Pages

Thursday, September 2, 2010

Bekas Pelayan Tuhan Yesus Masuk Islam


(Paulus F. Tengker – Rachmat Hidayat)

Saya seorang pria, dilahirkan di Manado 27 tahun yang lalu, nama saya Paulus F. Tengker, saya dilahirkan dalam tradisi keluarga penganut Kristen yang fanatik. Ayah saya seorang Pendeta Gereja Pantekosta, kakak wanita saya tertua menikah dengan seorang penginjil Nehemia terkenal. Saya dididik untuk menjadi taat dalam beragama & direncanakan papa untuk menjadi penerus tradisi keluarga, menjadi Gembala Tuhan. Itulah sebabnya setamat SMA saya melanjutkan kuliah ke sebuah Sekolah Misi Alkitab yang berlokasi di kawasan Jl. Arjuno – Surabaya. Kota Surabaya dipilih karena selain lebih dekat ke Manado, juga merupakan salah satu kota dengan umat Kristiani yang terkemuka, banyak Gereja megah berdiri ditengah kota & pekabaran gembira Cinta Kasih Tuhan Yesus mendapat respon yang sangat baik dari masyarakat Jawa Timur yang mayoritas beragama Islam fanatik.

Selama kuliah saya juga bekerja part-time sebagai pelayan Tuhan di Gereja Nehemia & Gereja Pantekosta di Indonesia Timur cabang Surabaya. Saya bekerja sebagai penyusun kisah kesaksian dari hamba-hamba Islam yang bertobat masuk Kristen. Karena kebanyakan orang-orang itu adalah orang dari desa, atau orang yang awam, beberapa diantaranya bahkan sepertinya sakit jiwa, atau para pemakai Narkoba yang masih kecanduan berat, maka saya harus menuliskan kisah kesaksian yang hebat untuk mereka. Saya biasa menulis cerita dengan tajuk: “Hamba Tuhan yang kembali, mantan seorang Kyai masuk Kristen, Mantan Dosen IAIN masuk Kristen” dsb. Kisah-kisah kesaksian palsu karangan saya itu sangat sempurna sekali, bahkan hampir tak bercela, saya ahli mengutip Al-Qur’an dan Hadis, saya juga tahu urutan pendidikan Islam dari mulai sekolah Islam, pondok Pesantren hingga IAIN. Saya juga sering ditugaskan untuk membuatkan dokumen asli tapi palsu, ijazah palsu dan foto-foto palsu, untuk memberi kesan bahwa mereka itu dulunya benar-benar bekas tokoh Islam walaupun sebenarnya bukan. Bahkan saya juga mengajari mereka membaca Al-Qur’an yang akan dipakai untuk menohok orang-orang Islam yang sedang kami injili dan berusaha membantah kami. Beberapa kisah kesaksian yang sudah dibukukan, beberapa diantaranya merupakan hasil karangan saya. Memang betul orang Islam yang murtad itu ada, tetapi mereka tidaklah sehebat kisah kesaksiannya, jika disebut mantan Ulama atau Mahasiswa IAIN, atau Guru Ngaji yang sekolah di Mesir, maka yang sebenarnya mereka itu adalah para pengemis, gelandangan, bekas pecandu Narkoba, wanita nakal & para preman tak beragama, orang desa yang berKTP Islam tapi berbudaya animisme di desa-desa pesisir selatan Jawa (misalnya Sukabumi & Blitar). Bahkan saya sering berjumpa orang-orang Islam yang dibaptis itu ternyata seumur-hidupnya hampir tak pernah shalat dan mengetahui ajaran Islam yang paling dasar. Tapi kami harus melaporkan keberhasilan ini dengan cara yang gemilang kepada para jemaat yang telah berderma.maka kami rekayasa kisah kesaksian orang-orang lugu ini menjadi hebat dancanggih. Tentu para domba di Gereja akan senang kalau mendengar mantan Ulama masuk Kristen, walaupun yang bersangkutan sebenarnya Cuma bekas gelandangan buta huruf misalnya.

Saya jalani terus pekerjaan ini hingga tamat kuliah dan akhirnya saya dinobatkan sebagai pendeta muda. Karena keahlian saya ini terhitung langka, maka tugas ini tetap dipertahankan. Saya juga rajin membeli tafsir Al-Qur’an, Hadis dan buku-buku Islam untuk mencari kelemahan- kelemahannya, Gereja mendanai setiap apapun yang berhubungan dengan kerjaan saya. Saya menemukan bahwa sikap saling berbeda pendapat namun saling menghargai sebagai kelemahan Islam yang paling utama dalam pandangan Kristen. Bahkan saya juga pernah berpura-pura belajar mengaji dan mengaku sebagai Islam dengan mengundang seorang Guru Ngaji ke rumah dinas saya, saya belajar mengaji hingga 1 tahun lebih dan Ustad itu tak pernah menyadari sampai saya tamat belajar, bahwa saya sebenarnya seorang Kristen. Berkat pengajaran dia itu saya bahkan bisa mengaji dan hal ini ternyata berguna sekali untuk saya sekarang ini, ketika kali ini saya dengan sesungguhnya belajar agama Islam. Saya pun secara part time terkadang ikut misi penginjilan malam yang bertajuk Tuhan Berkabar di Malam Hari. Kami mendatangi tempat-tempat keremangan malam di seantero kota Surabaya, kami wartakan injil kepada para pekerja seks, ABG, wanita nakal dan kaum gay. Yang kami target untuk dikristenkan biasanya adalah para pekerja seks independent, para pengunjung diskotek dan kafe yang menyambi, baik itu gadis belia maupun para lelaki muda penjaja seks untuk kaum gay. Setiap orang yang terpilih biasanya hasil seleksi & pengamatan yang teliti, tidak sembarangan orang kami target, biasanya kami telah mengawasi mereka selama kurang lebih 1 hingga 3 bulan. Para penginjil yang aktif disini tidak aktif dalam kegiatan Gereja apalagi memimpin kebaktian dan lain acara rohani. Sebab kami tak mau citra Gereja rusak di mata umat yang kebetulan bertemu dengan para penginjil di tempat keremangan malam tersebut. Juga para penginjil itu tidak mengunakan seragam resmi, mereka berdandan seperti umumnya pengunjung diskotik & kafe. Selain itu juga para penginjil Gembala Tuhan di Malam Hari juga aktif dalam jaringan pengedaran narkoba, sebab inilah cara termudah menjerumuskan seorang umat beragama lain dalam kesesatan hidup lalu setelah mereka tersesat & butuh pertolongan kamilah yang akan merangkul mereka. Apabila tidak terangkulpun, kami sudah berhasil merusak sebagian dari generasi muda Islam yang sering ke diskotik atau kafe. Mungkin para pembaca posting ini sudah membaca artikel panjang tentang Jaringan Narkoba di Jakarta di harian Kompas edisi hari Minggu tgl. 11 Maret 2001, di sana diceritakan dengan gamblang betapa penyebaran dan mafia narkoba sudah menyebar sangat pesat di Jakarta dan sulit diberantas. Betapa aparat kepolisian, TNI, pengelola tempat hiburan malam, para pengunjung dan mafianya bekerja sama begitu rapi. Tapi ada yang kurang dari cerita itu dan ini sangat sulit mereka telusuri, yaitu keterlibatan Gereja dalam jaringan & sindikat narkoba! Berbeda dengan para mafia dan Bandar yang ingin mengeruk keuntungan materi, Gereja terlibat semata untuk menjaring domba Kristus baru dan menyesatkan generasi muda Islam! Jujur saja, kisah kesaksian bahwa para gembala Tuhanpun banyak yang memakai narkoba untuk menunjang performance mereka itu benar adanya. Narkoba itu digunakan agar para Gembala Tuhan bisa tampil percaya diri dan kami sangat yakin, bahwa kondisi fly & sakauw adalah kondisi dimana kami bisa kontak langsung dengan Roh Kudus!

Kisah Kesaksian yang dituturkan 4 mantan gembala itu benar adanya, saya pun tahu persis karena selaku anggota tidak tetap penginjilan malam hari, sayalah yang memasok kebutuhan mereka, saya kenal banyak dengan para Bandar Besar Narkoba di Surabaya. Bahkan beberapa Bandar Besar itu adalah jemaat Gereja yang taat, donasinya bahkan ada yang melebihi nilai persepuluhan mereka. Selain menyumbang uang untuk penginjilan, mereka juga menjual Narkoba dengan harga khusus kepada Gereja untuk memasok kebutuhan para Gembala yang membutuhkan dan untuk diedarkan guna merusak generasi muda Islam. saya juga terkadang memakai ecstasy/inneks, hanya saja saya pakai ketika menjamu para tamu Gembala Tuhan dari luar kota. Kami pun biasa ketemu dan ngobrol-ngobrol di beberapa pub malam terkenal yang pasti dikunjungi para Pelayan & Gembala Tuhan bila berkunjung ke Surabaya. Kita punya private member di Kowloon, Club Deluxe & Top Ten. Saya pernah menemani pendeta terkenal seperti; KAM Jusuf Roni (yang mantan Mubaligh & tokoh Islam terkenal), Gilbert Lumoindang dan Suradi Ben Abraham di pub-pub tersebut. Kami bahkan pernah melakukan pembaptisan beberapa pekerja seks di private room salah satu pub terkenal itu sambil tripping! Setelah itu kami “dating” dengan mereka, “mandi suci bersama” istilahnya. Kalau masalah skandal seks antara jemaat dan pendeta atau penyanyi Gereja dan Gembalanya, saya tak tahu persis, tapi yang saya tahu memang sewaktu menemani para Gembala Tuhan mengunjungi pub malam, pernah mereka diantaranya ditemani beberapa wanita yang dikatakannya sebagai jemaat yang minta diurapi secara khusus.

Selain itu saya juga aktif dalam pembinaan domba-domba baru yang kebanyakan berasal dari pedesaan dan para pekerja malam. Seperti diuraikan di awal kisah nyata ini. Sayalah terkadang mengajari mereka tentang Islam, tetapi tentunya yang telah kami sortir bahwa ajaran Islam itu mengakui ketuhanan Yesus misalnya. Saya juga mengajari mereka berakting untuk menunjang penampilan mereka di acara KKR atau kesaksian di Gereja. Jangan sampai mereka tidak hapal kisah nyata hasil rekaan saya sendiri lalu melenceng ke kisah nyata mereka sendiri, yang kalau ketahuan bisa berakibat fatal bagi Gereja. Khusus untuk KKR kami melatih orang-orang untuk berpura-pura lumpuh, buta, bisu & berbagai penyakit lainnya, lalu pura-pura disembuhkan para pengkhotbah & jemaatpun akan histeris dan percaya itu mukjizat. Kami pun harus menyiapkan upacara pemanggilan Roh Kudus di tempat-tempat keramat dan angker di Surabaya sebelum acara penyembuhan Ilahi dimulai. Terkadang ada jemaat yang diluar kendali dan skenario betul-betul minta diurapi, biasanya kami akan segera menahan dia dengan mengatakan: maaf pendeta sibuk, dengan kedatangan umat yang luar biasa, lain kali saja?! Biasanya para penginjil malamlah yang bertugas untuk menahan orang- orang yang diluar skrenario acara, kami tidak pernah melibatkan pemuda Gereja karena mereka diluar gugus kendali komando kami. Memang pengakuan 4 orang mantan Gembala itu terdengar spektakuler dan sulit dipercayai, tetapi saya beritahukan kepada anda semua: SEMUA PENGAKUAN MEREKA ITU JUJUR & BENAR ADANYA, SEMUA PRAKTEK TERCELA ITU MEMANG DIJALANKAN TERUTAMA OLEH: GEREJA BETHEL; GEREJA BETHANY; GEREJA NEHEMIA; GEREJA SIDANG JEMAAT PANTEKOSTA; GEREJA ABDIEL. Bagi umat Kristiani atau para Gembala dan pelayan Tuhan pun yang tidak pernah ikut kegiatan ini akan terkejut dan sulit mempercayai kenyataan ini, tetapi saya beitahukan sekali lagi: SEMUA ITU BENAR-BENAR TERJADI! Selain 4 mantan gemabala itu, sayalah juga saksi hidup lainnya.
Mengapa saya masuk Islam? Ketertarikan saya kepada Islam bukan dari buku-buku yang saya baca, karena buku-buku itu tak pernah saya baca dengan sepenuh hati dan sampai tuntas, saya hanya mencari point tertentu saja. Saya masuk Islam bukan setelah bertemu atau berdiskusi dengan orang Islam, karena saya selalu menganggap dan diajarkan oleh Gereja bahwa orang-orang Islam itu sebagai orang-orang yang hina, kotor, bodoh, terbelakang, kasar, keji, penuh tipu muslihat dan penuh dosa. Ajaran Islam dinyatakan sebagai ajaran sesat dan umatnya kalau tidak kita hinakan harus kita insyafkan, hal-hal inilah yang tertanam dalam benak saya sejak kecil hingga dewasa ini. Perlu semuanya ketahui ajaran kebencian kepada ajaran Islam dan umatnya ini merupakan pelajaran pokok yang diberikan kepada kader-kader umat Kristiani sejak kecil, materi ini mulai disampaikan di pengajaran sekolah minggu dan jika kita akan menjadi berminat menjadi penginjil atau Gembala Tuhan, pelajaran ini akan semakin diperdalam kembali. Saya akhirnya masuk Islam justru setelah mengalami suatu mimpi luar biasa dan beberapa kejadian dikeesokan harinya, yang akhirnya merubah jalan hidup saya menuju kebenaran sejati.

