri kejahatan- kejahatan Yahudi yang mengerikan. Mereka membunuh anak-anak tidak berdosa demi mengambil darah mereka untuk dicampur dalam jamuan hari raya Pesakh. Dia pun masuk Kristen menjadi biarawati dan meninggal dunia dengan nama “Katrina”. Dia meninggalkan memori (catatan) yang sangat berbahaya tentang kejahatan-kejahatan Yahudi dan kehausan mereka untuk menumpahkan darah. Dalam memorinya dia menyebutkan peristiwa-peristiwa yang dia saksikan sendiri!! 

Dari Polandia, korban bernama Agnes Horoza berusia 19 tahun. Gambar menjelaskan sebagian simbol-simbol Yahudi. Kemudian disusul penangkapan orang-orang Yahudi yang dituduh melakukan kejahatan ini. 


Baca juga :
Jewish Ritual Murder
by: by ARNOLD LEESE 
(http://www.churchoftrueisrael.com/streicher/jrm/jrm1.gif)
http://churchoftrueisrael.com/streicher/jrm/

Jewish Defense League Nyatakan Perang terhadap Yahudi Neturei Karta




Januari 11, 2007 · Disimpan dalam Berita dan Dakwah

Kaum Zionis-Yahudi yang tinggal di New York baru-baru ini menyatakan perang terhadap seluruh anggota Neturei Karta—sebuah organisasi Yahudi anti Zionis dan Anti Talmud—yang berpartisipasi aktif dalam Konferensi Holocaust di Iran beberapa waktu lalu. Bahkan dalam pertemuan di Iran tersebut, beberapa tokoh Neturei Karta secara demonstratif memeluk dan mencium pipi Presiden Mahmud Ahmadinejad. Peristiwa itu diabadikan para fotografer yang menyebarkan gambarnya ke seluruh dunia.

Kota New York merupakan kota tempat konsentrasi orang Yahudi terbanyak di dunia. Di kota inilah Jewish Defense League (JDL), sebuah kelompok Zionis-Yahudi yang mendukung penuh Zionis-Israel, bermarkas.

Kelompok Neturei Karta sendiri juga bermarkas di Amerika Serikat, dan dari negara tersebut kelompok Yahudi Neturei Kartamelancarkan kegiatannya.

Selama ini, Neturei Karta yang dipimpin oleh sejumlah Rabi Yahudi anti Zionis seperti Rabi Yisroel Dovid Weiss, Rabi Yisroel Feldman, David Feldman—anak dari Rabbi Feldman, William Mordechai Weberman, Nachmann Deutsch, Chaim Lefkowitz, Anshy & Chazy Schwartz, Chaim Fryman, Moishe Aryeh Friedman, giat mengkampanyekan sisi buruk dari gerakan Zionis dan menyatakan dengan tegas bahwa Yahudi yang asli adalah Yahudi yang berpegangan pada hukum Nabi Musa yakni Taurat, bukan Talmud.

“Talmud dan Zionisme adalah racun bagi orang-orang Yahudi, dan kita wajib melawannya!” demikian Rabbi Yisroil Dovid Weiss berkali-kali. Kelompok ini juga giat melancarkan aksi turun ke jalan menyerukan pemboikotan terhadap seluruh produk Barat yang terbukti membantu perekonomian Zionis-Israel di Amerika dan belahan dunia lainnya.

Dalam situs www.nkusa.org (http://www.nkusa.org), kelompok Yahudi anti Zionisme ini menyerukan kepada dunia agar melawan gerakan Zionisme dan Talmudisme yang dikatakan mereka sebagai “Racun teramat jahat bagi Judaism”. Sebab itu, kelompok Zionis-Yahudi yang mendukung bulat-bulat keberadaan “Negara” Zionis-Israel seperti JDL merasa gerah dan menyatakan perang terhadap kelompok Yahudi Neturei Karta. (Rz)

Proposal Yahudi untuk Perdamaian Abadi

Annapolis, Maryland, 27 Nopember 2007

Rabbi Yisroel Dovid Weiss, jurubicara Neturei Karta International, menjelaskan respon berbeda organisasinya terhadap konferensi perdamaian Timur Tengah yang sedang berlangsung, dan tujuan-tujuan kelompok unjuk rasa yang diadakan di Annapolis pada hari ini.

“Pada satu sisi, kami bersimpati kepada semua upaya yang dilakukan untuk mengurangi, meskipun kecil, penderitaan bangsa Palestina, dan juga bangsa Yahudi. Para perancang proposal perdamaian ini mungkin berkomitmen untuk mengurangi penderitaan bangsa Palestina dan Yahudi yang hidup di Tanah Suci. Dan pertemuan ini mungkin menjadi sebuah langkah awal menuju sebuah solusi akhir.”

“Namun demikian, problem sesungguhnya di sini telah menjadi lebih dalam daripada yang disadari. Adalah benar bahwa sebuah jalan mesti dibuka untuk mengurangi penderitaan rakyat di Timur Tengah. Namun, jalan itu terletak dalam penerimaan ajaran-ajaran Taurat (bagi Yahudi) dan keadilan yang sejati.”

“Bangsa Yahudi berada dalam kondisi di pengasingan atas perintah Ilahi, sejak penghancuran Kuil Yahudi, sekitar 2000 tahun lalu. Kita dengan jelas dilarang untuk: 1] berusaha meninggalkan pengasingan, untuk mendirikan negara sendiri; 2] berimigrasi secara massal ke Tanah Suci (Yerusalem); dan 3] menindas bangsa lain.”

“Selama berabad-abad, semua orang Yahudi percaya bahwa akhir masa pengasingan Yahudi akan datang lewat metode dan bimbingan Tuhan yang mukjizati untuk menyelamatkan seluruh umat manusia secara damai. Itulah masa sebuah perdamaian dan persaudaraan universal, dalam mengabdi kepada Tuhan Yang Esa. Pengampunan dari pengasingan tidak pernah berarti manifestasi dari sebuah ‘Negara Israel’.”

“Zionisme tidak bersimpati kepada keyakinan ortodoks Yahudi ini. Ia juga tidak mempedulikan kerusakan dan penderitaan yang telah ditimpakannya terhadap bangsa Palestina dan bangsa Yahudi.”

“Proposal perdamaian kali ini cacat karena ia menolak untuk mengakui, bukan hanya hak kembali bangsa Palestina, tetapi juga kedaulatan bangsa Palestina di seluruh tanah air historis mereka, yang merupakan hak mereka sebagaimana tercantum dalam Taurat.”

“Karena alasan ini, dan karena dasar-dasar ajaran teologis yang telah disebutkan, kami berada di sini, pada hari ini, untuk berunjuk rasa.”

“Jika solusi Taurat tidak dipedulikan, maka upaya perdamaian ini ditakdirkan gagal untuk jangka waktu yang panjang, karena jalan solusi lain melanggar aturan-aturan Ilahi dan menentang klaim-klaim fundamental keadilan Taurat.”

“Kami dengan sepenuh hati berdoa bagi akhir dari penderitaan bangsa Palestina, Yahudi, dan bangsa-bangsa lain di dunia. Kami pun berdoa untuk perlucutan “Negara Israel” secara keseluruhan secara damai dan segera. Akhirnya, kami memohon kepada Yang Mahakuasa untuk mempercepat masa, dimana seluruh dunia akan mengakui Tuhan Yang Esa dan mengabdi kepada-Nya dalam keselarasan dan persaudaraan, dengan tanpa intimidasi sedikit pun. Amin.



Bebaskan Seluruh Tanah Suci dari Negara Zionis Israel

YAHUDI DAN ZIONISME (PERBEDAAN)




Sebagaimana disebutkan sebelumnya, sikap toleransi yang wajib diperlihatkan kaum Muslimin terhadap orang-orang ahli kitab telah terbukti sepanjang sejarah Islam. Selama berabad-abad, umat Islam memperlakukan kaum Yahudi dengan sangat bersahabat dan mereka menyambut persahabatan ini dengan kesetiaan. Namun, hal yang telah merusak keadaan ini adalah Zionisme.

Zionisme muncul pada abad ke-19. Dua hal yang menjadi ciri menonjol Eropa abad ke-19, yakni rasisme dan kolonialisme, telah pula berpengaruh pada Zionisme. Ciri utama lain dari Zionisme adalah bahwa Zionisme adalah ideologi yang jauh dari agama. Orang-orang Yahudi, yang merupakan para mentor ideologis utama dari Zionisme, memiliki keimanan yang lemah terhadap agama mereka. Bahkan, kebanyakan dari mereka adalah ateis. Mereka menganggap agama Yahudi bukan sebagai sebuah agama, tapi sebagai nama suatu ras. Mereka meyakini bahwa masyarakat Yahudi mewakili suatu ras tersendiri dan terpisah dari bangsa-bangsa Eropa. Dan, karenanya, mustahil bagi orang Yahudi untuk hidup bersama mereka, sehingga bangsa Yahudi memerlukan tanah air tersendiri bagi mereka.

Hingga saat kemunculan Zionisme di Timur Tengah, ideologi ini tidak mendatangkan apapun selain pertikaian dan penderitaan. Dalam masa di antara dua perang dunia, berbagai kelompok teroris Zionis melakukan serangan berdarah terhadap masyarakat Arab dan Inggris. Di tahun 1948, menyusul didirikannya negara Israel, strategi perluasan wilayah Zionisme telah menyeret keseluruhan Timur Tengah ke dalam kekacauan.

Titik awal dari Zionisme yang melakukan segala kebiadaban ini bukanlah agama Yahudi, tetapi Darwinisme Sosial, sebuah ideologi rasis dan kolonialis yang merupakan warisan dari abad ke-19. Darwinisme Sosial meyakini adanya perjuangan atau peperangan yang terus-menerus di antara masyarakat manusia. Dengan mengindoktrinasikan ke dalam otak mereka pemikiran “yang kuat akan menang dan yang lemah pasti terkalahkan”, ideologi ini telah menyeret bangsa Jerman kepada Nazisme, sebagaimana orang-orang Yahudi kepada Zionisme.

