Pages

Sunday, March 7, 2010

Fakta Mengapa Karbala Terjadi?


by konspirasi on December 29, 2009
ImageKendatipun dari sisi sejarah dan liputan fakta yang sederhana, peristiwa (Asyura) ini memang berlangsung tidak begitu lama. Akan tetapi, karena banyaknya faktor yang berperan dalam kebangkitan Husaini tersebut, maka interpretasi dan upaya membongkar esensi kebangkitan yang besar ini menjadi begitu rumit.
1. Baiat.
Di pertengahan bulan Rajab tahun enam puluh hijriah, Muawiyah bin Abu Sufyan meninggal dunia. Tanpa menyia-nyiakan waktu lagi, sang anak, Yazid, mengirimkan surat kepada gubernur Madinah, Walid bin Utbah bin Abi Sufyan yang juga anggota keluarga Bani Umayyah, tercatat di dalamnya pemberitahuan akan kematian Muawiyah sekaligus sebuah perintah: “Ambillah baiat padaku dari warga kota, undanglah Husain bin Ali dan ambil pula baiat darinya, jika dia menolak berbaiat padaku, maka kirimkan kepalanya kepadaku”.
Di samping semua kejahatan yang dilakukannya, ada dua dampak buruk lain di balik baiat kepada orang seperti Yazid, yang bahkan tidak muncul saat Muawiyah dibaiat. Yang pertama yaitu sekiranya Imam Husain as. memenuhi permintaan (baiat) Yazid tersebut, ini artinya beliau telah mengakui sistem kedinastian dan monarki dalam khilafah Islam.

Dampak buruk kedua lebih berkaitan dengan pribadi Yazid itu sendiri, satu keperibadian yang membedakan situasi saat itu dari yang lain. Lebih dari sekedar orang fasik dan kejam, Yazid adalah orang yang vulgar menampakkan kefasikannya. Dia bukan orang yang punya kapabilitas politis. Ini berbeda dengan Muawiyah dan mayoritas khalifah Bani Abbas. Meski mereka itu manusia-manusia fasik dan jahat, namun mereka mengerti betul bahwa jika mereka hendak melestarikan kerajaan dan kekuasaan yang ada di tangan mereka, sampai batas-batas tertentu mereka akan memperhatikan kemaslahatan Islam. Inilah hal yang tidak disadari Yazid. Dia adalah orang yang tak tahu malu.
Mungkin sekali Muawiyah itu minum arak (saya hanya katakan mungkin, karena sepengetahuan saya, tidak ada referensi sejarah yang kuat, dan boleh jadi ada orang lain yang menelaah lebih dalam dan mendapatkan bukti-bukti yang lebih akurat). Meski begitu, sejarah tidak pernah mencatat bahwa Muawiyah minum arak dalam pertemuan terbuka, juga tidak ada fakta sejarah yang melaporkan kepada kita bahwa dia mabuk di hadapan khalayak. Sementara Yazid minum arak dan mabuk-mabukan secara terbuka dalam pertemuan-pertemuan resmi.
Masih dalam catatan otentik sejarah, bahwa Yazid gemar bermain-main dengan kera dan macan kumbang. Karena inilah mengapa Imam Husain as. mengatakan: “Apabila umat ini dipimpin oleh seorang seperti Yazid, maka ucapkanlah selamat tinggal Islam!”. Pada dasarnya, keberadaan orang semacam Yazid sama dengan penggembosan Islam. Orang seperti inilah yang meminta baiat dari Imam Husain as.
Gubernur Madinah mengundang Imam Husain as. ketika beliau berada di masjid Nabawi. Saat itu, Abdullah bin Zubair juga bersama beliau. Utusan gubernur mengajak dua orang tersebut untuk menghadap gubernur. Abdullah berkata pada Imam Husain as.: “Apa dugaanmu? Imam Husain as. menjawab: “Aku kira yang firaun-nya mereka sudah mati, dan kita dipanggil untuk berbaiat”. Abdullah kembali bertanya: “Aku juga berpikir demikian, lalu apa tindakanmu sekarang? Imam Husain as. menjawab: “Aku akan pergi menemui gubernur”.
Sementara Abdullah bin Zubair melarikan diri menuju Mekkah tidak melalui jalan utama dan mencari perlindungan di sana, Imam Husain as. pergi menemui gubernur. Beliau mengajak sebagian pemuda Bani Hasyim bersamanya seraya mengingatkan mereka: “Kalian berdiri siaga di luar, dan jika teriakanku terdengar segeralah masuk ke dalam, tapi selama teriakanku belum terdengar, janganlah kalian masuk”.
Marwan bin Hakam –salah satu pentolan Bani Umayah yang sempat menjadi gubernur Madinah pada periode kekuasaan Muawiyah- juga hadir dalam pertemuan itu. Di dalamnya, gubernur Madinah Walid bin Utbah bin abu Sufyan membacakan surat terbuka Yazid untuk Imam Husain as. lalu berkata: “Masyarakat sudah membaiat Yazid. Maslahat Islam menuntut demikian. Aku harap kamu juga membaiatnya”. Imam Husain as. berkata: “Untuk apa kalian menginginkan baiatku? Bukankah kalian menginginkannya karena masyarakat dan tidak karena Allah? Bukankah kalian menginginkan baiatku supaya orang lain juga berbaiat. Gubernur menjawab: “Ya, benar”. Imam Husain as. melanjutkan: “Kalau begitu, apa untungnya baiatku di ruangan tertutup ini yang hanya dihadiri oleh tiga orang saja?”. Gubernur berpendapat: “Apa yang dia katakan itu benar, kalau begitu biar nanti saja!”.
Setelah pertemuan itu, Imam Husain as. tinggal di Madinah selama tiga malam. Setiap malam beliau pergi menyimbahkan diri di atas makam Nabi Muhammad saww. Untuk malam ketiga, seperti biasa beliau berziarah ke makam suci itu, berdoa dan menangis lama, sampai terbawa tidur. Dalam tidurnya, Beliau bertemu Rasulullah saww. Beliau bermimpi bahwa ada ketentuan (Tuhan) yang diilhamkan kepadanya.
Pada esok harinya, kira-kira pada tanggal 27 bulan Rajab, Imam Husain as. keluar dari Madinah pergi menuju Mekkah melalui jalan utama, tidak sembunyi-sembunyi lewat jalan-jalan lainnya. Beliau sampai di Mekkah pada tanggal 3 bulan Sya’ban. Beliau masih tinggal di sana pada bulan-bulan Ramadan, Syawal, Dzulqa’dah, sampai tanggal 8 Dzulhijjah. Di Mekkah, Imam Husain as. secara berurutan tinggal di rumah Tan’im, Soffah, Dzatu ‘irq, Hajiz Batni Rummah, Zarrud, Tsa’labiyah, Zubalah, Bathn Aqabah, Syaraf, Dzu Husum, Udzaibul Hijanat, Qasr Bani Muqatil, sampai akhirnya beliau turunkan bekal perjalanan di Nainawa.
2. Undangan.
Di akhir bulan Rajab, bertepatan dengan awal pemerintahan Yazid, Imam Husain as. keluar dari Madinah menuju Mekkah untuk menghindari baiat pada Yazid. Beliau memilih Mekkah mengingat kota ini adalah haram (tempat suci) Allah yang aman, setidaknya keamanan di sana lebih terjamin daripada di tempat lain. Tidak sekedar satu tempat terbaik untuk berlindung, lebih dari itu Mekkah adalah pusat pertemuan (jemaah) yang juga terbaik, mulai dari bulan Rajab dan Sya’ban yang merupakan hari-hari umroh, kemudian musim haji yang juga kesempatan lain paling tepat untuk melakukan dakwah.
Sekitar dua bulan sejak kedatangan Imam Husain as. di Mekkah, mengalirlah surat-surat (undangan) dari warga Kufah (Irak) ke tangan beliau. oleh karena itu, undangan warga Kufah lebih merupakan faktor turunan ketimbang diangkat sebagai faktor utama kebangkitan Imam Husain as. Peran maksimal dari undangan warga Kufah saat itu ialah bahwa dunia serta pengadilan sejarah yang akan datang dapat memberikan penilaian bahwa undangan ini tampaknya telah meluangkan kesempatan yang tepat untuk (kebangkitan) beliau.
Yakni, pengaruh terbesar undangan warga Kufah itu tampak pada bentuk kebangkitan Imam Husain as, bahwanya beliau mesti bergerak dari Mekkah dan tidak menjadikannya sebagai medan pertempuran. Selain itu, undangan tersebut menjadi alasan kuat untuk menolak saran Ibnu Abbas supaya beliau hijrah mencari perlindungan ke Yaman dan daerah pegunungan di sana. Beliau pun tidak memusatkan kebangkitannya di kota kakeknya Madinah. Untuk itu, beliau bergerak menuju Kufah.
3. Amar Makruf Nahi Munkar
Faktor ini dinyatakan secara tegas oleh Imam Husain as. Sejarah menuturkan bahwa pada saat itu, tangan Muhammad bin Hanafiah -saudara Imam Husain as.- lumpuh yang membuatnya tidak bisa ikut bersama Imam Husain as. Lalu, beliau menulis wasiat dan menyerahkannya kepada Muhammad. Di dalamnya beliau juga menjelaskan falsafah kebangkitannya: “Sungguh aku tidak bangkit karena kesombongan dan keangkuhan, aku bukanlah perusak (mufsid) atau orang dzalim, aku bangkit hanya untuk melakukan reformasi pada umat kakekku, aku ingin mengajak pada kebaikan dan mencegah kemungkaran, aku berjalan di atas jalan kakek dan ayahku Ali bin Abi Thalib”.
Penjelasan ini sama sekali tidak menyinggung soal undangan warga Kufah. Ini artinya, kalaupun mereka tidak menghendaki baiatku, aku tetap tidak akan tinggal diam. Semua penghuni bumi ini mesti sadar bahwa Husain bin Ali bukanlah pecinta tahta dan harta, Husain bukanlah perusak, pemberontak atau orang dzalim. Husain hanyalah seorang reformis. Di sejumlah tempat, Imam Husain as. menjelaskan pada masyarakat maksud dan sikapnya terhadap Yazid, seperti dalam pidato beliau saat dimintai baiat padanya, surat beliau untuk Muawiyah, dan pidato beliau di Mina.
Menimbang kadar tiga faktor di atas, memang tidak sama sebanding. Masing-masing faktor memberi bobot arti pada kebangkitan Imam Husain as. sampai batas-batas tertentu.
Sekaitan dengan undangan warga Kufah, kadar pengaruh faktor ini sangat sederhana (yakni, sederhana jika kita timbang dengan nilai amal Imam Husain as, bukan dengan nilai perilaku kita). Sebab, kadar faktor ini ialah kesiapan satu propinsi atau wilayah tertentu mendukung kebangkitan. Dan menurut kaidah, kemungkinan maksimal yang dapat diprediksikan adalah lima puluh persen menang, dan tak seorangpun kan menghitung kemenangan tersebut lebih dari lima puluh persen.
Berkenaan dengan penuntutan baiat yang sejak awal ditolak mentah-mentah oleh Imam Husain as., faktor ini memberi bobot arti yang lebih besar pada kebangkitan Husaini ketimbang arti undangan. Karena, faktor ini telah muncul sejak awal, sebelum ada satu orangpun yang menyatakan dukungan dan kesiapannya untuk bangkit bersama beliau. Pemerintahan yang diktator, yang telah mengoptimalkan kekerasan selama dua puluh tahun di bawah kekuasaan Muawiyah bin abi sufyan, sekarang menuntut baiat dari Husain bin Ali dalam situasi yang sangat sulit itu. Putra mahkota telah menduduki tampuk khilafah, orang yang lebih muda, lebih congkak, lebih haus darah, dan sama sekali tidak tahu politik, sampai terkadang mengabaikan perhitungan politis secara total. Pada kondisi semacam itu, mengucapkan kata “Tidak” terhadap penguasa diktator adalah pekerjaan yang sangat besar.
Dari sudut pandang inilah kita menyaksikan bagaimana Imam Husain as. seorang diri menentang tuntutan ilegal penguasa yang betul-betul dzalim dan sewenang-wenang, di saat belum ada satu nama pun yang bisa didaftar sebagai pendukungnya. Maka itu, faktor ini mempunyai pengaruh dan nilai dalam melahirkan kebangkitan Aba abdillah Husain as. lebih dari arti undangan warga Kufah.
Adapun amar makruf nahi munkar, kadar pengaruh dan bobot nilai yang disusupkan faktor ini pada kebangkitan Imam Husain as. jauh lebih besar daripada dua faktor sebelumnya. Faktor inilah yang membuat kebangkitan itu berhak hidup untuk selama-lamanya, karena tidak lagi bergantung pada undangan dan juga tidak pada penuntutan baiat.
Yakni, Imam Husain as. bergerak menuju Kufah karena undangan warganya yang memberikan kemungkinan menang sampai lima puluh persen atau kurang. Sedangkan faktor kedua meminta beliau untuk berbaiat tapi beliau menolaknya. Jadi, kalau mereka tidak menuntut baiat dari Imam Husain as. niscaya beliau pasif, diam dan tenang, tidak ada peristiwa khas yang akan terjadi. Adapun pada faktor ketiga, Imam Husain as. adalah seorang yang protes dan menentang. Semua tempat telah dipenuhi kerusakan; yang dihalalkan Allah telah diharamkan, dan yang diharamkan-Nya juga telah dihalalkan, baitulmal muslimin juga jatuh ke tangan orang-orang yang tidak layak serta dipakai bukan dalam rangka keridhaan Allah swt. Rasulullah saww. bersabda: “barangsiapa menyaksikan kondisi semacam ini dan tidak berusaha mengubahnya, maka Allah swt pantas mengumpulkannya bersama orang-orang yang dzalim, sewenang-wenang, dan orang-orang yang mengubah agama Allah swt, nasibnya akan sama seperti mereka”.[]
Murtadha Muthahari ra.