Bermula dari suatu Kamis malam, malam Jum’at tanggal 11 Januari 2001, saya bermimpi sedang berdoa di hadapan gambar Tuhan Yesus di suatu gereja yang sangat megah, lalu datanglah Tuhan Yesus menemui saya, dengan senyuman-Nya yang agung. Saya bahagia sekali, ini adalah mukjizat bagi saya! Saya pun lalu memandangi Tuhan Yesus dari ujung kaki hingga ujung rambut, sungguh mirip sekali bahkan lebih agung dibanding foto dan gambar Tuhan Yesus yang saya miliki. Tetapi sesaat kemudian datang menghampiri kami seorang pria berwajah Arab Palestina mirip orang Yahudi atau Israel, dia berkata: “Kalian ini siapa?” Saya menjawab: “Saya seorang domba yang sedang bertemu Tuhannya!” Dia bertanya lagi : “Mana Tuhannya?” Tuhan Yesus menyela : “Akulah Tuhan Yesus, Juru Selamat Umat Manusia dan Dunia! Siapakah engkau wahai pria asing?” Pria Yahudi itu berkata: “Akulah ‘Isa Al-Masih dan engkau bukanlah diriku!” Saya menyela: “Wahai engkau orang Yahudi ataukah Arab, janganlah kamu berbuat begitu di hadapan Tuhanku!” Pria Yahudi itu berkata : “Kalau begitu buktikanlah bahwa kamu adalah Yesus atau Isa Al-Masih sebenarnya!” Tuhan Yesus berkata : “Engkau akan kujadikan domba hina karena telah menghina Tuhanmu!” Lalu Tuhan Yesus memejamkan mata dan sungguh ajaib! Dari tangannya keluar mukjizat sinar api dan dia menyemburkannya kepada pria Yahudi itu, pikir saya pria Yahudi itu akan binasa karena berani menghina Tuhan Yesus! Keajaiban kedua pun terjadi, pria Yahudi yang mengaku sebagai ‘Isa Al-Masih itu tak kurang apa pun dan dia lalu tersenyum, kemudian api itu kembali menyembur kepada Tuhan Yesus, lalu Tuhan Yesus menjerit kesakitan dan wujudnya tiba-tiba berubah! Kedua telinganya memanjang, dari mulutnya keluar gigi taring dan dari belakang tubuhnya keluar ekor, wajahnyapun berubah mengerikan! Lalu salah satu tangannya mendadak memegang sebuah tombak seperti garpu…TUHAN YESUS YANG SAYA LIHAT DALAM MIMPI INI BERUBAH MENJADI IBLIS!!! Sementara pria Yahudi itu lalu berdoa dalam bahasa seperti bahasa orang Israel, Tuhan Yesus yang telah berubah wujud menjadi Iblis itu lalu lari terbirit-birit! Kemudian ada kejadian ajaib lainnya terjadi, gereja megah tempat saya berdoa tiba-tiba menghilang, lalu berganti dengan pemandangan seperti disebuah padang pasir yang sangat tandus. Saya yang kaget dan tak percaya melihat kejadian ini lalu dengan terbata-bata saya bertanya pada pria Yahudi ini: “Siapakah engkau sebenarnya?” Pria itu menjawab : “Akulah ‘Isa Al-Masih, hamba Allah, Rasul-Nya yang ke-24, yang oleh engkau berserta umat-umat lainnya dinyatakan sebagai Tuhan Yesus”. Saya berkata : “Bukankah engkau telah mati di kayu salib dan telah berkorban demi menebus dosa umat manusia?” Nabi ‘Isa Al-Masih menjawab: “Bukan seperti itu kejadiannya, engkau telah diperdaya oleh Iblis dan para pengikutnya yang telah berusaha mencelakakanku tadi dan sekarang dia telah terlihat wujud aslinya”.. Saya berkata : “Maksud tuan, Iblis tadi itu…jadi selama ini…” Nabi ‘Isa Al-Masih menukas : “Sudahlah, maukah engkau tahu kebenaran Ilahi sejati?” Saya menjawab : “Jika itu ada saya bersedia…” Nabi ‘Isa Al-Masih menjawab : “Tetapi untuk menemukan kebenaran sejati itu engkau harus berkorban banyak, engkau akan kehilangan pekerjaanmu, hidup miskin, kehilangan teman-temanmu, serta dibenci banyak orang?” Saya menjawab : “..emmmmm” (tak bisa berkata-kata) Nabi ‘Isa Al-Masih berkata : “Ketahuilah akulah Nabi ‘Isa Al-Masih sebagaimana yang telah aku katakan tadi, suatu saat nanti aku akan turun kembali ke muka bumi untuk meluruskan segalanya yang salah tentang aku. Janganlah engkau termasuk dalam golongan yang keliru itu, jika engkau ingin menemukan kebenaran sejati, engkau sebenarnya telah memiliki catatan-catatan kebenaran itu, tapi engkau tak membacanya dengan pikiran dan hatimu. Otakmu telah beku karena telah disesatkan orang-orang yang diilhami Iblis dan para pengikutnya. Kalau engkau mau mencari kebenaran, engkau akan menemukannya di suatu tempat, tepat esok hari dimana kamu ditempat itu mendapatkan suatu kesulitan!” Lalu pria yang mengaku dirinya sebagai Nabi ‘Isa Al-Masih itu mengucap salamnya orang Islam, kemudian pergi.
Saya pun lalu terbangun, hari telah pagi, saya merenung mimpi apa itu tadi? Kesulitan apa yang akan saya alami hari ini? Hari telah tiba kembali, rupanya ini hari Jum’at tanggal 12 Januari 2001, saya pikir itu cuma sebuah mimpi saja, saya lalu ingat cerita takhayul orang Jawa, kalau Malam Jum’at pasti setan-setan itu gentayangan, mungkin saya mengalami itu barangkali. Kemudian saya buka-buka buku-buku Islam yang saya miliki, tiba-tiba saja saya merasa menemukan banyak hal yang selama ini tidak pernah saya baca…betapa pikiran saya telah dibukakan tapi saya belum yakin betul. Ketika perjalanan menuju kantor saya di sekretariat Gereja, mendadak mobil saya mogok tepat di depan sebuah Mesjid di kawasan Jl. HR Muhammad – Jl. Mayjend Sungkono, Surabaya, sayapun kaget, kok bisa-bisanya mogok di depan sebuah Mesjid yang saya benci? Jangan-jangan mimpi itu betul?! Akh saya pikir ini cuma kebetulan saja jangan percaya takhayul! Namanya mogok itu bisa terjadi kapan saja pikir saya, belum hilang kaget saya, tiba- tiba ada seorang pria menghardik saya dan meminta dengan kasar dompet dan HP saya! Saya kaget, panik campur takut, lalu saya berlari ke arah masjid & masuk ke sana, minta tolong sama orang-orang di situ. Orang yang mau menodong sayapun lalu berlari menghindari massa, rupanya waktu itu jam 11.30, mendekati jamnya shalat Jum’at, saya perhatikan sekitar saya…orang-orang berpeci, bersarung hendak shalat Jum’at..saya ini ada di mesjid…mimpi saya…pesan orang Yahudi yang mengaku sebagai Nabi ‘Isa Al-Masih dalam mimpi itu….saya bingung lalu saya tak sadarkan diri…. Ketika tersadar..saya berada di sebuah ruangan mesjid rupanya dan ada seorang Bapak tua berpeci yang mengatakan saya tadi itu pingsan. Saya lalu berdiri, tiba-tiba hati ini ingin menangis…menjerit “Ya Tuhan! Engkau telah menunjukkan jalan bagiku!” Pak Tua itu kaget dan bertanya: “ada apa nak?”, lalu saya ceritakan semua mimpi saya tadi malam dan kejadian yang saya alami, juga siapa saya danapa pekerjaan saya..serta perbuatan- perbuatan saya dalam usaha memerangi dan memperdaya agama Islam beserta umatnya. Bapak Tua itu berkata: “Itu suatu petunjuk dari Tuhan bagimu, boleh percaya apa tidak, saya bukanlah seorang ahli agama yang baik….sekarang kamu teruskan perjalanan atau pulang”
Sayapun lalu pulang, menelpon Gereja bahwa saya hari ini tidak enak badan, jadi nggak masuk kerja, tapi 3 jam kemudian, sekitar jam 16.00 sore saya kembali lagi ke Mesjid itu, lalu saya melihat ada pengajian, Pak Tua berpeci itu memimpinnya, saya beranikan diri masuk dan berkata: “pak tolong yakinkan saya….saya ingin mengetahui tentang agama Islam sebenarnya!”. Disaksikan para jamaah mesjid itu, kemudian kami berdiskusi panjang lebar hingga malam hari, saya lalu pamitan pulang dan menyatakan pada pak tua bahwa diskusi ini belum selesai dan akan kami sambung esok pagi. Proses diskusi ini memakan waktu seminggu lamanya, setiap pagi sebelum berangkat kerja sekitar jam 06.00 hingga jam 08.00 pagi saya mampir ke mesjid tersebut dan kami berdiskusi Islam – Kristen. Akhirnya setelah yakin dengan seyakin-yakinnya, setelah mendapat penjelasan panjang lebar dari Pak Tua, dimana setiap penjelasan balik dari saya yang sangat Ilahiah dan Alkitabiah menurut saya, ternyata dinyatakan tidak berargumen dan berdasar oleh Pak Tua dan beberapa jemaatnya yang ikut hadir dalam diskusi pagi kami, terutama setelah saya mengetahui bahwa Pak Tua ternyata fasih dan hapal beberapa bagian dari Alkitab, mengetahui sejarah Gereja dan penulisan Alkitab, yang beliau tunjukkan dengan dokumen-dokumen Kristen asli yang dia miliki yang menurut beliau pernah diberikan beberapa penginjil sekitar 30 tahun yang lalu, yang ketika saya baca, saya terkejut karena pemaparan dibuku-buku para misionaris 30 tahun lalu itu ternyata berbeda sekali dengan dokumen yang ada di Gereja sekarang yang pernah saya pelajari. Saya jadi ragu dan bimbang, kenapa literatur agama yang dianggap sakral oleh umat Kristiani ini bisa berubah setelah 30 tahun? Terlebih setelah Pak Tua menunjukkan dan memperbandingkan versi Alkitab cetakan tahun 1960-an dengan versi Alkitab yang saya miliki (cetakan tahun 1990-an), yang mana diterbitkan oleh Lembaga yang sama, kok bisa memiliki perbedaan dan revisi di sana-sini tanpa penjelasan di edisi baru bahwa telah dilakukan revisi? Yang mana revisi itu ternyata bukan sekedar perubahan EYD atau tatabahasa saja, akan tetapi juga merubah makna dan arti ayat Alkitab itu sendiri? Akhirnya saya yakin bahwa agama lama saya ini, Kristen memiliki banyak kelemahan dan merupakan suatu kesalahan sejarah, Islamlah agama penutup dan penggenap itu. Yang menggembirakan saya adalah agama Islam itu ternyata juga menghargai dan menghormati Tuhan Yesus sebagai Nabi Allah yang dimuliakan, mengakui keberadaan agama-agama terdahulu dan kitab-kitab sucinya. Persamaan kisah dan sejarah agama dalam Alkitab dan Al-Qur’an, yang lalu disempurnakan oleh wahyu Allah kepada Muhammad dalam Al-Qur’an, dimana semua ajaran Kristen yang dinyatakan menyimpang itu dijelaskan dengan baik dimana menyimpangnya dan direposisi kembali ajaran wahyu Ilahi itu secara benar dalam Islam.
Penjelasan Pak Tua dan jemaatnya ini tentu tidak saya percaya begitu saja, saya juga mencoba mengajak berdiskusi teman-teman sesama Gembala selama masa diskusi ini, tetapi jawaban rekan Gembala lain sungguh sangat menyakitkan dan ketus sekali, bahkan ada yang bilang saya ini kena guna-guna dari bekas Guru Ngaji saya berikut pembantu rumah dinas saya, juga pengaruh kekuatan sihir yang tersembunyi dalam buku-buku Islam yang saya miliki. Beberapa rekan dari Gereja Pantekosta bahkan menawarkan jasa untuk melakukan upacara pengusiran roh jahat Islam di rumah saya dan akan mengurapi serta mensucikan buku- buku Islam yang saya miliki agar kekuatan sihirnya hilang! Sikap rekan- rekan Gembala ini terasa kontras dan tidak sepadan dengan sikap Pak Tua dan jemaatnya di mesjid yang sederhana itu. Saya merasa bersalah karena telah ikut dibesarkan dan dibina oleh lingkungan agama yang sesat, saya harus segera mengambil keputusan. Setelah melalui berbagai pertimbangan yang matang, menimbang segala resikonya. Akhirnya sudah mantap dan sudah bulat tekad saya, saya akan masuk Islam.
Di hari Minggu tgl. 21 Januari 2001, jam 10.00 pagi, saya berikrar DUA KALIMAT SYAHADAT: ASYHADU ALLA ILAHA ILALLAH WA ASYHADU ALLA MUHAMMADARRASULULLAH – SAYA BERSAKSI TIADA TUHAN SELAIN ALLAH DAN SAYA BERSAKSI PULA BAHWA MUHAMMAD ITU UTUSAN ALLAH. Saya telah menjadi Islam, saya mengganti nama menjadi Rachmat Hidayat, saya tidak memakai nama keluarga Tengker lagi, karena ketika mengabarkan kepada keluarga saya di Manado bahwa saya masuk Islam, mereka murka sekali, papa menyatakan tidak akan mengakui saya sebagai anaknya, Oma bahkan mengutuk saya melarat bersama para pendosa Islam dan menyatakan bahwa saya telah disihir orang Islam. Lalu saya juga memperoleh surat dari keluarga yang diberikan oleh mantan pembantu saya di rumah dinas, bahwa keluarga saya sekarang tidak mengakui saya lagi dan menyatakan mencabut hak waris dalam marga saya dan saya tidak diperkenankan menyandang nama keluarga Tengker lagi. Bahkan dalam surat itu, papa menyatakan jikalau saya akhirnya dianiaya atau dibunuh oleh pihak Gereja, mereka gembira karena itu merupakan sarana penebus dosa saya kepada Tuhan Yesus. Naudzubillah! Ya Allah, maafkan keluarga saya ini. Mereka berkata begini karena mereka tidak mengerti hakekat ketuhanan-Mu yang sesungguhnya.
Sumber:
http://malay.bismikaallahuma.org/bekas-pelayan-tuhan-yesus-masuk-islam/