Kini, banyak kaum Yahudi agamis, yang menentang Zionisme, mengemukakan kenyataan ini. Sebagian dari para Yahudi taat ini bahkan tidak mengakui Israel sebagai negara yang sah dan, oleh karenanya, menolak untuk mengakuinya. Negarawan Israel Amnon Rubinstein mengatakan: “Zionisme adalah sebuah pemberontakan melawan tanah air (Yahudi) mereka dan sinagog para Pendeta Yahudi”. (Amnon Rubinstein, The Zionist Dream Revisited, hlm. 19)

Pendeta Yahudi, Forsythe, mengungkapkan bahwa sejak abad ke-19, umat Yahudi telah semakin jauh dari agama dan perasaan takut kepada Tuhan. Kenyataan inilah yang pada akhirnya menimpakan hukuman dalam bentuk tindakan kejam Hitler (kepada mereka), dan kejadian ini merupakan seruan kepada kaum Yahudi agar lebih mentaati agama mereka. Pendeta Forsythe menyatakan bahwa kekejaman dan kerusakan di bumi adalah perbuatan yang dilakukan oleh Amalek (Amalek dalam bahasa Taurat berarti orang-orang yang ingkar kepada Tuhan), dan menambahkan: “Pemeluk Yahudi wajib mengingkari inti dari Amalek, yakni pembangkangan, meninggalkan Taurat dan keingkaran pada Tuhan, kebejatan, amoral, kebiadaban, ketiadaan tata krama atau etika, ketiadaan wewenang dan hukum.” (Rabbi Forsythe, A Torah Insight Into The Holocaust, http://www.shemayisrael.com/rabbiforsythe/holocaust. (http://www.shemayisrael.com/rabbiforsythe/holocaust.))

Zionisme, yang tindakannya bertentangan dengan ajaran Taurat, pada kenyataannya adalah suatu bentuk fasisme, dan fasisme tumbuh dan berakar pada keingkaran terhadap agama, dan bukan dari agama itu sendiri. Karenanya, yang sebenarnya bertanggung jawab atas pertumpahan darah di Timur Tengah bukanlah agama Yahudi, melainkan Zionisme, sebuah ideologi fasis yang tidak berkaitan sama sekali dengan agama.

Akan tetapi, sebagaimana yang terjadi pada bentuk-bentuk fasisme yang lain, Zionisme juga berupaya untuk menggunakan agama sebagai alat untuk meraih tujuannya.

Penafsiran Taurat yang Keliru oleh Kaum Zionis

Taurat adalah kitab Allah yang diturunkan kepada Nabi Musa. Allah mengatakan dalam Alquran: “Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi),…” (QS. Al-Maa-idah, 5:44). Sebagaimana pula dinyatakan dalam Alquran, isi Taurat di kemudian hari telah dirubah dengan penambahan perkataan manusia. Itulah mengapa di zaman sekarang telah dijumpai “Taurat yang telah dirubah”.

Namun, pengkajian terhadap Taurat mengungkap keberadaan inti ajaran-ajaran Agama yang benar di dalam Kitab yang pernah diturunkan ini. Banyak ajaran-ajaran yang dikemukakan oleh Agama yang benar seperti keimanan kepada Allah, penyerahan diri kepada-Nya, bersyukur kepada-Nya, takut kepada Allah, mencintai Allah, keadilan, cinta, kasih sayang, menentang kebiadaban dan kedzaliman tertulis dalam Taurat dan bagian-bagian lain dari Kitab Perjanjian Lama.

Selain itu, peperangan yang terjadi sepanjang sejarah dan pembantaian yang terjadi ini dikisahkan dalam Taurat. Jika seseorang berniat untuk mendapatkan dalil – meskipun dengan cara membelokkan fakta-fakta yang ada – untuk membenarkan tindakan keji, pembantaian dan pembunuhan, ia dapat dengan mudah mengambil bagian-bagian ini dalam Taurat sebagai rujukan untuk kepentingan pribadinya. Zionisme menempuh cara ini untuk membenarkan tindakan terorismenya, yang sebenarnya adalah terorisme fasis, dan ia sangat berhasil. Sebagai contoh, Zionisme telah menggunakan bagian-bagian yang berhubungan dengan peperangan dan pembantaian dalam Taurat untuk melegitimasi pembantaian yang dilakukannya terhadap warga Palestina tak berdosa. Ini adalah penafsiran yang tidak benar. Zionisme menggunakan agama sebagai alat untuk membenarkan ideologi fasis dan rasisnya.

Sungguh, banyak orang-orang Yahudi taat yang menentang penggunaan bagian-bagian Taurat ini sebagai dalil yang membenarkan pembantaian yang dilakukan terhadap warga Palestina sebagai tindakan yang benar. The Neturie Karta, sebuah organisasi Yahudi Ortodoks anti Zionis, menyatakan bahwa, nyatanya, “menurut Taurat, umat Yahudi tidak diizinkan untuk menumpahkan darah, mengganggu, menghina atau menjajah bangsa lain”. Mereka menekankan lebih jauh bahwa, “para politikus Zionis dan rekan-rekan mereka tidak berbicara untuk kepentingan masyarakat Yahudi, nama Israel telah dicuri oleh mereka”. (Rabbi E. Schwartz, Advertisement by Neturei Karta in New York Times, 18 Mei 1993)
Dengan menjalankan kebijakan biadab pendudukan atas Palestina di Timur Tengah dengan berkedok “agama Yahudi”, Zionisme sebenarnya malah membahayakan agama Yahudi dan masyarakat Yahudi di seluruh dunia, dan menjadikan warga Israel atau Yahudi diaspora sebagai sasaran orang-orang yang ingin membalas terhadap Zionisme
sumber harunyahya.com

Singapura : Basis Israel di Asia tenggara




sumber: (http://www.cordova-bookstore.com/alkautsar/images_alkautsar/singapura.jpg)
 Oleh:  Rizki Ridyasmara

Komentar dari tokoh2 Singapura di Buku itu :

 "ISRAEL lebih hebat dibanding AS. Di Vietnam, AS mengirim 6.000 penasehat militer membantu Presiden Ngo Dinh Diem, dan GAGAL! Di Singapura, Israel hanya mengirim 18 perwira untuk membangun angkatan perang negara ini. Hasilnya fantastis, angkatan perang Singapura menjadi kekuatan militer tercanggih dan termodern di Asia Tenggara dan Pasifik."
(LEE KUAN YEW, From Third World to First, Singapore, 1963-2000)


 "Yang bisa membantu Singapura hanyalah Israel. Sebuah negara kecil yang dikepung oleh negara-negara Muslim tapi mampu memiliki basis militer yang kuat. Hanya Israel yang mampu membangun militer yang dinamis di sini."
(GOH KENG SWEE, Menteri Pertahanan Singapura, 1965)



"Pemilu 1955 menempatkan David Saul Marshall, tokoh Partai Buruh, jadi Perdana Menteri Singapura. Marshall berasal dari keluarga Yahudi Ortodoks Irak.
(DAVID MARSHALL and the Labour Front winning power in Singapore in 1955)



"Ketika Singapura direbut Jepang dalam Perang Dunia II, seribuan orang Yahudi Singapura ditawan. Mereka harus memakai kalung rantai dengan medalion bertuliskan 'Jews.' Saat itu, banyak Yahudi lari ke Australia, AS, Inggris, dan Israel."
(ELIHAI BRAUN; Jewish Virtual Library, 2005)



"Awal 1997, menjelang peringatan satu abad Kongres I Zionis Internasional (1897), George Soros tiba-tiba memborong US dollar dari seluruh pasar uang Asia. Krisis meledak. Asia Tenggara meluncur menuju kebangkrutan, kecuali Singapura. Negeri ini malah sedang menikmati pertumbuhan ekonominya sebesar 8,5%.
(ECONOMIC INTELLIGENCE UNIT REVIEW, 1998)

FREEMASONRY + Zionisme: Bahaya Gerakan Rahasia Israel + Yahudi dalam Usahanya Menguasai Dunia



Freemasonry telah menjadi salah satu fenomena paling menarik pada dua abad terakhir. Dengan mudah, Masonry menarik peminat karena karakternya yang tertutup, eksklusif, dan mistis. Sementara itu, timbul antipati terhadapnya; saat Masonry berupaya mengiklankan dirinya sebagai sebuah ”lembaga amal yang tidak berbahaya”, oposisi yang gigih pun tumbuh sebagai akibat berbagai klaimnya yang kontradiktif.

Namun, yang semestinya dilakukan untuk menghadapi Masonry bukanlah dengan menjalankan agenda anti-Masonik yang membuta, namun dengan mengkaji dan menunjukkan ketidaksahihan dari filosofi jahat yang dianut dan dipaksakan organisasi ini kepada umat manusia.

Sarjana Islam yang terkemuka, Bediuzzaman Said Nursi menguraikan dalam sebuah alinea kerangka utama tugas ini:

    Kelahiran arus tiranik filosofi naturalis dan materialis secara bertahap akan menjadi kuat dan menyebar pada akhir zaman, melalui filosofi materialis yang mencapai derajat pengingkaran akan Tuhan.... Cukup jelaslah kiranya betapa bodoh lawakan dari manusia yang lemah, yang dapat dikalahkan oleh seekor lalat dan tidak dapat menciptakan walaupun sebuah sayap lalat, untuk mengklaim posisi ketuhanan. 141

Dengan kata lain, arus gagasan materialis yang akan muncul pada akhir zaman akan bertindak sampai sejauh menolak keberadaan Tuhan. Sebagai jawaban, harus ditunjukkan betapa ini merupakan ”lawakan bodoh”, dan bukti-bukti keberadaan Tuhan sebagaimana diungkapkan di dalam Al Quran harus ditunjukkan.