Perusahan Raksasa dibalik Konspirasi Rahasia

Kita mungkin terkejut ketika mengetahui ternyata uang yang kita belanjakan selama ini sebagian besarnya untuk membantai bangsa Palestina. Barang-barang yang kita konsumsi sehari-hari mulai dari susu, penyedap rasa, telepon genggam(HP), kosmetik bayi, pakaian dan masih banyak lagi, punya andil untuk menjadikan kita sebagai seorang pembunuh berdarah dingin secara tidak langsung. Itulah yang terjadi sekarang. Produsen barang-barang tersebut sangat loyal kepada pemerintahan Israel yang sekarang membunuh puluhan jiwa rakyat Palestina yang tidak berdosa setiap harinya. Bahkan, tak sedikit dari perusahaan itu secara terang-terangan mendukung penjajahan Israel atas bangsa Palestina. Berikut ini beberapa perusahaan-perusahaan tersebut.
America OnLine Time Warner (AOL Time Warner)
Perusahaan komunikasi terbesar yang menguasai Amerika. Hampir seluruh sahamnya dimiliki oleh orang-orang Yahudi. Sebagian produk perusahaan ini adalah Majalah Time-Live, Kantor Berita CNN. 30 persen keuntungan investasi raksasanya digunakan untuk kepentingan Israel. Tahun 1998, mendapat penghargaan JUBILEE AWARD-penghargaan tertinggi pemerintahan Israel yang diberikan kepada person atau lembaga- sebagai rasa terima kasih atas bantuan dan pertisipasi untuk kepentingan Zionisme Internasional.
APAX Partners & CO Ltd
Perusahaan ini bergerak hampir di berbagai lahan bisnis. Misalnya, Kemanan, Travel, Supermarket, Sponsor dan penyelenggara Grand Prix. Beroperasi di Amerika Serikat dan Inggris. Telah menginvestasikan 100 juta Dollar di Israel tahun 2000. Berencana untuk meningkatkan volume investasinya menjadi 600 juta Dollar untuk tiga tahun berikutnya. Mantan PM Netanyahu pernah memberikan penghargaan JUBILEE AWARD atas jasa-jasanya membantu Israel.
Coca Cola Company
Terhitung sebagai perusahaan raksasa dunia. 30 tahun lamanya mendukung Israel secara terang-terangan. Bahkan, membuat iklan yang menyakitkan hati ummat Islam. Dengan menampilkan Qubbatus Sakhra (Rock Dome) dalam iklannya. Coca cola mempunyai 200 lebih produk minuman. Namun hanya tiga yang terkenal, Coca Cola, Sprite, Fanta. Perusahaan ini sangat eksis di negara-negara Arab bahkan hampir di seluruh dunia karena didukung oleh konglomerat bahkan pemerintah setempat.
DANONE
Salah satu produsen susu, permen, biskuit, wafer dan bahan makanan. Mempunyai badan Riset dan Pengembangan di Israel. Loyalitasnya penuh untuk kepentingan Israel. Salah satu produknya di Indonesia adalah air mineral dengan merk AQUA. Mendapat penghargaan JUBILEE AWARD dari Israel tahun 1998.
DELTA GALIL
Termasuk salah satu produsen garmen Israel yang membantu Israel untuk mengusir bangsa Palestina dari negrinya sendiri. 25% sahamnya dimiliki oleh perusahaan Sara Lee(perusahaan pakaian jadi, makanan kaleng. Lihat keterangan di bawah) Mantan PM Israel Ehud Barak punya hubungan kekerabatan dengan ‘bos’ perusahaan ini. Diantara merk-merk produknya adalah Calvin Klein, Ralph Lauren, Hugo Boss, Donna Karan, DIM. Mempunyai jaringan garmen di Eropa. MARKS & SPENCER di Inggris, HEMA di Belanda, Carrefour dan Auchan di Perancis, LINDEKS di Swiss dan Tchibo di Jerman.
Walt Disney
Walaupun terdapat saham Amir Saudi Waleed bin Thalal di Walt Disney, namun perusahaan yang bergerak di bidang hiburan, film dan animasi ini murni mendukung Israel. Disney selalu berusaha untuk memburukkan citra Arab dan ummat Islam dalam produk-produknya. Ironisnya, 100 juta dollar hasil produksinya dibeli oleh TV Arab dan Timur Tengah serta 200.000 wisatawan Arab berkunjung ke Disney Land. Salah satu usahanya yang menonjol untuk mengubah sejarah ummat Islam dengan membuat pameran ‘Milenium’ dengan maksud untuk mempopulerkan alQuds sebagai ibukota ‘Abadi’ bagi Israel.
ESTEE LAUDER
Bos perusahaan ini Ronald Lauder merupakan bisnismen yang paling fanatik dengan keyahudiannya. Ia mengepalai beberapa lembaga fundamentalis Yahudi diantaranya Jewish National Fund. Produsen minyak wangi dan kosmetika ini mempunyai merk-merk terkenal seperti Aramis, Clinique, Dikny, Prescriptives, Origins, Mac Cosmetics, La Mer, Bobby Brown, Tommy Hilfiger, Jan, Donna Karan, Eifida, Stella Cosmetics, Jo Malone, Bombel & Bombel (Bb), Kat Spad.
IBM Company
Merupakan perusahaan komputer terbesar di Amerika dan dunia. Di Mesir, produk ini jarang dipakai karena harganya terlalu tinggi untuk level pribadi. IBM mempunyai investasi yang cukup besar di Israel. Bahkan mereka mendirikan badan Riset (R&D) dan mempekerjakan sekitar 2000 orang Yahudi di perusahaannya. Dalam pernyataannya di Jerusalem Post, Lawrence Ribkyrdi -vice president IBM- mengatakan bahwa tanah ini (tanah Palestina yang dijajah Israel), dan ideologi yang di anut (Zionisme) mempunyai arti yang sangat penting bagi IBM. Perusahaan ini juga telah menerima penghargaan berkali-kali dan salah satunya di masa pemerintahan Ariel Sharon.
Jhonson & Jhonson
Begitu pedih ketika kita mengetahui bahwa perusahaan yang memproduksi bahan-bahan kosmetika untuk anak-anak (bahkan ibu-ibu), pembasmi nyamuk, dan produk lainnya ini ternyata sangat mendukung penjajahan Israel. Produk-produk ini membanjiri rumah kita walaupun dengan harga yang lebih mahal ketimbang produk lainnya. Jhonson & Jhonson telah membeli Pabrik Pusains di Haifa seharga 400 juta Dollar pada September 1997. Pada masa Netanyahu, perusahaan ini mendapat penghargaan JUBILEE AWARD.
Kimberly-Clark
Produsen Tissu, pembalut wanita dan produk-produk perawatan diri wanita ini mempunyai investasi 14 juta dollar lebih. Produksinya banyak dipakai dinegara-negara Arab. Mempunyai merk-merk terkenal seperti tissu Kleenex, pembalut wanita KOTEX, Hugess, Andreeksi. Nilai investasinya di Israel mencapai 50 juta dollar. Pada masa Netanyahu, perusahaan ini menerima JUBILEE AWARD yang langsung diterima oleh President Direkturnya, Robert B Van Der Meero.
LEWIS TRUST
Kepala perusahaan ini-seorang Yahudi ekstrem-David Lewis merupakan salah seorang investor terbesar di bidang pariwisata dan perhotelan di Palestina. Perusahaannya-dengan mengumpulkan dana-mempunyai peranan penting terhadap meluasnya pendudukan Israel atas tanah bangsa Palestina. Diantara hotel-hotelnya Isrotel di Palestina, Eprotel di Spanyol dan Portugal. Juga beberapa savana di Inggris serta mempunyai merk pakaian River Island. David Lewis juga anggota pendiri Yayasan Inggris-Israel.
LOREAL
Perusahaan yang berproduksi alat-alat kecantikan wanita ini mempunyai sikap yang mendua. Ketika Liga Arab mempropagandakan embargo terhadap produk Israel, LOREAL termasuk yang akan menghentikan produksinya di Israel. Namun, akibat keputusannya ini LOREAL didenda 1,4 juta Dolar Amerika. Akhirnya bukan malah menyetop produksinya, justru malah menambah angka produksi. Sekarang ini LOREAL menjadikan Israel sebagai pusat produksinya. Bahkan sahamnya sebanyak 35 % dijual kepada perusahaan Interbeauty seharga 9 juta dolar. Hasil-hasil produksinya menjadi merk terkenal. Misalnya GIORGIO ARMANI, REDKEN AVENUE, VICHY laboratoires, La Roche Posay, Ralph Lauren, MAYBELLINE, BIOTHERM, Helen Rubinstein, Garnier.
MARKS & SPENCER
Perusahaan yang mempunyai jaringan butik di Inggris merupakan pendukung utama Israel dalam setiap aksinya. Tak ada perusahaan yang punya dukungan sebesar Marks & Spencer. Hal ini dituturkan sendiri oleh Lord Marcus Seif. Salah satu tujuan perusahaan ini didirikan adalah sebagai penopang pertumbuhan ekonomi bagi Israel. Sejarah berdirinya perusahaan ini memang penuh warna Yahudi. Bahkan jauh sebelum negara Yahudi diproklamirkan. Berdiri tahun 1884 oleh Michael Marks seorang Yahudi Rusia. Sejak berdiri, perusahaan ini melaju pesat dan dipimpin oleh tokoh-tokoh zionis. Selain mengumpulkan dana untuk membantu migrasi Yahudi ke bumi Palestina, mereka juga mendukung penuh Inggris-sebagai negara adidaya waktu itu-dalam perpolitikan untuk maslahat Israel. Mendapat penghargaan berkali-kali dari pemerintahan Israel. Salah satunya JUBILEE AWARD.
NESTLE
Sungguh mengejutkan hati, tatkala perusahaan yang berpusat di SWISS dan memproduksi bahan-bahan makanan menjadi salah satu perusahaan yang sangat membantu Yahudi dalam setiap aksinya. Perusahaan raksasa yang mempunyai cabang hampir di seluruh negara di dunia ini mempunyai tak kurang dari 17 laboratorium riset dan pengembangan (R&D). Diantara laboratorium yang terpenting ada di Israel. Operasinya khusus untuk mengembangkan makanan yang sesuai dengan Syari’at Yahudi. Sebanyak 50 % sahamnya dipegang oleh orang-orang Yahudi. Yang terbesar adalah “OSEM” memproduksi makanan. Pada masa Netanyahu, NESTLE dianugrahi
JUBILEE AWARD.
Cukup banyak produk-produk NESTLE. Diantaranya, susu NIDO, NESCAFE, VITTEL (merk dagang perusahaan air mineral, diantaranya adalah BARAKA), Pure Live, Susu Carnation, Lypies,Milk Maid, minuman coklat Nesquik, penyedap rasa MAGGI, Cross & Balckwell, coklat KITKAT, Milk Bar, Quality Street, Lion, Polo, makanan kucing Felix. Yang harus diketahui bahwa produk-produk NESTLE mempunyai nama dan merk sesuai dengan negara setempat.
News Corporation
Imperium produsen ‘kabar berita’ dan film yang beroperasi di AS dan dunia. Kaisarnya adalah seorang Yahudi Robert Murdoch. Investasinya diperkirakan mencapai 42 milyar dolar Amerika dengan income pertahun 14 milyar. Berupaya untuk selalu mempropagandakan ideologi Yahudi dengan teknologi yang dimiliki. Banyak perusahaan-perusahaan Arab yang membeli film-film produk New Corporation ini. Juga, tak sedikit pula yang menjalin kerjasama bisnis dengannya. Khusus di tanah pendudukan, News Corporation membuka lapangan kerja bagi para pemuda Yahudi. Begitu juga diseluruh cabang-cabangnya. Memiliki perusahaan film 20th CENTURY FOX, Tv FOX, FOX for Kids, SKY TV, StarTV, National Geographic Channel, koran Weekly Standard, News World, The Sun, Times, Sunday Times, Time Educational, Daily Telegraph, Herald Sun, Independent, News Photos, Sunday Herald, Sunday Meil, New York Post, dan sebagainya. Juga buku-buku serta jurnal khusus. Dari data diatas, cukuplah bagi Murdoch News Corporation untuk menutupi data dan fakta serta memplintir semua yang terjadi di Israel.
Perusahaan HP NOKIA.
Percaya atau tidak bahwa ternyata perusahaan komunikasi yang berpusat di Finlandia ini tak lain hanya salah satu media untuk melanggengkan penjajahan Israel. Investasi NOKIA di Israel mencapai 500 juta dolar AS. Juga memfasilitasi pembangunan pangkalan teknologi mutakhir yang dikontrol sepenuhnya oleh Israel. Hal ini diungkapkan secara jelas oleh pimpinannya, Lars Wolf. Bahkan Wolf menambahkan, seluruh aset komunikasi mutakhir digunakan untuk membantu Israel menjadi negara termaju dibidang komunikasi.
REVLON
Produsen kosmetika, hiburan dan seni. Seluruh produk kosmetiknya membawa merk dagang REVLON. Pemiliknya adalah seorang Yahudi fundamentalis-ekstrem, Milyarder Ronald Phrilman. Seorang yang sangat antusias mempropagandakan Holocaust seantero dunia. Selain memiliki perusahaan kosmetik REVLON, juga mengepalai New World Corporation di bidang hiburan dan perusahaan FORES. Tentu saja keuntungan yang didapat digunakan untuk kepentingan Yahudi.
Sara Lee
Memproduksi pakaian jadi, makanan kaleng serta kosmetik perawatan diri. Memiliki 25 % saham perusahaan DELTA GALIL ( keterangan diatas). Mendapat Penghargaan JUBILEE AWARD.
Silvryditch
Bergerak di bidang produksi alat kecantikan, minuman keras, roti dan biskuit serta bahan-bahan makanan. Keuntungan perusahaan ini sebagian besarnya didermakan untuk membantu Israel mengusir rakyat Palestina dari tanahnya sendiri.
The Limited
Salah satu perusahaan yang terang-terangan membantu Israel dengan segenap kemampuannya. Berdiri tahun 1963 di Ohio. Memiliki sekitar 2700 trade center ditambah 5 mall dengan menggunakan nama berbeda. Misalnya Express sekitar 668 tempat. The limited 389 tempat. Learner New York 560 tempat. Structure 369 tempat. New York and Company 79 tempat plus tempat-tempat lain. ‘Bos’ perusahaan ini adalah seorang Zionis Extrem, Lesley Wykanser. Anggota dewan pengurus sekte “Eimet” yang terdiri dari bisnismen dan politikus Yahudi. Dari lembaga inilah muncul kamar perang Informasi dengan tujuan membentuk opini Amerika dan Internasional untuk mendukung Israel dan memusuhi Arab dan Umat Islam secara kontinyu. Para tokoh Eimet ini diantaranya adalah Leonard Eibrimson-investor dibidang kesehatan(salah seorang ketua). Termasuk dalam dewan pengurusnya adalah Berny Markos, pendiri perusahaan Home Depot-, Lesley Wykanser-bos The Limited-, Edgar Brownfman-pemilik perusahaan Cygram-, Lo Dunberry, pialang di pasar uang Amerika Wall Street dan pemilik saham salah satu bank terbesar di Israel. Tokoh penting lainnya adalah Jean Kirk Patrick, mantan Duta Besar AS untuk PBB.
Home Depot
Perusahaan kedua terbesar di bidang bisnis. Keuntungan penjualannya pertahun mencapai 45 milyar dolar AS. Mengelola sekitar 1029 outlet di Amerika, 67 di Kanada, 7 di Amerika Latin plus mengelola 26 markas untuk menyelenggarakan pameran serta bekerja sama dengan 227 ribu orang. Mempunyai merk dagang EXPO (penyelenggara pameran), Villadger hardware, Giorgio light. Pemiliknya adalah Berny Markos salah saorang pengelola kamar perang informasi.
Intel
Perusahaan raksasa AS yang bergerak di bidang informasi dengan produknya yang terkenal Intel Pentium. Untuk memboikotnya termasuk yang paling sulit karena hampir semua hardware komputer bagian dari produknya. Intel merupakan lembaga teknologi Amerika yang mendukung penjajahan Israel atas bangsa Palestina secara terang-terangan. Tahun 1974, Intel membangun Labor Riset dan Pengembangan pertama diluar Amerika yaitu di Haifa. Sejak tahun itu Intel terus membantu pengembangan teknologi Israel baik secara komunikasi maupun militernya. Intel juga membangun pabriknya di tengah pemukiman Keryat Gat (nama sebelumnya ialah el Mansyiat el Iraq) dengan mengusir 2000 orang Palestina yang menghuni 300 rumah. Juga menghancurkan 2 mesjid dan sebuah sekolah. Dengan kapasitas 4000 orang Yahudi, maka Intel menjadikan tempat ini sebagai lokasi terpenting untuk mengekspor teknologinya dengan omset 3 juta dolar perharinya. Untuk diketahui, Pentium 4 merupakan hasil produksi pabrik ini. Selain itu juga Intel mempunyai R&D di wilayah Al Quds. Total omset Intel di Palestina sesuai dengan statistik tahun2001 mencapai 2 milyar dolar. Ironis memang, hampir semua perusahaan ini mempunyai pasar di negara-negara Arab dan Islam. Padahal semua produk dan keuntungannya semata-mata untuk memusuhi bahkan membantai bangsa Arab dan ummat Islam. Allahumma farrij anna alkarb wa ‘anil makrubiin.