Kisah Penyanyi Rock Inggeris Masuk Islam

Dulu Cats Steven
Sekarang Yusuf Islam




(Cat Stevens – Yusof Islam)
Cat Stevens yang bertukar menjadi Yusof Islam, masuk Islam kerana sebuah buku “Terjemahan Al-Qur’an”, yang diterjemahkan oleh A. Yusof Ali.
Abang Cat Stevens adalah seorang paderi yang cukup kuat Kristiannya. Tiba-tiba abangnya masuk Islam. Pada mulanya Cat Stevens terkejut, dia terfikir bagaimanakah seorang paderi boleh masuk Islam. Akhirnya dia menyimpulkan bahawa abangnya jenis orang gila, sekejap kuat agama Kristian, kemudian menjadi penganut agama Islam pula.
Cats Stevens terus menjalani hidupnya sebagai seorang penyanyi, sibuk dengan pertunjukan pentas sana sini. Pada satu hari, ketika hari jadinya, abangnya yang telah masuk Islam datang ke rumahnya ketika Cat Stevens sedang mengadakan parti hari jadinya. Abangnya mengucapkan selamat hari jadi dan terus menghadiahkan satu bungkusan dan berkata “Benda ini benda suci, tolong letakkan di tempat suci dan jangan kamu hina.” Dia pun ambil dan letakkannya di meja bilik tidurnya.
Setelah habis pesta hari jadinya ketika dia mahu tidur, dia teringat dengan bungkusan yang diberikan oleh abangnya. Apabila dia buka bungkusan tersebut, itulah pertama kali dia terlihat sebuah buku dengan perkataan di kulitnya THE HOLY QU’RAN (Kitab Suci Al-Qur’an). Apabila dia melihat sahaja kitab itu dia terasa sesuatu yang ganjil dalam hatinya.
“Aku buka buku dan aku cuba baca maknanya yang terdapat dalam Bahasa Inggeris, dari satu perkataan ke satu perkataan, dari satu ayat ke satu ayat, aku baca! Baca! Baca! Aku terasa satu macam dalam diriku. Aku tak tahu bagaimana nak gambarkannya tetapi aku memang rasa satu macam. Bermula dari situ, ke mana saja aku pergi, baik ke pertunjukkan pentas atau latihan muzik atau ke mana saja, aku bawa buku itu, aku bawa dalam beg pakaianku. Apabila selesai pertunjukkan pentas, balik ke hotel aku akan sambung baca. Begitulah dari semasa ke semasa.”
Akhirnya Cat Stevens memasuki agama Islam dan menjadi penganut agama yang begitu taat sehingga dia menjadi pendakwah Islam pula sehingga sekarang ini. Namanya Cat Stevens juga ditukar kepada Yusof Islam.
Begitulah keadaannya apabila seseorang itu memahami Islam sebelum masuk Islam. Dia memahami setiap seelok-belok dan hukum Islam serta hati sanubarinya benar-benar yakin dengan Islam, barulah dia masuk Islam. Apabila sudah yakin, imannya tidak bergoyang.

Sumber:http://malay.bismikaallahuma.org/kisah-penyanyi-rock-inggeris-masuk-islam/

Masuk Islam Kerana ‘Bulan’ Dalam Ayat Ini..


Ibnu Hasyim: Catatan Santai
ALLAH SWT berfirman, ‘Sungguh telah dekat hari qiamat, dan bulan pun telah terbelah. (Quran Surah Al-Qamar: Ayat 1)’.
“Apakah ayat dari surat al-Qamar di atas memiliki kandungan mukjizat secara ilmiah?” Tanya seorang rakyat British dalam temuramah di tv bersama seorang pakar geologi Muslim Prof Dr Zaghlul Al-Najar.
Jawab Zaghlul Al-Najar, “Mengenai ayat ini, saya akan ceritakan se buah kisah…
Sejak beberapa waktu lalu, saya di Universiti Cardif bahagian barat England dalam suatu majlis forum bertemakan sekitar mukjizat ilmiah dari Al-Quran. Peserta-peserta yang hadir terdiri dari berbagai-bagai, ada yang Islam dan bukan Islam. Seorang pemuda Islam berdiri dan bertanya, "Ya Tuan, apakah menurut tuan ayat yang berbunyi, ‘Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelah,’ mengandungi mukjizat secara ilmiah?"
“Tidak!” jawab saya. “Sebab, kehebatan ilmiah diterangkan oleh ilmu pengetahuan, sedangkan mukjizat tidak dapat diterangkan oleh ilmu pengetahuan, kerana ilmu pengetahuan tidak dapat menjangkaunya. Dan tentang terbelahnya bulan, itu adalah mukjizat yang terjadi pada Rasul terakhir Muhammad SAW, sebagai pembenaran atas kenabian dan kerasulannya, sebagaimana Nabi-nabi sebelumnya. Mukjizat yang kelihatan, maka itu disaksi dan dibenarkan oleh setiap orang yang melihatnya. Kiranya hal itu tidak termaktub di dalam kitab Allah dan hadits-hadits Rasulullah, maka tentulah kami kaum Muslimin di zaman ini tidak akan percaya hal tersebut. Tetapi hal itu memang benar termaktub di dalam Al-Quran dan sunnah-sunnah Rasulullah SAW. Allah Ta'ala memang benar-benar Maha Berkuasa atas segala sesuatu.”
Maka, Prof Dr Zaghlul Al-Najar pun mengutip sebuah kisah Rasulullah membelah bulan. Kisah itu berlaku sebelum hijrah Nabi dari Makkah Mukarramah ke Madinah…
“Wahai Muhammad, kalau engkau benar Nabi dan Rasul, cuba tunjukkan kepada kami satu kehebatan yang dapat membuktikan kenabian dan kerasulanmu?” Kata orang-orang musyrik walaupun sebenarnya mereka mengejek dan mengolok-olok sahaja.
“Apa yang kamu nak?” Tanya Rasulullah pula.
“Coba belah bulan!?” Cabar mereka.
Rasulullah pun berdiri dan diam, lalu berdoa kepada Allah agar menolongnya. Allah memberitahu Muhammad agar mengarahkan telunjuknya ke bulan. Maka, Rasulullah pun mengikutnya. Dan benar-benar bulan itu terbelah dua!
“Muhammad! Engkau benar-benar telah menyihir kami!” Orang-orang musyrik itu tetap menolaknya.
Tetapi, para ahli di kalangan mereka mengatakan, sihir memang boleh berlaku kepada orang yang berada di kelilingnya, tidak kepada yang tiada di situ. Lalu, orang-orang Quraisy itupun bergegas keluar menuju sempadan kota Makkah menanti orang yang baru pulang dari perjalanan. Bila datang rombongan pertama, mereka bertanya, “Apakah kamu lihat sesuatu yang aneh pada bulan?”
“Ya, memang ada! Pada malam yang lalu kami lihat bulan terbelah menjadi dua dan saling berjauhan, kemudian bersatu kembali...” Jawab mereka.
Akhirnya, sebahagian mereka pun beriman, sedangkan sebahagian lainnya tetap juga kafir (ingkar). Oleh kerana itu, Allah SWT menurunkan ayat-Nya, “Sungguh, telah dekat hari qiamat dan telah terbelah bulan. Ketika melihat tanda-tanda kebesaran Kami, merekapun ingkar lagi berpaling seraya berkata, "Ini adalah sihir yang terus-menerus", dan mereka mendustakannya, bahkan mengikuti hawa nafsu mereka. Dan setiap urusan benar-benar telah tetap ....” sampai akhir surat Al-Qamar.
“Ini adalah kisah benar!” Jelas Prof Dr Zaghlul Al-Najar, setelah selesainya bercerita bersama-sama ayat dan hadis tersebut.
Tiba-tiba bangun seorang Muslim rakyat British juga perkenalkan diri, “Aku Daud Musa Pitkhok, ketua Al-Hizb al-Islamy England, bolehkah aku tambah sikit?”
“Ya, persilakan dengan senang hati!”.
Daud Musa Pitkhok berkata…
"Aku pernah mengkaji agama-agama (sebelum menjadi Muslim), maka salah seorang mahasiswa Muslim menunjuk dan memberi sebuah terjemahan Al-Quran yang mulia. Aku pun berterima kasih kepadanya dan membawa terjemah itu pulang ke rumah. Ketika aku membuka-buka terjemahan Al-Quran itu di rumah, surat yang pertama aku buka ternyata Al-Qamar. Aku pun membacanya, ‘Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelah...’.
Tergumam aku.. Kalimat ini masuk akal ke? Boleh ke bulan terbelah.. dan bersatu balik? Kalau benar, kekuatan macam mana yang boleh lakukan itu? Aku pun berhenti baca dan mulai sibuk dengan kehidupan harian. Tetapi, Allah Maha Tahu tentang tingkat keikhlasan hambaNya dalam mencari kebenaran. Suatu hari aku pun duduk depan tv Inggeris. Masa itu terpapar sebuah diskusi di antara seorang pengacara Inggeris dengan 3 orang pakar angkasawan AS. Pakar-pakar tersebut menceritakan tentang dana yang begitu besar dalam rangka melakukan perjalanan ke angkasa, di saat dunia sedang mengalami masalah kelaparan, kemiskinan, sakit dan perselisihan.
Kata pengacara itu, “Kalau dana itu digunakan untuk memakmurkan bumi, tentulah lebih berguna lagi.”
“Projek angkasa ini memberi kesan yang sangat positif pada banyak segmen kehidupan manusia, baik segi kedokteran, industri, dan pertanian. Jadi pendanaan tersebut bukanlah hal yang sia-sia, tetapi justru dalam rangka pengembangan kehidupan manusia.” Mereka tetap membela projek tersebut. Dan, perbincangan tersebut adalah mengenai penjejakan manusia di bulan, yang telah menghabiskan tidak kurang dari 100 juta dolar US.
“Kebodohan macam mana lagi.. peruntukan begitu besar dibuang oleh AS hanya untuk dapat mendarat di bulan?" Usik pengacara itu lagi.
“Tidak!” Balas Mereka. “Tujuannya tidak semata menancapkan ilmu pengetahuan AS di bulan, tetapi kami mempelajari kandungan yang ada di dalam bulan itu sendiri, maka kami pun telah mendapat hakikat tentang bulan itu, yang jika kita disuruh berikan dana lebih dari 100 juta dollar untuk kesenangan manusia semata-mata, maka kami tidak akan berikan kepada siapapun!”
“Apa sebenarnya yang kamu telah capai sampai begitu mahal taruhannya?”
Mereka menjawab, "Ternyata bulan pernah mengalami pembelahan pada suatu ketika dulu kemudian menyatu kembali!!”
“Bagaimana kamu boleh yakin hal itu?”
“Kami dapati secara pasti, batu-batu yang terpisah terpotong di permukaan bulan sampai di dalam (perut) bulan… Kami minta pakar geologi menelitinya dan kata mereka hal ini tidak mungkin terjadi, kecuali jika memang bulan itu pernah terbelah kemudian bersatu kembali" Kata mereka.
Mendengar paparan itu, aku pun turun dari kursi dan berkata, "Mukjizat (kehebatan) benar-benar telah terjadi pada diri Muhammad SAW 1400an tahun yang lalu. Allah benar-benar telah mengolok-olok AS untuk mengeluarkan dana yang begitu besar, 100 juta dollar lebih, hanya untuk menetapkan kebenaran kaum Muslimin! Agama Islam tidak mungkin salah..” Aku membuka kembali Mushhaf al-Quran dan aku baca surat Al-Qamar, dan ... saat itu adalah awal aku menerima dan masuk Islam!!”
Itulah yang diceritakan oleh Daud Musa Pitkhok, ketua Al-Hizb al-Islamy England kepada Prof Dr Zaghlul Al-Najar yang menjawab pertanyaan seorang rakyat British dalam temuramah di tv seperti yang disebutkan. (antara rujukan: http://salim-munajat.blogspot.com/, http://www.bluefame.com/lofiversion/index.php/t94582.html , hidayatullah dll.)
Mahabenar Allah, yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana! Semoga bermanfaat untuk kita. Billahit Taufiq Wal Hidayah, Wassalamualaikum warah matullah. Sekian.SUMBER:
http://www.ibnuhasyim.com/2009/02/masuk-islam-kerana-bulan-dalam-ayat-ini.html