Inilah cara untuk mendekati pertarungan melawan Masonry. Yang penting untuk dilakukan adalah menggugurkan dan mengatasi filosofi Masonik. Perlu dihancurkan pengaruh pemikiran organisasi ini, yang secara diam-diam dan dari jarak jauh melakukan kampanye propaganda massa, dan menjauhkan manusia dari keimanan mereka dan membawa mereka meninggalkan agama mereka kepada mitos-mitos materialis, humanis, dan Darwinis. Apalagi, aliran ini perlu dibalikkan, dan orang-orang perlu diinformasikan tengan keberadaan Tuhan, keesaan-Nya, dan kebenaran agama. Dan, ini harus dilakukan setidaknya setenang dan sesabar para Mason.

Seberarnya, ini bukanlah pertarungan melawan Masonry karena sasarannya juga untuk menyelamatkan para Mason yang juga tertipu. Perintah di dalam Al Quran kepada kaum 'Ad dan Tsamud berlaku bagi para Mason: ”Dan syaitan menjadikan mereka memandang baik perbuatan-perbuatan mereka, lalu ia menghalangi mereka dari jalan, sedangkan mereka adalah orang-orang berpandangan tajam.” (QS. Al Ankabuut, 29: 38)

Sasarannya adalah untuk menunjukkan kebenaran kepada semua orang, termasuk para Mason, dan menyelamatkan mereka dari kesalahan.

Sebuah ciri dari akhir zaman adalah mudahnya pertarungan ini bagi orang yang beriman. Ini karena sains, yang telah digunakan kaum Mason untuk mendukung filosofi mereka selama dua ratus tahun terakhir, sekarang telah berbalik menentang mereka. Teori evolusi, yang telah memberikan dukungan bagi materialisme dan humanisme, telah berada dalam kemerosotan tajam semenjak tahun 1970-an. Catatan fosil dengan jelas menyangkal klaim-klaim teori ini, dengan mengungkapkan bahwa spesies muncul secara seketika dan sudah terbentuk sempurna, tanpa ”nenek moyang evolusioner”. Biokimia, yang mengkaji aspek-aspek halus dari makhluk hidup, telah menunjukkan contoh-contoh menakjubkan dari perancangan yang tidak dapat dijelaskan dengan kerangka sebab alamiah. Perbandingan genetik telah mengungkapkan bahwa spesies yang dianggap kerabat dekat menurut ”pohon kehidupan” Darwinis, pada kenyataannya sangat berbeda dalam susunan genetik. Sains telah memberontak melawan teori evolusi, sebuah fakta yang tidak dapat disembunyikan lebih jauh lagi oleh para evolusionis. Penting untuk menggunakan bukti-bukti yang diajukan sains dan menginformasikan kepada masyarakat ketidaksahihan filosofi materialis-humanis.

Masonry dengan berbagai metode propaganda yang efektif telah mampu sekian lama membuat masyarakat menerima sebuah pemikiran keliru. Menjelaskan kebenaran dan menolong manusia menerimanya jauh lebih mudah.

Ketika orang Muslim mengambil alih tugas ini, dengan izin Allah, pernyataan berikut ini akan terwujud: ” Sebenarnya Kami melontarkan yang hak kepada yang batil lalu yang hak itu menghancurkannya, maka dengan serta merta yang batil itu lenyap. Dan kecelakaanlah bagimu disebabkan kamu menyifati.” (QS. Al Anbiyaa’, 21: 18)

Maka, abad kedua puluh satu tidak akan menjadi abad ”Freemasonry Global” sebagaimana diharapkan oleh para Mason, namun menjadi abad moralitas Islam..
http://www.harunyahya.com/indo/buku/globalfreemasonry_pendahuluan.htm (http://www.harunyahya.com/indo/buku/globalfreemasonry_pendahuluan.htm)

Sejarah Yahudi Dalam Kaca Mata Sejarah Islam




Seperti telah ditunjukkan di awal, semua tanah Palestina, khususnya Yerusalem, adalah suci untuk orang-orang Yahudi, Nasrani, dan Muslim. Alasannya adalah karena sebagian besar nabi-nabi Allah yang diutus untuk memperingatkan manusia menghabiskan sebagian atau seluruh kehidupannya di tanah ini.

Menurut studi sejarah yang didasarkan atas penggalian arkeologi dan lembaran-lembaran kitab suci, Nabi Ibrahim, putranya, dan sejumlah kecil manusia yang mengikutinya pertama kali pindah ke Palestina, yang dikenal kemudian sebagai Kanaan, pada abad kesembilan belas sebelum Masehi. Tafsir Al-Qur'an menunjukkan bahwa Ibrahim (Abraham) AS, diperkirakan tinggal di daerah Palestina yang dikenal saat ini sebagai Al-Khalil (Hebron), tinggal di sana bersama Nabi Luth (Lot). Al-Qur'an menyebutkan perpindahan ini sebagai berikut:

"Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim", mereka hendak berbuat makar terhadap Ibrahim, maka Kami menjadikan mereka itu orang-orang yang paling merugi. Dan Kami seIamatkan Ibrahim dan Luth ke sebuah negeri yang Kami telah memberkahinya untuk sekalian manusia. (Qur'an, 21:69-71)

Daerah ini, yang digambarkan sebagai “tanah yang telah Kami berkati,” diterangkan dalam berbagai keterangan Al-Qur'an yang mengacu kepada tanah Palestina.

Sebelum Ibrahim AS, bangsa Kanaan (Palestina) tadinya adalah penyembah berhala. Ibrahim meyakinkan mereka untuk meninggalkan kekafirannya dan mengakui satu Tuhan. Menurut sumber-sumber sejarah, beliau mendirikan rumah untuk istrinya Hajar dan putranya Isma’il (Ishmael) di Mekah dan sekitarnya, sementara istrinya yang lain Sarah, dan putra keduanya Ishaq (Isaac) tetap di Kanaan. Seperti itu pulalah, Al-Qur'an menyebutkan bahwa Nabi Ibrahim mendirikan rumah untuk beberapa putranya di sekitar Baitul Haram, yang menurut penjelasan Al-Qur'an bertempat di lembah Mekah.


Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur. (Qur'an, 14:37
)

Akan tetapi, putra Ishaq Ya’kub (Jacob) pindah ke Mesir selama putranya Yusuf (Joseph) diberi tugas kenegaraan. (Putra-putra Ya’kub juga dikenang sebagai “Bani Israil.”) Setelah dibebaskannya Yusuf dari penjara dan penunjukan dirinya sebagai kepala bendahara Mesir, Bani Israel hidup dengan damai dan aman di Mesir.

Suatu kali, keadaan mereka berubah setelah berlalunya waktu, dan Firaun memperlakukan mereka dengan kekejaman yang dahsyat. Allah menjadikan Musa (Moses) nabi-Nya selama masa itu, dan memerintahkannya untuk membawa mereka keluar dari Mesir. Ia pergi ke Firaun, memintanya untuk meninggalkan keyakinan kafirnya dan menyerahkan diri kepada Allah, dan membebaskan Bani Israil yang disebut juga orang-orang Israel. Namun Firaun seorang tiran yang kejam dan bengis. Ia memperbudak Bani Israil, mempekerjakan mereka hingga hampir mati, dan kemudian memerintahkan dibunuhnya anak-anak lelaki. Meneruskan kekejamannya, ia memberi tanggapan penuh kebencian kepada Musa. Untuk mencegah pengikut-pengikutnya, yang sebenarnya adalah tukang-tukang sihirnya dari mempercayai Musa, ia mengancam memenggal tangan dan kakinya secara bersilangan...

Meskipun Firaun menolak permintaannya, Musa AS dan kaumnya meninggalkan Mesir, dengan pertolongan mukjizat Allah, sekitar tahun 1250 SM. Mereka tinggal di Semenanjung Sinai dan timur Kanaan. Dalam Al-Qur'an, Musa memerintahkan Bani Israil untuk memasuki Kanaan:

Hai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu lari kebelakang (karena takut kepada musuh), maka kamu menjadi orang-orang yang merugi. (Qur'an, 5:21)

Setelah Musa AS, bangsa Israel tetap berdiam di Kanaan (Palestina). Menurut ahli sejarah, Daud (David) menjadi raja Israel dan membangun sebuah kerajaan berpengaruh. Selama pemerintahan putranya Sulaiman (Solomon), batas-batas Israel diperluas dari Sungai Nil di selatan hingga sungai Eufrat di negara Siria sekarang di utara. Ini adalah sebuah masa gemilang bagi kerajaan Israel dalam banyak bidang, terutama arsitektur. Di Yerusalem, Sulaiman membangun sebuah istana dan biara yang luar biasa. Setelah wafatnya, Allah mengutus banyak lagi nabi kepada Bani Israil meskipun dalam banyak hal mereka tidak mendengarkan mereka dan mengkhianati Allah. 


Ketika orang-orang kafir menanamkan dalam hati mereka kesombongan (yaitu) kesombongan jahiliyah lalu Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya, dan kepada orang-orang mu'min dan Allah mewajibkan kepada mereka kalimat takwa dan adalah mereka berhak dengan kalimat takwa itu dan patut memilikinya. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (Qur'an, 48:26)



Karena kemerosotan akhlaknya, kerajaan Israel mulai memudar dan ditempati oleh berbagai orang-orang penyembah berhala, dan bangsa Israel, yang juga dikenal sebagai Yahudi pada saat itu, diperbudak kembali. Ketika Palestina dikuasai oleh Kerajaaan Romawi, Nabi ‘Isa (Jesus) AS datang dan sekali lagi mengajak Bani Israel untuk meninggalkan kesombongannya, takhayulnya, dan pengkhianatannya, dan hidup menurut agama Allah. Sangat sedikit orang Yahudi yang meyakininya; sebagian besar Bani Israel mengingkarinya. Dan, seperti disebutkan Al-Qur'an, mereka itu yang: " telah dila'nati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan 'Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. (Al-Qur'an, 5:78) Setelah berlalunya waktu, Allah mempertemukan orang-orang Yahudi dengan bangsa Romawi, yang mengusir mereka semua keluar dari Palestina.