Langkah Gila Israel Serbu Fasilitas Nuklir Iran


ImageWASHINGTON (SuaraMedia) – PM Israel Benyamin Netanyahu akan menolak kunjungan ke Washington untuk membicarakan pembentukan negara bagian Palestina, hal itu dikemukakan oleh Anggota Parlemen pada hari sabtu, seperti dikutip radio nasional Israel.
“Netanyahu tidak akan membuat komitmen kepada Washington atas pembentukan negara bagian Palestina yang tanpa keraguan pasti akan dikuasai oleh Hamas,” dikutip dari Ophir Akunis yang berasal dari partai Likud sayap kanan Netanyahu, mengacu pada gerakan Islam Hamas yang terdapat di Jalur Gaza.
Netanyahu dijadwalkan tiba di Washington pada hari minggu untuk pertama kalinya bertemu dengan Barack Obama sejak mereka berdua resmi menjabat dan bertugas.
Pertemuan kunci tersebut akan berlangsung untuk membahas ketidaksetujuan atas konflik Timur Tengah dan bagaimana cara untuk mengatasi program nuklir Iran.
Sementara Netanyahu berulangkali menunjukkan penolakannya atas pembentukan negara bagian Palestina, Obama berkeras untuk melaksanakan “solusi dua negara” untuk menyelesaikan permasalahan Israel-Palestina.
Obama juga ingin agar pemerintahan Israel yang baru menghentikan pembangunan pemukiman Yahudi di Tepi Barat namun Netanyahu menyatakan bahwa dia ingin mengembangkan pemukiman yang sudah ada.
Parlemen Israel telah berjanji untuk menunjukkan kebijakan perdamaian regional dalam pertemuan Gedung Putih, yang difokuskan untuk mengatasi permasalahan nuklir Iran.
Isi dari pembicaraan tesebut masih rahasia namun ajudan Netanyahu menyatakan bahwa perbedaan perbedaan diantara AS dan Israel “lebih dari sekedar kulitnya” dan Israel tidak ingin menguasai rakyat Palestina” meskipun Netanyahu menolak pembentukan negara bagian Palestina.
Langkah “Gila”
Sementara itu Mohamed ElBaradei, kepala Agensi Energi Atom Internasional (IAEA), menyatakan bahwa semua bentuk serangan yang mungkin dilancarkan oleh Israel ke fasilitas nuklir Iran adalah langkah “Gila” dalam sebuah wawancara majalah yang dirilis pada hari sabtu.
Presiden Israel Shimon Peres menyatakan di awal bulan ini bahwa opsi lain masih terbuka jika pendekatan diplomatik AS dengan Iran gagal untuk menghentikan program nuklir negara tersebut. Peres tidak menyebutkan opsi lain tersebut, namun dapat disimpulkan bahwa opsi tersebut pasti melibatkan militer.
“Sangatlah tidak waras untuk menyerang Iran,” menurut ElBaradei. ”Hal itu dapat merubah wilayah tersebut menjadi satu bola api raksasa, dan rakyat Iran akan segera membuat bom sebagai reaksinya – dan mereka akan meminta bantuan kepada seluruh dunia Islam,” ElBaradei kepada majalah Der Spiegel Jerman.
ELBaradei juga mendesak Iran untuk melakukan pendekatan kepada AS.
Presiden AS Barack Obama secara aktif mendekati Iran untuk beberapa kepentingan, mulai program nuklir hingga Afghanistan.
”Saya mengimbau pada partner negosiasi Iran : raihlah tangan Obama yang meraih anda” ketika ditanya apa maksud sesungguhnya, kepala dari tim pengawas nuklir tersebut menambahkan: ”Saya rasa penghentian untuk penghentian adalah langkah realistis selanjutnya. Iran tidak akan memasang hulu ledak nuklir lagi, pihak Barat membatalkan penilaian sanksi. Saat ini masih belum ada negosiasi intensif.”
Dia mengacu pada ribuan hulu nuklir yang telah dipasang Iran, dan bertujuan untuk dipadukan dengan uranium berkandungan tinggi.
Uranium berkandungan tinggi dapat digunakan pada reaktor nuklir, jika dimurnikan dalam tingkat yang lebih tinggi, dalam bom atom, meskipun Iran menyangkal pendapat tersebut. (bk/aby) Dikutip oleh SuaraMedia.com

Gila! Pemuja Setan Gunakan Al-Quran Untuk Ritual!


ImageRIYADH (SuaraMedia) – Dari tindakan vandalisme kaum Satanis terhadap Al-Quran hingga kepada jurnalis yang mengkritisi mereka, Komisi Promosi Kebaikan dan Pencegahan Kejahatan atau yang dikenal sebagai Polisi Religius Arab Saudi merenggangkan ototnya dan mulai bertindak keras dan melakukan penyapuan serta menahan dan menuntut berbagai tindakan kriminal.
Hari Minggu kemarin, komisi tersebut menahan sekelompok Satanis yang meletakan Al-Quran di selokan dan tempat sampah dengan tujuan untuk mendapatkan berkat dari Iblis dan untuk meminta iblis memfasilitasi praktek mereka.
Komisi tersebut terbentuk pada 1924 dan menurut Jendral Manajer dari Divisi Kasus, komisi tersebut sekarang sedang melatih petugasnya untuk melawan ilmu sihir. Mereka juga sedang merencanakan untuk melakukan koordinasi dengan institusi religius dan akademis. Latihan tersebut akan dimulai di Riyadh dan akan mulai disebar ke cabang-cabang komisi.

Sampai saat ini, Komisi tersebut telah berhasil menangkap lebih dari 2.000 penyihir di berbagai bagian kerajaan. Penyihir-penyihir tersebut kebanyakan berasal dari Afrika.
Sementara itu, Abdul-Mohsen al-Qafary, kepala media dan public relation dari Komisi Promosi Kebaikan dan Pencegahan Kejahatan tersebut, menyampaikan pada pers bahwa komisi akan melakukan tuntutan pengadilan melawan beberapa penulis yang ngotot untuk mengkritik komisi.
Jurnalis sering mengkritik kebijakan Polisi Religius tersebut yang oleh mereka dianggap merusak hukum negara tersebut.
Menurut Qafary komisi menerima kritik yang membangun dan itu adalah hak pers untuk melakukannya, namun beberapa penulis telah memberikan kritik yang sudah melewati batas dan karena itu mereka pantas untuk dibawa ke pengadilan.
Menurutnya, mereka yang mencari-cari kesalahan demi untuk menjelek-jelekan komisi tanpa konfirmasi mengenai kebenarannya lebih lanjut sangat tidak bagus untuk masyarakat. Qafary juga menyangkal tuduhan bahwa Komisi telah mengancam untuk “menggali kuburan” untuk jurnalis yang tidak mau menghentikan kritik mereka.
Terkait dengan hubungan komisi dan anak-anak muda di Arab Saudi, Qafary mengatakan mereka harus melihat komisi dari sisi positif dari kegiatan yang dilakukan komisi dalam menyebarkan kebaikan. Qafary mengharapkan anak-anak muda Saudi dapat menghargai hal tersebut.
Pada tahun 2008 lalu, komisi menyatakan meningkatnya penangkapan pelaku kejahatan hingga 19% dari tahun sebelumnya. Namun, hanya 27% dari 434.000 orang yang ditangkap merupakan orang Saudi. Alasan-alasan penangkapan tersebut bermacam-macam namun kasus yang terbanyak adalah yang berhubungan dengan agama, kesopanan serta kepemilikan barang-barang berbau pornografi. Laporan tahunan menunjukan bahwa Mekkah menduduki posisi pertama dengan jumlah 114.844 penahanan, diikuti oleh Riyadh dengan 105.085.
Hal-hal yang dilakukan Polisi Religius Saudi yang biasanya bekerja dimana-mana sekitar kerajaan antara lain adalah untuk memastikan bahwa laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim agar tidak bersama, toko-toko tutup saat waktu sholat dan masyarakat tidak mengkonsumsi alkohol atau narkoba. (iw/aby) Dikutip oleh SuaraMedia.com