17 Warga Chicago Masuk Islam Setelah Lihat Iklan di Bus

Beberapa waktu lalu, Eramuslim mengangkat laporan tentang kegiatan kampanye tentang Islam dengan cara memasang iklan di badan bus, yang dilakukan organisasi GainPeace di Chicago. Kegiatan yang dilakukan organisasi ini ternyata membuahkan hasil, bukan hanya mampu meluruskan pandangan masyarakat Barat yang miring tentang Islam tapi setelah melihat iklan di badan bus tersebut, ada 17 warga Chicago yang menyatakan diri masuk Islam.
Salah satunya adalah Leslie C. Toole, seorang guru di Chicago yang sudah sepuluh tahun berkeingan masuk Islam. Tekadnya menjadi seorang Muslim akhirnya terlaksana setelah ia melihat iklan GainPeace di badan bus
"Saya tidak pernah sungguh-sungguh. Tapi ketika saya melihat iklan itu, saya sadar bahwa itulah akhir dari pertanda dimana saya harus melengkapi niat saya," kata Toole.
Toole mengaku pertama kali mengenal Islam secara tak sengaja. Sepuluh tahun lalu, seorang laki-laki memberinya selebaran dan mengatakan ia akan mendapatkan pencerahan dari selebaran itu. "Saya pun membacanya, berulang kali dan memastikan saya memahami apa yang sedang saya baca," Toole mengisahkan.
"Bagaimana menjadi seorang Muslim, itulah yang menjadi pertanyaan utama saya," sambung Toole sampai akhirnya, ia melihat iklan tentang Islam di bus-bus Chicago Transit Authority (CTA) bertuliskan "Got Questions? Get Answers" dan langsung menghubungi nomor telepon yang ada di bus tersebut.
Setelah mendapatkan penjelasan dan berdiskusi dengan pihak GainPeace, Toole mengucap syahadar pada Senin, 29 September 2008. Kisah Toole masuk Islam hampir serupa kisah 16 Muslim Chicago lainnya yang memilih masuk Islam setelah melihat iklan GainPeace di bus-bus CTA.
Menurut Toole, iklan layanan masyarakat GainPeace yang dipasang di bus-bus merupakan ide brilian untuk menarik perhatian masyarakat. Setelah masuk Islam, Toole yang memilih nama Ilyas sebagai nama Islamnya juga mendapatkan bimbingan seorang mentor dari GainPeace.
"Saya sangat berterimakasih dengan mentor saya yang sudah sangat membantu. Beliau memberikan saya banyak buku agar saya bisa banyak belajar tentang Islam," kata Toole.
GainPeace juga memberikan layanan belajar Islam online setiap seminggu sekali untuk para mualaf, dimana mereka bisa belajar apa saja mulai dari cara salat, cara hidup seorang Muslim bahkan bahasa Arab.
Toole atau Ilyas mengatakan, semakin banyak ia tahu tentang Islam, ia semakin percaya diri bahwa ia sudah membuat keputusan yang benar. "Agama ini betul-betul sempurna bagi saya. Sulit untuk menjelaskannya ketika Anda mengetahui sebuah kebenaran. Anda akan merasakan perasaan yang begitu mendalam di hati sanubari Anda bahwa Anda telah menemukan rumah yang benar," papar Toole.
Seperti diberitakan sebelumnya, GainPeace menggelar kampanye dengan memasang iklan layanan tanya jawab tentang Islam di bus-bus CTA pada tanggal 19 September sampai 20 Oktober kemarin. Dan iklan itu diperpanjang sampai 23 November mendatang karena mendapatkan respon positif dari masyarakat Chicago.
Organisasi itu mengeluarkan dana sebesar 30.900 dollar AS sebagai biaya pemasangan iklan 25 bus CTA yang melayani rute di seluruh Chicago. Setelah iklan itu tampil, GainPeace menerima ribuan telepon dan situsnya dikunjungi lebih dari 300.000 orang. GainPeace juga memberikan al-Quran dengan terjemahan berbahasa Inggris, majalah The Message on Prophet Muhammad serta brosur dan buku-buku Islam bagi mereka yang ingin tahu lebih jauh tentang Islam.
Direktur GainPeace, Sabeel Muhammad mengatakan pesan dari iklan itu adalah untuk menimbulkan minat masyarakat terhadap berbagai informasi tentang Islam, sehingga bisa meluruskan penafsiran-penafsiran yang salah tentang Islam.
Selain GainPeace, kampanye serupa juga dilakukan ICNA, organisasi Muslim yang berbasis di New York dan memiliki 22 cabang di seluruh AS. Namun ICNA baru melakukan kampanye itu di Seattle dan New York. Di New York, ICNA menempelkan lebih dari 1.000 iklan layanan tanya jawab tentang Islam di stasiun-stasiun kereta bawah tanah.
Karena kampanye dengan cara itu sukses, kota-kota lainnya di AS dan Canada sudah meminta bantuan agar ICNA juga melakukan kampanye yang sama di kota-kota tersebut. (ln/iol)
http://www.eramuslim.com/berita/dakwah-mancanegara/leslie-c-toole-masuk-islam-setelah-lihat-iklan-di-bus.htm

Laparaskopik buang hempedu







Siti Nur Aisyah Razali, 17, pelajar SMK Perimbun, Batu 10, Cheras, Kuala Lumpur. Kira-kira tiga bulan lalu dia diserang kesakitan yang amat sangat di bahagian perut. Ketika itu dia sedang menikmati nasi lemak. Kesakitan Aisyah menyebabkan dia tidak mampu berjalan. Gadis itu dibawa ke klinik dan di peringkat awal diberi ubat tahan sakit. Namun kesakitan yang dialami Aisyah tidak juga reda. Hasil ujian ultrasound yang dijalankan ke atasnya mendapati dia mengidap penyakit batu di dalam hempedu.
Oleh kerana keadaannya serius, pakar perubatan mencadangkan dia menjalani pembedahan membuang hempedu. Aisyah yang dimasukkan ke hospital dua hari sebelum pembedahan turut mengidap sickle cell atau penyakit berkaitan darah. Dia yang ditemui Mingguan Malaysiasejam sebelum pembedahan memberitahu, penyakit tersebut dihidapinya sejak sekolah rendah. Sejak disahkan mengidap sickle cell dia juga tidak boleh bergiat aktif. Biar pun meminati bidang sukan namun Aisyah tidak mempunyai pilihan dan hanya menjadi penonton.
Aisyah ditemani ibunya Saoyah akur terhadap cadangan pakar perubatan supaya dia menjalani pembedahan lantaran tidak sanggup lagi menanggung kesakitan.
Pakar Runding Pembedahan, Pusat Perubatan UKM, Dr. Hairol Azrin Othman ditanya kes Aisyah memberitahu, gadis itu mengidap penyakit batu di dalam hempedu disebabkan sickle cell yang dideritainya sejak lama dulu. Beliau memberitahu, individu yang mempunyai penyakit berkaitan darah berpotensi untuk mendapat masalah batu di dalam hempedu.
Peluang masuk ke dewan bedah bersama jurugambar menyaksikan prosedur membuang hempedu Aisyah sememangnya mengujakan. Walaupun kaedah laparaskopik semakin biasa digunakan dalam banyak kes (bukan batu hempedu saja), namun menyaksikan sendiri Dr. Hairol bersama pasukannya menjalankan prosedur tersebut memberi gambaran yang sangat jelas.
Pakar Runding Pembedahan itu dibantu Dr. Tan Guan Hee dan Mejar Dr. Ngoo Kay Seong untuk memastikan pembedahan ke atas Aisyah berjalan lancar.
Prosedur membuang hempedu tersebut menggunakan teknik lubang kekunci (Key-hole surgery) di mana pundi hempedu dan batu berkenaan dibedah menggunakan kamera dan peralatan laparoskopik tanpa perlu membuat luka yang besar pada badan. Kaedah itu, menurut Dr. Hairol lebih baik kerana ia tidak melibatkan parut yang besar, lebih kosmetik dan cepat sembuh.
Fungsi hempedu
Ditanya mengenai fungsi hempedu, Dr. Hairol memberitahu, hempedu bertindak sebagai agen pembaur lemak yang dimakan. Cecair hempedu dihasilkan oleh hati dan disimpan sementara waktu di dalam pundi hempedu. Hempedu penting dalam proses penghadaman lemak makanan. Pundi hempedu pula bertindak sebagai tempat simpanan hempedu.
Beliau berkata, biasanya seseorang yang mengalami masalah batu hempedu mempunyai pundi hempedu yang kurang berfungsi.
''Pundi berkenaan tidak dapat mengecut dan mengeluarkan jus hempedu di dalamnya, mengakibatkan stasis atau jus hempedu bertakung di dalam pundi berkenaan. Hempedu yang bertakung tersebut akan menjadi lebih likat dan akhirnya boleh membentuk kristal,'' katanya.
Menurut Dr. Hairol, keadaan itu memerlukan pundi hempedu berkenaan dibuang bersama-sama dengan batu di dalamnya untuk mengelak simptom tersebut berulang.
Simptom batu dalam hempedu
Ditanya sama ada terdapat simptom spesifik penyakit pundi hempedu, Dr. Hairol menjelaskan, ia lazimnya adalah radang pundi hempedu yang penyebab utamanya adalah batu hempedu. Di antara tanda-tanda penyakit radang pundi hempedu adalah sakit perut atau senak pada bahagian sebelah kanan badan, di bawah tulang rusuk. Ia boleh merebak hingga ke belikat sebelah kanan. Kesakitan tersebut biasanya berlaku selepas pengambilan makanan berlemak yang berlebihan.
Bagaimanapun, katanya, tidak semua individu yang mempunyai batu hempedu mengalami simptom-simptom tersebut malah hanya hanya segelintir sahaja yang melaluinya.
Ditanya punca kesakitan tersebut dirasai, Dr. Hairol memberitahu, ada dua jenis kesakitan disebabkan oleh batu hempedu.
i. Kesakitan biliari kolik (biliary colic) yang dirasai selepas mengambil makanan berlemak disebabkan oleh pergeseran batu berkenaan dengan dinding pundi hempedu, kerana pundi hempedu akan mengecut untuk mengeluarkan jus hempedu ke dalam usus untuk menghadamkan lemak.
ii. Untuk simptom radang pundi hempedu pula, kesakitan yang dialami disebabkan bengkak pada pundi hempedu akibat pangkal pundi hempedu yang tersumbat oleh batu di dalam pundi tersebut. Kesakitan yang dialami adalah lebih teruk berbanding dengan biliari kolik.
Dr. Hairol ketika ditanya mengapa ada individu tidak mengalami simptom biarpun mempunyai batu dalam hempedu berkata: ''Ini soalan yang susah hendak dijawab kerana sakit itu sendiri sesuatu yang relatif.
''Mungkin sesekali seseorang itu mengalami senak perut selepas makan tetapi tidak berapa serius dan menjangka hanya mengalami gastrik.''
Dilihat dari sudut faktor pemakanan, katanya, mungkin jika seseorang itu berpantang makanan yang berlemak atau berminyak boleh mengawal daripada mengalami sakit biliari kolik.

Hormon anti penuaan



PELBAGAI rawatan dilakukan untuk tampil sihat walaupun pada usia tua.


Ramai yang memberi reaksi positif apabila saya memperkatakan tentang anti penuaan. Tidak kurang juga yang mempunyai tanggapan negatif kerana tidak tahu dan kurang memahami pengertian anti aging atau anti penuaan yang sebenar.
Mereka menganggap perubatan anti penuaan sebagai cubaan melawan takdir ketentuan Ilahi dan hanya mampu memberi kulit yang licin tanpa kedut tanpa membantu kesihatan dalaman tubuh. Ini adalah tidak benar kerana perubatan anti penuaan mempunyai matlamat menghindari penyakit dan masalah manusia apabila berhadapan dengan isu-isu penuaan.
Anti penuaan adalah satu cabang kesihatan yang membolehkan kita hidup sihat pada usia tua, mengekalkan kesihatan dan kehidupan ideal manusia. Ia mengekalkan fungsi organ dalaman badan seperti jantung, buah pinggang, kelenjar-kelenjar yang penting serta kesihatan otak manusia. Ia juga menjadikan kelenjar hormon dalam tubuh kita berfungsi semula sebagaimana semasa muda.
Pada zaman ini tempoh hayat seorang manusia dianggarkan selama 90 tahun. Ramai yang masih hidup sihat meskipun sudah melebihi usia tersebut.
Kata-kata yang sering diluahkan oleh mereka yang kurang pengetahuan mengenai anti penuaan adalah:
l Menjadi tua dan mengalami menopaus adalah proses semula jadi maka tidak ada apa yang mampu mengubahnya.
l Saya sudah menopaus dan mencapai usia 60-an maka tidak mungkin saya boleh kembali muda. Saya tidak percaya wujudnya kaedah yang boleh membuatkan saya lebih muda.
l Usia tua adalah takdir yang tidak boleh ditolak.
l Saya mengamalkan cara hidup sihat, senaman serta mengamalkan pemakanan seimbang. Sudah tentu badan saya sihat. Mengapa saya perlukan perubatan anti penuaan?
Cuba anda fikirkan fakta ini.
l Punca utama kematian adalah usia yang tua. Orang yang mencecah usia 40 ke atas mudah mendapat kanser, kerana itu mereka digalakkan menjalani pemeriksaan kesihatan tahunan.
l Orang yang berusia mudah mendapat tulang rapuh. Ramai orang orang tua terlantar di hospital kerana osteoporosis yang teruk membuatkan tulang patah.
l Orang yang tua mudah murung dan sensitif
l Orang tua mudah mendapat darah tinggi, sakit jantung dan sakit kronik lain berbanding orang muda.
l Paras kolestrol, gula dalam darah dan fungsi organ akan menjadi tidak baik apabila usia meningkat.
Mestikah seseorang berasa murung, letih, layu dan kelesuan apabila usia meningkat? Mestikah paras rupa berubah menjadi cengkung dan berlekuk-lekuk, wajah menjadi berpigmen serta berkedut?
Usia tidak dapat ditolak namun jika kita mengamalkan perubatan anti penuaan kita akan dapat menghalang penyakit penyakit dan masalah penuaan.
Masalah penuaan bagi lelaki
l Andropaus. Lelaki menjadi murung kurang bertenaga, mudah marah dan mudah tertekan.
l BPH prostat menjadi bengkak dan mula mengganggu sistem urinasi (kencing). Mereka mula mendapat jangkitan kencing yang kerap.
l ED adalah masalah menegangkan zakar.
Bagi wanita pula;
l Menopaus
l Masalah pada buah dada
l Masalah rahim dan vagina.
Bagi lelaki dan wanita
l Atherosclerosis
l Darah tinggi dan kencing manis
l Dementia (nyanyuk atau pelupa)
l Lain lain yang melibatkan sakit tua seperti tulang rapuh dan sakit badan.
Dari segi kosmetik pula kesan kesan penuaan mengakibatkan paras rupa yang cantik hilang serinya.
Apabila usia bertambah kelenjar hormon pada tubuh bekerja keras bagi memastikan penghasilan yang cukup untuk tubuh badan kita. Hormon merupakan molekul-molekul yang amat penting serta mempunyai tugas khas bagi menseimbangkan dan memastikan fungsi tubuh badan menjadi lancar. Kelenjar ini menjadi mengecut dan kurang aktif apabila usia meningkat. Hal ini dapat dilihat melalui kajian para saintis yang menilai saiz kelenjar melalui kaedah CT scan.
Cuba lihat di sekeliling kita. Seorang wanita atau lelaki yanng periang berubah menjadi murung dan anti sosial apabila usia meningkat. Tidak kurang juga mengalami masalah berat badan yang tidak dapat diturunkan melalui pemakanan semata-mata. Diet tidak akan berkesan tanpa pengurusan hormon yang betul. Dengan terapi hormon yang betul barulah seseorang mampu menurunkan beratnya dengan efektif.
Seseorang yang kurang hormon akan letih, lesu dan kurang gembira. Badannya terasa berat dan sukar untuk bersenam. Apabila hormon rendah tubuh akan berasa malas dan letih selalu. Apabila hormon metabolik tertentu ditambah, ia akan berubah menjadi lebih baik dan cantik. Tubuh mula membakar lemak di dalam badan. Hasil tubuh mendapat tenaga yang baik dan mula menjadi lebih langsing.
Mengapa kadar patah tulang, serta tulang rapuh sering berlaku pada orang tua. Jawapannya adalah kerana hormon tubuh sangat rendah membuatkan kadar penyerapan kalsium menjadi tidak efektif.
Mengapa orang orang tua cepat tersinggung dan mudah bersedih. Ini juga kerana tubuhnya tidak mempunyai hormon yang cukup. Hormon tertentu merangsang perasaan agar positif dan sentiasa gembira.
Apabila kelenjar hormon mengalami keletihan maka penghasilan hormon terjejas. Kelenjar-kelenjar yang keletihan akhirnya gagal berfungsi. Inilah puncanya seseorang menjadi lesu dan lemah. Bagi wanita pula kegagalan fungsi hormon seks mengakibatkan menopaus yang merupakan satu gangguan hebat bagi tubuh. Justeru menjaga kelenjar hormon agar menopaus berlaku dalam suasana yang tidak mengganggu fungsi tubuh adalah disarankan.
Pada minggu akan datang saya akan mengupas isu hormon dengan lebih mendalam lagi.