Tujuan penjelasan yang panjang lebar ini adalah untuk menunjukkan bahwa pendapat dasar Zionis bahwa “Palestina adalah tanah Allah yang dijanjikan untuk orang-orang Yahudi” tidaklah benar. Pokok permasalahan ini akan dibahas secara lebih rinci dalam bab tentang Zionisme.

Zionisme menerjemahkan pandangan tentang “orang-orang terpilih” dan “tanah terjanji” dari sudut pandang kebangsaannya. Menurut pernyataan ini, setiap orang yang berasal dari Yahudi itu “terpilih” dan memiliki “tanah terjanji.” Padahal, ras tidak ada nilainya dalam pandangan Allah, karena yang penting adalah ketakwaan dan keimanan seseorang. Dalam pandangan Allah, orang-orang terpilih adalah orang-orang yang tetap mengikuti agama Ibrahim, tanpa memandang rasnya.

Al-Qur'an juga menekankan kenyataan ini. Allah menyatakan bahwa warisan Ibrahim bukanlah orang-orang Yahudi yang bangga sebagai “anak-anak Ibrahim,” melainkan orang-orang Islam yang hidup menurut agama ini:

Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad), beserta orang-orang yang beriman (kepada Muhammad), dan Allah adalah Pelindung semua orang-orang yang beriman. (Qur'an, 3:68)

Siapakah Bangsa Yahudi ini ??




Menurut studi sejarah yang didasarkan penggalian arkeologi dan lembaran-lembaran kitab suci, awal bangsa Yahudi erat hubungannya dengan kisah nabi Ibrahim AS yang ditengarai terjadi kurang lebih 3800 tahun yang lalu atau 1800 tahun SM.

Tafsir Al-Qur'an menunjukkan bahwa Ibrahim (Abraham) AS, diperkirakan tinggal di daerah Palestina yang dikenal saat ini sebagai Al-Khalil (Hebron), tinggal di sana bersama Nabi Luth (Lot) (QS, 21:69-71). Putra nabi Ibrahim adalah nabi Ismail dan nabi Ishak kemudian putra nabi Ishak adalah nabi Jakub. 12 putra nabi Yakub ini yang kemudian dikenal sebagai 12 suku Israel.

Putra bungsu nabi Yakub AS adalah nabi Yusuf AS, yang dikenal dari sejarah, setelah ditinggalkan di padang pasir oleh kakak-kakaknya, berhasil menjadi kepala bendahara di Mesir. Karena itu ayahnya, nabi Yakub, serta kakak-kakaknya menyusul nabi Yusuf AS ke Mesir dan hidup damai di sana sampai suatu hari Firaun yang berkuasa memperbudak keturunan mereka yang dikenal dengan bani Israel.

Karena kekejaman Firaun yang tak terkira terhadap bani Israel, Allah SWT telah mengirim nabi Musa (Moses) AS masa itu, dan memerintahkannya untuk membawa bani Israel keluar dari Mesir. Musa AS dan kaumnya meninggalkan Mesir, dengan pertolongan mukjizat Allah, sekitar tahun 1250 SM. Mereka tinggal di Semenanjung Sinai dan timur Kanaan. Dalam Al-Qur'an, Musa memerintahkan Bani Israel untuk memasuki Kanaan, (Qur'an, 5:21).

Setelah Musa AS, bangsa Israel tetap berdiam di Kanaan (Palestina). Menurut ahli sejarah, Daud (David) menjadi raja Israel dan membangun sebuah kerajaan berpengaruh. Selama pemerintahan putranya Sulaiman (Solomon), batas-batas Israel diperluas dari Sungai Nil di Selatan hingga sungai Eufrat di negara Siria sekarang di utara.

Ini adalah sebuah masa gemilang bagi kerajaan Israel dalam banyak bidang, terutama arsitektur. Di Yerusalem, Sulaiman membangun sebuah istana dan biara yang luar biasa. Setelah wafatnya, Allah mengutus banyak lagi nabi kepada Bani Israel meskipun dalam banyak hal mereka tidak mendengarkan mereka dan mengkhianati Allah.

Setelah kematin Sulaiman, kerajaan yahudi terbelah di utara Israel dengan ibukota Samarria dan Di Selatan Juda dengan ibukota Yerrusalem. Dengan berlalunya waktu Suku yahudi jatuh di bawah Assyurriea dan Babilon atau pergi ke Mesir sebagai pelarian. Ketika raja Perrsia Kyros 539 SM mengizinkan orang Yahudi kembali dari pelarian mereka, banyak orang Yahudi yang tidak kembali, di sinilah mulainya Diaspora.

63 SM Juda dan Israel jatuh ke tangan ornag Romawi dan tahun 70 berhasil menghancurkan pemberontakan Yerusalem dan menghancurkan biara dan Juda.

Awal terbentuknya Israel

Setelah itu kehidupan orang Yahudi hanya ada dalam pelarian dan pengejaran, baru di kekalifahan Usman, orang Yahudi dapat merasakan kehidupan yang damai dengan membayar pajak perlindungan. Akhir abad ke 19, ditunjang oleh Jewish Colonization Assocation Baron Hirsch, Yahudi dari Eropa Timur berreimigrasi ke Argentina dan membentuk Kolonialisme pertanian, untuk kembali ke Palestina. Ini dimulai tahun 1881.

1896 Theodor Herzl kelahiran Budapest membuat Negara Yahudi. Tujuannya untuk membuat negara untuk orang Yahudi di Palestina, didukung oleh uang hasil sumbangan dari seluruh orang Yahudi di dunia. Herzl ini juga dikenal pendiri zionisme, yang juga tidak disetujui oleh orang Yahudinya sendiri.

1914 Di Palestina hidup 1200 orang Yahudi. Setelah kekalahan kekalifahan Usman di perang dunia ke-1, Palestina menjadi bola permainan para penguasa. Para Zionis ada di sisi Inggris dan Amerika.

1917 Tanggal 2 November, mentri luar negri Inggris Lord Balfour menandatangani Deklarasi Balfour untuk membangun negara yahudi. Sebulan kemudian masuklah tentara Inggris ke Yerusalem.

1920 Gabungan Negara-negara menyerahkan mandat Palestina ke Inggris. Akibatnya datanglah 75.000 lagi orang Yahudi ke Palestina. Negara-negara Arab tidak menyetujui didirikannya negar Yahudi di Palestina.

1922 Transjordania dipisahkan dari daerah mandat. Sebagai perwakilan orang Yahudi dibuatlah Jewish Agency. Di tahun ini hidup kurang lebih 80.000 orang Yahudi di Palestina

1933 Di Jerman dimulailah pengejaran secara sistematis orang Yahudi.

1936 Masyarakat Arab menentang politik masuknya orang Yahudi ke Palestina, tapi orang Yahudi dibantu oleh tentara Inggris.

1937 Sesudah pemerintah Mandat membatasi imigrasi dan pembelian tanah oleh orang Yahudi, timbullah ketegangan yang dilakukan oleh organisasi bawah tanah Yahudi terhadap orang Inggris.

1939 Pendidikan sebuah brigade Yahudi untuk memasukkan orang Yahudi ke Palestina

1945 Komisi Inggris Amerika menganjurkan penerimaan 100.000 orang Yahudi di Palestina, tapi kemudian ditolak oleh Inggris sehingga menyebabkan kerusuhan di antara Yahudi - Palestina.


1947
 UNO menganjurkan pemisahan Palestina dan pembentukan negara Yahudi dan Arab. Perang antara Yahudi dan Arab menghindarkan dilanjutkannya rencana itu.

1948 Inggris mengakhiri Mandatnya atas Palestina dan tanggal 14 Mei meninggalkan Palestina. Tentara Yahudi memasuki Palestina dan mengusir orang Palestina yang didukung oleh negara-negara Arab. Di hari yang sama Ben Gurion menyerukan kemerdekaan Israel di kota yang dibentuk mereka, Tel Aviv, sehingga kemudian menyebabkan perang hari pertama Timur Tengah.

1949 Setelah perang, Israel diakui sebagai negara oleh UNO. Karena itu hiduplah ratusan ribu orang Palestina di pengasingan terutama di Gaza. Pemerintah Israel mengumumkan Yerusalem sebagai ibukota. Di Palestina ada sekitar 650.000 orang Yahudi.

HEBATNYA CARA RASULULLAH MENDIDIK





Penulis: Razali Saran
Penerbit: mustread SDN BHD
Cetakan Pertama 2010
Harga: RM19.90 (sem Malaysia) RM22.90 (Sabah & Sarawak)

Pada ruangan bicara buku ini saya ingin mengambil kesempatan untuk mengulas sebuah buku yang sesuai dijadikan sebagai panduan khususnya kepada bakal guru seperti kita. Ramai yang beranggapan tugas seorang guru ini hanyalah kelas bawahan sahaja dan tidak perlu dipandang tinggi. Mungkin sesetengah daripada kita hanya memilih profesion perguruan ini sebagai pilihan yang terakhir setelah gagal mendapatkan kerja yang diimpikan.
Buku yang dihasilkan ini dapat menaikkan lagi semangat dan memotivasikan kita dalam meneruskan profesion sebagai seorang pendidik. Tulisannya menerangkan kepada kita tugas sebenar seorang guru yang bukan hanya tertumpu kepada penerimaan ilmu yang berdasarkan kepada sukatan pelajaran sahaja. Tetapi ianya merangkumi peranan guru yang mendidik anak muridnya menjadi insan yang lebih sempurna dan berdisiplin.
Fokus utama buku ini adalah menumpukan kaedah yang diguna pakai oleh nabi dalam menyampaikan ilmu kepada para sahabat. Ianya dibuktikan dan dikuatkan dengan hadith-hadith nabi yang terdapat dalam buku ini. Jadi, sebagai bakal guru kita dapat mengaplikasikan segala teknik yang telah digunakan oleh nabi untuk mendidik anak murid kita.
Semoga buku ini dapat menjadi panduan kepada semua guru dan semoga dengan usaha sedikit ini akan mendapat ganjaran yang besar di sisi Allah SWT di akhirat kelak.