Perusahan Raksasa dibalik Konspirasi Rahasia

Kita mungkin terkejut ketika mengetahui ternyata uang yang kita belanjakan selama ini sebagian besarnya untuk membantai bangsa Palestina. Barang-barang yang kita konsumsi sehari-hari mulai dari susu, penyedap rasa, telepon genggam(HP), kosmetik bayi, pakaian dan masih banyak lagi, punya andil untuk menjadikan kita sebagai seorang pembunuh berdarah dingin secara tidak langsung. Itulah yang terjadi sekarang. Produsen barang-barang tersebut sangat loyal kepada pemerintahan Israel yang sekarang membunuh puluhan jiwa rakyat Palestina yang tidak berdosa setiap harinya. Bahkan, tak sedikit dari perusahaan itu secara terang-terangan mendukung penjajahan Israel atas bangsa Palestina. Berikut ini beberapa perusahaan-perusahaan tersebut.
America OnLine Time Warner (AOL Time Warner)
Perusahaan komunikasi terbesar yang menguasai Amerika. Hampir seluruh sahamnya dimiliki oleh orang-orang Yahudi. Sebagian produk perusahaan ini adalah Majalah Time-Live, Kantor Berita CNN. 30 persen keuntungan investasi raksasanya digunakan untuk kepentingan Israel. Tahun 1998, mendapat penghargaan JUBILEE AWARD-penghargaan tertinggi pemerintahan Israel yang diberikan kepada person atau lembaga- sebagai rasa terima kasih atas bantuan dan pertisipasi untuk kepentingan Zionisme Internasional.
APAX Partners & CO Ltd
Perusahaan ini bergerak hampir di berbagai lahan bisnis. Misalnya, Kemanan, Travel, Supermarket, Sponsor dan penyelenggara Grand Prix. Beroperasi di Amerika Serikat dan Inggris. Telah menginvestasikan 100 juta Dollar di Israel tahun 2000. Berencana untuk meningkatkan volume investasinya menjadi 600 juta Dollar untuk tiga tahun berikutnya. Mantan PM Netanyahu pernah memberikan penghargaan JUBILEE AWARD atas jasa-jasanya membantu Israel.
Coca Cola Company
Terhitung sebagai perusahaan raksasa dunia. 30 tahun lamanya mendukung Israel secara terang-terangan. Bahkan, membuat iklan yang menyakitkan hati ummat Islam. Dengan menampilkan Qubbatus Sakhra (Rock Dome) dalam iklannya. Coca cola mempunyai 200 lebih produk minuman. Namun hanya tiga yang terkenal, Coca Cola, Sprite, Fanta. Perusahaan ini sangat eksis di negara-negara Arab bahkan hampir di seluruh dunia karena didukung oleh konglomerat bahkan pemerintah setempat.
DANONE
Salah satu produsen susu, permen, biskuit, wafer dan bahan makanan. Mempunyai badan Riset dan Pengembangan di Israel. Loyalitasnya penuh untuk kepentingan Israel. Salah satu produknya di Indonesia adalah air mineral dengan merk AQUA. Mendapat penghargaan JUBILEE AWARD dari Israel tahun 1998.
DELTA GALIL
Termasuk salah satu produsen garmen Israel yang membantu Israel untuk mengusir bangsa Palestina dari negrinya sendiri. 25% sahamnya dimiliki oleh perusahaan Sara Lee(perusahaan pakaian jadi, makanan kaleng. Lihat keterangan di bawah) Mantan PM Israel Ehud Barak punya hubungan kekerabatan dengan ‘bos’ perusahaan ini. Diantara merk-merk produknya adalah Calvin Klein, Ralph Lauren, Hugo Boss, Donna Karan, DIM. Mempunyai jaringan garmen di Eropa. MARKS & SPENCER di Inggris, HEMA di Belanda, Carrefour dan Auchan di Perancis, LINDEKS di Swiss dan Tchibo di Jerman.
Walt Disney
Walaupun terdapat saham Amir Saudi Waleed bin Thalal di Walt Disney, namun perusahaan yang bergerak di bidang hiburan, film dan animasi ini murni mendukung Israel. Disney selalu berusaha untuk memburukkan citra Arab dan ummat Islam dalam produk-produknya. Ironisnya, 100 juta dollar hasil produksinya dibeli oleh TV Arab dan Timur Tengah serta 200.000 wisatawan Arab berkunjung ke Disney Land. Salah satu usahanya yang menonjol untuk mengubah sejarah ummat Islam dengan membuat pameran ‘Milenium’ dengan maksud untuk mempopulerkan alQuds sebagai ibukota ‘Abadi’ bagi Israel.
ESTEE LAUDER
Bos perusahaan ini Ronald Lauder merupakan bisnismen yang paling fanatik dengan keyahudiannya. Ia mengepalai beberapa lembaga fundamentalis Yahudi diantaranya Jewish National Fund. Produsen minyak wangi dan kosmetika ini mempunyai merk-merk terkenal seperti Aramis, Clinique, Dikny, Prescriptives, Origins, Mac Cosmetics, La Mer, Bobby Brown, Tommy Hilfiger, Jan, Donna Karan, Eifida, Stella Cosmetics, Jo Malone, Bombel & Bombel (Bb), Kat Spad.
IBM Company
Merupakan perusahaan komputer terbesar di Amerika dan dunia. Di Mesir, produk ini jarang dipakai karena harganya terlalu tinggi untuk level pribadi. IBM mempunyai investasi yang cukup besar di Israel. Bahkan mereka mendirikan badan Riset (R&D) dan mempekerjakan sekitar 2000 orang Yahudi di perusahaannya. Dalam pernyataannya di Jerusalem Post, Lawrence Ribkyrdi -vice president IBM- mengatakan bahwa tanah ini (tanah Palestina yang dijajah Israel), dan ideologi yang di anut (Zionisme) mempunyai arti yang sangat penting bagi IBM. Perusahaan ini juga telah menerima penghargaan berkali-kali dan salah satunya di masa pemerintahan Ariel Sharon.
Jhonson & Jhonson
Begitu pedih ketika kita mengetahui bahwa perusahaan yang memproduksi bahan-bahan kosmetika untuk anak-anak (bahkan ibu-ibu), pembasmi nyamuk, dan produk lainnya ini ternyata sangat mendukung penjajahan Israel. Produk-produk ini membanjiri rumah kita walaupun dengan harga yang lebih mahal ketimbang produk lainnya. Jhonson & Jhonson telah membeli Pabrik Pusains di Haifa seharga 400 juta Dollar pada September 1997. Pada masa Netanyahu, perusahaan ini mendapat penghargaan JUBILEE AWARD.
Kimberly-Clark
Produsen Tissu, pembalut wanita dan produk-produk perawatan diri wanita ini mempunyai investasi 14 juta dollar lebih. Produksinya banyak dipakai dinegara-negara Arab. Mempunyai merk-merk terkenal seperti tissu Kleenex, pembalut wanita KOTEX, Hugess, Andreeksi. Nilai investasinya di Israel mencapai 50 juta dollar. Pada masa Netanyahu, perusahaan ini menerima JUBILEE AWARD yang langsung diterima oleh President Direkturnya, Robert B Van Der Meero.
LEWIS TRUST
Kepala perusahaan ini-seorang Yahudi ekstrem-David Lewis merupakan salah seorang investor terbesar di bidang pariwisata dan perhotelan di Palestina. Perusahaannya-dengan mengumpulkan dana-mempunyai peranan penting terhadap meluasnya pendudukan Israel atas tanah bangsa Palestina. Diantara hotel-hotelnya Isrotel di Palestina, Eprotel di Spanyol dan Portugal. Juga beberapa savana di Inggris serta mempunyai merk pakaian River Island. David Lewis juga anggota pendiri Yayasan Inggris-Israel.
LOREAL
Perusahaan yang berproduksi alat-alat kecantikan wanita ini mempunyai sikap yang mendua. Ketika Liga Arab mempropagandakan embargo terhadap produk Israel, LOREAL termasuk yang akan menghentikan produksinya di Israel. Namun, akibat keputusannya ini LOREAL didenda 1,4 juta Dolar Amerika. Akhirnya bukan malah menyetop produksinya, justru malah menambah angka produksi. Sekarang ini LOREAL menjadikan Israel sebagai pusat produksinya. Bahkan sahamnya sebanyak 35 % dijual kepada perusahaan Interbeauty seharga 9 juta dolar. Hasil-hasil produksinya menjadi merk terkenal. Misalnya GIORGIO ARMANI, REDKEN AVENUE, VICHY laboratoires, La Roche Posay, Ralph Lauren, MAYBELLINE, BIOTHERM, Helen Rubinstein, Garnier.
MARKS & SPENCER