Simbolisme ketika sambut Lailatul Qadar





Lailatul Qadar ibadah yang datang sekali dalam setahun. - Gambar hiasan


LAILATUL Qadar adalah satu malam yang amat agung, kerana ia telah dipilih Allah SWT sebagai malam permulaan Nuzul Quran. Ia permulaan melimpahkan cahaya agama Allah SWT ke seluruh alam di samping limpahan kesejahteraan dan kedamaian yang memancar daripada hidayat Allah (al-Quran) ke atas hati dan kehidupan manusia.
Jika kita renungkan kembali sejak berabad lalu peristiwa Lailatul Qadar yang mulia itu dan kita gambarkan kembali temasya indah yang telah disaksikan oleh bumi pada malam itu, di samping kita memerhatikan pula apa yang sebenar berlaku pada malam itu dan meneliti kesan-kesannya kepada dunia dan kefahaman hati dan akal manusia tentulah kita dapati bahawa malam Lailatul Qadar sebenarnya suatu malam yang sungguh agung.
Disebabkan Lailatul Qadar itu abstrak, bersifat spiritual dan tidak boleh dipastikan melalui kajian, maka timbullah pendapat yang pelbagai mengenainya.
Pelbagai cerita mitos terbit ketika Lailatul Qadar turun iaitu seperti air sungai berhenti mengalir, pohon-pohon serta tumbuhan tunduk tenang, alam maya kelihatan cerah dan sebagainya.
Tidak sedikit daripada cerita-cerita itu bersifat mitologi, yang tidak boleh dipertanggungjawabkan, tidak masuk akal dan mengada-ngada.
Mungkin semua itu pernah terjadi, terutama di negara yang wilayah geografinya memungkinkan seperti air membeku di belahan bumi bahagian utara atau selatan, tetapi tidak ada kaitannya dengan Lailatul Qadar.
Jadi peristiwanya cuma kebetulan belaka. Seakan-akan di malam yang dipercayai Lailatul Qadar turun, terjadi peristiwa alam seperti itu. Lalu ia dikaitkan.
Justeru Lailatul Qadar ini kita dapatkan asas legalitasinya dalam al-Quran. Maka selayaknya ia memberi tanda-tanda itu agar tidak terjadi penyelewengan dan menimbulkan cerita-cerita karut dan tidak masuk akal. Bagaimana sebenarnya al-Quran berbicara soal tanda-tanda Lailatul Qadar ini?
Dalam surah al-Qadar ayat terakhir Allah SWT menyebut tanda-tandanya: Sa laamun hiya hatta matla‘il fajr - malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. Jadi jelas tandanya tidak bersifat lahiriah kerana kedamaian itu adalah sesuatu yang dirasakan.
Justeru, dalam surah ad-Dukhan ayat tiga Lailatul Qadar disebut Laylatun mubaarakah kerana kedamaian hati yang bersumber terus daripada Allah adalah berkat yang paling tinggi. Ia bagaikan air sejuk bagi musafir yang kehausan.
Al-Quran adalah sumber pengetahuan tertinggi dan kerananya, kebenarannya tidak diragukan. Ia hanya dapat dicapai melalui darjat intelektual paling tinggi iaitu intelek kenabian.
Sekurang-kurangnya jika kita dapat sekadar percikannya pada malam Lailatul Qadar bermakna mujahadah kita waktu itu berhasil menyentuh intelek kenabian. Itulah kenikmatan, sekali gus berkat yang paling tinggi.
Inilah malam yang sangat dinantikan oleh umat Islam, malam yang penuh barakah dan lebih baik dari 1,000 bulan. Pada malam itu turun rahmat dan kebaikan-Nya. Pengalaman mendapatkan Lailatul Qadar merupakan pengalaman spiritual dan individual. Tidak semua orang mampu mendapatkannya. Ia tidak boleh dicapai hanya dengan kehadiran kita pada malam-malam ganjil 10 malam terakhir Ramadan.
Rasulullah SAW bersabda: Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir, pada malam ganjil. (riwayat Bukhari dan Muslim).
Tentang bila datangn Lailatul Qadar, banyak riwayat mengaitkan dengan malam-malam ganjil di 10 hari terakhir. Mungkin ini ada hubungannya dengan hadis lain yang menyebutkan bahawa “Allah itu ganjil dan menyenangi yang ganjil-ganjil.”
Bagi pencinta tuhan yang mencintaiNya dengan penuh keikhlasan tidak penting bila Lailatul Qadar itu turun. Yang penting baginya adalah menunjukkan kerinduannya kepada kekasihnya secara sungguh-sungguh.
Intinya adalah mujahadah iaitu kesungguhan menghidupkan bulan Ramadan dan ritual (yang dibenarkan syariat).

Rasulullah dijejaki Suraqah





MUNGKIN ramai yang bertanya mengapa Nabi Muhammad SAW memilih Madinah sebagai destinasi baginda dan seluruh pengikutnya berhijrah? Mengapa tidak Yaman, Habsyah atau negeri-negeri lain!
Dikatakan baginda mendapat petunjuk mengenai negeri untuk berhijrah itu menerusi mimpi.
Semasa baginda dan Abu Bakar masih berada di Mekah, iaitu sebelum komplot membunuh oleh kalangan 11 pemuda yang mewakili kabilah dan suku kaum itu.
Aku melihat dalam tidurku bahawa aku akan berhijrah dari Mekah ke satu tanah yang banyak terdapat pada negeri itu akan kebun-kebun kurma. Pada mulanya aku menyangka Yamamah atau Hajar, rupa-rupanya Yathrib. (riwayat Bukhari).
Al Qurtubi berpendapat bahawa seluruh Yathrib itu adalah Madinah, nama yang diberi oleh Rasulullah apabila menubuhkan kerajaan Islam yang pertama di sana.
Namun baginda juga memberikan gelaran lain kepada Madinah seperti Tayyibbah (baik) dan Tabah (nyaman).
Sementara Abu Ubaidah pula berkata, Yathrib adalah nama kepada sebuah negeri dan Madinah itu adalah nama salah satu daerah di dalamnya.
Al Suhayli pula berpendapat dinamakan Yathrib kerana ada penduduk asalnya adalah dari keturunan Al Amaliq iaitu Yathrib bin Umayl bin Mihla’il bin Iwad bin Amaliq bin Lawudh bin Iram.
Selepas tiga hari tiga malam baginda menyembunyikan diri dalam Gua Tsur bersama Abu Bakar, mereka meneruskan perjalanan ke Yathrib.
Ketika hendak memulakan hijrah, datanglah anak perempuan Abu Bakar, Asma membawakan makanan untuk Rasulullah dan bapanya.
Tetapi Asma terlupa untuk memasangkan tali sangkut pada bekalan tersebut. Ketika mereka hendak berangkat, Asma pun hendak menyangkutkan bekalan itu pada unta yang menjadi kenderaan bapanya dan Rasulullah tetapi tiada tali.
Lalu Asma mengoyakkan kain yang menjadi tali pinggangnya kepada dua bahagian. Satu dijadikan penyangkut dan yang satu lagi dipakainya kembali.
Lantaran dari peristiwa itu, Rasulullah menggelarkan Asma dengan gelaran yang manis iaitu dhat al-nitaqayn (empunya dua tali pinggang).
Jalan pertama yang dilalui selepas keluar dari gua Tsur ialah ke selatan ke arah Yaman. Kemudian ke barat menuju ke persisiran pantai.
Apabila sampai ke sebatang jalan yang jarang dilalui, mereka pun mengarah pula ke utara berhampiran pantai Laut Merah dan merentasi sebatang jalan yang jarang-jarang dilalui orang.
Al-Bukhari meriwayatkan daripada Abu Bakar, katanya: Kami pun berjalan pada malam hari. Walau udara begitu sejuk dan hanya bertemankan bulan di langit namun kami tidak berhenti berjalan sehinggalah sampai keesokan harinya apabila cuaca bertambah terik, barulah kami berhenti berehat di sebalik sebuah batu besar yang memberikan sedikit perlindungan dari terik cahaya matahari.
Namun perjalanan mereka akhirnya berjaya dicium oleh seorang kafir Quraisy iaitu Suraqah bin Malek yang mendapat maklumat daripada seorang lelaki.
Tanpa membuang masa lagi, dia menyiapkan seekor kuda yang gagah dan lengkap bersenjata untuk mengejar baginda.
Suraqah terkenal sebagai penunggang kuda yang cekap. Dia juga dikatakan seorang yang mahir bermain senjata terutama tombak dan panah.
Dia terus memecut kuda dan akhirnya nampak kelibat manusia. Malah Suraqah juga boleh mendengar alunan bacaan al-Quran oleh Nabi Muhammad. Ini membuatkan dia memacu kudanya untuk membunuh baginda.
Tetapi apabila Suraqah semakin menghampiri Nabi SAW dan Abu Bakar, tiba-tiba kaki kudanya terbenam ke dalam pasir sehingga ke paras lutut kuda tersebut. Suraqah sendiri jatuh terhumban akibat kemalangan yang tidak diduga itu.
Dia pantas bangun dan begitu juga kudanya dapat keluar dari pasir. Namun tiba-tiba mereka didatangi ribut pasir.
Ribut kencang itu mengeluarkan debu-debu hitam yang menyelubungi kawasan sehingga menutup pandangan mata.
Semua itu menghalang Suraqah untuk menghunjamkan tombaknya atau memanah ke arah Nabi Muhammad.
Lalu, Suraqah menghentikan niat jahatnya itu. Kejadian-kejadian pelik yang berlaku sebagai petanda bahawa Nabi di pihak yang benar.
Suraqah pun terus memberi isyarat berdamai kepada baginda dan menghampiri Nabi SAW.
“Sesungguhnya kaummu telah menjanjikan tawaran untuk menangkap kamu wahai Muhammad. Tetapi sekarang ini terserahlah kepada kamu untuk menahan aku kerana aku mempunyai niat untuk membunuh kalian.
“Niat itu kini tidak ada gunanya lagi sedangkan alam (sekitar) turut merestui perjalanan kamu ini, aku memohon kita berdamai sahaja,” kata Suraqah.
Rasulullah dan Abu Bakar tidak mengapa-apakan Suraqah dan tidak juga meminta apa-apa daripadanya.
“Kamu cuma perlu jauhkan diri kamu daripada kami, itu sahaja,” kata Rasulullah.
Dalam satu riwayat yang lain, Abu Bakar menceritakan perjalanan mereka itu.
“Kami sudahpun berlepas dari kaki Bukit Tsur, sedang kaum Quraish masih mencari kami. Tidak seorang pun yang dapat menemui kami kecuali Suraqah bin Malik bin Ju'shum yang berada di atas kudanya.
“Lalu aku berkata, pemburuan ini (kaum Quraisy) telah berjaya akhirnya menemui kita ya Rasulullah!
“Baginda pun menjawab: Jangan takut, kerana Allah akan sentiasa bersama kita.”
Baginda kemudiannya meneruskan perjalanan tanpa ada sebarang gangguan lagi mana-mana pihak.