Gerakan Freemasonry: Musuh Dalam Menghancurkan Islam





Penulis: Hj Nik Azran Muhamed, Hj Mohd Mahadi Hj Isa
Penerbit: Hijjaz Record Publishing
Harga: RM35.90 (Sem Malaysia), RM37.90 (Sabah & Sarawak)

Buku ini dikarang untuk menyelongkar gerakan rahsia yang begitu memusuhi Islam iaitu Freemason. Penulis buku ini berjaya menerangkan dengan begitu mendalam segala perancangan yang telah dilakukan oleh gerakan ini yang lahir daripada kefahaman zionisme. Segala percaturan hidup di dunia ini yang meliputi dari segi pentadbiran, ekonomi, penyiaran, dan penerbitan semuanya dikawal oleh gerakan ini.

Buku ini membongkar rahsia matlamat utama gerakan ini ditubuhkan dan bagaimana gerakan ini boleh bertapak dengan kukuh di seluruh dunia. Kejatuhan Khilafah Turki Uthmaniyah juga telah dirancang oleh gerakan bawah tanah ini dan melantik ejennya iaitu Mustafa Kamal Ataturk untuk menggantikan Sultan Abdul Hamid ke-2 seterunya menubuhkan kerajaan sekular di Turki.

Gerakan rahsia ini menyusup ke tengah mansayrakat dengan menggunakan nama yang boleh mengelirukan kita. Kita tidak menyangka bahawa gerakan tersebut adalah freemason kerana menggunakan platform sebagai badan berkebajikan. Jadi, buku ini sesuai dijadikan panduan untuk mengenal pasti gerakan ini sebelum ianya menguasai keadaan persekitaran dan pemikiran kita.

Pemahaman mengenai gerakan ini penting pada masa sekarang lebih-lebih lagi dengan tindakan kerajaan melantik gerakan freemason yang berselindung di sebalik nama APCO worldwide. Tindakan ini seolah-olah mengundang pembunuh ke rumah kita. Dasar kebangsaan yang dicanangkan oleh sesetengah pihak juga merupakan pemikiran yang dibawa oleh gerakan ini. Sanggupkah kita membenarkan pihak yang telah membunuh jutaan nyawa yang tidak berdosa di Palestin sebagai penasihat bagi Negara kita?

Oleh itu, jadikan buku ini yang mengandungi pelbagai maklumat sebagai panduan kita bersama untuk mengenali dengan lebih terperinci musuh Islam. Buku ini menarik kerana disertakan ilustrasi atau gambar yang dipaparkan jelas dan kertasnya lebih berkualiti.

Islam Pada Nama Sahaja


Daripada Ali bin Abi Talib r.a. berkata: Telah bersabda Rasulullah SAW; “Sudah hampir sampai suatu masa di mana tidak tinggal lagi daripada Islam itu kecuali hanya namanya, dan tidak tinggal daripada al-Quran itu kecuali hanya tulisannya. Masjid-masjid mereka tersergam indah, tetapi ianya kosong daripada hidayah. Ulama mereka adalah sejahat-jahat makhluk yang ada di bawah langit. Dari mereka berpunca fitnah, dan kepada mereka fitnah itu akan kembali.”
H.R. al-Baihaqi

Hadis yang ingin dikongsi ini merupakan salah satu daripada hadis yang menceritakan peristiwa yang akan terjadi pada akhir zaman. Menurut nabi, Islam hanyalah terletak pada jasadnya sahaja, tidak tertakluk kepada ruhnya. Tidak kiralah sama ada individu ataupun organisasi yang menggunakan istilah Islam, tetapi hakikatnya hanyalah nama sahaja yang berunsurkan Islam. Segala gerak kerja, perbuatan, dan matlamatnya jelas menyimpang dengan syariat dan apa yang dikehendaki oleh Islam. Sebagai contoh, sebuah gerakan Sister in Islam yang berselindung di sebalik nama Islam dianggotai oleh puak liberal dan mendukung gerakan femenisme. Tindakannya jelas bertentangan dengan syariat Islam iaitu menentang amalan poligami.

Terlalu banyak gerakan yang menggunakan istilah Islam tetapi hakikatnya bertentangan dengan syariat Islam seperti Islam Liberal, Islam Sekular, dan tidak ketinggalan Islam Hadhari. Individu muslim sekarang juga menunjukkan apa yang dikatakan nabi itu benar. Buktinya kita perhatikan bagaimana keadaan orang melayu yang beragama Islam sekarang. Statistik gejala sosial bermula dari mencuri, merogol, zina, membunuh dan sehinggalah jumlah penghuni di pusat serenti semuanya dijuarai oleh orang melayu yang beragama Islam. Di mana maruah dan aqidah Islam pada diri umat Islam sekarang?

Kemudian, nabi juga tidak ketinggalan mengingatkan kepada kita bahawa tidak tinggal lagi daripada al-Quran itu kecuali hanya namanya, dan tidak tinggal daripada al-Quran itu kecuali hanya tulisannya. Keadaan ini kita boleh lihat pada ayat al-Quran yang dijadikan perhiasan gambar menghiasi ruang dinding di rumah, sekolah mahupun pejabat. Tetapi peringatan yang terkandung dalam ayat yang dipamerkan itu tidak pun dirasai dan diambil pengiktibaran bahkan ianya hanyalah menjadi pelengkap untuk menghiasi ruang kediaman kita sahaja.



Nabi juga memberitahu kepada kita bahawa masjid-masjid tersergam indah, tetapi kosong daripada hidayah. Pada zaman sekarang cuba perhatikan bagaimanakan rupa dan harga sesebuah masjid yang dibina. Kos pembinaan sebuah masjid kini memakan nilai jutaan ringgit dan reka bentuknya begitu cantik. Tetapi adakah setimpal nilai kos masjid tersebut dengan jumlah jemaah yang mengerjakan solat berjemaah?



Masjid juga dihadkan fungsinya sebagai pusat atau institusi untuk memantapkan agama Islam. Kebanyakkan masjid hanya dijadikan tempat untuk bersolat jemaah dan sunyi daripada program yang boleh meningkatkan kefahaman tentang Islam. Kuliyah agama yang dianjurkan di masjid hanyalah tertumpu kepada persoalan fiqah yang kebiasannya diulang kali sahaja. Persoalan seperti aqidah, tauhid, tafsir, dan jenayah tidak dihuraikan dengan mendalam dalam kuliyah agama dan ini menjadikan pemikiran orang Islam jumud dan sukar mendapat hidayah.

Peringatan yang terakhir diberikan oleh nabi kepada kita ialah ulama adalah sejahat-jahat makhluk yang ada di bawah langit. Kemudian, dari mereka berpunca fitnah, dan kepada mereka fitnah itu akan kembali. Teringat pada tahun 2006 ketika pembunuhan umat Islam di selatan Lubnan dengan menggunakan bom berangkai, terdapat seorang ulama Saudi seperti tidak beraqidah Islam mengatakan bahawa yang dibom itu adalah penganut Syiah. Sepatutnya seorang ulama yang dianggap sebagai penasihat agama perlu mengecam tindakan tersebut kerana membunuh binatang tanpa sebab pun dianggap zalim, apatah lagi membunuh manusia.

Selain itu, Sheikh Ali Abdul Raziq hidup sezaman dengan Mustafa Kamal Ataturk merupakan tokoh sekularisme Turki yang berselindung disebalik nama ulam. Ali Abdul Raziq menolak negara Islam atau institusi khalifah dan dalam bukunya al-Islam wa Usul al-Hukum jelas menyarankan sistem sekularisasi dalam pemerintahan Negara. Tindakan daripada ulama yang digelar sebagai makhluk yang paling jahat menyebabkan maruah Islam tercalar dan aqidah umat Islam sendiri terumbang-ambing. Bagaimana Islam hendak dipandang mulia sekiranya ulama yang bertanggungjawab terhadap Islam sendiri gagal untuk menjaga Islam sebaliknya patuh kepada perintah kerajaan yang sekular.

Bersama kita renungkan hadis nabi ini agar kita tidak alpa dengan keadaan Islam yang kita miliki sekarang.

Peranan Pendidik Dalam Jihad Pendidikan



Sa’id Hawwa dalam buku karangannya Jihad fi Sabilillah mengelaskan jihad kepada lima jenis seperti mana yang dinyatakan oleh al-Quran dan as-Sunnah. Antara jenis jihad adalah jihad melalui lisan, jihad pengajaran (ta’lim), jihad dengan tangan dan diri, jihad politik, dan jihad harta. Tiada siapa yang layak untuk mempertikaikan kesemua kategori jihad ini kerana ianya terkandung di dalam al-Quran dan as-Sunnah yang sahih.



Ianya dibuktikan dengan hadis nabi dan juga firman Allah.

Berjihadlah ke atas orang musyrikin dengan harta, diri, dan lidah kamu.” Diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud, Nasa’i, Ibn Hiban, dan Hakim daripada Anas. Jihad yang dinyatakan dalam hadis ini adalah jihad harta, diri, dan lisan.

“Sebaik-baik jihad ialah memperkatakan sesuatu yang benar di hadapan penguasa yang zalim.” Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ibn Majah daripada Abi Sa’id al-Khudri. Jihad yang dinyatakan dalam hadis ini adalah jihad politik.

Firman Allah dalam surah at-Taubah ayat ke-122 bermaksud, “Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mu’min itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menajga dirinya.” Ayat ini menjelaskan mengenai kepentingan jihad dalam pengajaran.

Sebelum kita memahami skop jihad dengan lebih luas marilah kita mengenali dahulu erti jihad dengan lebih mendalam. Erti jihad ialah menegakkan syiar dan syariat Islam melalui pelbagai medium. Jihad yang dilakukan di dalam negara Islam diberi nama ‘amr bil ma’ruf dan nahyu ‘anil munkar. Manakala yang berlaku di luar negara Islam disebut jihad.