Perusahaan yang mempunyai jaringan butik di Inggris merupakan pendukung utama Israel dalam setiap aksinya. Tak ada perusahaan yang punya dukungan sebesar Marks & Spencer. Hal ini dituturkan sendiri oleh Lord Marcus Seif. Salah satu tujuan perusahaan ini didirikan adalah sebagai penopang pertumbuhan ekonomi bagi Israel. Sejarah berdirinya perusahaan ini memang penuh warna Yahudi. Bahkan jauh sebelum negara Yahudi diproklamirkan. Berdiri tahun 1884 oleh Michael Marks seorang Yahudi Rusia. Sejak berdiri, perusahaan ini melaju pesat dan dipimpin oleh tokoh-tokoh zionis. Selain mengumpulkan dana untuk membantu migrasi Yahudi ke bumi Palestina, mereka juga mendukung penuh Inggris-sebagai negara adidaya waktu itu-dalam perpolitikan untuk maslahat Israel. Mendapat penghargaan berkali-kali dari pemerintahan Israel. Salah satunya JUBILEE AWARD.
NESTLE
Sungguh mengejutkan hati, tatkala perusahaan yang berpusat di SWISS dan memproduksi bahan-bahan makanan menjadi salah satu perusahaan yang sangat membantu Yahudi dalam setiap aksinya. Perusahaan raksasa yang mempunyai cabang hampir di seluruh negara di dunia ini mempunyai tak kurang dari 17 laboratorium riset dan pengembangan (R&D). Diantara laboratorium yang terpenting ada di Israel. Operasinya khusus untuk mengembangkan makanan yang sesuai dengan Syari’at Yahudi. Sebanyak 50 % sahamnya dipegang oleh orang-orang Yahudi. Yang terbesar adalah “OSEM” memproduksi makanan. Pada masa Netanyahu, NESTLE dianugrahi
JUBILEE AWARD.
Cukup banyak produk-produk NESTLE. Diantaranya, susu NIDO, NESCAFE, VITTEL (merk dagang perusahaan air mineral, diantaranya adalah BARAKA), Pure Live, Susu Carnation, Lypies,Milk Maid, minuman coklat Nesquik, penyedap rasa MAGGI, Cross & Balckwell, coklat KITKAT, Milk Bar, Quality Street, Lion, Polo, makanan kucing Felix. Yang harus diketahui bahwa produk-produk NESTLE mempunyai nama dan merk sesuai dengan negara setempat.
News Corporation
Imperium produsen ‘kabar berita’ dan film yang beroperasi di AS dan dunia. Kaisarnya adalah seorang Yahudi Robert Murdoch. Investasinya diperkirakan mencapai 42 milyar dolar Amerika dengan income pertahun 14 milyar. Berupaya untuk selalu mempropagandakan ideologi Yahudi dengan teknologi yang dimiliki. Banyak perusahaan-perusahaan Arab yang membeli film-film produk New Corporation ini. Juga, tak sedikit pula yang menjalin kerjasama bisnis dengannya. Khusus di tanah pendudukan, News Corporation membuka lapangan kerja bagi para pemuda Yahudi. Begitu juga diseluruh cabang-cabangnya. Memiliki perusahaan film 20th CENTURY FOX, Tv FOX, FOX for Kids, SKY TV, StarTV, National Geographic Channel, koran Weekly Standard, News World, The Sun, Times, Sunday Times, Time Educational, Daily Telegraph, Herald Sun, Independent, News Photos, Sunday Herald, Sunday Meil, New York Post, dan sebagainya. Juga buku-buku serta jurnal khusus. Dari data diatas, cukuplah bagi Murdoch News Corporation untuk menutupi data dan fakta serta memplintir semua yang terjadi di Israel.
Perusahaan HP NOKIA.
Percaya atau tidak bahwa ternyata perusahaan komunikasi yang berpusat di Finlandia ini tak lain hanya salah satu media untuk melanggengkan penjajahan Israel. Investasi NOKIA di Israel mencapai 500 juta dolar AS. Juga memfasilitasi pembangunan pangkalan teknologi mutakhir yang dikontrol sepenuhnya oleh Israel. Hal ini diungkapkan secara jelas oleh pimpinannya, Lars Wolf. Bahkan Wolf menambahkan, seluruh aset komunikasi mutakhir digunakan untuk membantu Israel menjadi negara termaju dibidang komunikasi.
REVLON
Produsen kosmetika, hiburan dan seni. Seluruh produk kosmetiknya membawa merk dagang REVLON. Pemiliknya adalah seorang Yahudi fundamentalis-ekstrem, Milyarder Ronald Phrilman. Seorang yang sangat antusias mempropagandakan Holocaust seantero dunia. Selain memiliki perusahaan kosmetik REVLON, juga mengepalai New World Corporation di bidang hiburan dan perusahaan FORES. Tentu saja keuntungan yang didapat digunakan untuk kepentingan Yahudi.
Sara Lee
Memproduksi pakaian jadi, makanan kaleng serta kosmetik perawatan diri. Memiliki 25 % saham perusahaan DELTA GALIL ( keterangan diatas). Mendapat Penghargaan JUBILEE AWARD.
Silvryditch
Bergerak di bidang produksi alat kecantikan, minuman keras, roti dan biskuit serta bahan-bahan makanan. Keuntungan perusahaan ini sebagian besarnya didermakan untuk membantu Israel mengusir rakyat Palestina dari tanahnya sendiri.
The Limited
Salah satu perusahaan yang terang-terangan membantu Israel dengan segenap kemampuannya. Berdiri tahun 1963 di Ohio. Memiliki sekitar 2700 trade center ditambah 5 mall dengan menggunakan nama berbeda. Misalnya Express sekitar 668 tempat. The limited 389 tempat. Learner New York 560 tempat. Structure 369 tempat. New York and Company 79 tempat plus tempat-tempat lain. ‘Bos’ perusahaan ini adalah seorang Zionis Extrem, Lesley Wykanser. Anggota dewan pengurus sekte “Eimet” yang terdiri dari bisnismen dan politikus Yahudi. Dari lembaga inilah muncul kamar perang Informasi dengan tujuan membentuk opini Amerika dan Internasional untuk mendukung Israel dan memusuhi Arab dan Umat Islam secara kontinyu. Para tokoh Eimet ini diantaranya adalah Leonard Eibrimson-investor dibidang kesehatan(salah seorang ketua). Termasuk dalam dewan pengurusnya adalah Berny Markos, pendiri perusahaan Home Depot-, Lesley Wykanser-bos The Limited-, Edgar Brownfman-pemilik perusahaan Cygram-, Lo Dunberry, pialang di pasar uang Amerika Wall Street dan pemilik saham salah satu bank terbesar di Israel. Tokoh penting lainnya adalah Jean Kirk Patrick, mantan Duta Besar AS untuk PBB.
Home Depot
Perusahaan kedua terbesar di bidang bisnis. Keuntungan penjualannya pertahun mencapai 45 milyar dolar AS. Mengelola sekitar 1029 outlet di Amerika, 67 di Kanada, 7 di Amerika Latin plus mengelola 26 markas untuk menyelenggarakan pameran serta bekerja sama dengan 227 ribu orang. Mempunyai merk dagang EXPO (penyelenggara pameran), Villadger hardware, Giorgio light. Pemiliknya adalah Berny Markos salah saorang pengelola kamar perang informasi.
Intel
Perusahaan raksasa AS yang bergerak di bidang informasi dengan produknya yang terkenal Intel Pentium. Untuk memboikotnya termasuk yang paling sulit karena hampir semua hardware komputer bagian dari produknya. Intel merupakan lembaga teknologi Amerika yang mendukung penjajahan Israel atas bangsa Palestina secara terang-terangan. Tahun 1974, Intel membangun Labor Riset dan Pengembangan pertama diluar Amerika yaitu di Haifa. Sejak tahun itu Intel terus membantu pengembangan teknologi Israel baik secara komunikasi maupun militernya. Intel juga membangun pabriknya di tengah pemukiman Keryat Gat (nama sebelumnya ialah el Mansyiat el Iraq) dengan mengusir 2000 orang Palestina yang menghuni 300 rumah. Juga menghancurkan 2 mesjid dan sebuah sekolah. Dengan kapasitas 4000 orang Yahudi, maka Intel menjadikan tempat ini sebagai lokasi terpenting untuk mengekspor teknologinya dengan omset 3 juta dolar perharinya. Untuk diketahui, Pentium 4 merupakan hasil produksi pabrik ini. Selain itu juga Intel mempunyai R&D di wilayah Al Quds. Total omset Intel di Palestina sesuai dengan statistik tahun2001 mencapai 2 milyar dolar. Ironis memang, hampir semua perusahaan ini mempunyai pasar di negara-negara Arab dan Islam. Padahal semua produk dan keuntungannya semata-mata untuk memusuhi bahkan membantai bangsa Arab dan ummat Islam. Allahumma farrij anna alkarb wa ‘anil makrubiin.