AS akan dakwa pemimpin Taliban korbankan 7 ejen CIA



02/09/2010 3:21am

WASHINGTON 2 Sept. – Pendakwa raya Amerika Syarikat (AS) akan mendakwa pemimpin Taliban Pakistan, Hakimullah Mehsud atas komplot yang mengorbankan tujuh ejen Agensi Perisikan Pusat (CIA) yang berpangkalan di Afghanistan Disember lalu.
Menurut Jabatan Kehakiman AS, Hakimullah yang dipercayai berada di kawasan puak di Pakistan dan merupakan ketua kumpulan Tehrik-e-Taliban akan didakwa kerana berkomplot untuk membunuh rakyat AS di luar negara dan menggunakan senjata yang menyebabkan kemusnahan besar.
Pada 30 Disember tahun lalu, seorang doktor rakyat Jordan yang mendapat kepercayaan kakitangan CIA meletupkan bom yang disembunyikan di dalam bajunya selepas memasuki pangkalan CIA di luar Khost.
“Dakwaan jenayah itu akan dilakukan jika Hakimullah berjaya ditangkap,” kata seorang pegawai AS yang enggan dikenali. – Reuters

Sejarah Singkat Imam Bukhari


Kelahiran dan Masa Kecil Imam Bukhari
Imam Bukhari (semoga Allah merahmatinya) lahir di Bukhara, Uzbekistan, Asia Tengah. Nama lengkapnya adalah Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Al-Mughirah bin Badrdizbah Al-Ju’fiy Al Bukhari, namun beliau lebih dikenal dengan nama Bukhari. Beliau lahir pada hari Jumat, tepatnya pada tanggal 13 Syawal 194 H (21 Juli 810 M). Kakeknya bernama Bardizbeh, turunan Persi yang masih beragama Zoroaster. Tapi orangtuanya, Mughoerah, telah memeluk Islam di bawah asuhan Al-Yaman el-Ja’fiy. Sebenarnya masa kecil Imam Bukhari penuh dengan keprihatinan. Di samping menjadi anak yatim, juga tidak dapat melihat karena buta (tidak lama setelah lahir, beliau kehilangan penglihatannya tersebut). Ibunya senantiasa berusaha dan berdo’a untuk kesembuhan beliau. Alhamdulillah, dengan izin dan karunia Allah, menjelang usia 10 tahun matanya sembuh secara total.
Imam Bukhari adalah ahli hadits yang termasyhur diantara para ahli hadits sejak dulu hingga kini bersama dengan Imam Ahmad, Imam Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, An-Nasai, dan Ibnu Majah. Bahkan dalam kitab-kitab fiqih dan hadits, hadits-hadits beliau memiliki derajat yang tinggi. Sebagian menyebutnya dengan julukan Amirul Mukminin fil Hadits (Pemimpin kaum mukmin dalam hal Ilmu Hadits). Dalam bidang ini, hampir semua ulama di dunia merujuk kepadanya.
Tempat beliau lahir kini termasuk wilayah Rusia, yang waktu itu memang menjadi pusat kebudayaan ilmu pengetahuan Islam sesudah Madinah, Damaskus dan Bagdad. Daerah itu pula yang telah melahirkan filosof-filosof besar seperti al-Farabi dan Ibnu Sina. Bahkan ulama-ulama besar seperti Zamachsari, al-Durdjani, al-Bairuni dan lain-lain, juga dilahirkan di Asia Tengah. Sekalipun daerah tersebut telah jatuh di bawah kekuasaan Uni Sovyet (Rusia), namun menurut Alexandre Benningsen dan Chantal Lemercier Quelquejay dalam bukunya “Islam in the Sivyet Union” (New York, 1967), pemeluk Islamnya masih berjumlah 30 milliun. Jadi merupakan daerah yang pemeluk Islam-nya nomor lima besarnya di dunia setelah Indonesia, Pakistan, India dan Cina.
Keluarga dan Guru Imam Bukhari
Bukhari dididik dalam keluarga ulama yang taat beragama. Dalam kitab As-Siqat, Ibnu Hibban menulis bahwa ayahnya dikenal sebagai orang yang wara’ dalam arti berhati-hati terhadap hal-hal yang hukumnya bersifat syubhat (ragu-ragu), terlebih lebih terhadap hal-hal yang sifatnya haram. Ayahnya adalah seorang ulama bermadzhab Maliki dan merupakan mudir dari Imam Malik, seorang ulama besar dan ahli fikih. Ayahnya wafat ketika Bukhari masih kecil.
Perhatiannya kepada ilmu hadits yang sulit dan rumit itu sudah tumbuh sejak usia 10 tahun, hingga dalam usia 16 tahun beliau sudah hafal dan menguasai buku-buku seperti “al-Mubarak” dan “al-Waki”. Bukhari berguru kepada Syekh Ad-Dakhili, ulama ahli hadits yang masyhur di Bukhara. Pada usia 16 tahun bersama keluarganya, ia mengunjungi kota suci Mekkah dan Madinah, dimana di kedua kota suci itu beliau mengikuti kuliah para guru-guru besar ahli hadits. Pada usia 18 tahun beliau menerbitkan kitab pertamanya “Qudhaya as Shahabah wat Tabi’ien” (Peristiwa-peristiwa Hukum di zaman Sahabat dan Tabi’ien).
Bersama gurunya Syekh Ishaq, beliau menghimpun hadits-hadits shahih dalam satu kitab, dimana dari satu juta hadits yang diriwayatkan oleh 80.000 perawi disaring lagi menjadi 7275 hadits. Diantara guru-guru beliau dalam memperoleh hadits dan ilmu hadits antara lain adalah Ali bin Al Madini, Ahmad bin Hanbali, Yahya bin Ma’in, Muhammad bin Yusuf Al Faryabi, Maki bin Ibrahim Al Bakhi, Muhammad bin Yusuf al Baykandi dan Ibnu Rahwahih. Selain itu ada 289 ahli hadits yang haditsnya dikutip dalam kitab Shahih-nya.
Kejeniusan Imam Bukhari
Bukhari diakui memiliki daya hapal tinggi, yang diakui oleh kakaknya Rasyid bin Ismail. Kakak sang Imam ini menuturkan, pernah Bukhari muda dan beberapa murid lainnya mengikuti kuliah dan ceramah cendekiawan Balkh. Tidak seperti murid lainnya, Bukhari tidak pernah membuat catatan kuliah. Ia sering dicela membuang waktu karena tidak mencatat, namun Bukhari diam tak menjawab. Suatu hari, karena merasa kesal terhadap celaan itu, Bukhari meminta kawan-kawannya membawa catatan mereka, kemudian beliau membacakan secara tepat apa yang pernah disampaikan selama dalam kuliah dan ceramah tersebut. Tercenganglah mereka semua, lantaran Bukhari ternyata hafal di luar kepala 15.000 hadits, lengkap dengan keterangan yang tidak sempat mereka catat.
Ketika sedang berada di Bagdad, Imam Bukhari pernah didatangi oleh 10 orang ahli hadits yang ingin menguji ketinggian ilmu beliau. Dalam pertemuan itu, 10 ulama tersebut mengajukan 100 buah hadits yang sengaja “diputar-balikkan” untuk menguji hafalan Imam Bukhari. Ternyata hasilnya mengagumkan. Imam Bukhari mengulang kembali secara tepat masing-masing hadits yang salah tersebut, lalu mengoreksi kesalahannya, kemudian membacakan hadits yang benarnya. Ia menyebutkan seluruh hadits yang salah tersebut di luar kepala, secara urut, sesuai dengan urutan penanya dan urutan hadits yang ditanyakan, kemudian membetulkannya. Inilah yang sangat luar biasa dari sang Imam, karena beliau mampu menghafal hanya dalam waktu satu kali dengar.
Selain terkenal sebagai seorang ahli hadits, Imam Bukhari ternyata tidak melupakan kegiatan lain, yakni olahraga. Ia misalnya sering belajar memanah sampai mahir, sehingga dikatakan sepanjang hidupnya, sang Imam tidak pernah luput dalam memanah kecuali hanya dua kali. Keadaan itu timbul sebagai pengamalan sunnah Rasul yang mendorong dan menganjurkan kaum Muslimin belajar menggunakan anak panah dan alat-alat perang lainnya.
Karya-karya Imam Bukhari
Karyanya yang pertama berjudul “Qudhaya as Shahabah wat Tabi’ien” (Peristiwa-peristiwa Hukum di zaman Sahabat dan Tabi’ien). Kitab ini ditulisnya ketika masih berusia 18 tahun. Ketika menginjak usia 22 tahun, Imam Bukhari menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci bersama-sama dengan ibu dan kakaknya yang bernama Ahmad. Di sanalah beliau menulis kitab “At-Tarikh” (sejarah) yang terkenal itu. Beliau pernah berkata, “Saya menulis buku “At-Tarikh” di atas makam Nabi Muhammad SAW di waktu malam bulan purnama”.
Karya Imam Bukhari lainnya antara lain adalah kitab Al-Jami’ ash Shahih, Al-Adab al Mufrad, At Tharikh as Shaghir, At Tarikh Al Awsat, At Tarikh al Kabir, At Tafsir Al Kabir, Al Musnad al Kabir, Kitab al ‘Ilal, Raf’ul Yadain fis Salah, Birrul Walidain, Kitab Ad Du’afa, Asami As Sahabah dan Al Hibah. Diantara semua karyanya tersebut, yang paling monumental adalah kitab Al-Jami’ as-Shahih yang lebih dikenal dengan nama Shahih Bukhari.
Dalam sebuah riwayat diceritakan, Imam Bukhari berkata: “Aku bermimpi melihat Rasulullah saw., seolah-olah aku berdiri di hadapannya, sambil memegang kipas yang kupergunakan untuk menjaganya. Kemudian aku tanyakan mimpi itu kepada sebagian ahli ta’bir, ia menjelaskan bahwa aku akan menghancurkan dan mengikis habis kebohongan dari hadits-hadits Rasulullah saw. Mimpi inilah, antara lain, yang mendorongku untuk melahirkan kitab Al-Jami’ As-Sahih.”
Dalam menghimpun hadits-hadits shahih dalam kitabnya tersebut, Imam Bukhari menggunakan kaidah-kaidah penelitian secara ilmiah dan sah yang menyebabkan keshahihan hadits-haditsnya dapat dipertanggungjawabkan. Ia berusaha dengan sungguh-sungguh untuk meneliti dan menyelidiki keadaan para perawi, serta memperoleh secara pasti kesahihan hadits-hadits yang diriwayatkannya.
Imam Bukhari senantiasa membandingkan hadits-hadits yang diriwayatkan, satu dengan lainnya, menyaringnya dan memilih mana yang menurutnya paling shahih. Sehingga kitabnya merupakan batu uji dan penyaring bagi hadits-hadits tersebut. Hal ini tercermin dari perkataannya: “Aku susun kitab Al Jami’ ini yang dipilih dari 600.000 hadits selama 16 tahun.”
Banyak para ahli hadits yang berguru kepadanya, diantaranya adalah Syekh Abu Zahrah, Abu Hatim Tirmidzi, Muhammad Ibn Nasr dan Imam Muslim bin Al Hajjaj (pengarang kitab Shahih Muslim). Imam Muslim menceritakan : “Ketika Muhammad bin Ismail (Imam Bukhari) datang ke Naisabur, aku tidak pernah melihat seorang kepala daerah, para ulama dan penduduk Naisabur yang memberikan sambutan seperti apa yang mereka berikan kepadanya.” Mereka menyambut kedatangannya dari luar kota sejauh dua atau tiga marhalah (100 km), sampai-sampai Muhammad bin Yahya Az Zihli (guru Imam Bukhari) berkata : “Barang siapa hendak menyambut kedatangan Muhammad bin Ismail besok pagi, lakukanlah, sebab aku sendiri akan ikut menyambutnya.”
Penelitian Hadits