Malangnya kini pihak barat khususnya orientalis begitu gigih meracuni pemikiran masyarakat dunia bahawa jihad di dalam Islam adalah hanya berupa keganasan dan seterusnya akan mewujudkan fenomena islamophobia. Segala tindakan umat Islam seperti di Afganistan, Iraq, Palestin, selatan Thai, Chechnya, dan di seluruh Negara Islam yang mempertahankan agama dan Negaranya dikatakan sebagai pengganas.



Tetapi bagaimana pula takrifan kepada AS dan zionis laknatullah yang saban hari membantai dan membanjiri Negara palestin dan umat Islam yang lain dengan darah manusia yang tidak berdosa? Adakah layak untuk menggelarkannya sebagai badan pengaman dunia? Kuasa yang terdapat pada AS juga menjadikan Negara Islam yang lain patuh kepada arahannya sehinggakan subjek atau silibus mengenai jihad tidak dibenarkan diajar di sekolah hatta di universiti.

Negara Islam seperti Malaysia juga tidak terlepas daripada fenomena ini selepas pihak yang berwajib mengharamkan dan menyekat bantuan ke sekolah agama rakyat (SAR) pada 25 Oktober 2002 kerana disyaki sebagai tempat untuk melahirkan pengganas. Banyak lagi negara umat Islam yang terpaksa menuruti perintah orientalis khususnya Mesir yang begitu taat mentaati perintah zionis untuk menindas umat Islam Palestin. Bagaimana syiar dan maruah Islam dapat dimuliakan sekiranya Negara Islam sendiri terpaksa akur kepada arahan negara kafir laknatullah?

Jihad tidak dapat dilakukan kecuali oleh orang yang tidak menghiraukan apa-apa cercaan dalam perjuangan di jalan Allah, kerana penglibatannya dalam gerakan jihad akan menyebabkan sebahagian besar manusia membuat penentangan ke atasnya. Gerakan menakut-nakutkan dan menyekatnya akan berlaku sama ada oleh pihak berwajib ataupun orang-orang yang hampir dengan kita. Sekatan seumpama itu dilakukan oleh bapa, isteri atau suami, saudara-mara, majikan atau pihak kerajaan. Sebagai pendidik, mungkin akan dipindahkan ke kawasan yang lebih pedalam bagi mengurangkan penglibatan guru dalam lapangan jihad.

Berhadapan dengan ini semua, maka seseorang itu tidak mungkin dapat meneruskan jihad kecuali orang-orang yang tidak mengambil hirau celaan-celaan atau mehnah kerana berjuang pada jalan Allah. Ianya bersesuaian dengan firman Allah dalam surah al-Maidah ayat ke-54, “Mereka berjihad di jalan Allah dan mereka tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela”. 
Dalam ruangan kali ini hanya akan dihuraikan mengenai jihad pengajaran ataupun dikenali sebagai jihad pendidikan yang mempunyai kaitan rapat dengan pendidik seperti kita. Terdapat perbezaan antara jihad lisan dengan jhad pendidikan. Jihad lisan ialah bersungguh-sungguh menentang penyelewengan secara lisan supaya orang-orang yang berkenaan itu kembali semula kepada agama Islam. Manakala jihad pendidikan pula ialah berusaha bersungguh-sungguh mengajar, memberi ilmu dan mendidik orang-orang yang mahu menghayati Islam. Kadang-kadang kedua jihad ini ada persamaan tetapi tetap juga berbeza.

Ukuran kejayaan dalam jihad pendidikan ialah apabila kita berjaya menyampaikan keilmuan Islam yang sempurna kepada setiap Muslim serta dapat memberi tarbiyah Islamiyyah yang sebenar, betul lagi sempurna. Keilmuan Islam yang sempurna dapat dicapai dengan beberapa aspek seperti yang dinyatakan di bawah;

Pertama, seorang Muslim mestilah mempelajari al-Quran dan as-Sunnah. Kalau ini dilakukan dengan baik maka keilmuan Islamnya menjadi tinggi. Ianya selaras dengan firman Allah dalam suran al-Baqarah ayat ke-151 yang bermaksud,“Sebagaimana Kami telah mengutus kepadamu Rasul di antara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami dan menyucikan kamu dan mengajarkan kepadamu al-Kitab dan hikmah”.

Ke-dua, mempelajari ilmu-ilmu seperti ilmu tauhid, fiqh, dan akhlaq yang menerangkan mengenai hukum-hukum yang terdapat dalam al-Quran dan as-Sunnah. Ulama’-ulama’ telah meletakkan prinsip dan kaedah tertentu bagi setiap ilmu ini untuk dipelajari oleh setiap Muslim. Ilmu usul fiqh merupakan perbincangan mengenai cara mengambil hukum dari al-Quran dan as-Sunnah. Ilmu ini mesti diketahui oleh seseorang Muslim supaya dia dapat mengetahui natijah hukum yang dipelajarinya.

Ke-tiga, mempelajari sejarah Islam terutamanya sejarah hidup Rasulullah, para sahabat, dan khilafah Islam terdahulu agar menjadi sumber teladan kepada kita semua.

Ke-empat, mempelajari keadaan negara Islam kini dan keadaan umat Islam di seluruh dunia sekarang. Ianya selaras dengan hadis nabi yang bermaksud, “Sesiapa yang tidak mengambil berat urusan orang-orang Islam maka dia bukanlah dari golongan mereka”.

Ke-lima, mengetahui segala pakatan jahat itu dan di mana pula sasarannya demi untuk mengelak umat Islam dari terjebak serta menjadi mangsa pakatan jahat itu.

Ke-enam, mengetahui bahasa Arab dan semua ilmu mengenainya kerana ianya menjadi anak kunci kepada agama Islam.

Ke-tujuh, mempelajari pengajian Islam moden kerana mempunyai kebaikan seperti dapat menyampaikan Islam dengan berkesan kepada mad’u.

Ke-lapan, mempelajari secara mendalam tiga usul utama bagi seseorang Muslim iaitu Allah, Rasul, dan Islam.

Memang tidak mungkin yang semua orang boleh mencapai aspek-aspek ini dalam kadar yang sama sebab adanya perbezaan kecerdikan, keupayaan dan peluang. Dengan demikian apa yang perlu ke atas setiap orang Islam ialah memperolehi kadar minima. Orang-orang yang berkeupayaan lebih untuk menguasai aspek tersebut hendaklah turus mendalaminya secara istiqamah.

Dari perbincangan itu jelaslah kepada kita yang belajar dan mengajar itu adalah wajib. Tanggungjawabpertama sekali dikenakan kepada orang yang berilmu. Ahli-ahli fiqh menyebutkan bahawa seseorang yang mempelajari sesuatu masalah, maka dia menjadi faqih dalam masalah itu. Dengan itu dia wajib mengajarkannya pula kepada orang lain.

Jadi proses pengajaran mesti berlaku dalam bentuk kerjasama yang erat di antara golongan-golongan masyarakat. Kerjasama itu hendaklah sentiasa berterusan sepaya orang-orang Islam dapat mencapai taraf keilmuan yang tinggi lagi baik. Hanya dengan cara ini sahajalah mereka dapat menjauhkan diri daripada fitnah.

Ada tercatat dalam al-Athar:
Berlaku bebrapa fitnah dan tidak ada sesiapa yang terlepas daripadanya kecuali orang-orang yang dihidupkan oleh Allah hatinya dengan ilmu.

(Disunting daripada kitab Jihad fi Sabilillah, karangan Sa’id Hawwa, terbitan Dewan Pustaka Fajar)

Bermulanya Semangat Jihad di Palestin...


Pengenalan 

Saban hari kita menyaksikan bumi Palestin ditindas oleh rejim zionis Laknatullah tanpa bantuan dari negara-negara Islam yang lain. Dari situ juga lahirnya ramai para syuhada’ yang tampil mempertahankan agama dan negaranya dengan hanya menggunakan tubuh badan sebagai perisai menghadapi tentera kuffar.

Negara Islam yang lain termasuk Malaysia hanya memekakkan telinga dan membutakan mata terhadap kekejaman yang dilakukan oleh zionis. Hanya dengan mengeluarkan kenyataan mengutuk tindakan yang zalim tersebut sahaja yang mampu dilakukan oleh negara Islam. Tiada tindakan yang lebih agresif daripada negara Islam seperti menghantar bantuan ketenteraan walaupun negara Islam yang berada di sekelilingnya mempunyai rakyat yang ramai dan hasil pendapatan yang tinggi.

Pernahkah kita khususnya pemimpin negara Islam menghayati sepotong hadis nabi yang bermaksud, “Barangsiapa yang tidur dan tidak mengambil tahu tentang urusan orang-orang Islam, maka dia bukanlah dari golongan mereka (orang-orang Islam)”. Tidakkah kita terasa terhadap apa yang dikatakan oleh nabi ini jika kita mengendahkan apa yang terjadi kepada saudara kita di Palestin? Kalau tidak timbul sikap ihsan kepada saudara kira itu eloklah rasanya kita menilai dan bermuhasabah semula iman yang dimiliki.

Sejarah Baitul Muqaddis dan Masjidil Aqsa

Baitul Muqaddis telah menjadi saksi ketekunan dan keteguhan para mursalin dalam mendidik manusia mengenal hakikat Tauhid dan ajaran Islam. Bermula dengan penguasaan zuriat Nabi Ishak yakni Bani Israel, kemudiannya Raja Nebuchadnezzar dari Babylon, disusuli pula oleh pemerintahan Empayar Rom dan Byzantium, bumi anbiya’ ini telah menjadi rebutan pelbagai kuasa besar zaman terdahulu.