Awas! WikiIslam, Ensiklopedia Sesat Berkedok Islam!

ImageTidak ada yang tidak mengenal Wikipedia sebagai ensiklopedia multilungual – yang didukung oleh Yayasan non-keuntungan Wikimedia – yang merupakan referensi umum yang paling populer di Interenet. 2,8 juta artikel dalam bahasa Inggris ditulis secara kolaboratif oleh para relawan di seluruh dunia, Jonathan Dee dari The New York Times, dan Andrew Lih dalam Simposium Internasional kelima pada Jurnalisme Online menyebutkan pentingnya Wikipedia yang tidak hanya sebagai referensi ensiklopedia tetapi juga sebagai sebuah sumber berita yang sering kali diperbaharui. Keberadaan pentingnya ensiklopedia multilungual di internet dibutuhkan oleh semua komunitas masyarakat, tidak terkecuali komunitas Muslim di seluruh dunia. Tidak sedikit ensiklopedia online yang menyediakan referensi berita maupun segala pengetahuan tentang Islam, tetapi untuk menemukan yang paling dipercaya dan paling akurat akan sangat sulit mengingat kebanyakan dari artikel tersebut dapat diubah oleh siapa pun yang dapat mengakses situs Wikipedia maupun situs ensiklopedia Muslim lain. Hal inilah yang membuat reliabilitas dan akurasi menjadi satu masalah dalam proses editorialnya. Tidak jarang para pengguna Internet Muslim tertipu oleh nama dari ensiklopedia Islam tersebut.
Salah satu diantara situs ensiklopedia tersebut adalah WikiIslam.com. Pada September 2006, Faith Freedom International – sebuah organisasi yang mengkalim dirinya sebagai akar dari pergerakan seluruh dunia dari ex-Muslim dan semua yang khawatir tentang meningkatnya ancaman Islam – meluncurkan WikiIslam. FFI – pendiri dari WikiIslam merupakan organisasi yang didirikan oleh seorang mantan Muslim Iran yang tidak taat yang bertempat tinggal di Kanada.

Nampak sekilas bahwa alamat situs tersebut merupakan sumber rujukan lengkap bagi Muslim, tetapi jika dilihat dengan teliti, situs tersebut merupakan sebuah komunitas yang mengumpulkan bahan-bahan negatif dan kritis tentang Islam. Menurut bagian FAQ dalam situs tersebut, “Perbedaan utama antara WikiIslam dan Wikipedia adalah pendapat kritis dari Islam tidak disensor pada WikiIslam untuk kebenaran politik.” Disebutkan pula dalam bagian yang sama situs tersebut bahwa tujuan utama dari WikiIslam adalah untuk membantu Muslim meninggalkan Islam dengan menyediakan informasi yang sebaliknya mungkin tidak tersedia bagi mereka. Karena sifat dasar kontroversial dari situs tersebut yang menujukan pada vandalisme, karena hal itu pula lah peningkatan tindakan keamanan telah dikerjakan.
WikiIslam merupakan subjek pembicaraan dari sebuah artikel pada masalah 7/2007 dari jurnal Contemporary Islam, yang berjudul “Cyber-Islamophobia? The case of WikiIslam” (Cyber-Islamophobia? Kasus WikiIslam), yang memperdebatkan bahwa situs tersebut melakukan bias pemilihan dengan mengumpulkan hanya bahan-bahan negatif dan kritis. Artikel tersebut menyatakan bahwa “Dalam hubungannya pada kriteria yang dirancang oleh the Runnymede Trust … seharusnya cukup mudah untuk memberi nama kebanyakan bahan-bahan yang diterbitkan pada WikiIslam sebagai bentuk ekspresi dari Islamophobia.” Göran Larsson menambahkan bahwa “kesan saya adalah cerita yang dilaporkan oleh WikiIslam hanya dipilih untuk menunjukkan bahwa Muslim merupakan orang yang bebal, terbelakang atau bahkan bodoh.” Karena kehadiran dari bahan-bahan yang diperoleh dari situs yang lain, seperti MEMRI, artikel tersebut mencatat bahwa “menjadi jauh lebih sulit untuk membantah bahwa semua informasi yang diposkan pada WikiIslam merupakan Islamophobik.”
Tidak jarang terdapat artikel ataupun definisi dari satu istilah Islami yang mengejutkan terdapat dalam situs tersebut. Yang sangat mengejutkan adalah pada halaman utama dari WikiIslam ditunjukkan sebuah kartun nabi Muhammad dari harian Denmark. Tidak hanya itu, cobalah masukkan satu kata kunci dalam mesin pencari (search engine) WikiIslam tentang Allah, maka muncullah definisi mengejutkan yang akan membuat telinga kebanyakan Muslim geram atas kontroversi yang disebutkan dalam definisi tersebut. Disebutkan bahwa “Menurut Muslim, Allah merupakan Pencipta dari jagad Raya. Allah tidak berarti ‘Tuhan tetapi lebih kepada ‘Pencipta Jagad Raya’ dan hal ini merupakan tanda dari asal muasal musyrik Islam. Pada era sebelum Islam, Allah merupakan pencipta tertinggi, dewa dari orang-orang Arab. Kata Allah pada awalnya merupakan nama dari sebuah dewa bulan yang tinggal dalam sebuah batu yang terletak di Ka’bah. Allah juga merupakan Tuhan Bulan diantara tuhan-tuhan yang mereka percaya.”
Menurut sebuah penelitian pada 2002 oleh profesor jonathan Zittrain dan Benjamin Edelman dari Universitas Harvard, Saudi Arabia telah melarang situs tersebut. The Public Interest Registry (layanan Pendaftaran Kepentingan Publik) yang digunakan oleh semua domain.org, dan Alexa.com menyatakan bahwa situs FFI bertempat di Bellevue, Washington USA. Rangking lalu lintas untuk organisasi tersebut mengalami naik turun sejak didirikan pada Juni 2001. menurut Site Meter, FFI telah memiliki lebih dari 25 juta pengunjung sejak didirikan, menerima kira-kira 10.000 pengunjung setiap hari sekitar satu juta halaman ditonton setiap bulan. (ppt/wp/wi/pbs) Dikutip oleh SuaraMedia.com