Untuk mengumpulkan dan menyeleksi hadits shahih, Bukhari menghabiskan waktu selama 16 tahun untuk mengunjungi berbagai kota guna menemui para perawi hadits, mengumpulkan dan menyeleksi haditsnya. Diantara kota-kota yang disinggahinya antara lain Bashrah, Mesir, Hijaz (Mekkah, Madinah), Kufah, Baghdad sampai ke Asia Barat. Di Baghdad, Bukhari sering bertemu dan berdiskusi dengan ulama besar Imam Ahmad bin Hanbali. Dari sejumlah kota-kota itu, ia bertemu dengan 80.000 perawi. Dari merekalah beliau mengumpulkan dan menghafal satu juta hadits.
Namun tidak semua hadits yang ia hapal kemudian diriwayatkan, melainkan terlebih dahulu diseleksi dengan seleksi yang sangat ketat, diantaranya apakah sanad (riwayat) dari hadits tersebut bersambung dan apakah perawi (periwayat / pembawa) hadits itu terpercaya dan tsiqqah (kuat). Menurut Ibnu Hajar Al Asqalani, akhirnya Bukhari menuliskan sebanyak 9082 hadis dalam karya monumentalnya Al Jami’ as-Shahih yang dikenal sebagai Shahih Bukhari.
Dalam meneliti dan menyeleksi hadits dan diskusi dengan para perawi tersebut, Imam Bukhari sangat sopan. Kritik-kritik yang ia lontarkan kepada para perawi juga cukup halus namun tajam. Kepada para perawi yang sudah jelas kebohongannya ia berkata, “perlu dipertimbangkan, para ulama meninggalkannya atau para ulama berdiam dari hal itu” sementara kepada para perawi yang haditsnya tidak jelas ia menyatakan “Haditsnya diingkari”. Bahkan banyak meninggalkan perawi yang diragukan kejujurannya. Beliau berkata “Saya meninggalkan 10.000 hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang perlu dipertimbangkan dan meninggalkan hadits-hadits dengan jumlah yang sama atau lebih, yang diriwayatan oleh perawi yang dalam pandanganku perlu dipertimbangkan”.
Banyak para ulama atau perawi yang ditemui sehingga Bukhari banyak mencatat jati diri dan sikap mereka secara teliti dan akurat. Untuk mendapatkan keterangan yang lengkap mengenai sebuah hadits, mencek keakuratan sebuah hadits ia berkali-kali mendatangi ulama atau perawi meskipun berada di kota-kota atau negeri yang jauh seperti Baghdad, Kufah, Mesir, Syam, Hijaz seperti yang dikatakan beliau “Saya telah mengunjungi Syam, Mesir dan Jazirah masing-masing dua kali, ke Basrah empat kali menetap di Hijaz selama enam tahun dan tidak dapat dihitung berapa kali saya mengunjungi Kufah dan Baghdad untuk menemui ulama-ulama ahli hadits.”
Disela-sela kesibukannya sebagai sebagai ulama, pakar hadits, ia juga dikenal sebagai ulama dan ahli fiqih, bahkan tidak lupa dengan kegiatan kegiatan olahraga dan rekreatif seperti belajar memanah sampai mahir, bahkan menurut suatu riwayat, Imam Bukhari tidak pernah luput memanah kecuali dua kali.
Metode Imam Bukhari dalam Menulis Kitab Hadits
Sebagai intelektual muslim yang berdisiplin tinggi, Imam Bukhari dikenal sebagai pengarang kitab yang produktif. Karya-karyanya tidak hanya dalam disiplin ilmu hadits, tapi juga ilmu-ilmu lain, seperti tafsir, fikih, dan tarikh. Fatwa-fatwanya selalu menjadi pegangan umat sehingga ia menduduki derajat sebagai mujtahid mustaqil (ulama yang ijtihadnya independen), tidak terikat pada mazhab tertentu, sehingga mempunyai otoritas tersendiri dalam berpendapat dalam hal hukum.
Pendapat-pendapatnya terkadang sejalan dengan Imam Abu Hanifah (Imam Hanafi, pendiri mazhab Hanafi), tetapi terkadang bisa berbeda dengan beliau. Sebagai pemikir bebas yang menguasai ribuan hadits shahih, suatu saat beliau bisa sejalan dengan Ibnu Abbas, Atha ataupun Mujahid dan bisa juga berbeda pendapat dengan mereka.
Diantara puluhan kitabnya, yang paling masyhur ialah kumpulan hadits shahih yang berjudul Al-Jami’ as-Shahih, yang belakangan lebih populer dengan sebutan Shahih Bukhari. Ada kisah unik tentang penyusunan kitab ini. Suatu malam Imam Bukhari bermimpi bertemu dengan Nabi Muhammad saw., seolah-olah Nabi Muhammad saw. berdiri dihadapannya. Imam Bukhari lalu menanyakan makna mimpi itu kepada ahli mimpi. Jawabannya adalah beliau (Imam Bukhari) akan menghancurkan dan mengikis habis kebohongan yang disertakan orang dalam sejumlah hadits Rasulullah saw. Mimpi inilah, antara lain yang mendorong beliau untuk menulis kitab “Al-Jami ‘as-Shahih”.
Dalam menyusun kitab tersebut, Imam Bukhari sangat berhati-hati. Menurut Al-Firbari, salah seorang muridnya, ia mendengar Imam Bukhari berkata. “Saya susun kitab Al-Jami’ as-Shahih ini di Masjidil Haram, Mekkah dan saya tidak mencantumkan sebuah hadits pun kecuali sesudah shalat istikharah dua rakaat memohon pertolongan kepada Allah, dan sesudah meyakini betul bahwa hadits itu benar-benar shahih”. Di Masjidil Haram-lah ia menyusun dasar pemikiran dan bab-babnya secara sistematis.
Setelah itu ia menulis mukaddimah dan pokok pokok bahasannya di Rawdah Al-Jannah, sebuah tempat antara makam Rasulullah dan mimbar di Masjid Nabawi di Madinah. Barulah setelah itu ia mengumpulkan sejumlah hadits dan menempatkannya dalam bab-bab yang sesuai. Proses penyusunan kitab ini dilakukan di dua kota suci tersebut dengan cermat dan tekun selama 16 tahun. Ia menggunakan kaidah penelitian secara ilmiah dan cukup modern sehingga hadits haditsnya dapat dipertanggung-jawabkan.
Dengan bersungguh-sungguh ia meneliti dan menyelidiki kredibilitas para perawi sehingga benar-benar memperoleh kepastian akan keshahihan hadits yang diriwayatkan. Ia juga selalu membandingkan hadits satu dengan yang lainnya, memilih dan menyaring, mana yang menurut pertimbangannya secara nalar paling shahih. Dengan demikian, kitab hadits susunan Imam Bukhari benar-benar menjadi batu uji dan penyaring bagi sejumlah hadits lainnya. “Saya tidak memuat sebuah hadits pun dalam kitab ini kecuali hadits-hadits shahih”, katanya suatu saat.
Di belakang hari, para ulama hadits menyatakan, dalam menyusun kitab Al-Jami’ as-Shahih, Imam Bukhari selalu berpegang teguh pada tingkat keshahihan paling tinggi dan tidak akan turun dari tingkat tersebut, kecuali terhadap beberapa hadits yang bukan merupakan materi pokok dari sebuah bab.
Menurut Ibnu Shalah, dalam kitab Muqaddimah, kitab Shahih Bukhari itu memuat 7275 hadits. Selain itu ada hadits-hadits yang dimuat secara berulang, dan ada 4000 hadits yang dimuat secara utuh tanpa pengulangan. Penghitungan itu juga dilakukan oleh Syekh Muhyiddin An Nawawi dalam kitab At-Taqrib. Dalam hal itu, Ibnu Hajar Al-Atsqalani dalam kata pendahuluannya untuk kitab Fathul Bari (yakni syarah atau penjelasan atas kitab Shahih Bukhari) menulis, semua hadits shahih yang dimuat dalam Shahih Bukhari (setelah dikurangi dengan hadits yang dimuat secara berulang) sebanyak 2.602 buah. Sedangkan hadits yang mu’allaq (ada kaitan satu dengan yang lain, bersambung) namun marfu (diragukan) ada 159 buah. Adapun jumlah semua hadits shahih termasuk yang dimuat berulang sebanyak 7397 buah. Perhitungan berbeda diantara para ahli hadits tersebut dalam mengomentari kitab Shahih Bukhari semata-mata karena perbedaan pandangan mereka dalam ilmu hadits.
Terjadinya Fitnah
Muhammad bin Yahya Az-Zihli berpesan kepada para penduduk agar menghadiri dan mengikuti pengajian yang diberikannya. Ia berkata: “Pergilah kalian kepada orang alim dan saleh itu, ikuti dan dengarkan pengajiannya.” Namun tak lama kemudian ia mendapat fitnah dari orang-orang yang dengki. Mereka menuduh sang Imam sebagai orang yang berpendapat bahwa “Al-Qur’an adalah makhluk”.
Hal inilah yang menimbulkan kebencian dan kemarahan gurunya, Az-Zihli kepadanya. Kata Az-Zihli : “Barang siapa berpendapat bahwa lafadz-lafadz Al-Qur’an adalah makhluk, maka ia adalah ahli bid’ah. Ia tidak boleh diajak bicara dan majelisnya tidak boleh didatangi. Dan barang siapa masih mengunjungi majelisnya, curigailah dia.” Setelah adanya ultimatum tersebut, orang-orang mulai menjauhinya.
Sebenarnya, Imam Bukhari terlepas dari fitnah yang dituduhkan kepadanya itu. Diceritakan, seseorang berdiri dan mengajukan pertanyaan kepadanya: “Bagaimana pendapat Anda tentang lafadz-lafadz Al-Qur’an, makhluk ataukah bukan?” Bukhari berpaling dari orang itu dan tidak mau menjawab kendati pertanyaan itu diajukan sampai tiga kali.
Tetapi orang itu terus mendesak. Ia pun menjawab: “Al-Qur’an adalah kalam Allah, bukan makhluk, sedangkan perbuatan manusia adalah makhluk dan fitnah merupakan bid’ah.” Pendapat yang dikemukakan Imam Bukhari ini, yakni dengan membedakan antara yang dibaca dengan bacaan, adalah pendapat yang menjadi pegangan para ulama ahli tahqiq (pengambil kebijakan) dan ulama salaf. Tetapi dengki dan iri adalah buta dan tuli. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Bukhari pernah berkata : “Iman adalah perkataan dan perbuatan, bisa bertambah dan bisa berkurang. Al-Quran adalah kalam Allah, bukan makhluk. Sahabat Rasulullah SAW, yang paling utama adalah Abu Bakar, Umar, Usman, dan Ali. Dengan berpegang pada keimanan inilah aku hidup, aku mati dan dibangkitkan di akhirat kelak, insya Allah.” Di lain kesempatan, ia berkata: “Barang siapa menuduhku berpendapat bahwa lafadz-lafadz Al-Qur’an adalah makhluk, ia adalah pendusta.”
Wafatnya Imam Bukhari
Suatu ketika penduduk Samarkand mengirim surat kepada Imam Bukhari. Isinya, meminta dirinya agar menetap di negeri itu (Samarkand). Ia pun pergi memenuhi permohonan mereka. Ketika perjalanannya sampai di Khartand, sebuah desa kecil terletak dua farsakh (sekitar 10 Km) sebelum Samarkand, ia singgah terlebih dahulu untuk mengunjungi beberapa familinya. Namun disana beliau jatuh sakit selama beberapa hari. Dan Akhirnya meninggal pada tanggal 31 Agustus 870 M (256 H) pada malam Idul Fitri dalam usia 62 tahun kurang 13 hari. Beliau dimakamkan selepas Shalat Dzuhur pada Hari Raya Idul Fitri. Sebelum meninggal dunia, ia berpesan bahwa jika meninggal nanti jenazahnya agar dikafani tiga helai kain, tanpa baju dalam dan tidak memakai sorban. Pesan itu dilaksanakan dengan baik oleh masyarakat setempat. Beliau meninggal tanpa meninggalkan seorang anakpun.
diambil dari : http://opi.110mb.com/haditsweb/sejarah/sejarah_singkat_imam_bukhari.htm