Pada tahun 638 Masihi, kekejaman dan ketidakadilan pemerintahan asing di bumi Baitul-Muqaddis ini telah ditamatkan oleh Khalifah Islam yang kedua, Umar Al-Khattab. Beliau bersama bala tentera kaum mukminin telah disambut oleh penduduk Baitul Muqaddis sebagai pembela keadilan dan tentera pembebasan

Sebagai seorang Khalifah yang amat rendah diri dan sederhana, Khalifah Umar bersetuju dan memasuki kota suci ini secara berjalan kaki sahaja tanpa ada sebarang pertumpahan darah. Suatu simbol Islam sebuah agama yang mencintai kedamaian dan keselamatan untuk semua tanpa mengira bangsa dan agama.

Setelah memeterai perjanjian damai dengan penduduk Baitul Muqaddis, Khalifah Umar terus bergerak menuju Masjidil Aqsa, suatu kawasan seluas 35 ekar dan mendapatinya dipenuhi sampah-sarap. Beliau lantas menggunakan jubahnya untuk mengutip sampah-sarap tersebut dan perbuatan Umar ini diikuti oleh semua kaum muslimin sehinggalah seluruh kawasan Masjidil Aqsa dibersihkan selayaknya sebagai tempat suci umat Islam.

Di tengah-tengah kawasan ini, tersergam batu di mana berpijaknya Nabi Junjungan sebelum ke langit dalam perjalanan Isra’ dan Mi’raj baginda. Di sudut paling selatan kawasan Masjidil Aqsa ini, maka dibinalah sebuah masjid yang dikenali sebagai Masjid Qubbah as-Sakhrah (Dome of the rock ). Ia juga dikenali sebagai Masjid Umar merupakan sebuah masjid kayu yang mampu memuatkan 3,000 pengunjung.

Namun demikian, suasana kegemilangan Islam di Baitul Muqaddis berakhir pada kurun ke-11 apabila Pope Urban II mengisytiharkan Perang Salib yang pertama. Tindakan ini adalah sebagai reaksi terhadap polisi menghalang penziarah-penziarah Kristian memasuki Baitul Muqaddis oleh pemerintah Islam Seljuk pada masa itu. Gerombolan Kristian Eropah ini bermusafir selama 3 tahun menuju Baitul Muqaddis dan akhirnya mereka tiba di pintu gerbang kota suci ini pada tanggal 7 Jun 1099.

Setelah 5 minggu mengepung Baitul Muqaddis, tentera Salib akhirnya berjaya menawan Baitul Muqaddis. Ibnu Athir meriwayatkan bahawa pasukan inggeris berlegar di Kota Baitul Muqaddis selama seminggu melakukan pembunuhan umat Islam. Lebih 70,000 orang dibunuh di dalam Masjidil Asqa. Sebahagian daripada mereka adalah para ulama’, para imam, pelajar agama dan ahli ibadat.

Seorang penulis barat mencatatkan di dalam bukunya, “Tentera kami melakukan pembunuhan ke atas ribuan umat Islam. Sebahagian daripada mereka dibunuh dengan cara digantung beramai-ramai mengguanakan satu tali dengan tujuan untuk menjimatkan masa. Darah umat Islam membanjiri Kota Baitul Muqaddis. Kuda-kuda kami bagaikan berenang di dalam lautan darah..”

Pada tahun 1187 Masihi (setelah 88 tahun dijajah tentera Salib) Panglima Sallahuddin Al-Ayyubi telah berjaya menakluk semula kota suci Islam ini dan sekali lagi Islam membuktikan ia bukan agama keganasan. Pembukaan kedua kota Baitul Muqaddis ini tidak dicemari oleh sebarang pembunuhan rakyat biasa dan pilihan diberikan kepada penduduk kota ini, khususnya yang bukan Islam, samada ingin berhijrah ataupun terus menetap di Baitul Muqaddis di bawah pemerintahan Islam dengan jaminan pemeliharaan nyawa, harta dan tempat ibadat mereka.

Malangnya, pada tahun 1948 umat Yahudi telah berjaya menubuhkan negara haram Israel dengan bantuan kuasa-kuasa Barat dan sejak itu bumi anbiya’ ini tidak pernah kenal erti keamanan. Sejak dari itu keangkuhan rejim Yahudi semakin menjadi-jadi sehingga sekarang.

Kemuliaan Masjidil Aqsa

Allah SWT berfirman di dalam surah al-Isra’ ayat pertama yang bermaksud, “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. 

Dalam ayat ini Allah menjelaskan mengenai kepentingan Palestin dan Masjidil Aqsa. Bukankah Allah Maha Berkuasa untuk mengangkat Nabi Muhammad SAW terus daripada Masjidil Haram di Makkah tanpa melalui Masjidil Aqsa? Akan tetapi Allah sengaja ‘menperjalankan’ baginda SAW ke Masjidil Aqsa terlebih dahulu untuk menunjukkan peri pentingnya bumi al-Quds itu kepada umat Islam.

Kemuliaan Masjidil Aqsa bagi orang Islam dapat dilihat daripada sabdaan nabi di dalam sebuah hadis sahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim yang bermaksud, “Janganlah kalian bersusah payah membuat persiapan kecuali jika hendak pergi ke tiga buah masjid: masjidku ini (Masjid Nabawi), Masjidil Haram, dan Masjidil Aqsa.” 

Firman Allah dan hadis nabi yang dinyatakan tadi dengan jelas menunjukkan betapa mulia dan sucinya Masjidil Aqsa terhadap Islam. Masjidil Aqsa menjadi rebutan antara Islam dan Yahudi. Yahudi mendakwa bahawa tapak yang Masjidil Aqsa adalah tapak Haikal Sulaiman yang telah diruntuhkan oleh tentera Rom. Jika benar dakwaan Yahudi tersebut mengenai tembat ibadat yang dibina oleh nabi Sulaiman wujud di tapak Masjidil Aqsa, sudah tentu tempat ibadat yang didakwa adalah masjid kerana agama nabi Sulaiman juga mengesakan Allah iaitu Islam bukan agama Yahudi. Sesuatu yang pelik jika kaum Yahudi ingin mengagungkan peninggalan nabi Sulaiman kerana berapa ramai nabi yang telah dibunuh oleh kaum yahudi sendiri.

Malangnya, kini rejim zionis telah telah menggali beratus buah terowong di bawah Masjidil Aqsa dengan alasan ingin mencari kesan runtuhan Haikal Sulaiman. Hakikatnya, niat yang utama adalah ingin meruntuhkan Masjidil Aqsa kerana terowong tersebut akan melemahkan struktur bangunan Masjidil Aqsa. Matlamat inilah yang diimpikan oleh freemason yang ingin membina Haikal Sulaiman di atas runtuhan Masjidil Aqsa.

Masjidil Aqsa yang Sebenar

Ramai yang menyangka bahawa Masjidil Aqsa adalah seperti gambar di bawah:

Hakikatnya Masjidil Aqsa meliputi semua bangunan dan kawasan di dalam pagar tersebut termasuklah Qubbah As-Sakhra, Jami' Qibli, Masjid Buraq, dan Tanah Lapang yang berada di dalam pagar sempadannya. Ianya meliputi keseluruh kawasan yang berwarna hijau seperti ditunjukkan di dalam gambar.



Buktinya ;

1. Nabi diisra' ke Masjidil Aqsa, dan dimi'rajkan dari Masjidil Aqsa juga. Semua bersetuju baginda SAW dinaikkan ke langit daripada lokasi Qubbah As-Sakhra kerana di dalamnya terletak batu yang dikatakan ingin mengikut Rasulullah waktu Mi'raj tetapi ditahan oleh malaikat Jibril. Maka, dakwaan yang mengatakan As-Sakhra bukan Masjidil Aqsa tidak tepat.


2. Bangunan masjid yang dibina oleh Sayidina Umar al-Khattab di selatan sempadan Masjidil Aqsa dikenali oleh penduduk tempatan sebagai Jami' Qibli atau Jami' Al-Aqsa. Inilah yang didakwa sebagai Masjidil Aqsa oleh umat Islam sedunia. Sedangkan bagaimana nabi diisra’ mi’rajkan di Masjidil Aqsa pada hayatnya padahal masjid tersebut baru dibina pada zaman pemerintahan Sayidina Umar al-Khattab.

3. Setelah turun dari langit, nabi SAW bersama Malaikat Jibril kembali ke Masjid Al-Aqsa. Para nabi yang lain pun hadir di sana. Mereka semuanya mendirikan solat berjamaah dengan diimamkan oleh nabi SAW. Hal ini menunjukkan hanya satu risalah yang dibawa oleh para Nabi dan Rasul iaitu Islam. Mengikut logik aqal bagaimana sebuah bangunan masjid boleh menampung bilangan nabi yang berjumlah 124,000 orang dan 313 orang rasul untuk solat berjamaah. Semestinya ia memerlukan dataran yang luas iaitu yang disebut sebagai Masjidil Aqsa.

Kejahatan Kaum Yahudi
Kita telah sedia maklum bahawa kaum Yahudi banyak melakukan pelbagai kerosakan dan kejahatan di atas muka bumi ini khususnya kepada rakyat Palestin. Bahkan kaum yahudi merupakan kaum yang paling jahat yang telah melakukan jenayah paling besar membunuh ratusan nabi dan rasul.

Mereka mempermainkan nabi Musa yang telah menyelamatkan mereka dari keganasan Firaun. Mereka mengejar dan membunuh Nabi Zakaria dengan menggergaji tubuh baginda. Mereka cuba hendak membunuh Nabi Isa. Mereka menderhaka kepada Nabi Samwil dan raja Talut yang soleh. Bahkan seorang wanita yahudi juga cuba untuk membunuh Rasulullah SAW dengan meletakkan racun pada peha kambing yang dihidangkan kepada baginda. Pembunuhan Syaidina Uthman dan Ali juga telah dirancang oleh yahudi.