Anti-Zionis Israel di Barat


Ribuan warga Inggris dalam aksi unjuk rasa anti-Zionis Israel di London menyatakan sikap solidaritas mereka terhadap warga Gaza. Disamping itu, mereka juga menuntut masyarakat dunia tidak melupakan brutalitas Rezim Zionis Israel di Palestina. Para demonstran menggelar aksi unjuk rasa dengan slogan, “Kenanglah Gaza.” Jalan-jalan di sekitar bundaran Trafalgar dipadati para demonstran. Di bundaran tersebut, sejumlah tokoh politik, anggota Parlemen Inggris serta aktivis sipil dan anti-perang silih berganti menyampaikan orasi mereka di depan para demonstran anti-Zionis.
Ketua Aliansi Hentikan Perang, Lindsey German, dalam pidatonya di depan para demonstran, seraya menyinggung kriminalitas Rezim Zionis Israel di Gaza dan peran pemerintah Inggris dalam membela rezim ini, mengatakan, “Dalam memprotes brutalitas Zionis Israel, kita tidak boleh lupa bahwa Inggris juga berperan dalam mendeklarasi dan melindungi Zionis.” Ditekankannya pula, “Sangat disayangkan, kami masih menyaksikan pemerintah Inggris terus memberikan dukungan penuh terhadap Israel. Bahkan pekan lalu, para pejabat Inggris menyambut kunjungan Menteri Luar Negeri Zionis Israel, Avigdor Lieberman.” Lebih lanjut Lindsey German mengatakan, pemerintah Inggris daripada mengundang para pejabat Israel ke London, sudah seharusnya menghentikan hubungan diplomatiknya dengan rezim ini dan memboikotnya.”
Martyn Linton, seorang anggota Majelis Rendah Inggris dalam aksi unjuk rasa tersebut mengatakan, “Sejak deklarasi Israel, rezim ini di bawah kekebalan hukum internasional, terus melakukan kriminalitas dan pembantaian massal terhadap bangsa Palestina.” Dikatakannya pula, “Hingga kini, kita masih menyaksikan politik brutal Zionis. Yang lebih unik lagi, satupun dari pejabat Israel yang terlibat dalam kekejian di Palestina tidak diadili oleh Barat.”
Baroness Jeny Tang, seorang anggota Majelis Tinggi Inggris juga menyampaikan orasinya di depan para demonstran anti-Zionis Israel. Dalam pidatonya, ia mengecam kebungkaman sejumlah negara Barat, khususnya AS dan Inggris terhadap brutalitas Rezim Zionis Israel. Dikatakannya pula, “Sangat disayangkan, media-media massa Inggris lebih cenderung menghindari publikasi kriminalitas Zionis Israel.” Ia juga menegaskan bahwa Inggris sudah seharusnya memutuskan hubungan diplomatik Israel dan memboikot produksi rezim ini.
Demontrasi anti-Israel juga digelar di Jerman. Para demonstran melakukan aksi unjuk rasa dengan mengusung slogan, “62 Tahun Keterlantaran”. Menariknya, aksi itu digelar di depan Kedutaan AS di Berlin. Para pengunjuk rasa memprotes berlanjutnya pendudukan Israel terhadap Palestina dengan dukungan politik, militer, dan ekonomi negara-negara Barat.
Di Norwegia, organisasi buruh terbesar di negara ini juga mengecam brutalitas Zionis Israel dan menuntut pemerintahnya supaya memboiko produksi-produksi rezim ini hingga berakhirnya pendudukan di Palestina. Lebih dari itu, para demonstran juga mendesak pemerintah Norwegia supaya membentuk aliansi internasional anti-Zionis Israel. Lebih dari sepertiga buruh di negara ini bergabung dalam organisasi tersebut.

James Bond Turki Kisahkan Konflik Palestina – Israel


by konspirasi on March 6, 2010




ANKARA (SuaraMedia News) – Israel mungkin akan merasa tidak senang, namun sebuah tayangan populer televisi dan film Turki yang dulu menceritakan mengenai seorang dokter Yahudi yang mencuri organ tubuh para tahanan Muslim di Irak, kini mengemukakan rencana untuk merilis sebuah film yang mengambil setting di Palestina.
“Valley of the Wolves: Palestine” diproyeksikan akan menelan dana lebih dari 10 juta euro. Dengan biaya produksi sebesar itu, film tersebut masuk dalam jajaran film termahal Turki.

Dijadwalkan rilis pada bulan November, film tersebut mencoba menyusul kesuksesan “Valley of the Wolves: Iraq” yang rilis pada tahun 2006.

“Valley of the Wolves: Iraq” yang menceritakan para prajurit AS yang membabi buta di Irak, mencatatkan penjualan tiket sebanyak 4,2 juta lembar di tengah tudingan anti-Amerika dan anti-Semit.

“Setelah Irak, kami memutuskan bahwa dalam film Polat berikutnya, kami akan kembali mengangkat kisah internasional,” kata Bahadir Ozdener, sang penulis naskah, yang duduk di sebuah ruangan penuh kamera antik di Nisantasi, sebuah kawasan elit di Istanbul.

Yang menjadi tokoh utama adalam Polat Alemdar, seorang agen yang selalu menenteng pistol, berpakaian rapi dan tidak terlalu banyak menunjukkan ekspresi wajah.


Diperankan oleh aktor Necati Sasmaz, yang belum pernah memiliki pengalaman akting sebelumnya, dan disulih suara oleh aktor lainnya, Polat terkadang disebut-sebut sebagai James Bond-nya Turki. Sosok Polat diidolakan oleh jutaan anak muda Turki, yang sampai meniru gerak-gerik dan pola bicaranya.

Dalam film baru tersebut, Ozdener mengatakan bahwa dirinya ingin membuka mata dunia dan menceritakan sejarah, mengenai apa yang sebenarnya terjadi di Palestina.

Dia menyebut konflik Palestina sebagai sebuah contoh sempurna dari target-target kaum penjajah. Turki telah sejak lama menjadi anggota NATO, sekutu tradisional Amerika Serikat, dan menjalin hubungan dengan Israel sejak pertengahan tahun 1990-an. Turki menganut paham sekuler, namun mayoritas penduduk negara tersebut adalah Muslim.

“Cerita yang diangkat dalam tayangan ini adalah kisah alternatif dari peristiwa yang sebenarnya terjadi,” tambah Orhan Tekelioglu, seorang cendekiawan yang menulis mengenai film tersebut dalam kolomnya di surat kabar Radikal.

“Sederhananya, (film) itu mengisahkan mengenai Turki yang mendapatkan serangan kekuatan asing, pertama dari AS, kemudian dari Israel.”

Valley of the Wolves: Palestine dibuat beberapa saat setelah seri Valley of the Wolves memicu kecaman di Israel.

Pada bulan Januari lalu, sehubungan dengan penayangan sebuah episode serial televisi populer tersebut, yang mengisahkan agen-agen Israel menculik seorang anak Turki, Deputi Menteri Luar Negeri Israel, Danny Ayalon, memanggil duta besar Turki.

Pertemuan Ayalon dan duta besar Turki berbuntut panjang karena Ayalon menolak menjabat tangan Ahmet Oguz Cellikol, sang duta besar Turki, dan mendudukkan Cellikol di kursi yang lebih rendah di hadapan kamera televisi.

Turki marah besar dengan tindakan tersebut, dan kini, hubungan Israel dan Turki bertambah tegang dengan film tersebut, yang akan menceritakan sepak terjang Polat Alemdar di Gaza, Tepi Barat dan Yerusalem.

“Kami tidak bisa menanggapi sesuatu yang belum kami saksikan,” kata Tal Gat, deputi konsulat jenderal Israel di Istanbul.

Liga Anti Penistaan (Anti-Defamation League – ADL), sebuah kelompok Yahudi yang berbasis di AS dan menentang anti-Semitisme, mengatakan bahwa film tersebut berseberangan dengan tradisi Ottoman (Turki) yang menjunjung toleransi beragama.

“Dalam sejarahnya, Turki tidak “tercemar” dengan anti-Semitisme,” kata Abraham Foxman, direktur nasional ADL. “Tapi ironisnya, saat ini Turki menyebarkan anti-Semitisme melalui media massa.”

Tayangan Valley of the Wolves, yang dibuat oleh perusahaan produksi Pana Film, meraup sukses luar biasa di Turki.

Valley of the Wolves berisi cerita mitologi yang disukai kalangan nasionalis. Mengisahkan mengenai pahlawan tunggal yang memandu orang-orang Turki keluar dari lembah Asia Tengah, melewati jebakan musuh.

Serial televisi yang dikenal dengan nama “Kurtlar Vadisi” di Turki tersebut pertama kali ditayangkan pada tahun 2003. Dalam tayangan awal tersebut, Polat Alemdar ditugasi untuk menembus tembok kejahatan terorganisir di Turki.

Dengan dibumbui adegan baku tembak dan kekerasan, tayangan tersebut dengan cepat mampu mencuri perhatian para pemirsa. Menurut klaim Pena, saat ini tayangan tersebut ditonton oleh 20 hingga 40 juta warga Turki.

Kemudian, muncullah Valley of the Wolves: Iraq, film yang ditayangkan pada tahun 2006. Dalam film tersebut, Polat Alemdar berjibaku dalam kejadian pada bulan Juli 2003, ketika pasukan AS menangkap dan menyekap pasukan khusus Turki di sebelah utara Irak.

Dengan gaya pengambilan gambar layaknya film Hollywood, film tersebut menceritakan mengenai penyiksaan yang terjadi di penjara Abu Ghraib.

Setelah Irak, Pana Film membuat seri yang mengisahkan konflik melawan gerakan separatis Kurdi. Namun pemerintah mendesak agar tayangan “Valley of the Wolves: Terror” dihentikan setelah tayang satu episode, karena tema yang diangkat dianggap terlalu sensitif.

Kritikus film Turki, Alin Tasciyan, yakin bahwa Valley of the Wolves, yang mengusung gaya Hollywood, dapat menyampaikan pesan yang amat berbeda. Dia menybut film tahun 2006 tentang Irak tersebut sebagai film yang “anti-Amerika, namun dengan gaya yang sangat Amerika.” (dn/hz) www.suaramedia.com


Artikel terkait

Nazi adalah Zionist


Some people like to compare those they wish to kill with Hitler and the Germans under Nazism.

But one comparison truly reflects history, not emotion, and truly holds up:

The Nazis wished to declare "Germans" a distinct ethnicity - and to marshal "Germans" together into a unified political force, in an ethnically and religiously homogenized homeland.
This is plain fact.
The Zionists wish to declare "Jews" a distinct ethnicity - and to marshal "Jews" together into a unified political force, in an ethnically and religiously homogenized homeland.
This too is plain fact.


Zionism did come first, however, and Nazism was partly an emulation of it and partly a "pre-emptive" response against it.

Under Zionism (or Nazism,) a state would be "redeemed" through violent purification, and new Jewish-only (or German-only) "settlements" would be created through ethnic-cleansing - in Palestine and all the way to the Tigris-Euphrates (or Poland and all the way to the Ural Mountains).

The new state would be a highly egalitarian, worker-friendly, or "socialist" democracy, but it would reject the internationalism that is normally essential to socialist doctrine: the blessings of socialism and democracy would be neatly reserved for one distinct ethnicity, in an officially ethnic-supremacist land, wherein the special ethnic rights of the favored nationality would supercede the human rights of less favored groups.