Sejarah Singkat Imam Muslim


Imam Muslim dilahirkan di Naisabur pada tahun 202 H atau 817 M. Imam Muslim bernama lengkap Imam Abul Husain Muslim bin al-Hajjaj bin Muslim bin Kausyaz al Qusyairi an Naisaburi. Naisabur, yang sekarang ini termasuk wilayah Rusia, dalam sejarah Islam kala itu termasuk dalam sebutan Maa Wara’a an Nahr, artinya daerah-daerah yang terletak di sekitar Sungai Jihun di Uzbekistan, Asia Tengah. Pada masa Dinasti Samanid, Naisabur menjadi pusat pemerintahan dan perdagangan selama lebih kurang 150 tahun. Seperti halnya Baghdad di abad pertengahan, Naisabur, juga Bukhara (kota kelahiran Imam Bukhari) sebagai salah satu kota ilmu dan pusat peradaban di kawasan Asia Tengah. Di sini pula bermukim banyak ulama besar.
Perhatian dan minat Imam Muslim terhadap ilmu hadits memang luar biasa. Sejak usia dini, beliau telah berkonsentrasi mempelajari hadits. Pada tahun 218 H, beliau mulai belajar hadits, ketika usianya kurang dari lima belas tahun. Beruntung, beliau dianugerahi kelebihan berupa ketajaman berfikir dan ingatan hafalan. Ketika berusia sepuluh tahun, Imam Muslim sering datang dan berguru pada seorang ahli hadits, yaitu Imam Ad Dakhili. Setahun kemudian, beliau mulai menghafal hadits Nabi SAW, dan mulai berani mengoreksi kesalahan dari gurunya yang salah menyebutkan periwayatan hadits.
Selain kepada Ad Dakhili, Imam Muslim pun tak segan-segan bertanya kepada banyak ulama di berbagai tempat dan negara. Berpetualang menjadi aktivitas rutin bagi dirinya untuk mencari silsilah dan urutan yang benar sebuah hadits. Beliau, misalnya pergi ke Hijaz, Irak, Syam, Mesir dan negara-negara lainnya. Dalam lawatannya itu, Imam Muslim banyak bertemu dan mengunjungi ulama-ulama kenamaan untuk berguru hadits kepada mereka. Di Khurasan, beliau berguru kepada Yahya bin Yahya dan Ishak bin Rahawaih; di Ray beliau berguru kepada Muhammad bin Mahran dan Abu ‘Ansan. Di Irak beliau belajar hadits kepada Ahmad bin Hanbal dan Abdullah bin Maslamah; di Hijaz beliau belajar kepada Sa’id bin Mansur dan Abu Mas ‘Abuzar; di Mesir beliau berguru kepada ‘Amr bin Sawad dan Harmalah bin Yahya, dan ulama ahli hadits lainnya.
Bagi Imam Muslim, Baghdad memiliki arti tersendiri. Di kota inilah beliau berkali-kali berkunjung untuk belajar kepada ulama-ulama ahli hadits. Kunjungannya yang terakhir beliau lakukan pada tahun 259 H. Ketika Imam Bukhari datang ke Naisabur, Imam Muslim sering mendatanginya untuk bertukar pikiran sekaligus berguru padanya. Saat itu, Imam Bukhari yang memang lebih senior, lebih menguasai ilmu hadits ketimbang dirinya.
Ketika terjadi fitnah atau kesenjangan antara Bukhari dan Az Zihli, beliau bergabung kepada Bukhari. Sayang, hal ini kemudian menjadi sebab terputusnya hubungan dirinya dengan Imam Az Zihli. Yang lebih menyedihkan, hubungan tak baik itu merembet ke masalah ilmu, yakni dalam hal penghimpunan dan periwayatan hadits-hadits Nabi SAW.
Imam Muslim dalam kitab shahihnya maupun kitab-kitab lainnya tidak memasukkan hadits-hadits yang diterima dari Az Zihli, padahal beliau adalah gurunya. Hal serupa juga beliau lakukan terhadap Bukhari. Tampaknya bagi Imam Muslim tak ada pilihan lain kecuali tidak memasukkan ke dalam Kitab Shahihnya hadits-hadits yang diterima dari kedua gurunya itu. Kendatipun demikian, dirinya tetap mengakui mereka sebagai gurunya.
Imam Muslim yang dikenal sangat tawadhu’ dan wara’ dalam ilmu itu telah meriwayatkan puluhan ribu hadits. Menurut Muhammad Ajaj Al Khatib, guru besar hadits pada Universitas Damaskus, Syria, hadits yang tercantum dalam karya besar Imam Muslim, Shahih Muslim, berjumlah 3.030 hadits tanpa pengulangan. Bila dihitung dengan pengulangan, katanya, berjumlah sekitar 10.000 hadits. Sementara menurut Imam Al Khuli, ulama besar asal Mesir, hadits yang terdapat dalam karya Muslim tersebut berjumlah 4.000 hadits tanpa pengulangan, dan 7.275 dengan pengulangan. Jumlah hadits yang beliau tulis dalam Shahih Muslim itu diambil dan disaring dari sekitar 300.000 hadits yang beliau ketahui. Untuk menyaring hadits-hadits tersebut, Imam Muslim membutuhkan waktu 15 tahun.
Mengenai metode penyusunan hadits, Imam Muslim menerapkan prinsip-prinsip ilmu jarh, dan ta’dil, yakni suatu ilmu yang digunakan untuk menilai cacat tidaknya suatu hadits. Beliau juga menggunakan sighat at tahammul (metode-metode penerimaan riwayat), seperti haddasani (menyampaikan kepada saya), haddasana (menyampaikan kepada kami), akhbarana (mengabarkan kepada saya), akhabarana (mengabarkan kepada kami), dan qaalaa (ia berkata).
Imam Muslim menjadi orang kedua terbaik dalam masalah ilmu hadits (sanad, matan, kritik, dan seleksinya) setelah Imam Bukhari. “Di dunia ini orang yang benar-benar ahli di bidang hadits hanya empat orang; salah satu di antaranya adalah Imam Muslim,” komentar ulama besar Abu Quraisy Al Hafizh. Maksud ungkapan itu tak lain adalah ahli-ahli hadits terkemuka yang hidup di masa Abu Quraisy.
Reputasinya mengikuti gurunya Imam Bukhari
Dalam khazanah ilmu-ilmu Islam, khususnya dalam bidang ilmu hadits, nama Imam Muslim begitu monumental, setara dengan gurunya, Abu Abdillah Muhammad bin Ismail al-Bukhary al-Ju’fy atau lebih dikenal dengan nama Imam Bukhari. Sejarah Islam sangat berhutang jasa kepadanya, karena prestasinya di bidang ilmu hadits, serta karya ilmiahnya yang luar biasa sebagai rujukan ajaran Islam, setelah al-Qur’an. Dua kitab hadits shahih karya Bukhari dan Muslim sangat berperan dalam standarisasi bagi akurasi akidah, syariah dan tasawwuf dalam dunia Islam.
Melalui karyanya yang sangat berharga, al-Musnad ash-Shahih, atau al-Jami’ ash-Shahih, selain menempati urutan kedua setelah Shahih Bukhari, kitab tersebut memenuhi khazanah pustaka dunia Islam, dan di Indonesia, khususnya di pesantren-pesantren menjadi kurikulum wajib bagi para santri dan mahasiswa.
Pengembaraan (rihlah) dalam pencarian hadits merupakan kekuatan tersendiri, dan amat penting bagi perkembangan intelektualnya. Dalam pengembaraan ini (tahun 220 H), Imam Muslim bertemu dengan guru-gurunya, dimana pertama kali bertemu dengan Qa’nabi dan yang lainnya, ketika menuju kota Makkah dalam rangka perjalanan haji. Perjalanan intelektual lebih serius, barangkali dilakukan tahun 230 H. Dari satu wilayah ke wilayah lainnya, misalnya menuju ke Irak, Syria, Hijaz dan Mesir.
Waktu yang cukup lama dihabiskan bersama gurunya al-Bukhari. Kepada guru besarnya ini, Imam Muslim menaruh hormat yang luar biasa. “Biarkan aku mencium kakimu, hai Imam Muhadditsin dan dokter hadits,” pintanya, ketika di sebuah pertemuan antara Bukhari dan Muslim.
Disamping itu, Imam Muslim memang dikenal sebagai tokoh yang sangat ramah, sebagaimana al-Bukhari yang memiliki kehalusan budi bahasa, Imam Muslim juga memiliki reputasi, yang kemudian populer namanya — sebagaimana disebut oleh Adz-Dzahabi — dengan sebutan muhsin dari Naisabur.
Maslamah bin Qasim menegaskan, “Muslim adalah tsaqqat, agung derajatnya dan merupakan salah seorang pemuka (Imam).” Senada pula, ungkapan ahli hadits dan fuqaha’ besar, Imam An-Nawawi, “Para ulama sepakat atas kebesarannya, keimanan, ketinggian martabat, kecerdasan dan kepeloporannya dalam dunia hadits.”
Kitab Shahih Muslim
Imam Muslim memiliki jumlah karya yang cukup penting dan banyak. Namun yang paling utama adalah karyanya, Shahih Muslim. Dibanding kitab-kitab hadits shahih lainnya, kitab Shahih Muslim memiliki karakteristik tersendiri, dimana Imam Muslim banyak memberikan perhatian pada ekstraksi yang resmi. Beliau bahkan tidak mencantumkan judul-judul setiap akhir dari satu pokok bahasan. Disamping itu, perhatiannya lebih diarahkan pada mutaba’at dan syawahid.
Walaupun dia memiliki nilai beda dalam metode penyusunan kitab hadits, Imam Muslim sekali-kali tidak bermaksud mengungkap fiqih hadits, namun mengemukakan ilmu-ilmu yang bersanad. Karena beliau meriwayatkan setiap hadits di tempat yang paling layak dengan menghimpun jalur-jalur sanadnya di tempat tersebut. Sementara al-Bukhari memotong-motong suatu hadits di beberapa tempat dan pada setiap tempat beliau sebutkan lagi sanadnya. Sebagai murid yang shalih, beliau sangat menghormati gurunya itu, sehingga beliau menghindari orang-orang yang berselisih pendapat dengan al-Bukhari.
Kitab Shahih Muslim memang dinilai kalangan muhaditsun berada setingkat di bawah al-Bukhari. Namun ada sejumlah ulama yang menilai bahwa kitab Imam Muslim lebih unggul ketimbang kitabnya al-Bukhari.
Sebenarnya kitab Shahih Muslim dipublikasikan untuk Abu Zur’ah, salah seorang kritikus hadits terbesar, yang biasanya memberikan sejumlah catatan mengenai cacatnya hadits. Lantas, Imam Muslim kemudian mengoreksi cacat tersebut dengan membuangnya tanpa argumentasi. Karena Imam Muslim tidak pernah mau membukukan hadits-hadits yang hanya berdasarkan kriteria pribadi semata, dan hanya meriwayatkan hadits yang diterima oleh kalangan ulama. Sehingga hadits-hadits Muslim terasa sangat populis.
Berdasarkan hitungan Muhammad Fuad Abdul Baqi, kitab Shahih Muslim memuat 3.033 hadits. Metode penghitungan ini tidak didasarkan pada sistem isnad sebagaimana dilakukan ahli hadits, namun beliau mendasarkannya pada subyek-subyek. Artinya jika didasarkan isnad, jumlahnya bisa berlipat ganda.
Antara al-Bukhari dan Muslim
Imam Muslim, sebagaimana dikatakan oleh Prof. Mustafa ‘Adzami dalam bukunya Studies in Hadith Methodology and Literature, mengambil keuntungan dari Shahih Bukhari, kemudian menyusun karyanya sendiri, yang tentu saja secara metodologis dipengaruhi karya al-Bukhari.
Antara al-Bukhari dan Muslim, dalam dunia hadits memiliki kesetaraan dalam keshahihan hadits, walaupun hadits al-Bukhari dinilai memiliki keunggulan setingkat. Namun, kedua kitab hadits tersebut mendapatkan gelar sebagai as-Shahihain.
Sebenarnya para ulama berbeda pendapat mana yang lebih unggul antara Shahih Muslim dengan Shahih Bukhari. Jumhur Muhadditsun berpendapat, Shahihul Bukhari lebih unggul, sedangkan sejumlah ulama Marokko dan yang lain lebih mengunggulkan Shahih Muslim. Hal ini menunjukkan, sebenarnya perbedaannya sangatlah sedikit, dan walaupun itu terjadi, hanyalah pada sistematika penulisannya saja, serta perbandingan antara tema dan isinya.
Al-Hafizh Ibnu Hajar mengulas kelebihan Shahih Bukhari atas Shahih Muslim, antara lain, karena Al-Bukhari mensyaratkan kepastian bertemunya dua perawi yang secara struktural sebagai guru dan murid dalam hadits Mu’an’an; agar dapat dihukumi bahwa sanadnya bersambung. Sementara Muslim menganggap cukup dengan “kemungkinan” bertemunya kedua rawi tersebut dengan tidak adanya tadlis.
Al-Bukhari mentakhrij hadits yang diterima para perawi tsaqqat derajat utama dari segi hafalan dan keteguhannya. Walaupun juga mengeluarkan hadits dari rawi derajat berikutnya dengan sangat selektif. Sementara Muslim, lebih banyak pada rawi derajat kedua dibanding Bukhari. Disamping itu kritik yang ditujukan kepada perawi jalur Muslim lebih banyak dibanding kepada al-Bukhari.
Sementara pendapat yang berpihak pada keunggulan Shahih Muslim beralasan — sebagaimana dijelaskan Ibnu Hajar —, bahwa Muslim lebih berhati-hati dalam menyusun kata-kata dan redaksinya, karena menyusunnya di negeri sendiri dengan berbagai sumber di masa kehidupan guru-gurunya. Beliau juga tidak membuat kesimpulan dengan memberi judul bab sebagaimana Bukhari lakukan. Dan sejumlah alasan lainnya.
Namun prinsipnya, tidak semua hadits Bukhari lebih shahih ketimbang hadits Muslim dan sebaliknya. Hanya pada umumnya keshahihan hadits riwayat Bukhari itu lebih tinggi derajatnya daripada keshahihan hadits dalam Shahih Muslim.
Karya-karya Imam Muslim
Imam Muslim berhasil menghimpun karya-karyanya, antara lain seperti: 1) Al-Asma’ wal-Kuna, 2) Irfadus Syamiyyin, 3) Al-Arqaam, 4) Al-Intifa bi Juludis Siba’, 5) Auhamul Muhadditsin, 7)At-Tarikh, 8.) At-Tamyiz, 9) Al-Jami’, 10) Hadits Amr bin Syu’aib, 11) Rijalul ‘Urwah, 12)Sawalatuh Ahmad bin Hanbal, 13) Thabaqat, 14) Al-I’lal, 15) Al-Mukhadhramin, 16) Al-Musnad al-Kabir, 17) Masyayikh ats-Tsawri, 18) Masyayikh Syu’bah, 19) Masyayikh Malik, 20) Al-Wuhdan, 21) As-Shahih al-Masnad.
Kitab-kitab nomor 6, 20, dan 21 telah dicetak, sementara nomor 1, 11, dan 13 masih dalam bentuk manuskrip. Sedangkan karyanya yang monumental adalah Shahih dari judul singkatnya, yang sebenarnya berjudul, Al-Musnad as-Shahih, al-Mukhtashar minas Sunan, bin-Naqli al-’Adl ‘anil ‘Adl ‘an Rasulillah.
Wafatnya Imam Muslim
Imam Muslim wafat pada Ahad sore, pada tanggal 24 Rajab 261 H. Semoga Allah SWT merahmatinya, mengampuni segala kesalahannya, serta menggolongkannya ke dalam golongan orang-orang yang sholeh. Amiin.
diambil dari : http://opi.110mb.com/haditsweb/sejarah/sejarah_singkat_imam_muslim.htm

Allah menyuruh pakai tudung



وَقُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاء بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاء بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُوْلِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَى عَوْرَاتِ النِّسَاء وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِن زِينَتِهِنَّ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعاً أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
 Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman supaya menyekat pandangan mereka (daripada memandang yang haram), dan memelihara kehormatan mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang zahir daripadanya; dan hendaklah mereka menutup belahan leher bajunya dengan tudung kepala mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka melainkan kepada suami mereka, atau bapa mereka atau bapa mertua mereka atau anak-anak mereka, atau anak-anak tiri mereka, atau saudara-saudara mereka, atau anak bagi saudara-saudara mereka yang lelaki, atau anak bagi saudara-saudara mereka yang perempuan, atau perempuan-perempuan Islam, atau hamba-hamba mereka, atau orang gaji dari orang-orang lelaki yang telah tua dan tidak berkeinginan kepada perempuan, atau kanak-kanak yang belum mengerti lagi tentang aurat perempuan; dan janganlah mereka menghentakkan kaki untuk diketahui orang akan apa yang tersembunyi dari perhiasan mereka; dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, supaya kamu berjaya.
 Surah An-Nuur, Ayat 31