Terlalu banyak untuk dinyatakan kejahatan yang dilakukan oleh mereka. Terbaru pada awal tahun 2009 dunia menyaksikan opersai Cast Lead yang dilancarkan oleh rejim zionis yang mengorbankan lebih 1000 nyawa rakyat Palestin yang tidak berdosa. Dunia juga tidak mungkin akan melupakan peristiwa Sabra dan Syatila, pembunuhan di Dir Yasin, serangan di kem pelarian ar-Rais di Khan Tunus, dan banyak lagi peristiwa pembunuhan kejam yang dilakukan oleh bangsa yahudi. Sejak kejatuhan Islam, bumi Palestin menyaksikan jutaan nyawa yang tidak berdosa terkorban akibat keganasan dan dendam puak zionis.

Tokoh ilmuan Islam dan pejuang Islam juga ramai yang telah syahid angkara keganasan zionis seperti as-Syahid Abdul Qader Audah, as-Syahid Izzudin al-Qassam, as-Syahid Hassan al-Banna, Dr. Abdullah Azzam, Syeikh Ahmed Yassin, Dr. Abd Aziz Rantisi, dan ramai lagi yang tidak disertakan di sini.

Peranan Umat Islam Terhadap Bumi Palestin dan Masjidil Aqsa 

Pada tahun 1902, Theodor Herzl iaitu pengasas zionisme bertemu dengan khalifah Islam yang terakhir bagi kerajaan Khilafah Othmaniyyah, Sultan Abdul Hamid ke-2 untuk memujuk beliau supaya membenarkan orang yahudi membeli tanah kosong di Palestin. Gerakan zionis akan menyumbangkan 150 juta wang emas Inggeris kepada baginda, menyalurkan dana kepada kerajaannya, memberikan sokongan politik kepadanya, dan pelbagai lagi jika baginda memberi lampu hijau.

Tetapi sebagai jawapan, baginda berkat, “Saya tidak boleh bertolak ansur walaupun sejengkal daripada bumi Palestin kerana ia bukan milik saya. Tetapi ia adalah milik umat Islam yang telah berperang dan mengorbankan darah untuk mendapatkannya..sekiranya kamu membayar kepada saya dengan seluruh emas yang ada di atas muka bumi sekalipun, saya tidak akan benarkan kamu mengambil bumi Palestin.”

Tanggal 1924 kerajaan Khilafah Othmaniyyah ditumbangkan oleh agen freemason, Mustafa Kamal Attarturk dan semenjak itu lenyaplah sistem pemerintahan Islam di muka bumi yang menjadi benteng kepada tertegaknya ketuanan umat Islam di Palestin. Sehingga kini tiada apa-apa tindakan yang dapat dilakukan untuk mengembalikan bumi Palestin ke tangan umat Islam semula. Walaupun negara Islam khususnya bangsa arab di 21 negara yang berdekatan dengan Palestin ialah lebih kurang 300 juta orang masih tidak dapat memberikan pertolongan kepada rakyat Palestin. Bahkan ada di antara negara arab yang bersekongkol dengan negara haram Israel dan menyekat segala bantuan yang ingin disalurkan kepada rakyat Palestin. Inilah kesan daripada lenyapnya kekuasaan Khilafah Islam dan lunturnya semangat jihad dalam diri umat Islam.

Memetik semula hadis yang bermaksud, “Barangsiapa yang tidur dan tidak mengambil tahu tentang urusan orang-orang Islam, maka dia bukanlah dari golongan mereka (orang-orang Islam)”. Berdasarkan hadis ini, setiap umat Islam mempunyai peranan dalam membantu membebaskan bumi Palestin dari rejim zionis.

Pertamanya, umat Islam dikurniakan suatu senjata yang begitu ampuh iaitu doa. Semestinya kita di Malaysia ini masih lagi tidak dikurniakan semangat jihat yang kuat seperti para pejuang Briged al-Qassam. Mereka di sana mengejar kematian seperti mana kita di sini mengejar kehidupan.

Serangan secara amaliyyah istisyhadiyyah dengan membawa bahan letupan dan kemudian diletupkan bersama-sama di tengah kumpulan musuh begitu menghantui tentera kuffar zionis. Mungkin cara seperti ini masih lagi tidak mampu dilakukan oleh kita yang tenggelam di dalam kelazatan dunia.

Tetapi sekurang-kurangnya senjata doa yang kita miliki boleh digunakan untuk meminta bantuan daripada Allah SWT agar diberikan kekuatan kepada pejuang Palestin untuk meneruskan perjuangan sehingga dimenangkan Allah suatu hari kelak.

Kedua, sebagai umat Islam yang prihatin terhadap saudara kita di Palestin, perlulah mengambil berat terhadap barangan dibeli. Mungkin sesetengah barangan sukar untuk diboikot kerana merupakan keperluan seperti intel. Tetapi bayangkan barangan seperti McDonald, KFC, Starbuck, Coca Cola dan bermacam lagi seperti yang dinyatakan oleh pelbagai pihak. Adakah kita boleh mati kebuluran sekiranya kita tidak membeli makanan tersebut?

Bagi perokok pula tidakkah menyedari bahawa syarikat pengeluar tembakau yang terbesar iaitu Philip Morris merupakan antara penyumbang kepada rejim zionis. Bukan sekadar dengan menghisap rokok kita boleh menyebabkan nyawa sendiri tergadai, nyawa orang yang terdekat juga akan terkesan dan paling tidak boleh dimaafkan adalah nyawa rakyat Palestin yang terbunuh. Bayangkan asap rokok yang keluar berkepul-kepul itu adalah merupakan asap yang keluar dari muncung kereta kebal Merkava yang digunakan untuk membantai rakyat Palestin. Dengan penuh nikmat kita merasai makanan McDonald, meminum Coke, menghisap rokok, tetapi pada masa yang sama kita adalah penyumbang terhadap kematian saudara kita di Palestin!

Terdapat beberapa tips yang sesuai dilakukan jika ada sesiapa yang sukar untuk berpisah dengan McDonald, KFC ataupun rokok. Sebelum untuk merasai kenikmatan dunia tersebut, eloklah menatap dahulu gambar-gambar mangsa pembunuhan ganas rejim zionis. Kemudian barulah rasai kenikmatannya dan bayangkan duit yang kita beli itu diwakafkan kepada rejim zionis untuk membeli peluru. Peluru tersebut kemudiannya digunakan untuk membunuh rakyat Palestin dan mangsanya sepertin yang terdapat di dalam gambar yang dilihat.


Ketiga, rakyat Palestin sangat memerlukan sumbangan dan bantuan daripada kita semua. Untuk memberi sumbangan pembaca bolehlah rujuk kepada NGO yang terbukti kesahihannya melakukan misi kemanusiaan seperti Muslim Care Malaysia dan Yayasan Amal Malaysia.

Kesimpulan
Sebuah hadis sahih yang diriwayatkan oleh Ahmad, nabi bersabda yang bermaksud, “Akan sentiasa ada di kalangan umatku yang berterusan memperjuangkan kebenaran, mereka bersikap keras pada musuh dan tidak dapat dikalahkan oleh sesiapa yang menentang mereka.” Lantas para sahabat bertanya. “Di manakah mereka, wahai utusan Allah?” beliau menjawab, “Di Baitulmuqaddis dan di sekitar Baitulmuqaddis.”

Nabi juga bersabda yang bermaksud, “Tidak akan terjadi hari kiamat sehinggalah sampai masa orang-orang yahudi memerangi umat Islam. Lalu umat Islam memerangi mereka sehingga mereka lari bersembunyi di sebalik batu-batu dan pokok-pokok. batu-batu dan pokok-pokok lantas berkata: Wahai Muslim, wahai hamba Allah, di belakangku ini ada orang yahudi, maka datanglah dan bunuhlah dia.”

Memetik pesanan HAMAS buat umat Islam di Malaysia yang berbunyi, “Kami yakin, saudara-saudara se-Islam kami masih dapat membantu kami. Kami yakin saudara seakidah kami dapat menampung keperluan rakyat Palestin dan mencakupinya. Kami yakin juga, saudara seakidah kami diseluruh dunia dapat membantu kami untuk terus hidup dan tidak bergantung pada bantuan-bantuan daripada negara-negara bukan Islam, apatah lagi daripada rejim zionis. Persoalannya, di manakah sudara-saudara kami? Di manakah mereka di kala kami memerlukan mereka?”

As-Syahid Syeikh Ahmed Yassin juga sempat memberikan amanat kepada semua umat Islam. Antara petikan amanatnya adalah, “Adakah kalian tidak memiliki kekuatan berdoa untuk kami? Seketika nanti kalian akan mendengar peperangan besar ke atas kami dan ketika itu kami akan terus berdiri dengan tertulis di dahi kami bahawa kami akan mati dalam keadaan melarikan diri. Akan mati bersama-sama kami anak-anak kami, wanita-wanita, orang-orang tua dan pemuda-pemuda.”

“Kami jadikan di kalangan mereka sebagai kayu bakaran buat umat yang diam dalam kebodohan! Janganlah kalian menanti sehingga kami menyerah atau mengangkat bendera putih kerana ketahuilah bahawa kami tetap akan mati walaupun kami berbuat demikian (menyerah). Biarkan kami mati dalam kemuliaan sebagai mujahidin dan syuhada’.”


Semoga hadis nabi dan rintihan syuhada’ menjadikan kita manusia yang menitik beratkan permasalahan saudara kita di Palestin dan seterusnya bersatu membebaskan bumi Palestin dari cengkaman zionis Laknatullah.

“Khaibar, khaibar, khaibar ya Yahud, Jaisyhu Muhammad Saufa Yaud”

Rujukan:

Aris Hazlan Ismail, 2009. Gaza Menangis. Jundi Resources, Kuala Lumpur.
Hj. Nik Azran Muhamed, 2009. Gerakan Freemasonry: Musuh Dalam Menghancurkan Islam. Hijjaz Record Publishing, Petaling Jaya.
Mazlee Malik, 2009. Hamas: Pejuang Kota Suci Baitulmuqaddis. PTS Publications & Distributors, Batu Caves.
Riduan Mohamad Nor, 2010. Cinta di Langit Gaza. Jundi Resources, Kuala Lumpur.