The new state would be a democratic "National Socialism."


The national socialism, which was and remains the Zionist goal, is fundamentally identical to the national socialism we know as Nazism. Zionism is Jewish national socialism, just as Nazism was German national socialism.

Both Nazism and Zionism are based on a fancifully mythic interpretation of history and nationality - one producing a "Master Race," the other producing a "Chosen People" or "Sons of the Covenant" (B'nai B'rith).

Both latched onto a simplistic, ancient religious symbol - the swastika and star of David - as if to assume from it some special authority. In both cases, the adopted symbol actually has very little to do with the ethnic group it supposedly represents, and nothing to do with the violent racial or ethnic superiority claimed by those who use it as a banner of ethnic conquest and
ethnic-cleansing. (Keep in mind that the Magen David has little to do with ancient Israel and nothing to do with the Eastern Europeans who converted to Judaism several centuries ago.)

In both cases, Zionism and Nazism, the ethno-centric tribal chauvinism and racism commonly found in Eastern Europe was transferred to and adopted by otherwise-modern elements of a broader group - "the Germans" and "the
Jews" - and that Eastern European racist ideology would displace what was civilized and decent in the larger groups.

The main difference is, whereas Germans adopted an Eastern European tribal ideology, in the case of Zionism, a racist Eastern European group (Ashkenazim) physically migrated, with their tribal ideology, to Palestine, a totally MYTHIC "promised land," to which they had no hereditary or cultural ties, and found success by imposing their racism on innocent, unarmed, helpless, and non-racist people.
(A few mythic references to the Holy Land and its history do NOT constitute a cultural tie.)


Both Nazi Germany and Zionist Israel would build military power, secretly violating international law by manufacturing weapons - including NUCLEAR weapons - which they were not supposed to have, and both would conduct illegal
espionage to steal materials they could not otherwise obtain.

Comparing Nazi Germany to IRAQ, on the other hand, is fanciful nonsense.

Neither Saddam Hussein nor Islam espouse any philosophy of ethnic
superiority or supremacy, as Zionism does quite explicitly.
If we avoid comparing the credibility of their pretexts, Iraq's invasion of Kuwait CAN be compared with Nazi Germany's taking the Sudetenland - and then it can be compared with every invasion that has ever occurred.

In fact, the current pretexts for invading Iraq give it an equivalence with 1940 Poland, rather than Germany; and the Warsaw Ghetto is quite equivalent to the post-'67 Zionist Israeli occupied parts of Palestine.

The Zionist ethnic conquest of Palestine can be closely compared with the Nazi drive for "lebensraum" in Poland, through the importation of a desired ethnicity
(German or "Aryan") at the expense of the indigenous people. And Israel's invasion of Lebanon, in 1982, was primarily a campaign of extermination against Palestinian civilians and national leadership (death toll estimates range between about 19,000 and 30,000), much like the extermination campaigns run by the Nazis in conquered European states.

In both cases, Nazi Germany and Zionist Israel, the official doctrine of ethnic-supremacy would create eternal conflict with all neighboring countries, and much of the world, until such time as the neighbors were totally crushed and dominated and the unwanted ethnicities and religions

wiped out or driven far, far away.

In both cases, much of the world would stand by, trying to profit as much as possible from the early "success" of a highly unified and officially
racist doctrine, as it massacred tens of thousands of less favored ethnic types - until the danger got way too far out of hand and nuclear combat
became inevitable.


Dave Kersting
dakersting@earthlink.net



Let me say this again

In both Nazi Germany and Zionist Israel, the official doctrine is one of
ethnic-supremacy, the Master Race and the Chosen People.

The Nazis declared the "Germans" a distinct ethnicity and race, superior to others, the Master Race and sought to make "Germans" into an ethnically and religiously homogenized homeland.

The Zionists have declared "Jews" a distinct ethnicity, a distinct race, superior to others, the Chosen People of God and are trying to make the "Jews" and Israel into an ethnically and religiously homogenized homeland by driving the Palestinians, the original inhabitants, out.

Both Nazis and Jews sought to create a larger socialist state where their are "special ethnic rights" for the favored people.

Both Nazis and Jews seek to purify their race. In Hitler's Germany there were marriage laws and in Zionist Israel state paid Rabbi's of the fundamentalist Orthodox Judaism don't recognize marriages outside Orthodox Judaism. In Israel it is against the law to try and convert someone.

The Nazi's sought to create "lebensraum" or living room in Poland and the lands east to the Urals moving German settlers into the lands previously occupied by eastern Europeans.

The Jews are seeking "lebensraum" in Palestine and claim that all the lands from the Nile in Egypt to the Euphrates in Iraq were promised to the Chosen People by their God. The Zionists have moved settlers into lands previously occupied by the Palestinians (though now they are moving back out in some areas).

Both Nazism and Zionism chose simplistic, ancient religious symbol to rally the race and carry out a policy of ethnic conquest and ethnic cleansing.

Just as Nazism was German national socialism, Zionism is Jewish national socialism wrapped in a theocratic state. Both are based on a mythic interpretation of history, the Chosen People, the Master Race.

In 1940 Germany invaded Poland and created the Warsaw Ghetto. In 1967 the Jews seized what are now the occupied territories and created ghettos for the Palestinians with their Apartheid Wall and blockades around Palestinian villages.

Just as the Nazi's built up illegal weapons in their preparations for war Israel today has built up to 400 nuclear weapons and has refused to acknowledge them or sign the nuclear non-proliferation treaty.

Like the Nazis the Jews have had their racial scientists such as Elias Auerbach who wanted Jews to be "politically autonomous, culturally whole, and racially pure.” and Aron Sandler, Felix Theilhaber, and Ignaz Zollschan. Though Jewish organization here in the United States have historically supported unrestrained immigration into this country in Israel they practice the racial policies of the Nazis.

Both Nazism and Zionism created conflict with neighboring countries and sought to dominate them and drive out unwanted ethnicities. The eastern Europeans who were considered sub-human by the Nazis and the Palestinians? “We should get rid of the ones who are not Israeli citizens the same way you get rid of lice. We have to stop this cancer from spreading within us.” Rehavam Zeevi, member of the powerful Security Cabinet and Israel’s Minister of Tourism (Assassinated in October, 2001)

Unlike the Nazis the Jews have created a ethnic/nation that lives within other nations and seeks to bend them to their will, giving unwavering support for the racist theocratic state of Israel.



From the horse's mouth:


"Our race is the Master Race. We are divine gods on this planet. We are as different from the inferior races as they are from insects. In fact, compared to our race, other races are beasts and animals, cattle at best. Other races are considered as human excrement. Our destiny is to rule over the inferior races.

Our earthly kingdom will be ruled by our leader with a rod of iron. The masses will lick our feet and serve us as our slaves.
"
-Menachem Begin (Israeli Prime Minister, 1977-1983)

(Hitler would never dare say such a thing as the above quote)

Projek Rahasia Israel Hancurkan Al-Quds Terbongkar

Pemerintah Israel menargetkan dalam jangka waktu delapan tahun, kota tua Al-Quds atau Yerusalem harus sudah berada dibawah kekuasaan Israel secara penuh dan wajah kota Al-Quds harus sudah berubah secara total menjadi kota yang bercirikan Yahudi.
Target itu tertuang dalam sebuah master plan kota Al-Quds yang didukung oleh kantor perdana menteri Israel dan walikota Yerusalem. Untuk mewujudkan target itu, rezim Zionis menjalin kerjasama dengan kelompok-kelompok ekstrimis Yahudi sayap kiri.
Rancangan kota Al-Quds di masa depan itu dirahasiakan oleh rezim Zionis, tapi tercium oleh organisasi non-pemerintah Israel, Ir Amim. Dalam pernyataannya, Ir Amim menyebutkan bahwa rezim Zionis menyusun rencana rahasia itu tanpa melibatkan pendapat publik, sehingga publik tidak tahu adanya master plan itu.
“Perencanaan dilaksanakan dengan diam-diam, tanpa pemberitahuan publik, tanpa kordinasi dengan gereja-gereja atau lembaga-lembaga waqaf Muslim. Tindakan ini telah melanggar aturan transparansi,” kata Daniel Seidemann, pendiri organisasi Ir Amim.
Rezim Zionis Israel menunjuk Otoritas Pembangunan Kota Yerusalem sebagai pelaksana perencanaan perubahan kota Al-Quds. Berdasarkan dari master plan yang berhasil diungkap, Israel akan menggusur Kota Tua dan sebagai gantinya akan dibangun sembilan taman nasional, jalur kereta, trem, eskalator, terowongan bawah tanah dan tempat-tempat wisata.
Taman-taman nasional yang akan dibangun, merangkap sebagai tempat peribadahan warga Yahudi. Taman-taman itu akan dibatasi dengan pagar dan didirikan di atas tanah publik dan tanah milik pribadi, dan akan dihubungkan dengan pemukiman-pemukiman Yahudi yang ada Al-Quds dan Tepi Barat.
Menurut Ir Amim, master plan perubahan kota Al-Quds menjadi kota Yahudi dirancang dan disetujui sejak tahun 2005. Tapi Perdana Menteri Ehud Olmert dan walikota Yerusalem menginginkan agar master plan dan pelaksanannya dirahasiakan.
Perencanaan tersebut ditargetkan selesai tahun 2013. Untuk pembangunan, rezim Zionis merekrut kelompok Elad, sebuah kelompok beranggotakan para pemukim Yahudi yang juga mengelola sejumlah pemukiman-pemukiman Yahudi di Silwan. Tidak heran kalau selama ini, kelompok Elad selalu menentang pembagian kota Al-Quds sebagai salah satu upaya solusi perdamaian Israel-Palestina.
“Dengan terungkapnya rencana rahasia ini, untuk pertama kalinya terbongkar adanya kolaborasi antara pemerintah dan para pemukim Yahudi yang bergabung dalam satu lembaga untuk mewujudkan apa yang disebut sebagai wilayah kekuasaan teritorial berdasarkan keyakinan agama Yahudi,” demikian pernyataan Ir Amim.
Kota Al-Quds adalah kota penting bagi umat Islam, karena di kota itu terdapat tempat suci ketiga umat Islam yaitu Masjid Al-Aqsa.Di kota itu juga terdapat tempat-tempat suci umat Kristiani.Dalam Perang Enam Hari, Israel merampas dan menguasai kota Al-Quds. PBB dan sebagian masyarakat dunia tidak pernah mengakui klaim Israel bahwa Al-Quds adalah bagian dari kekuasaan Israel. (ln/iol)